Saturday, April 3, 2021

Maria Adalah Co-Redemptrix : Bagian I

 

Maria adalah CO-REDEMPTRIX : bagian I 

https://www.churchmilitant.com/news/article/mary-is-co-redemptrix-part-i

 

 

 

 

by Raymond de Souza, KHS, KM  •  ChurchMilitant.com  •  March 29, 2021 

 

Sumber-sumber dari Gereja Katolik versus komentar baru dari paus


Ketika paus Francis mengacu pada gelar Bunda Maria sebagai Co-Redemptrix dan menganggapnya sebagai "kebodohan" ("tonterias" dalam bahasa Spanyol), hal itu menimbulkan kejutan yang luas - dan bahkan merupakan skandal terang-terangan - di antara banyak umat beriman. Ucapan itu dianggap sebagai penolakan berikutnya terhadap ajaran tradisional Gereja.

 

"Janganlah kita larut di dalam kebodohan," demikian kata paus Francis tentang orang-orang yang menginginkan pengesahan resmi tentang Maria sebagai Co-Redemptress.

 

"Paus Francis mengatakan kepada kita bahwa Maria adalah sebagai "gadis biasa."  Ya, "gadis biasa" - dan bahwa Bunda Maria dan Joseph "tidak dilahirkan sebagai orang suci, mereka menjadi orang yang suci." Padahal sekarang ada dogma tentang Bunda Maria, yang dengan sempurna dinyatakan sebagai  Dikandung Tanpa Noda.’

 

Karena Maria tidak pernah, dan selamanya tidak pernah hanya sebagai "gadis biasa," yaitu, manusia yang lahir dalam dosa asal dan rentan terhadap dosa seperti halnya gadis biasa; tetapi karena Maria dilindungi dari dosa oleh karena jasa Putranya, maka Maria juga dipertahankan tetap murni dari dosa sejak sebelum masa pembuahannya.

 

Dogma dari Yang Dikandung Tanpa Noda tidak berbicara tentang Maria hanya "ditebus" seperti setiap orang di dunia, tetapi dia juga "dipertahankan." Menurut definisi Yang Dikandung Tanpa Noda, Gereja dengan tegas mengatakan bahwa Maria selalu bebas dari dosa sejak dia dikandung.

 

Penebusan adalah tindakan membeli kembali seseorang dari perbudakan. Saya teringat pada para Mercedarians dari St. Peter Nolasco yang menebus orang-orang Kristen yang diperbudak oleh orang pagan.

 

Tetapi kasus Maria sama sekali berbeda. Maria, karena pelestariannya, dia dipertahankan, maka dia tidak pernah, pada saat mana pun dalam hidupnya, menjadi budak dosa. Seperti yang diajarkan Katekismus Gereja Katolik dalam paragraf 491, Maria "ditebus sejak saat ia dikandung". Dan sejak saat itu, dengan rahmat dan hak istimewa Tuhan, Maria "dilindungi dari semua noda dosa asal."

Karena pelestarian (diertahankan) ini, Maria dapat menjadi bagian dari karya penebusan Putranya - dan kenyataannya memang seperti itulah Maria. Maria membantu dan ikut serta Yesus membebaskan kita, maka dari sinilah muncul istilah Co-Redemptrix.

 

Memang mudah bagi siapa pun untuk memahaminya: Tuhan sangat tersinggung oleh perilaku manusia. Maria tidak termasuk dalam salah satu pihak dalam hal ini. Dia sendiri tidak pernah berada di bawah kuasa Setan. Dogma Co-Redemptrix didasarkan dan dimungkinkan oleh dogma Yang Dikandung Tanpa Noda dan Keibuan Ilahi.

 

Yesus adalah satu-satunya Penebus, yang menebus manusia dari dosa-dosa mereka. Namun, penebusan ini tidak terjadi tanpa kerja sama dari seorang wanita yang cukup layak untuk mengandung Tuhan di dalam rahimnya agar penebusan dapat terjadi. Wanita ini adalah Perawan Maria Yang Tak Bernoda.

 

Kristus mati bagi dosa-dosa kita, ya, tetapi dalam rencana Tuhan, tanpa Maria tidak akan ada Kristus yang mati bagi dosa-dosa kita. Kematian Kristus menebus manusia, tetapi tanpa Maria, tidak akan ada Kristus yang menebus manusia. Oleh karena itu, tanpa Maria, tidak akan ada penebusan. Oleh karena itu, Maria benar-benar dan pantas disebut sebagai adalah Mitra-Penebus! (Co-Redeemer!)

 

Kristus menebus manusia, tetapi dalam rencana Tuhan, Dia tidak akan menebus manusia tanpa bantuan Maria, yang daging dan darahnya diambil oleh-Nya, dan yang mempersembahkan Putranya kepada Tuhan seperti Abraham mempersembahkan Iskak. Dalam pengertian inilah Maria benar-benar adalah Co-Redemptrix. Memang, para paus, santo, dan penulis Katolik lainnya telah mengajarkan bahwa Maria adalah Pendamping Penebus atau Penebus Bersama. (Co-Redeemer!)

 

Kematian Kristus menebus manusia, tetapi tanpa Maria, tidak akan ada Kristus yang menebus manusia. Oleh karena itu, tanpa Maria, tidak akan ada penebusan. Oleh karena itu, Maria benar-benar dan pantas disebut sebagai Penebus Bersama! GabTweet

 

Argumen utama yang menentang gelar Co-Redemptrix adalah bahwa Maria tidak dapat mempengaruhi penebusannya sendiri. Tetapi alasan ini salah, karena ada dua arti penebusan. Maria tidak hanya "ditebus dari dosa" tetapi juga "dilindungi" dari dosa, karena jasa Putranya. Maria tidak "dibeli atau ditebus" dari perbudakan dosa seperti halnya kita, yang merupakan makna normal dari kata ‘ditebus.’ Kita semua - kecuali Adam dan Hawa sebelum Kejatuhan mereka, serta Yesus & Maria – berada dalam cengkeraman Setan sejak saat pertama pembuahan karena Dosa Asal.

 

Jadi, sebagaimana definisi dogmatis mengatakan bahwa Maria tidak pernah berdosa, dan karenanya tidak pernah membutuhkan penebusan dalam pengertian yang biasa, dia bebas untuk bekerja sama dengan Yesus dalam penebusan kita. Dan dia telah melakukannya.

 

Marilah kita lihat apa yang dikatakan oleh para Bapa Gereja awali dan para Doktor Gereja selama berabad-abad, yang bertentangan dengan tuduhan paus Francis tentang tonteria :

 

  • Modestus dari Yerusalem secara akurat mendefinisikan bahwa melalui Maria kita, "ditebus dari tirani Iblis" (Migne PG 86: 3287).
     
  • Santo Irenaeus: "...dengan menyerahkan ketaatan, [Maria] menjadi penyebab keselamatan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi seluruh umat manusia" (Adversus Haereses, III, 22, 4).
     
  • Santo Yohanes dari Damaskus menyapa Maria: "Salam bagimu, melalui siapa kami ditebus dari kutukan" (PG 86: 658).
     
  • Saint Bernard: "Melalui dia, manusia telah ditebus" (Sermon 3 super Salve).
     
  • St. Alphonsus Liguori: "Santo Bernardus berkata, 'bahwa sebagai seorang pria dan seorang wanita bekerja sama dalam kehancuran kita, maka sudah sepantasnya ada pria lain dan wanita lain yang harus bekerja sama dalam penebusan kita; dan keduanya adalah Yesus dan Maria Ibu-Nya. ' ... 'Memang tidak diragukan,' kata orang kudus itu, 'bahwa Yesus Kristus sendiri lebih dari cukup untuk menebus kita; tetapi lebih kuat lagi bahwa kedua jenis jenis itu (pria dan wanita) harus bekerja sama dalam pemulihan kejahatan yang menyebabkan keduanya bekerjasama” (The Glories of Mary, Bab IV, Bagian II).
     
  • Santo Bonaventura: "Wanita (Hawa) mengusir kita keluar dari Firdaus dan menjual kita, tetapi yang ini (Maria) membawa kita kembali dan membeli kita (menebus kita)" (de don. Sp. S. 6: 14).
     
  • Saint Bridget: "...sebagaimana Adam dan Hawa menjual dunia untuk sebuah apel, begitu pula Maria dengan Putranya menebusnya dengan satu hati." (St. Alphonsus Liguori, The Glories of Mary, Op. Cit.)
     
  • Santo Anselmus: "Bahwa meskipun Tuhan dapat menciptakan dunia dari ketiadaan, namun, ketika dunia hilang oleh dosa, Dia tidak akan memperbaiki dosa tanpa kerjasama dengan Maria." (St. Alphonsus Liguori, The Glories of Mary, Op. Cit.)
     
  • Santo Albert Agung: "Maria adalah satu-satunya yang diberi hak istimewa ini, yaitu berbagi dalam Sengsara-Nya. Untuk dapat menghadiahinya maka Putranya ingin agar dia juga berbagi dalam pahala dari Kesengsaraan. Dan untuk membuatnya menjadi bagian dalam manfaat Penebusan, Dia berharap Maria menjadi mitra-Nya dalam penderitaan Kesengsaraan, agar, karena Maria adalah seorang mitra dalam Penebusan, dan juga menjadi Ibu dari semua orang melalui tindakan silih. Dan sebagaimana seluruh dunia berhutang budi kepada Tuhan untuk Kesengsaraan-Nya, maka semua orang layak menjadikan Maria sebagai Ratu mereka atas belas kasihannya." (Mariale, 150).
     
  • St. Anthonius dari Padua (1195–1231): "Dalam tulisan-tulisannya dapat ditemukan doktrin Maria Dikandung Tanpa Noda dan Kenaikannya ke Surga yang mulia; dan dia tidak pernah lelah berbicara tentang Maria sebagai Pengantara Segala Rahmat, atau pun menerima bagiannya dalam penebusan." (Saints to Know and Love, by The Slaves of the Immaculate Heart of Mary, St. Anthony of Padua).
     
  • Suarez, ahli Mariologi Yesuit abad ke-17: "Sama seperti Kristus, karena Dia menebus kita, dengan gelar khusus sebagai Raja kita dan Tuhan kita, demikian juga Maria Terberkati (Ratu dan Ibu kita) karena cara unik di mana dia bekerja sama dalam penebusan kita." (ensiklik Ad Caeli Reginam 1954).
     
  • Suarez: "Maria bekerja sama demi keselamatan kita dalam tiga cara: Pertama, dengan mendapatkan jasa Inkarnasi Sabda yang pantas karena jasanya; kedua, dengan terus-menerus berdoa bagi kita selama dia hidup di dunia ini; ketiga, dengan rela mengorbankan nyawa Putranya kepada Tuhan. Untuk alasan ini, Tuhan kita dengan tepat telah menetapkan, bahwa karena Maria bekerja sama dalam penyelamatan manusia dengan kasih yang begitu besar, dan pada saat yang sama memuliakan Tuhan, demikian juga semua orang melalui perantaraan Maria mendapatkan keselamatan mereka." (St. Alphonsus Liguori, The Glories of Mary, Op. cit.

 

 


 

Coming in Part II: More saints, popes and scholars affirm Mary is the Co-Redemptrix.

 

Raymond de Souza, KHS, KM, is a knight of the Equestrian Order of the Holy Sepulcher of Jerusalem, a knight of the Sovereign and Military Order of Malta and a fourth-degree Knight of Columbus. A speaker on pro-life and apologetics issues, he is the delegate for international missions of Human Life International. He has visited 38 countries of the six continents as part of conferences held in English, French, Spanish and Portuguese and has speaking ability in Italian and Afrikaans. He is available to address Catholic audiences anywhere in the free world to defend the Gospel of life and the purity of Catholic doctrine, counting on the recommendation of bishops and priests in New Zealand, Australia and the United States. He has been a radio broadcaster in New Zealand and Australia and, today, writes a syndicated column for the weekly national Catholic paper, The Wanderer.

 

---------------------------------------

 

Apa Alasan Kasus Kerasukan Setan Semakin Banyak Terjadi Saat Ini?

LDM, 28 Maret 2021

Orang dalam WHO ‘meniup peluit’

Mengapa Saya Menganggap Komentar Paus Francis...

Tanggapan Atas Ucapan Paus Francis...

Pedro Regis, 5101 - 5105

LDM, 2 April 2021