Tuesday, April 6, 2021

Seorang Ibu Menuturkan Kisahnya Kepada Putrinya

 

SEORANG IBU MENUTURKAN KISAHNYA KEPADA PUTRINYA 

Lokusi Yang Diterima Oleh Anne

 

https://mail.google.com/mail/u/0/?tab=rm&ogbl#inbox/FMfcgxwLtGthNHhKfsVWMTDqJCKNRVbZ

Apostolate of the Returning King

Oleh Anne (visiuner) 

 

Maria, Ibu dan Ratu 

 

Para sahabat dari Apostles of the Returning King,

Anne telah menerima lokusi baru dari Bunda Maria sebanyak lima kali. Kami percaya bahwa lokusi-lokusi itu sangat bermanfaat bagi saat-saat ini.

God bless, 

Pastor Darragh Connolly

Penasihat rohani The Apostolate of the Returning King 

 

1 of 5

March 25, 2021

Mary, Mother and Queen of the Church 

Dari sejak awal mula, aku telah tinggal di dalam Hati Bapa, di dalam terang-Nya. Aku memiliki kasih-Nya yang tiada henti, karena Dia merasuki diriku sepenuhnya. Kamu boleh mengatakan bahwa aku sepenuhnya menjadi milik-Nya. Aku, melalui rencana yang luar biasa dari Sang Pencipta, tidak menanggung sifat manusia yang terjatuh dalam dosa. Anne, aku tidak memiliki sifat memberontak dalam diriku. Aku tetap berada dalam pelukan getaran kasih Bapa. Keinginanku hanyalah mau mengetahui  rencana Ilahi. Aku tidak pernah memutuskan apa yang harus kulakukan dalam hidupku. Aku merasakan gelombang getaran yang amat besar dari Bapa di setiap saat dan aku bergerak mengikuti getaran itu, seperti seorang anak kecil yang selalu bergerak ke arah ibu atau ayahnya. 

Penciptaku, Bapaku… tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan kasihku kepada-Nya dan keberanianku dalam menjalankan rencana-Nya yang kudus dan luar biasa. Kamu mengagumi aku karena aku tetap setia kepada Gereja awali, yang dibangun melalui penyerahan total Putraku. Anne, aku terlahir di dalam Hati Bapaku, segala yang ada di dalam Hati itu adalah milikku, sama seperti kamu tetap berada di dalam Hati Putraku. Apakah kamu menjadi bagian dari rencana Gereja Kristus di Bumi? Aku tidak pernah lepas dari kasih atau rencana Tuhan, Bapa kita, Pencipta kita, Guru kita yang paling bijaksana dan baik hati. Tuhan adalah penguasa kasih dan satu-satunya penguasa sejati hati manusia, yang Dia ciptakan seturut gambaran-Nya. 

Anne, hubunganku dengan Yesus adalah hubungan seorang ibu dengan putranya. Tetapi aku juga menyadari bahwa di dalam Dia ada otoritas Bapaku, dan komitmen kepadaku, yang saya sadari, bahwa aku adalah milik Tuhan. Ketika aku berjalan meninggalkan tempat penyaliban Putraku sebagai seorang ibu manusia yang hancur luluh, ya, tetapi aku adalah juga seorang murid yang tidak terpengaruh apa pun dan sebagai suatu ciptaan, makhluk yang terkasih dari Bapa, yang hanya mencari harapan terbesar berikutnya dari Penciptaku yang terkasih. 

 

2 of 5

March 26, 2021

Mary, Mother and Queen of the Church 

Keinginanmu untuk mengenal aku, Ibumu, adalah keinginan yang baik. Aku menghormatinya karena semakin baik kamu mengenal aku, semakin baik kamu memahami dirimu sendiri dan dari mana kamu berasal. Kamu adalah anakku. Sebagai anakku, kamu memiliki pengaruh dari rohku, meski aku tidak ada bersamamu secara fisik. Pengaruh dari rohku ini mendorong kepekaan terhadap kondisi orang-orang di sekitarmu, yang kau pandang dengan belas kasih. Semakin besar pengaruh Ibumu ini atas dirimu, semakin besar rasa iba yang kau miliki. Ketika manusia memandang satu sama lain dengan rasa belas kasih, mereka cenderung merenung dalam kebaikan dan menawarkan apa saja yang sekiranya bisa melayani orang-orang yang menderita dan membutuhkan. Kami membutuhkan watak seperti ini, putri kecilku. 

Ketika aku berhadapan dengan keinginan Penciptaku agar mengizinkan sebuah semangat yang segar mempengaruhi umat manusia dalam perkembangan awal dari Gereja, aku mulai melakukan tugas itu segera. Aku mengamati tanpa henti adanya benih-benih kesombongan yang bisa tumbuh menjadi ekspresi dan pemahaman yang menyimpang dan keliru terhadap Putraku. Benih-benih itu sudah ada di sana, benih penyimpangan. Bagaimana aku mengenali benih itu? Karena aku tidak memiliki sifat pemberontakan sama sekali, aku bisa melihat segala sesuatu dengan Hati Tuhan. Jika aku melihat ke masa depan adanya suatu pola berpikir dan melihat bahwa itu akan membuat manusia percaya bahwa pemikiran manusia lebih penting daripada rencana Tuhan, maka aku langsung berbicara dan bertindak. Karena aku tidak memiliki sifat pemberontakan, maka orang-orang di sekitarku mengerti bahwa nasihatku adalah berasal dari Tuhan sendiri dan itu mewakili keinginan Putraku, yang akhirnya mereka akui sebagai hal yang Ilahi. Aku tidak merasa terbebani dalam hal ini, meskipun terkadang aku mengalami kekecewaan atas pemberontakan orang-orang lain. 

Apa yang kulakukan pada saat-saat itu? 

Aku beristirahat di dalam Penciptaku dan bersukacita dalam kebangkitan Putraku. Manusia tidak bisa menghancurkan Putraku. Mereka tidak dapat menodai Dia dengan iming-iming otoritas manusia yang liar, tidak dapat diatur dan palsu. Jika seseorang bertumpu pada keunggulan dari sumber segala otoritas, yaitu Sang Pencipta, maka dia bisa memandang dan mengerti semua perwujudan otoritas lainnya dengan jelas. Entah otoritas yang ditemui itu adalah benar, dan dengan demikian sejalan dengan kehendak Sang Pencipta, atau otoritas itu salah dan tidak masuk akal, yang dilaksanakan untuk melakukan tindakan yang tidak benar dan tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Mudah untuk menentukan representasi otoritas mana yang sedang terjadi. Otoritas Tuhan atau bukan dari Tuhan. Seseorang cukup menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini. Apakah orang tersebut terlalu terikat pada otoritas? Apakah otoritas itu muncul dari orang yang berusaha mendominasi dan mengontrol demi kepuasan pribadi? Meskipun seseorang tidak dapat sepenuhnya memisahkan dirinya dari tindakannya, tetapi banyak orang yang berkembang kearah pemisahan dari Tuhan dengan begitu mudahnya. Jika orang tersebut berusaha untuk secara pribadi menggunakan kendali dan dominasi atas orang lain untuk memberi makan dan mempertahankan nafsu makan yang menyimpang atau sombong? Hal ini mengakibatkan penyalahgunaan kekuasaan yang menyebabkan kehancuran. 

Penyalahgunaan kekuasaan selalu berakhir pada struktur manusia yang menghancurkan dirinya sendiri dari dalam. Seiring waktu berlalu, bahkan batu bata bangunan yang merupakan fondasi bagi struktur tersebut akan runtuh. Anne, apakah kamu melihat hal ini sekarang? Dapatkah kamu melihat di mana pengaruh otoritas digunakan untuk melawan anak-anak Tuhan, bukannya demi kebaikan mereka? Roh dan semangat dari Ibu mereka tidak ada disitu. Mengapa orang harus menginginkan roh dan semangat Ibu mereka? Roh dan semangatku? Karena ini adalah yang paling akurat mewakili Roh Tritunggal. Anne, aku tidak memiliki pemberontakan sama sekali dalam diriku. Siapakah yang diciptakan oleh Tuhan yang memiliki kondisi seperti ini sepenuhnya? Aku tidak haus akan kekuasaan. Aku tidak memiliki atau menginginkan apa pun yang terpisah dari kasih yang Bapa berikan kepadaku dan kepada kita masing-masing, dan aku memiliki kesetiaan dan kelembutan yang kunikmati dari Putraku. 

Tuhan, Tuhanku, Penciptaku, adalah segalanya bagiku. Jadi rencana-Nya adalah rencanaku sepenuhnya, sepenuhnya. Ya, aku tidak takut, dan selamanya aku tidak takut. Jika Gereja perlu diperbarui, dan harus diperbarui, itu akan membutuhkan bantuanku. Akulah Yang Dikandung Tanpa Noda. Di awal berdirinya Gereja Putraku, aku memiliki tekad yang teguh. Aku merasakan tekad seperti itu hingga sekarang. Kita harus mengilhami Gereja dengan semangat Ibunya. Hanya dengan begitu Gereja akan mengerti dari mana ia berasal. Hanya dengan begitu identitasnya akan terbentuk kembali secara otentik. 

Anne, siapa pun yang tidak memahami kepemimpinanku atau salah memahami hakku untuk memimpin, dia juga akan salah dalam memahami Putraku dan tujuan Tuhan mengutus Putraku. Yesus adalah otoritas Ilahi. Aku hanyalah pengikut-Nya. Tetapi otoritasku terletak pada fakta bahwa melalui kebajikan Bapa, aku tidak pernah melakukan pemberontakan melawan Tuhan atau Putraku. Oleh karena itu, otoritasku adalah berasal langsung dari pemberian Tuhan kepadaku dengan menciptakan aku tanpa memiliki sifat dari makhluk yang terjatuh. Otoritasku berasal dari Tuhan, untuk Tuhan, dan untuk setiap anak-anak-Nya. Putraku, Penyelamatmu, memiliki seorang Ibu. Akulah dia. Setiap anak di dunia juga memiliki seorang Ibu. Akulah Ibu itu. Gereja Putraku saat ini berperilaku seolah-olah ia tidak memiliki Ibu, dan karenanya, ia tidak memiliki bimbingan, tidak ada roh keibuan untuk menjiwai dan menyemangatinya dengan kerendahan hati dan bertindak benar. Apa yang harus terjadi, Anne? Apa yang harus dirubah? Aku akan memberitahu kamu. 

 

3 of 5

March 27, 2021 (1)

Mary, Mother and Queen of the Church 

Karena umat manusia terus tumbuh dan berkembang dan berubah, maka pelayanan spiritual kepada umat manusia juga harus tumbuh dan berkembang serta berubah. Pelayanan harus menyesuaikan diri. Anne, ada beberapa hal yang tidak pernah berubah, tetapi yang lain, harus beradaptasi dan berkembang. Periode waktu yang berbeda di Bumi menghadirkan tantangan yang berbeda. Tantangan-tantangan ini mempengaruhi anak-anak Tuhan, anak-anakku, dan hal itu juga mempengaruhi cara Gereja merawat anak-anak Tuhan dan mewakili Tuhan di Bumi. Sungguh merupakan tanggung jawab yang luar biasa untuk mewakili Tuhan. Siapakah yang dapat mengklaim telah melakukannya secara konsisten? Tanpa jeda? Tanpa kesalahan? Tidak ada orang yang bisa mengklaim hal itu. 

Anne, akulah yang membuat klaim itu. Aku telah mewakili Tuhan secara konsisten, tanpa jeda. Aku membuat kesalahan praktis dalam hidupku tetapi kesalahanku itu tidak pernah salah dalam menggambarkan Bapaku yang terkasih, yang aku puja tanpa jeda. Kasihku adalah kasih-Nya. Aku tidak pernah menyimpang dari kasih-Nya. Aku menawarkan kasih Tuhan kepada orang lain secara konsisten karena aku tidak pernah kecewa dengan harga yang harus kubayar guna mengikuti kasih itu. 

Orang-orang di dunia mungkin mengalami saat-saat di mana mereka melihat sekilas keagungan dan kekuasaan Tuhan. Mereka mungkin memiliki saat-saat di mana mereka melihat sekilas rasa manis dan kebaikan-Nya. Saat-saat itu dapat menyebabkan mereka hidup secara berbeda, memilih untuk melayani Tuhan hari itu, atau bahkan membuat pilihan seumur hidup untuk melayani Tuhan. Anne, aku juga mengalami hidup di saat-saat seperti itu. Aku tidak pernah lepas dari kesadaran bahwa Tuhan mengasihi aku sepenuhnya dan bahwa Dia selalu memperhatikan aku dalam setiap keadaan. Bapaku, Bapaku yang terkasih. Aku akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk bergerak menuju kehendak Ilahi-Nya, rencana-rencana-Nya yang amat berharga dan menakjubkan. Setiap keadaan dalam hidupku selalu membuatku merenungkannya secara mendalam. Aku tidak pernah selesai merenungkan kasih Bapaku. Aku selalu merenungkan kasih-Nya dan mengarahkan setiap orang kepada kasih yang besar yang dimiliki Bapa bagi kita semua, yang tersedia melalui Yesus.

Komitmenku kepada Tuhan menggerakkan aku tanpa henti kepada peran yang Dia tetapkan bagiku. Selalu ada saja rencana luar biasa lainnya di mana aku dapat berperan serta bagi Bapaku. Semua adalah merupakan petualangan pendampingan Bapa dalam hidupku. Tuhan tidak pernah meninggalkan aku, dan tidak pernah terpikir olehku untuk meninggalkan Tuhan, karena sekali lagi, aku tidak memiliki sifat pemberontak dalam diriku. Aku tidak tersiksa oleh sifat seperti itu. Apakah aku menderita? Penderitaanku memang banyak, tetapi aku tidak pernah menderita godaan untuk menentang Tuhan atau terhadap rencana-Nya yang luar biasa bagiku. Aku sama sekali tidak pernah menerima godaan seperti itu. Aku kagum pada kenyataan betapa diberkatinya diriku karena bisa mengenal Tuhan, karena aku dapat melihat bahwa orang lain tidak memiliki kesadaran yang sama seperti ini. Hal ini, Anne, menyebabkan aku selalu memohon kepada Tuhan tanpa jeda. Ketika Yesus, Putraku yang diurapi, hadir, aku mengerti betul bahwa Bapa telah menciptakan aku untuk sebuah rencana yang akan selalu unik dan istimewa. Aku tahu perjalananku menyusuri waktu akan mencakup juga saat-saat yang tidak dapat dipahami sebagai hal yang terpisah dari kekuatan supernatural Tuhan. Jadi, aku menerima bahwa kekuatan supernatural Tuhan akan selalu bekerja di sekitar diriku dan aku terus mengharapkannya. Aku tidak membiarkan masalah atau kesulitan mengalihkan perhatianku dari kuasa Tuhan. Jika Tuhan mengizinkan sesuatu yang melibatkan diriku, aku sadar dan tahu bahwa itu adalah bagian dari rencana yang musti kami (aku dan Tuhan) lakukan bersama, dan aku melewatinya dengan tekad untuk melakukan yang terbaik untuk-Nya. 

Anakku, Juruselamatku. Dia datang untuk menolong orang-orang. Dia bukan hanya berasal dari Tuhan, tetapi Dia adalah Tuhan itu sendiri. Tidak ada gunanya menceritakan kembali sejauh mana semua hal yang terjadi dalam kehidupan Putraku, Juruselamatku. Ada beberapa realitas yang hanya bisa dipahami oleh manusia di dalam kehidupan berikutnya nanti. Konon, rencana hidup Yesus Kristus ada di dalam hatiku dan merupakan rencana terbesar dan terindah yang dapat Tuhan ciptakan untuk anak-anak-Nya di Bumi. Aku adalah salah satu anak-Nya di Bumi, dan aku berada dalam posisi untuk membantu-Nya dengan tugas paling unik yang dapat diminta dari seorang wanita. Karena alasan inilah dan tujuan inilah aku diciptakan tanpa noda. Aku adalah Ibu Yesus dan aku adalah Ibu, yang diciptakan oleh Tuhan, dari antara seluruh umat manusia. 

Karena Tuhan menciptakan aku secara khusus bagi peranku, maka Yesus bersukacita dalam diriku sebagai harapan khusus Tuhan bagi wanita. Anne, inilah saatnya umat manusia memahami bahwa mereka memiliki seorang Bapa, Juruselamat, dan Penghibur di saat-saat sulit. Umat ​​manusia juga memiliki seorang Ibu yang diciptakan Tuhan untuk memberikan sesuatu yang lebih, sesuatu yang luhur dan manis, sesuatu yang unik feminin. “Sesuatu yang lebih” ini, yaitu kontribusiku bagi Gereja, dibutuhkan sekarang, saat ini. Harapanku adalah bahwa banyak, banyak wanita, akan menjawab YA atas ajakanku untuk mempersatukan diri mereka secara praktis denganku dalam pelayanan kepada Tuhan demi pembaruan Gereja Putraku. Harapanku adalah agar Gereja di Bumi akan merendahkan diri dan menerima urgensi pembaruan dalam hati setiap anak-anakku, terutama para putraku yang menerima jabatan imamat. Akankah ini menyakitkan? Jika pembaruan pribadi tidak menyebabkan kesedihan, penyesalan, maka itu adalah sinyal bahwa prosesnya masih tidak lengkap. 

 

4 of 5

March 27, 2021 (2)

Mary, Mother and Queen of the Church 

Seringkali di dunia, orang bertemu seseorang dan menyadari kemiripan orang tersebut dengan anggota keluarganya. Orang-orang dapat mengenali jejak yang ditinggalkan keluarga seseorang pada mereka yang ditemuinya. Maksudku, orang-orang di dalam keluarga kita mempengaruhi kita saat mereka membentuk dan membesarkan kita. 

Untuk alasan ini aku mengatakan bahwa Gereja, keluarga Allah, harus mewakili Allah, Bapa, dan Yesus, Putra, melalui komunikasi yang berkelanjutan dengan Roh Kudus. Gereja di Bumi juga harus mewakili dan mengkomunikasikan aku, Ibu dan Ratunya.

Bagaimana Gereja mengkomunikasikan Bapanya? Melalui rasa hormat kepada setiap orang yang Dia ciptakan. Gereja mengkomunikasikan Allah Bapa melalui rasa hormat terhadap bumi, rumah yang Dia ciptakan untuk anak-anak-Nya yang amat berharga. Umat ​​manusia, ciptaan terbesar dari Bapa, diberi bumi ini agar mereka mengenal kasih Tuhan dan menyebarkan kasih itu kepada orang lain. Umat manusia adalah ciptaan Bapa yang paling penting. Mempertahankan rumah yang aman bagi umat manusia harus menjadi prioritas yang bisa diterima, bukan menjadikan rumah itu sesuatu yang lebih penting daripada manusia, karena manusia begitu penting dan suci bagi Allah Bapa. 

Gereja di Bumi harus mewakili Putraku, Yesus Kristus, melalui perhatiannya pada setiap orang dan jiwa mereka yang kekal. Setiap orang harus tahu bahwa diri mereka dikasihi, bahwa mereka begitu dikasihi sehingga Yesus bersedia mati lagi demi mereka, masing-masing dari mereka, jika hal itu diperlukan. Meski itu tidak diperlukan, tetapi tidak ada pengorbanan yang terlalu besar untuk dilakukan oleh Yesus untuk menunjukkan kepada mereka betapa berharganya mereka bagi-Nya. Seorang manusia berharga karena mereka diciptakan oleh Tuhan, bukan karena dia menjalani kehidupan yang sempurna. Kecuali aku, semua orang mengalami sifat untuk terjatuh kedalam dosa yang mengakibatkan pemberontakan. Ketika seseorang dilukai oleh orang lain atau oleh peristiwa yang mereka hadapi, mereka mungkin mengalami pemberontakan. Gereja diperlukan untuk membantu orang dalam menyembuhkan dan mengatasi rasa sakit dan kecewa mereka yang seperti ini. Penekanan pada dosa, yang seringkali merupakan ekspresi rasa sakit, telah mengakibatkan kesalahan penafsiran dari tujuan Gereja kita di dunia. Musuh dari pengharapan (setan) telah membesar-besarkan hal ini sehingga Gereja tidak dapat dikenali sebagai mercusuar pengharapan bagi semua orang yang menderita kesedihan. 

Gereja di dunia harus mewakili Roh Kudus, Penghibur. Setiap orang harus tahu bahwa meskipun mereka mampu berbuat dosa, dan mereka melakukan tindakan yang disengaja dan yang melukai diri mereka sendiri, orang lain, dan Tuhan, mereka juga mampu melakukan penyesalan hati dan pertobatan, menjalani kesedihan yang menyembuhkan dan memulihkan mereka. Proses penyembuhan ini membuat orang tersebut menjadi lebih kuat dan dengan demikian membuat Gereja menjadi lebih kuat. Roh Kudus, sang Penghibur, harus diwakili dengan lebih akurat, dengan energi dan konsistensi yang lebih besar. Jika setiap orang memahami bahwa penekanan harus diletakkan pada kemungkinan pemulihan yang tersedia bagi mereka setelah berbuat dosa, mereka akan sangat sibuk dengan upaya yang membahagiakan sehingga mereka tidak akan mengalami sifat kejatuhan mereka sebanyak kapasitas transenden mereka untuk melakukan kebajikan. 

Akan seperti apa kita, anak-anakku yang terkasih, jika ini yang menjadi masalahnya? Dapatkah kamu merenungkannya sendiri, ketika saat berikutnya kamu mengkhawatirkan dosa-dosa masa lalumu? Dapatkah kamu bersukacita dalam kebaikan yang berasal dari keputusanmu untuk menjauh dari dosa dan merangkul buah dari Sang Penghibur, yaitu kebajikan dan martabat? Dapatkah kamu melihat bahwa Gereja kita seharusnya merayakan bagian kedua ini dan bukan yang pertama? Akhirnya, dapatkah kamu melihat bahwa bagi kebanyakan anak-anakku yang menjalankan iman Katolik yang indah, bukan itu masalahnya? Mereka selalu mengkhawatirkan kegagalan dan dosa mereka sehingga sukacita mereka berkurang. 

Bagaimana perasaan seorang ibu tentang anak-anaknya yang sedih? Jika kamu menjawab pertanyaan itu, kamu akan memahami tujuan dan maksudku untuk mengizinkan semua anak-anak Tuhan mengenal aku dengan lebih baik. 

 

5 of 5

March 27, 2021 (3)

Mary, Mother and Queen of the Church 

Anne, bagaimana seharusnya Gereja di bumi mewakili aku, Ibu dan Ratunya? Jika manusia mau merenungkan sifatku yang paling berharga, manusia akan mulai dengan merenungkan pengabdianku kepada Tuhan, Bapaku yang terkasih. Aku tidak pernah memberontak melawan Dia. Aku sangat mengasihi Dia sehingga aku bisa merasakan getaran-Nya dalam setiap saat dari kehidupanku. Perhatianku tidak pernah teralihkan dari-Nya. Jika pikiranku mulai merenungkan realitas duniawi, aku segera menarik kembali pikiranku kepada Bapaku dan membawa-Nya ke dalam kontemplasi bersamaku. Aku terus mencari tanpa kenal lelah dan dengan sukacita untuk memahami-Nya di dalam diri setiap orang dan di setiap situasi yang kutemui. Aku dipenuhi dengan rasa ingin tahu dan bertanya-tanya tentang Dia. Dia tidak mengecewakan aku. Jika aku menunjukkan rasa ingin tahu, Dia memberiku kebebasan terbesar dalam kontemplasiku. Aku mempelajari cara-cara Surga di Bumi. Bagiku, semuanya adalah kesempatan untuk mempelajari cara-cara yang luhur dari Tuhan, Sang Pencipta. Pelajaran ini termasuk mengamati dosa-dosa umat manusia, ya, tetapi juga cara mereka memperbaiki diri. Aku mempelajari penyesalan dan kesedihan mereka. Hal itu membuatku menangis dan bersikeras memohon belas kasihan Tuhan. “Bapa,” aku akan berdoa, “sudilah Engkau menyembuhkan orang ini dari pengaruh dosa mereka, sekarang juga. Hendaknya Engkau melakukan ini demi aku, Bapa, karena aku tidak bisa tahan akan rasa sakit mereka." 

Anne, pernahkah aku merasa kecewa dalam permintaanku kepada Tuhan, dimana aku meminta belas kasihan bagi orang lain? Kamu tahu bahwa aku tidak pernah kecewa dengan jawaban dari doaku. Dari Tuhan memancarlah aliran kebajikan yang tidak pernah habis bagi orang-orang yang kujumpai. Tidak, Tuhan tidak pernah mengecewakan aku sama sekali. Rencana Bapa yang luar biasa selalu membuatku terpesona dan memenuhi hatiku dengan pengharapan. Tuhan telah memberiku sebuah keberadaan yang memberi kehidupan kekal. Aku adalah Ibu dari setiap anak dari seorang wanita. Aku adalah ibu dari setiap anak seorang pria. Aku adalah Ibu dari anak-anak Allah dan aku adalah Ratu dari Gereja Putraku. Dalam peran ini, aku meminta agar cara hidupku menjadi cara hidup Gereja. 

Kesempurnaan Tuhan tersedia melalui setiap Sakramen dan setiap rahmat yang datang melalui setiap perjumpaan sakramental. Sungguh, Putraku telah melihat kesempurnaan yang tersedia melalui Sakramen-sakramen. Tuhan, Pencipta dan Bapaku yang terkasih, tidak membutuhkan pembaruan.

Tuhan tidak membutuhkan perkembangan, adaptasi, atau dorongan untuk berkembang. Roh Kudus terus mencari tanpa lelah orang-orang yang mengenal Tuhan dan ingin melayani sesuai keinginan-Nya. Roh Kudus terus mencari mereka yang bersedia melupakan segala prasangka dan rasa sakit hati mereka. Roh Kudus selalu segar dengan ide-ide yang berasal dari Sang Penghibur untuk memicu upaya yang paling dinamis. Siapakah yang mau bergabung dengan Roh Penghibur? 

Anak-anakku, siapakah aku ini? Aku adalah pembela sejati dari Tritunggal. Akulah yang membela Tritunggal tanpa merugikan anak-anak yang sangat disayangi oleh Sang Pencipta. Aku tidak memiliki sifat pemberontak. Aku tidak memiliki keinginan memberontak di dalam hatiku. Umat ​​manusia hendaknya tertarik untuk datang kepadaku sekarang, jangan sampai ia hanyut tanpa tujuan ke dalam rencana musuh untuk menerima keputusasaan dan tanpa harapan. 

Karena Tuhan sendiri telah menunjuk aku sebagai Bunda dan Ratu Gereja, maka aku memiliki otoritas yang Dia limpahkan kepadaku untuk menggunakan kuasa-Nya. Pengaruhku terhadap Tuhan tidak didapatkan oleh usahaku. Aku tidak ingin orang salah paham mengenai aku. Tuhanlah yang memberikannya kepadaku, dan Dia menciptakan aku untuk membantu-Nya dengan cara ini. Aku hanya merasakan kerendahan hati dan tekad yang amat besar. Saat aku meninggalkan tempat kematian Putraku sebagai murid yang tidak terpengaruh apa pun, kini aku bertindak sebagai anak dari Pencipta dan Bapa terkasih, yang tidak terpengaruh oleh apa pun. Siapa yang akan membantuku dalam membela Tritunggal dalam sifat aslinya, yaitu kasih? Siapa yang akan menerima getaranku dan menggunakannya untuk memperbarui Gereja Putraku? Siapa yang akan menanggung dan berbagi beban dari tekad Ibu mereka? 

Aku adalah Bunda dan Ratu Gereja dan aku adalah Ibu dan Ratumu juga. Sebagai Ibu dan Ratumu, aku menyampaikan permintaan ini kepadamu. Bergabunglah denganku. Mulailah kembali kepada kehidupan spiritualmu. Jadilah anak dari Ibumu sepenuhnya. Biarkan orang-orang bertemu denganmu dan merasakan kesetiaanku kepada Roh Penghibur. Biarkan orang-orang bertemu denganmu dan mengalami pengampunan tak terhingga dari Putraku. Biarkan orang-orang bertemu denganmu dan mengalami sukacita dan harapan dari Pencipta dan Bapa terkasih. 

Aku adalah Bunda dan Ratu Gereja. Aku ingin dikenal semua orang. Tuhan telah memberiku karunia keibuan bagi Gereja Putraku dan Dia juga memberiku otoritas untuk menyampaikan getaran dan pengaruhku kepada Gereja, sebagai Ratunya, untuk tujuan pembaruan. Sungguh, aku ingin orang melihat Gereja kita di Bumi dan mengakui Tritunggal. Agar hal ini terjadi, Gereja harus ingat bahwa ia memiliki Ibu dan Ratu dan bahwa Aku, Maria, adalah Ibu dan Ratu itu. Ketika orang-orang dapat melihat Gereja kita dan mengenali aku yang hadir dan aktif di dalamnya, maka Gereja akan paling akurat dalam mewakili Tritunggal Ilahi, yang sedang aku bela sekarang ini. 

Siapakah yang akan membantu aku?

 

------------------------------------

 

LDM, 2 April 2021

Maria Adalah Co-Redemptrix : Bagian I

Gerbang Menuju Tanda Dari Binatang

The Great Apostasy in the End Times Online Conference

Maria Adalah Co-Redemptrix : Bagian II

Pertanda Krisis Terakhir

Giselle Cardia, 28 & 30 Maret, 3 April 2021