Sunday, April 4, 2021

Maria Adalah Co-Redemptrix : Bagian II

 

Maria adalah CO-REDEMPTRIX : bagian II

 

https://www.churchmilitant.com/news/article/mary-is-co-redemptrix-part-ii

  

 


  

by Raymond de Souza, KHS, KM  •  ChurchMilitant.com  •  March 30, 2021


Mari kita mengutip lagi berbagai ucapan para Bapa Gereja awali, para santo-santa dan para paus tentang co-redemption untuk membantu mengingatkan paus Francis tentang pelajarannya di seminari, karena mungkin di seminari Argentina mereka mengajarkan teologi dogmatis.

 

  • St. Alphonsus Liguori, Doktor Gereja: "Maria disebut 'kooperator dalam pembenaran kita; karena ‘kepadanya Tuhan telah mempercayakan semua rahmat yang ditujukan bagi kita'; dan, oleh karena itu, St. Bernard menegaskan 'bahwa semua manusia, pada masa lalu, sekarang dan yang akan datang, harus memandang Maria sebagai sarana dan negosiator keselamatan dari segala zaman.' ... Dan akankah kita segan meminta Maria untuk menyelamatkan kita, ketika 'jalan keselamatan terbuka bagi siapa pun hanya melalui Maria?' ... Dan sebelum dia, St. Germanus telah mengatakan hal yang sama, berbicara tentang Maria: 'Tidak ada yang diselamatkan kecuali melalui engkau (Maria).' ... Dan karena kita memiliki akses kepada Bapa yang Kekal, kata St. Bernard, hanya melalui Yesus Kristus, demikian pula kita memiliki akses kepada Yesus Kristus hanya melalui Maria: 'melalui engkau kami memiliki akses kepada Putra, Oh penerima rahmat yang diberkati, pembawa kehidupan dan Bunda keselamatan, agar kami dapat menerima Dia melalui engkau, yang melalui engkau telah diberikan kepada kami.' "(The Glories of Mary).
     
  • Paus Leo XIII: "Maria bukan hanya hadir dalam misteri Penebusan, tetapi dia juga terlibat dengannya .... Tidak ada harta yang sangat besar dari semua rahmat ... yang diberikan kepada kita tanpa melalui Maria" (Parta humano generi).
     
  • Paus St. Pius X: "...karena Maria membawa semuanya dalam kekudusan dan persatuan dengan Yesus Kristus, dan telah dikaitkan oleh Yesus Kristus dalam karya penebusan, maka dia pantas untuk memperoleh bagi kita de congruo, dalam bahasa para teolog, apa yang didapatkan oleh Yesus Kristus bagi kita de condigno .... Penebus umat manusia hampir selalu dihadirkan kepada kita dalam persatuan dengan Ibu-Nya .... Maka Perawan Terberkati tidak saja mengandung Putra Kekal Allah hanya agar Dia dapat menjadi manusia, mengambil kodrat manusiawi-Nya dari Maria, tetapi juga agar melalui kodrat yang diambil dari Maria Yesus bisa menjadi Penebus manusia."

    “Selain itu, bukan hanya menjadi hak prerogatif Bunda Yang Terkudus untuk memberikan materi dagingnya kepada Putra Tunggal Allah, yang akan dilahirkan dengan anggota tubuh manusia, dimana materi itu (tubuh jasmani) harus disiapkan sebagai Korban demi keselamatan umat manusia; tetapi tubuh Maria juga memiliki peranan untuk merawat dan memelihara Sang Korban itu, dan pada waktu yang ditentukan mempersembahkan Dia bagi pengorbanan .... Ketika saat terpenting dari Sang Putra tiba, di samping Salib Yesus berdirilah Maria, Bunda-Nya, tetapi Maria bersukacita karena Putra Tunggal-nya telah dipersembahkan demi keselamatan umat manusia, dan sepenuhnya dia berpartisipasi dalam Kesengsaraan-Nya, sehingga jika memungkinkan, Maria akan dengan senang hati menanggung semua siksaan yang ditanggung oleh Putranya. Dan dari penyatuan kemauan dan penderitaan antara Kristus dan Maria ini, Maria pantas menjadi Reparatrix [Co-Redeemer] dunia yang sedang musnah dan Dispensatrix dari semua rahmat karunia yang dibeli oleh Juruselamat kita, bagi kita, melalui kematian dan darah-Nya ... (Ad Diem Illum).
     
  • Kongregasi Tahta Suci: The Sources of Catholic Dogma, Denzinger: "Dalam ketetapan Sacred Congregation of the Holy Office (tentang indulgensi), Sunt quos amor, 26 Juni 1913 (AAS 5, 1913, 363), Paus Benediktus XV memuji kebiasaan menambahkan pada nama Yesus nama 'Bunda-Nya, Mitra Penebus kita, Bunda Maria yang diberkati' dan "Maria adalah benar-benar Mitra Penebus kita" (AAS, 12 Agustus 1913 ). Juga, doa itu diperkaya oleh Tahta Suci dengan indulgensi, di mana Perawan Maria yang Terberkati disebut 'Co-Redemptrix dari umat manusia' "(22 Januari 1914; AAS 6 [1914] 108).
     
  • Paus Benediktus XV: "...dia mengorbankan Putranya ... sehingga orang dapat berkata dengan adil tentang dia bahwa dia menebus umat manusia bersama dengan Kristus" (Inter Sodalicia).
     
  • Paus Pius XI: "Sang Perawan berpartisipasi dengan Yesus Kristus dalam tindakan penebusan yang sangat menyakitkan. ... Bunda Kesedihan adalah mitra Yesus Kristus dalam karya Penebusan" (Explorata res, 1923).

    "Gadis yang mulia ini, dikandung tanpa dosa asal, dipilih sebagai Bunda Kristus sehingga dia bisa menjadi mitra-Nya dalam penebusan umat manusia" (Auspicatus profecto, 1933).

    Pada dasarnya, Penebus tidak bisa tidak mengasosiasikan Bunda-Nya dalam karya-Nya; dan oleh karena itu, kita memanggilnya dengan gelar Co-Redemptrix. Dia telah memberi kita Juruselamat; dia mengasuh dan membesarkan Yesus bagi karya Penebusan di Salib, berbagi dalam penderitaan dan kematian yang dengannya Yesus menyelesaikan Penebusan atas semua orang "(ibid., Desember 1933).

    "O Bunda yang penuh kasih dan penyayang, yang ketika Putramu yang terkasih sedang menyempurnakan penebusan umat manusia di atas altar Salib, engkau berdiri di sisi-Nya dengan belas kasih sebagai Mitra Penebus ... yang dipertahankan dalam diri kami, kami berdoa, agar semakin meningkatkan, dari hari ke hari, buah yang paling berharga dari penebusan dan persatuanmu dengan Dia dalam kesakitan." (Osserv. Rom., Prayer of PP XI," Radio Message to Lourdes, "29 April 1935, hal.1).
     
  • Paus Pius XII menggunakan ungkapan favoritnya tentang "mitra" Penebus yang mengacu pada keikutsertaan Ibu dalam Penebusan. Dia mengutip Suarez, ahli Mariologi Yesuit abad ke-17 dalam membuktikan kerja sama unik Maria dalam Penebusan: "Sama seperti Kristus, karena Dia menebus kita, memiliki gelar khusus sebagai Raja dan Tuhan kita, demikian pula Santa Maria (Ratu dan Bunda kita) karena cara unik di mana dia bekerja sama dalam penebusan kita." (Ensiklik Keratuan Maria, Ad Caeli Reginam, 1954).

  • Paus St. Yohanes Paulus II: "Setelah menderita bagi Gereja, Maria pantas menjadi Bunda dari semua murid Putranya ... pada kenyataannya peran Maria sebagai Co-Redemptrix tidak berhenti pada pemuliaan Putranya." ( Guayaquil, Ekuador, 1985, "Inside the Vatican," Juli 1997, hlm. 23).

    Maria adalah "Co-Redemptrix umat manusia." (Audiensi Umum, 8 September 1982; Inseg. V / 3, 1982, 404).

    "Maria bekerja sama ... dalam peran sebagai Ibu ... Dia sendiri dikaitkan dengan cara ini dengan korban penebusan yang pantas untuk keselamatan seluruh umat manusia ... Roma mengatakan bahwa Maria adalah Co-Redeemer, mediator, pembela." (Way of Life). 

 

 

Tidak mungkin untuk percaya pada komentar yang dibuat secara sepintas oleh paus Francis ketika dibandingkan dengan sekian banyak paus, santo-santa, dan Doktor Gereja seperti diatas ini, dari abad-abad awali hingga Paus Yohanes Paulus II - yang semuanya jelas tidak sejalan dengan ucapan Francis.

 

Maka marilah kita berharap dan berdoa dengan sungguh agar tidak ada lagi komentar yang memalukan tentang Iman kita yang akan diucapkan dari kursi uskup Roma, yang baru-baru ini melepaskan "gelar historisnya" sebagai wakil Kristus.

 

Perawan mulia ini, dikandung tanpa dosa asal, dipilih sebagai Bunda Kristus sehingga dia bisa menjadi mitra-Nya dalam penebusan umat manusia. GabTweet

 

Kita dapat bertindak dengan baik dengan menyampaikan tindakan silih kepada Perawan Maria yang Terberkati karena adanya tuduhan bahwa adalah "kebodohan" bagi umat awam untuk meminta pengesahan dogma Maria sebagai "Co-Redemptrix" demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.

 

-----------------------------------

 

Mengapa Saya Menganggap Komentar Paus Francis...

Tanggapan Atas Ucapan Paus Francis...

Pedro Regis, 5101 - 5105

LDM, 2 April 2021

Maria Adalah Co-Redemptrix : Bagian I

Gerbang Menuju Tanda Dari Binatang

The Great Apostasy in the End Times Online Conference