Friday, October 27, 2017

CARDINAL BURKE: KEMURTADAN IMAN DI ZAMAN KITA SEKARANG...


CARDINAL BURKE:
KEMURTADAN IMAN DI ZAMAN KITA SEKARANG INI BENAR-BENAR SANGAT MENAKUTKAN KITA…




AKU MEMPERINGATKAN KAMU
“Seperti halnya aku telah memperingatkan kamu pada waktu yang lalu, jika kamu tidak lebih banyak lagi berdoa, lebih banyak lagi melakukan silih, kurban, maka komunisme akan menyebar ke seluruh duniamu, merebut bangsa-bangsa, menghancurkan imanmu, memasuki tempat-tempat yang tertinggi dari Rumah Puteraku. Bisakah kamu menyangkal apa yang sedang terjadi saat ini di duniamu? Buanglah kebutaan dari matamu dan lihatlah ! Keluarlah dari kegelapan itu sebelum terlambat, karena sebuah Rumah yang berada di dalam kegelapan mengenakan pita kematian atas dirinya. Aku mengulangi: sebuah Gereja yang berada di dalam kegelapan akan menutup pintu-pintunya.” Pesan Our Lady of the Roses kepada Veronica Lueken, March 18, 1977

FATIMA
“Anakku, berapa banyak peringatan yang telah kuberikan kepada dunia, namun hal itu tidak dipedulikan. Aku ingin agar kamu memperkenalkan, atau menyegarkan kembali ingatan dari anak-anakku akan kunjunganku di Fatima.” Pesan Our Lady of the Roses kepada Veronica Lueken, April 13, 1974

“Kamu harus membersihkan dirimu dari pencemaran yang telah kau ijinkan memasuki GerejaKu. Luruskanlah yang salah. Pulihkanlah RumahKu. Bapa Yang Kekal sangat bermurah hati dalam menghadapi sebuah angkatan yang sedang merosot moralnya ini. Dia telah lama menderita dan sangat bermurah hati, namun waktunya semakin habis dengan cepatnya. Aku berkata ini bukan untuk menaruh rasa takut di dalam hatimu, tetapi untuk memberimu sebuah pernyataan berdasarkan fakta. Kamu semua harus berusaha, berdoa, dan memberi contoh bagi perjalanan ke depan. Terangilah jalan itu dengan melalui contohmu, agar orang-orang lain bisa memperoleh terang.” pesan dari Jesus kepada Veronica Lueken, August 5, 1976

KEMBALILAH
Setan telah masuk jauh di dalam hati RumahKu. Kini kamu harus kembali dan memulihkan RumahKu. Aku, Allahmu, memberimu perintah ini demi keselamatan jiwamu sendiri. pesan dari Jesus kepada Veronica Lueken, August 21, 1976

The above Messages from Our Lady were given to Veronica Lueken at Bayside, New York. Read more

LifeSiteNews.com reported on October 13, 2017:
by Lisa Bourne

“Krisis yang terjadi di dunia 100 tahun yang lalu ketika Bunda Maria menampakkan diri di Fatima berlanjut hingga kini dan telah merasuki kehidupan Gereja,” demikian kata Cardinal Raymond Burke kemarin.

Berbicara mengenai konperensi Fatima di Inggris berkenaan dengan ulang tahun ke 100 dari penampakan terakhir disana, Cardinal Burke berkata bahwa umat beriman harus bersikap realistis mengenai berbagai kejahatan besar yang menguasai dunia dan Gereja saat ini, dan agar umat beriman selalu berharap akan kemenangan Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria Yang Tak Bernoda.

“Realitas adanya kemurtadan iman saat ini benar-benar sangat menakutkan kita,” demikian kata Cardinal Burke.

“Kasih kita kepada Kristus dan Tubuh MistikNya membuat kita mengerti dengan jelas betapa dahsyatnya setan berusaha merampok keselamatan kekal kita di dalam Kristus.”

“Janganlah kita memberi kesempatan kepada rasa takut,” kata Burke, “tetapi ingatlah bahwa Hati Yang Tak Bernoda dari Perawan Maria Terberkati yang tinggal di dalam kemuliaan tak pernah berhenti berdenyut dengan kasih kepada kita semua, anak-anak yang telah diberikan kepadanya oleh Puteranya, ketika Dia menderita di kayu salib.”

Cardinal Burke, salah satu dari empat cardinal pengusung dubia, yang bertanya kepada PF, meminta klarifikasi yang jelas atas Amoris Laetitia, dia menjadi pembicara kunci pada konperensi Fatima, 100 tahun setelah peristiwa Fatima dulu, yang berjudul A Marian Call for the Whole Church di Buckfast Abbey, Inggris.

Pidatonya seolah menarik garis paralel antara kebingungan yang merebak luas saat ini dengan ‘kemunduran iman’ di dalam Gereja saat ini, jika dibandingkan dengan saat-saat yang lalu.

Kita dipanggil untuk berkurban


Cardinal yang (dulu) menjadi pelindung dari the Knights of Malta meminta agar umat Katolik bersiap-siap, dengan pertolongan dari Bunda Allah, untuk menerima kurban apapun yang diminta dari mereka agar bisa menjadi laskar Kristus yang setia. Hal ini berarti kita harus berdoa, melakukan silih, pertobatan, seperti yang diajarkan oleh Bunda Fatima.

Dengan mengutip kebijaksanaan dan tulisan-tulisan Paus St. John Paul II, bersama dengan para Bapa Gereja lainnya, Kardinal Burke mengatakan bahwa kemurtadan iman saat ini adalah "buah yang beracun dari kegagalan para pastor di dalam Gereja," dan inilah yang disampaikan dalam rahasia ketiga Fatima, dan hal ini juga menjadi alasan dari kebutuhan mendesak untuk mengkonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda seperti yang diminta oleh Bunda kita.

Kemurtadan


Cardinal Burke mengatakan dalam konperensi itu bahwa kemurtadan bisa didefinisikan sebagai tindakan mengabaikan iman. “Sifat fundamental dari kemurtadan adalah menjauhkan diri dari rahmat ilahi, yang lebih dahulu diberikan oleh Allah dan diterima oleh manusia.” “Karena kemurtadan dilakukan oleh seseorang yang telah menerima karunia iman, yang telah mengenal Allah serta Hukum IlahiNya, maka tindakan itu adalah dosa terhadap agama, sebuah tindakan ketidak-adilan di hadapan Allah.”

“Kemurtadan bisa bersifat eksplisit atau implisit,” kata Cardinal Burke.

Dia mengutip tulisan St. Thomas Aquinas Summa Theologica untuk menjelaskan bagaimana kata dan perbuatan (keluar) bisa menjadi saksi dari iman (di dalam).

Hal ini mengungkapkan kesatuan iman dan kebajikan yang tak terpisahkan, kata Kardinal Burke.

“Iman akan Allah haruslah dinyatakan dalam wujud kasih kepada Allah.”

Kemurtadan berbeda dengan bidaah, katanya, yang juga merupakan dosa berat terhadap iman. Kemurtadan ada pemisahan total dari iman Katolik, sedangkan bidaah adalah penyangkalan terhadap satu atau lebih artikel iman. Bidaah, bergantung kepada cara dimana hal itu dilakukan, bisa menjurus kepada kemurtadan.

Modernisme


Paus St. Pius X dan ensiklik E Supremi tahun 1903 muncul dalam pikirannya, demikian kata Cardinal Burke, saat dia merenungkan betapa Gereja telah dan terus menderita karena "doktrin-doktrin bidaah modernisme yang terus-menerus."

Dalam dokumen tersebut, St.Pius membahas "keadaan bencana dari masyarakat manusia" yang terjadi saat itu, dimana dia menyebut keadaan murtad dari Tuhan sebagai "penyakit yang mengerikan dan berakar kuat" yang menyeret masyarakat kepada kehancuran.

"Betapa lebih besar lagi saat ini uskup Roma harus menghadapi tantangan mengerikan dari kemurtadan yang meluas, yang menjauhi Tuhan dan iman?" demikian kata Cardinal Burke kepada mereka yang hadir.

Kemudian ensiklik St.Pius X, Notre charge apostolique, juga berbicara soal gerakan politik dan keagamaan Prancis Le Sillon, dan mendukung dibentuknya sebuah "Gereja Tunggal Dunia."

“Betapa lebih besar lagi gerakan-gerakan yang terjadi saat ini pada sebuah pemerintahan di dunia, serta gerakan-gerakan tertentu di dalam Gereja, yang melanggar hukum moral dan tak memiliki landasan rencana Allah bagi kita,” katanya. 

Kardinal Burke merujuk pada ensiklik St.Pius X Pascendi Domonici Gregis untuk menunjukkan bagaimana doktrin bidaah Modernisme mengalir dari "sebuah paham rasionalisme dan sentimentalisme, yang menarik jiwa-jiwa menjauh dari iman itu sendiri," dan bahwa "pelaku kesalahan itu" bisa ditemukan di dalam dan di luar Gereja, di kalangan umat awam maupun imam-imam.

Kardinal Burke menyesalkan bahwa "umat beriman yang tidak berdosa dapat ditipu dan dibodohi oleh penampilan luar, teater yang menarik serta slogan-slogan yang menyilaukan, yang di dalamnya berisi racun bagi jiwa mereka."

Pertempuran berlanjut hingga kini


"St Pius X menunjukkan bagaimana terpisahnya iman dari akal, yang sejalan dengan pendekatan para rasionalist dan sentimentalist, yang menuntun manusia menjauh dari Tuhan," katanya. "Paus St.Pius X dengan berani mengidentifikasi adanya cara berpikir yang beracun, yang telah mengganggu Gereja selama beberapa abad ini, dan yang terus mengganggu Gereja hingga di zaman kita sekarang."

Kardinal Burke berbicara bahwa kemurtadan adalah sebuah bentuk "bunuh diri spiritual" dan menurut Le dictionnaire de théologie catholique: "Bunuh diri spiritual ini, setelah kebencian terhadap Tuhan, adalah dosa yang paling serius, karena hal itu sepenuhnya dan secara definitif memisahkan kekuatan jiwa, kecerdasan dan kehendak manusia dari Tuhan. "

"Jelas bahwa kemurtadan, baik eksplisit maupun implisit, membawa hati menjauhi Hati Maria Yang Tak Bernoda," kata Kardinal Burke, "dan dengan demikian dari Hati Kudus Yesus - satu-satunya sumber keselamatan kita."

"Dalam hal ini, seperti pesan Fatima menjelaskan, bahwa pastor-pastor dalam Gereja yang dengan beberapa cara telah bekerja sama dengan kemurtadan, termasuk melalui sikap diam mereka, maka mereka menanggung beban tanggung jawab yang paling berat di hadapan Tuhan."

Kardinal Burke mengakui adanya perbedaan-perbedaan mengenai apakah rahasia ketiga Fatima telah terungkap sepenuhnya atau belum, maka dia memilih untuk tidak menanggapi masalah ini dalam pembicaraannya.

Tetapi dia berkata, "Nampak jelas dari studi yang paling bisa dipercaya tentang penampakan Bunda Maria di Fatima, bahwa hal itu (penyampaian rahasia ketiga Fatima) berkaitan dengan kuasa-kuasa jahat yang dilepaskan kepada dunia pada zaman kita sekarang hingga sampai memasuki kehidupan Gereja, yang menyebabkan jiwa-jiwa menjauh dari kebenaran iman, dan karena itu dari kasih ilahi, yang mengalir keluar dari Hati Yesus yang tertusuk. "

Pemurnian spirituil


Rahasia ketiga Fatima bukan berbicara tentang perang nuklir atau akhir dunia ini, katanya, menurut mantan Uskup Leiria-Fatima, Alberto Cosme do Amaral, yang pada tahun 1984 mengatakan bahwa rahasia itu berbicara mengkhawatirkan iman Katolik itu sendiri, khususnya kemunduran di Eropa.

Sudah jelas bahwa hanya iman yang bisa menyelamatkan manusia dari pemurnian-pemurnian spiritual, yang diakibatkan oleh pemberontakan terhadap Tuhan, kata Cardinal Burke, dan para klerus memikul tanggung jawab tersendiri dalam hal ini.

"Mengajarkan iman dalam kepenuhannya serta keberanian adalah inti dari tugas para imam, Uskup Roma, serta para uskup didalam persekutuan dengan Tahta Petrus dan rekan kerja mereka, yaitu para imam," lanjut Kardinal Burke. "Oleh karena itu, rahasia ketiga diarahkan dengan kekuatan tertentu kepada mereka yang menjalankan tugas pastoral di dalam gereja mereka. '

Cardinal Burke  berkata lebih jauh, "Kegagalan mereka untuk mengajarkan iman dalam kesetiaan kepada doktrin dan praktik Gereja yang menetap, baik melalui kesalahan di dalam pernyataan-pernyataan dan tindakan yang eksplisit, atau melalui pendekatan yang dangkal, membingungkan atau bahkan bersifat duniawi, atau melalui sikap diam mereka, sangat membahayakan manusia dalam bidang spiritual yang paling dalam, yaitu jiwa-jiwa yang telah diserahkan kepada pemeliharaan mereka secara rohani."

Menggambarkan akibat dari meluasnya kegagalan untuk mempertahankan iman ini, dia berkata, "Buah beracun dari kegagalan para pastor terlihat dalam cara pemujaan, pengajaran dan disiplin moral yang tidak sesuai lagi dengan hukum ilahi."

Kejahatan besar dari kemurtadan telah disoroti terus-menerus dan telah banyak sanksi diterapkan di sepanjang sejarah Gereja, katanya lagi, termasuk Paus St. Yohanes Paulus II yang juga telah berbicara tentang kemurtadan pada zaman kita dalam berbagai kesempatan.

Kardinal Burke mengatakan adanya permintaan Paus Yohanes Paulus bagi sebuah evangelisasi baru, adalah sebagai tanggapan atas semakin meluasnya ketidak-pedulian terhadap iman dan praktik keagamaan yang terus-menerus, dimana paus mengajukan seruan evangelisasi ini dengan menunjukkan betapa banyak pemikiran filosofis yang bertentangan dengan iman dan praktik keagamaan yang kemudian mempengaruhi kehidupan Gereja.

Kekhawatiran Paus Yohanes Paulus II tentang "budaya kematian" juga berasal dari analisisnya mengenai kemurtadan yang terjadi di dalam Gereja, kata cardinal Burke lagi.

"Kami berpikir di zaman kita ini tentang adanya kemurtadan praktis dari umat Katolik yang mendukung dan mempromosikan program dan undang-undang yang bertentangan dengan hukum moral atau yang justru berdiam diri saja dan tidak ikut aktif mengatasi kesesatan itu," kata Cardinal Burke. "Kami memikirkan tentang terjadinya kebingungan dan kesesatan yang terus meluas yang terjadi pada masa depan Gereja, mengenai fondasi-fondasi iman, tentang Ekaristi Kudus dan Pernikahan Kudus serta tentang Kitab Suci. Dan tentang kehidupan moral, tentang tindakan yang selalu dan di mana saja tetap jahat, dan tentang hukuman atas dosa yang adil, termasuk hukuman kekal bagi jiwa yang tetap tidak mau bertobat atas dosa berat yang dilakukan."

Terutama akhir-akhir ini, kesesatan ini bisa terjadi dengan tanpa menerima hukuman dari pihak yang berwenang dalam Gereja.

"Dan semua ini pada berbagai tempat, tidak hanya berjalan tanpa mendapatkan teguran dan koreksi melalui pemberitahuan yang jelas atas pengajaran dan praktik beragama dalam Gereja yang bersifat menetap, namun kesesatan itu justru dimaafkan dan bahkan dipromosikan oleh orang-orang yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memelihara jiwa kita," demikian Cardinal Burke mengatakan pada konferensi tersebut. "Kami tidak berbicara tentang pertanyaan teoretis, tapi tentang kebingungan dan kesalahan yang membahayakan keselamatan jiwa-jiwa."

Gereja dalam keadaan membutuhkan, lebih besar daripada saat-saat sebelumnya


Pada saat dunia tidak lagi membutuhkan lebih banyak kesaksian yang jelas dan berani tentang Gereja, kata cardinal Burke, maka Gereja nampaknya juga tidak mengenal dirinya sendiri.


Pesan dari Paus Yohanes Paulus dan Bunda Maria tetap relevan hingga sekarang, katanya.

"Mendesaknya evangelisasi baru bagi dunia, melalui evangelisasi baru bagi Gereja, belum pernah dirasakan pentingnya saat ini daripada saat-saat sebelumnya," kata Kardinal Burke. "Pesan Bunda Fatima tidak pernah lebih dibutuhkan saat ini daripada saat sebelumnya."

Bunda Maria mengatakan bahwa damai Tuhan akan datang melalui dua cara, kata kardinal Burke: konsekrasi Rusia kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda, dan kedua, menjalankan komuni silih tiap Sabtu pertama dalam bulan.

Mengenai konsekrasi Rusia, cardinal mengatakan bahwa dia tidak meragukan bahwa ini adalah niat dari Paus St. Yohanes Paulus untuk melaksanakan konsekrasi itu pada tahun 1984, dan dia berkata bahwa Suster Lucia telah mengindikasikan bahwa Bunda Maria berkenan menerimanya.

"Tapi jelas bahwa konsekrasi Rusia belum dilakukan dengan cara seperti yang diminta oleh Bunda Maria," kata Cardinal Burke. "Dengan menyadari perlunya sebuah pertobatan total dari materialisme atheistik dan Komunisme kepada Kristus, maka seruan Bunda Fatima untuk mengkonsekrasikan Rusia kepada Hatinya Yang Tak Bernoda sesuai dengan perintahnya yang eksplisit tetaplah mendesak."

Bunda Maria akan menang pada akhirnya nanti, namun kita harus berusaha


"Kami memiliki kepastian dari Bunda Maria bahwa Hatinya Yang Tak Bernoda akan menang," tambahnya, "bahwa kebenaran dan kasih Putra ilahi-Nya akan menang, dan kita dipanggil untuk menjadi peserta dari kemenangannya itu melalui ketaatan kita terhadap nasihat kasihnya."

Penjelasan Suster Lucia tentang rahasia ketiga termasuk hadirnya malaikat di samping Bunda Kita yang menunjuk ke arah bumi dan berulang kali meneriakkan "Tobat!"

Dia juga menggambarkan terjadinya kemartiran orang-orang yang tetap setia kepada Tuhan.

Atas hal ini Cardinal Burke berkata, "Janganlah kita tidak mau menerima penderitaan apa pun demi kesaksian kita kepada Dia yang merupakan harta sejati dari hati kita."


Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment