Tuesday, October 3, 2017

ROMA (VATIKAN) DALAM KEADAAN KACAU BALAU...

VORTEX – ROMA (VATIKAN) DALAM KEADAAN KACAU BALAU, NAMUN TAK ADA YANG MENGEJUTKAN.


Karena Ada Sesuatu Yang Jauh Lebih Buruk Lagi

September 29, 2017

Kurang dari seminggu yang lalu "koreksi kekeluargaan" dipublikasikan oleh berbagai umat awam yang terdiri dari para ilmuwan, akademisi, teolog dan sejenisnya. Mereka meminta dengan hormat - dalam bahasa yang keras - agar Bapa Suci merubah keadaan yang terjadi saat ini dan memperbaiki pernyataan-pernyataannya yang bersifat sesat, atau mendekati kesesatan, yang menampilkan bidaah atau setidaknya menimbulkan kerusakan besar pada umat beriman, karena kebingungan diciptakan oleh PF. Inilah koreksi / permohonan / permintaan keenam yang diajukan kepada Paus Fransiskus – dimana salah satunya yang paling terkenal adalah dubia yang disampaikan oleh Cdl. Raymond Burke dan tiga kardinal lainnya. Dua di antaranya telah meninggal dunia pada musim panas yang lalu – semoga Tuhan memberi istirahat kekal bagi jiwa mereka.

Di tengah semua perdebatan tentang apakah paus akan melakukan seperti yang diminta darinya - apa akibatnya jika dia tidak melakukannya, apakah dia bahkan akan mengakui koreksi ini atau tindakan dan sikap yang lainnya – namun ada sesuatu yang lebih tidak menyenangkan lagi untuk diperhatikan. Itu adalah berupa tidak adanya kesetiaan dan kepatuhan kepada ajaran Allah Yang Terberkahi, baik yang secara langsung keluar dari BibirNya yang terberkati atau melalui MempelaiNya, dimana ketidak-setiaan ini telah menyebar luas kepada sebagian besar klerus (di Amerika Serikat) - dari atas ke bawah.

Bukan hanya salah satu dari langkah-langkah ini yang harus diambil, tetapi total ada enam, dalam waktu yang sangat singkat, yang belum pernah terjadi dalam sejarah Gereja. Sungguh, belum pernah terjadi sebelumnya yang seperti ini. Tetapi marilah kita berbicara tentang hal ini tanpa membicarakan semua isu spesifik mengenai paus ini. Tidaklah mungkin situasi ini berkembang luas jika bukan karena terjadinya penolakan terhadap Iman yang telah terjadi pada skala global oleh begitu banyak anggota hirarki. Apa yang kita saksikan adalah sebuah situasi dimana ada berlimpah ruah Judas-Judas telah masuk ke dalam kancah Gereja Katolik dengan sangat jelas.

Karena itu umat Katolik sekarang harus mengakui dan melihat dengan jernih dan tulus hati, bahwa ada ratusan, bahkan ribuan, uskup yang telah menjadi mangsa dari bidaah kaum modernis. Penyesatan ini dikatakan oleh Paus St. Pius X sebagai "sintesis dari semua ajaran sesat," di mana segala hal yang ada sebelumnya dipertanyakan, ditafsirkan ulang, dianalisis sampai mati, dibingkai ulang dan dirubah sehingga hampir tidak ada hal-hal yang dulu bisa  dikenali lagi. Sebenarnya hal ini telah berlangsung cukup lama sehingga hanya sedikit saja umat yang masih memiliki ingatan akan Gereja lama, sebelum kegilaan teologis mencengkeram dan menimbulkan bukan saja kebingungan, bukan hanya krisis, tapi adalah kekacauan yang sebenar-benarnya. Apa yang telah ditolak oleh kegilaan ini adalah penalaran. Sebuah pemahaman iman yang salah atau terdistorsi telah diizinkan untuk merampok istana, dan kemudian diundangkan sebagai satu-satunya pemahaman hidup spiritual yang layak dan diijinkan.

Apa yang terjadi di Roma (Vatikan) saat ini tidak lain adalah kesimpulan logis dari penyakit kanker ini, yang telah disuapkan ke dalam pikiran umat beriman dan yang didorong maju oleh para uskup yang jahat, apa pun motif mereka, dimana mereka tidak lebih dari orang-orang sewaan. Marilah kita lupakan sejenak tentang semua drama-super Romawi ini, karena yang patut diperhatikan: mikrokosmos dari kejahatan makro ini telah dimainkan 10.000 kali sehari di dalam gereja-gereja lokal di seluruh dunia Barat. Dari teologi pembangkangan selama puluhan tahun yang diajarkan secara otoriter di berbagai paroki dan seminari dalam bentuk pendidikan bagi orang dewasa (baca: pendidikan sex) kepada seminari-seminari hingga kepada sekolah-sekolah dasar, sekolah menengah dan perguruan tinggi Katolik, sampai kepada ratusan ribu homili yang tidak benar dan tidak berperasaan setiap hari Minggu-nya, semua ini telah memberi nutrisi kepada ‘kanker’ iman-tak-bernalar ini.

Program Alpha adalah salah satu contoh lokal yang menyoroti iman tanpa nalar - dipromosikan atau diizinkan oleh sejumlah uskup dimana para penerusnya akan bertanya-tanya mengapa dalam 10 tahun mereka menutup paroki terakhir mereka, setelah pelaku kejahatan yang memasukkan teologi sesat mereka, telah lama diadili oleh Gembala Utama. Ada ribuan guru agama di sekolah-sekolah Katolik dan perutusan-perutusan kaum muda yang tidak tahu apa-apa tentang Iman, yang kemudian menyebarkan ketidak-tahuan mereka kepada pikiran muda yang masih tersisa sedikit di dalam Gereja Katolik. Semua pendidik kaum muda, yang imannya tidak memiliki nalar yang benar, memasukkan ide-ide omong kosong mereka kepada kaum muda ini, dimana mereka segera ditahbiskan, dan hal ini telah memastikan bahwa dalam waktu beberapa tahun saja keruntuhan akan berubah dari ‘hampir runtuh’ kepada ‘hampir total keruntuhannya’.

Atas semua kebisingan besar yang menyelimuti Paus Fransiskus dan sekutunya di Vatikan, orang-orang di sekitar paus yang ingin memperkenalkan ajaran katolisitas palsu yang sama sekali baru, sangat aneh bahwa hanya ketika ada berita-berita utama dan teriakan-teriakan untuk meluruskan paus secara formal, hanya sedikit saja yang terbangun dan memperhatikan kenyataan ini dan mulailah mereka panik. Dimanakah mereka yang lain selama 50 tahun terakhir, ketika orang-orang yang sangat banci ditakdirkan untuk belok ke kiri dan ke kanan, ketika ada ratusan imam yang menganiaya ribuan remaja laki-laki (pedofilia) hingga berjumlah puluhan ribu kali, ketika uskup mereka mengacaukan mereka, bersembunyi di balik alasan lemah bahwa para ahli psikologi mengatakan kepada mereka bahwa homoseksual, pemerkosaan terhadap anak-anak akan bisa disembuhkan, sementara para pelanggarnya terus-menerus melakukan kesalahan yang sama.

Apa yang dipikirkan oleh setiap orang (di Amerika Serikat), jika anggota keluarga dan teman-teman Katolik mereka meninggalkan Iman dalam jumlah besar, sementara para imam dan uskup mengoceh tentang perdamaian, tentang cinta, tentang sukacita, dan betapa kuat dan antusiasnya Gereja di tengah perjuangannya untuk membela DACA dan perubahan iklim, dan keadilan sosial, dan para pengungsi, dan ekumenisme, dan bagaimana kita bisa memiliki harapan yang masuk akal bahwa semua orang akan diselamatkan (termasuk orang berdosa yang tidak mau bertobat) ? Di manakah sikap setiap klerus ketika generasi muda Katolik ini yang berpotensi menjadi ortodoks yang teguh, kemudian semangat perjuangan mereka dicopot dari mereka, yang pada suatu hari nanti akan bisa melumpuhkan iman mereka?

Di manakah sikap semua orang ketika krisis homoseksualitas yang kini dianggap normal di seluruh Gereja, bisa terus berjalan selama seperempat abad ini, dimana saat ini mencapai titik tertinggi yang pernah ada dan dengan kebusukan yang makin menanjak dengan cepatnya? Bahkan sampai hari ini, telah ada lebih banyak sanksi dari pejabat sekuler resmi daripada teguran dari para gembala terhadap kejahatan (sexual) yang dilakukan oleh pastor James Martin. Namun, kelompok gay Katolik seperti Dignity dan New Ways Ministry, yang secara resmi dikutuk oleh Gereja, dengan beraninya dan tanpa malu-malu telah meminta kepada para uskup untuk memuji dan mendukung mereka dan para klerus homoseksual yang bersembunyi di balik jubah mereka, ikut mendukung kelompok gay itu dengan alasan "belas kasihan" dan "membangun jembatan" (antara Gereja dengan LGBT).

Semua ini tidaklah disebabkan oleh kekacauan di Roma. Tetapi kekacauan di Roma telah disebabkan olehnya – karena ada berpuluh-puluh penyalahgunaan sexual, tidak hanya terhadap para putera altar, tapi juga penyalah-gunaan liturgi dan pendidikan agama dan kehidupan devosional – ini adalah bentuk pengkhianatan dan penghilangan iman yang lengkap dan menghancurkan yang tidak terlihat oleh umat sejak malam hari di Taman Getsemani dulu. Dan di tengah kegagalan dan kehilangan kepercayaan supranatural yang bersejarah di seluruh Gereja ini – sebuah kemurtadan global - rintihan tangis apa yang kita dengar? "Mari kita bersikap lebih sopan dan beradab" – ini adalah tanggapan yang khas, banci, tidak jantan, terhadap tragedi yang begitu besar, yang mencakup segala hal, sehingga tidak ada kata sifat yang cukup memadai untuk menggambarkan karut-marut dalam Gereja Katolik saat ini.

Memang baik dan layak untuk terus membicarakan paus, karena dia terus melanjutkan segala tindakan, yang oleh semakin banyak sekali suara di dalam Gereja mengatakan bahwa segala tingkah-polahnya sama sekali tidak Katolik. Tetapi bagi segala kebingungan dan kebusukan dan kemerosotan – di bidang moral, teologis dan keuangan - yang tertumpah keluar dari Roma akhir-akhir ini, maka pemandangan yang terbentang di hadapan dunia Katolik sebenarnya adalah sesuatu yang jauh lebih tidak menyenangkan. Suatu hari nanti paus ini tidak akan lagi menjadi paus. Jika kecenderungan saat ini tetap bertahan di antara para kardinal, maka kemungkinan besar bahwa orang yang berpikiran sama akan menerima takhta Petrus.

Sementara itu, adalah tidak baik untuk menebak atau berspekulasi bagaimana Tuhan akan mengarahkan perjalanan sejarah, tetapi adalah bijaksana untuk mempersiapkan kemungkinan yang masuk akal sebanyak mungkin. Ini adalah salah satu kemungkinan. Jadi, apa yang akan dilakukan oleh para pengusul tindakan koreksi terhadap PF? Tunggu saja beberapa bulan ke depan sampai muncul pernyataan membingungkan baru, tabuhlah genderang dan kemudian potong dan tempelkan koreksi-koreksi yang ada saat ini dan sebarkan itu melalui media sosial, lagi?

Ini semua sudah terjadi karena terlalu sedikit umat Katolik yang mengenal Iman, dan sedikit orang ini, apakah itu umat awam atau imam-imam, tidak cukup keras dalam berjuang setiap hari dalam setiap keadaan, dalam setiap situasi, seperti orang-orang yang sangat membenci dosa dan ajaran sesat. Para imam dengan khotbah idiot mereka yang menghangat di tahun 1970-an belum tertantang cukup keras setelah Misa hari Minggu oleh anda, kaum awam. Ada banyak umat beriman yang tidak dianjurkan untuk menghentikan sumbangan dana mereka kepada keuskupan dan mengalihkannya kepada tindakan-tindakan yang lebih ortodoks di dalam Gereja. Terlalu banyak orang yang hanya duduk dan mengutuk dan membunuh para utusan, nabi-nabi tidak terkenal yang meramalkan malapetaka melalui peringatan-peringatan mereka mengenai bencana yang akan terjadi. Terlalu banyak orang yang secara membabi buta akrab dengan uskup-uskup "yang baik", yang sama sekali tidak berbuat apa-apa menghadapi kemurtadan di paroki mereka sendiri, namun berkhotbah tentang kebaikan saat menulis artikel atau memberikan wawancara.

Ya, sesuatu yang jauh lebih tidak menyenangkan sedang terjadi di dalam Gereja - jauh lebih besar dari kebingungan seorang paus yang secara terbuka meminta kritikan terhadap dirinya sendiri dan kemudian mengabaikannya saat kritikan itu disampaikan. Sesuatu yang jauh lebih tidak menyenangkan sedang menimpa Bunda Gereja yang kudus, karena ia telah berada dalam selat-selat yang membawa keputus-asaan sementara itu hampir tidak ada orang yang mau mengakuinya. Masalahnya bukan hanya pada paus, sebab dia selalu menyulut berbagai masalah dengan melalui penolakannya yang berulang-ulang untuk memberikan kejelasan mengenai tindakan dan ucapannya kepada umat awam. Masalah yang sebenarnya adalah hilangnya iman secara menyeluruh pada ribuan uskup dan puluhan ribu klerus yang menaruh tangan mereka pada tuas kekuasaan di semua tingkatan dalam Gereja.

Jika bukan karena adanya janji dari Tuhan kita, maka tidak akan ada alasan bagi kita untuk berharap. Tapi dalam keadaan sekarang ini telah ada janji, ada jaminan,  dari Tuhan kita, maka hendaknya hal ini menginspirasi kita untuk bangun dan terlibat dalam persoalan yang ada. Bangunlah dan mintalah kepada Gereja. Mintalah kesetiaan. Mintalah ketaatan. Mintalah sikap ortodoksi. Tantanglah dan hadapilah bidaah dan kemurtadan yang terjadi saat ini di dalam Gereja, serta segala ketidaksetiaan yang dilakukan di setiap kesempatan.


Atas segala komentar membingungkan yang dikeluarkan oleh kepausan ini, mungkin tidak ada kata lain yang pas untuk melukiskannya, kecuali : MEMBUAT KEKACAUAN.

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment