Monday, October 16, 2017

SIAPAKAH MAITREYA ?


SIAPAKAH MAITREYA ?

from SHARE INTERNATIONAL

dikutip dari Booklet C buku MJE, hal 26-81

MISTERI KEDURHAKAAN DARI MAITREYA
SEPERTI YANG DISAMPAIKAN OLEH WEBSITE-NYA SENDIRI








Menurut penuturan dari para pengikutnya:

Dia telah dinanti-nantikan kedatangannya oleh sekian banyak angkatan dari semua agama-agama besar.

Umat Kristiani akan mengenalnya sebagai Kristus, dan mengharapkan kedatanganNya. Umat Yahudi akan mengatakannya sebagai Mesias. Umat Hindu akan mengharapkan kedatangan Krishna. Umat Buddha berharap dia sebagai Maitreya Buddha.

Nama-nama bisa saja berbeda, tetapi banyak orang percaya bahwa semua itu mengacu kepada sosok yang sama: Guru Dunia, yang bernama Maitreya. Lebih suka disebut sebagai Guru, Maitreya tidak datang sebagai seorang pemimpin agama, ataupun mau mendirikan agama baru. Tetapi dia mengaku sebagai seorang guru dan penuntun bagi umat dari semua agama maupun orang-orang yang tak beragama.

Di saat terjadinya krisis politik, ekonomi dan sosial secara global saat ini, Maitreya akan mengilhami umat manusia agar memandang diri mereka sebagai satu keluarga besar, dan dia akan menciptakan sebuah peradaban yang berdasarkan kepada tindakan saling berbagi, keadilan ekonomi dan sosial, serta kerjasama global. Dia akan menyampaikan sebuah panggilan dan ajakan untuk menyelamatkan jutaan orang yang kelaparan dan mati setiap tahunnya, di tengah beberapa bagian dunia yang mengalami kelimpahan.

Beberapa dari usulan Maitreya ini adalah berupa pergeseran prioritas sosial sehingga ada tersedia cukup makanan, perumahan, pakaian, pendidikan, serta fasilitas kesehatan, dimana hal ini akan menjadi hak-hak universal manusia.

Dibawah inspirasi dari Maitreya, umat manusia akan melakukan perubahan mendasar dan menciptakan sebuah dunia yang lebih bersih dan lebih adil untuk semua orang.

SEBUAH KEMUNCULAN YANG BERTAHAP

Pada tahun-tahun belakangan ini informasi mengenai kemunculan Maitreya mengalir terutama dari seorang yang mengaku bernama Benjamin Crème, seorang seniman Inggris, seorang penulis, yang banyak berbicara dan menulis mengenai peristiwa ini sejak tahun 1974.
(Catatan: Benjamin Crème mengaku sebagai pendahulu dari Maitreya, jadi dia meniru Yohanes Pembaptis sebagai pendahulu Kristus).

Secara tak disangka-sangka, Maitreya akan menemui orang-orang dimana-mana, selalu dalam wujud yang menimbulkan inspirasi dan mudah diingat. Dengan cara ini dia mempersiapkan penampilan publiknya dan menyampaikan ajaran-ajarannya serta prioritas-prioritasnya untuk membentuk sebuah dunia yang adil. 

Penampilannya yang seperti ini telah terjadi 11 Juni 1988 di Nairobi, Kenya, di hadapan 6000 orang yang menganggapnya sebagai Yesus Kristus. (Ini adalah menurut Benjamin Crème).

Menurut Benjamin Crème, Maitreya turun dari tempat pertapaannya di pegunungan Himalaya pada Juli 1977, kemudian tinggal dalam komunitas India-Pakistan di London. Dia tinggal dan bekerja disana, sebagai orang yang biasa-biasa saja, dengan status diri yang sebenarnya hanya diketahui oleh sedikit orang saja. Dia muncul secara bertahap di hadapan publik agar tidak sampai menimbulkan kejutan yang melanggar kebebasan manusia.

Sebagai seorang modern yang peduli dengan permasalahan dunia saat ini, Maitreya bekerja pada berbagai tingkatan sejak 1977 untuk mempersiapkan umat manusia bagi kemunculan dirinya.

Dari balik panggung, pancaran energinya yang kemilau luar biasa telah menjadi pendorong bagi perubahan-perubahan dramatis di berbagai bidang, termasuk jatuhnya komunis di Rusia, runtuhnya apartheid di Afrika Selatan, pemulihan hubungan Timur-Barat, pertumbuhan hak bersuara dari masyarakat, serta pemusatan perhatian dunia untuk mempertahankan ingkungan hidup.

Keluar, dia telah mengadakan pertemuan-pertemuan dengan berbagai kelompok wartawan, para pemimpin yang berpengaruh di segala bidang, menyampaikan solusi-solusinya kepada mereka atas masalah-masalah mendesak saat ini serta peranan yang bisa mereka mainkan di masa mendatang.

Sejak 1988 Maitreya telah beberapa kali muncul secara ajaib di seluruh dunia, terutama kepada kelompok-kelompok religius ortodox, menyampaikan istilah-istilah sederhana mengenai hukum-hukum spirituil yang besar yang mengatur kehidupan manusia. Dan melalui tanda-tanda yang semakin banyak serta berbagai manifestasi spirituil yang hebat dan yang dilaporkan di media massa, dia mampu menyentuh hati jutaan orang, sambil mempersiapkan mereka bagi penampilannya secara resmi, segera.


Maitreya, secara tak terduga muncul kepada orang-orang di berbagai tempat, selalu sebagai sosok yang menimbulkan inspirasi dan selalu dikenang. Dengan cara ini dia mempersiapkan kita bagi kemunculannya di depan publik dan untuk menyampaikan ajaran-ajarannya serta prioritas-prioritasnya bagi sebuah dunia yang adil.   

Penampilan pertamanya yang seperti ini terjadi pada 11 Juni 1988 di Nairobi, Kenya, di hadapan 6000 orang yang menganggapnya sebagai Yesus Kristus. 


HARI PERNYATAAN

Pada saatnya nanti Maitreya akan muncul, seolah dia diundang untuk berbicara kepada dunia.

Kita akan bisa menyaksikan wajahnya muncul di televisi, dan secara telepatis kita masing-masing akan mendengar perkataannya dengan bahasa kita sendiri-sendiri, sementara Maitreya secara simultan memberikan kesan mendalam kepada pikiran seluruh umat manusia. Bahkan mereka yang tidak melihat dia di televisi, akan menerima pengalaman ini juga.

Pada saat yang sama ada ratusan ribu penyembuhan spontan terjadi di seluruh dunia.

Dengan demikian kita akan tahu bahwa orang ini sesungguhnya adalah ‘Guru Dunia’ bagi seluruh umat manusia.


Catatan: Mohon diingat dan diperhatikan selalu bahwa tulisan ini adalah merupakan propaganda dari para pengikut Maitreya, yang dimaksudkan untuk menipu kita dan mencuri jiwa kita, melalui tipuan dan kebohongan. 

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment