Tuesday, June 19, 2018

KRITIKUS BERENCANA MENYAINGI KONFERENSI PERTEMUAN KELUARGA SE DUNIA DI DUBLIN


Bishop Athanasius Schneider (courtesy John Aron)

KRITIKUS BERENCANA MENYAINGI KONFERENSI PERTEMUAN KELUARGA SE DUNIA DI DUBLIN
by Staff Reporterposted Monday, 18 Jun 2018

Konferensi paralel akan menampilkan pembicara Uskup Athanasius Schneider dan Kardinal Burke

Para pengkritik terhadap Pertemuan Keluarga Dunia yang didukung oleh Vatikan, telah mengumumkan akan mengadakan sebuah konferensi paralel pada saat yang bersamaan.

Pertemuan Keluarga se Dunia akan diadakan di Dublin pada bulan Agustus 2018, dan seri alternatifnya, Konferensi Keluarga Katolik, yang akan diadakan di dekat Ballsbridge.

The National Catholic Register mengatakan bahwa konferensi dua hari itu, yang disponsori oleh Lumen Fidei Institute, akan berpusat pada ensiklik Paus Pius XI tahun 1930, Casti Connubii, yang membahas topik pernikahan, prokreasi (penciptaan keturunan) dan konsepsi (pembuahan). Para pembicara termasuk Pastor Thomas Weinandy, seorang anggota Komisi Teologi Internasional Vatikan; Dr. Robert Royal, pendiri dan presiden Faith & Reason Institute; dan John Smeaton, direktur Masyarakat Inggris untuk Perlindungan Anak Belum Lahir (Britain’s Society for the Protection of Unborn Children / SPUC).

Juga berbicara disitu adalah Uskup Athanasius Schneider, filsuf pro-kehidupan (pembela kehidupan) Profesor Stéphane Mercier, dan Dr. Gerard van den Aardweg, seorang psikolog dan psikoanalis. Cardinal Raymond Burke akan hadir melalui siaran video langsung.

Pertemuan Keluarga Sedunia, konferensi yang disponsori oleh Vatikan, yang berpedoman pada seruan kerasulan Paus Fransiskus Amoris Laetitia. Paus akan berpidato pada  pertemuan itu, seperti halnya pastor Yesuit, James Martin. Pidato pastor Martin berjudul "Memahami bagaimana paroki-paroki dapat mendukung keluarga-keluarga dengan anggota yang termasuk dalam LGBTI +".

Sementara konferensi saingan ini dijadwalkan berlangsung pada waktu yang sama, para pemimpin Konferensi Keluarga Katolik mengatakan bahwa tujuan mereka bukan untuk bersaing, melainkan untuk membantu menjelaskan pandangan Gereja tentang pernikahan dan keluarga.

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment