Sunday, October 23, 2016

Vol 2 - Bab 25 : Keringanan bagi jiwa-jiwa suci

Volume 2 : Misteri Kerahiman Allah

Bab 25

Keringanan bagi jiwa-jiwa suci
Stasi-stasi Jalan Salib
Mary d’Antigna Venerabilis

Setelah Komuni Kudus, kita membicarakan sarana berikutnya, yaitu Jalan Salib. Tindakan yang suci ini amatlah bermanfaat, baik dari tindakan itu sendiri maupun dari indulgensi yang dihasilkannya. Dalam tindakan itu sendiri, ia merupakan cara yang amat baik dan mulia untuk merenungkan Kesengsaraan Juru Selama kita dan akibatnya hal itu juga menjadi tindakan yang terpuji didalam agama kita.

Dalam artian yang biasa, Jalan Salib ini adalah merupakan jarak yang ditempuh oleh Allah-manusia ketika Dia memanggul beban salibNya dari istana Pilatus, dimana Dia dihukum mati, menuju ke puncak Golgota dimana Dia disalibkan. Setelah kematian dari Putera Ilahinya, maka Sang Perawan Terberkati, baik secara sendirian maupun dengan disertai dengan beberapa wanita suci lainnya, sering sekali mengunjungi jalan kesengsaraan itu. Setelah contoh perbuatan Bunda Maria itu, umat beriman di Palestina didalam kurun waktu berabad-abad kemudian, dan banyak lagi para peziarah dari negeri-negeri yang jauh yang pergi berziarah ke tempat-tempat suci dari Jalan Salib itu dengan bermandikan keringat dan darah Yesus Kristus. Dan Gereja sendiri, untuk mendorong kesalehan mereka, telah memberikan berkat rohani kepada mereka. Tetapi karena tidak setiap orang bisa pergi ke Tanah Suci, maka Tahta Suci telah mengijinkan didirikannya salib-salib di Gereja-gereja atau di kapel-kapel diseluruh dunia atau lukisan atau relief, yang menggambarkan suasana yang terjadi di jalan menuju Kalvari di Jerusalem itu.

Didalam mengijinkan Jalan Salib ini Bapa Suci yang memahami semua kebaikan dan manfaat dari devosi ini, untuk memperkaya tindakan itu, memberikan indulgensi seperti yang diberikan kepada mereka yang berziarah langsung ke Tanah Suci. Jadi menurut the Briefs and Constitutions of the Sovereign Pontiffs Innocentius XI, Innocentius XII, Benediktus XIII, Clement XII, Benediktus XIV, mereka yang melakukan doa Jalan Salib dengan benar akan menerima semua indulgensi yang diberikan kepada umat beriman yang berziarah secara pribadi ke tempat-tempat suci di Yerusalem, dan indulensi itu juga bisa diarahkan bagi orang yang meninggal.

Kini sudah jelas bahwa berbagai indulgensi, apakah itu penuh atau sebagian, diberikan kepada mereka yang mengunjungi tempat-tempat suci di Yerusalem seperti yang terdapat didalam the Bullarium Tenae Sanctae sehingga mengenai indulgensi ini kita bisa mengatakan bahwa semua tindakan kesalehan dari Jalan Salib adalah sangat mendatangkan manfaat.

Maka devosi ini, karena kebaikan dari tujuannya, dan karena indulgensinya, bisa juga menjadi sebuah permohonan yang bernilai tinggi bagi jiwa-jiwa suci di Api Penyucian.

Kita mendapati sebuah kejadian mengenai masalah ini didalam biografi Mary d’Antigna Venerabilis. Sudah sejak lama dia memiliki kebiasaan yang baik untuk melakukan Jalan Salib setiap hari bagi jiwa-jiwa yang meninggal. Namun kemudian, karena alasan tertentu, dia mulai jarang melakukannya. Dan akhirnya dia berhenti sama sekali berdoa Jalan Salib. Tuhan yang memiliki rencana-rencana besar bagi perawan yang suci ini, dan yang ingin menjadikannya sebagai kurban kasih bagi penghiburan jiwa-jiwa di Api Penyucian, berkenan memberinya sebuah pelajaran yang berharga untuk menuntun kita semua. Ada seorang religius dari biara itu yang meninggal beberapa saat sebelumnya, menampakkan diri kepadanya dan dengan sedihnya jiwa itu mengeluh :”Saudaraku yang terkasih”, kata jiwa itu,”mengapa kamu tidak lagi menjalankan doa Jalan Salib bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian ? Dahulu kamu rajin meringankan penderitaan kami setiap hari dengan melalui tindakan-tindakan yang suci itu. Kini mengapa kamu meluputkan kami dari pertolongan itu ?”. Sementara jiwa itu masih berbicara, Tuhan kita menampakkan Diri kepada hambaNya itu dan menegur dia atas kelalaiannya itu. “Ketahuilah puteriKu, bahwa doa Jalan Salib amatlah bermanfaat bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian dan ia merupakan doa permohonan yang bernilai sangat tinggi. Inilah sebabnya Aku mengijinkan jiwa ini, bagi dirinya sendiri dan bagi jiwa-jiwa lainnya, untuk memintakan hal ini darimu. Ketahuilah juga bahwa karena ketekunanmu menjalankan devosi itu maka kamu telah dikaruniai dengan kemampuan untuk bisa sering berkomunikasi dengan orang-orang yang meninggal. Atas alasan inilah maka jiwa-jiwa yang berterima-kasih itu tak pernah berhenti berdoa bagimu dan menjadi pembelamu dihadapan PengadilanKu. Sebarkanlah Harta Kekayaan ini kepada para Suster saudaramu dan katakanlah agar mereka juga bisa memanfaatkan hal itu secara melimpah bagi dirinya dan bagi orang yang meninggal”.



No comments:

Post a Comment