Wednesday, February 27, 2019

Vortex - PERTEMUAN PUNCAK ABAL-ABAL





Vortex - pertemuan puncak abal-abal

Oleh Para Pembohong Yang Berbohong Dan Untuk Para Pembohong Yang Berbohong

February 20, 2019  

Dimulai besok, Church Militant mengawali liputan langsung pertemuan puncak tentang seks di kalangan klerus, yang diadakan di Vatikan, tetapi segala sesuatu sudah siap untuk membuktikan apa yang sudah diketahui atau telah dicurigai banyak umat Katolik yang setia.

Para kardinal dan uskup agung ini adalah para pembohong dan menyimpang dari dari kisah nyata. Mereka semua adalah bagian dari arus homoseksual yang diidentifikasi oleh Uskup Agung Viganò dalam berbagai kesaksiannya sejak Agustus lalu.

Sebagai contoh, ketika seorang reporter CNN mengajukan pertanyaan yang sedikit bersifat menyelidik -  tentang perbuatan menutup-nutupi, yang tidak dapat dibuktikan, karena para klerus yang menyelidiki adalah orang yang sama yang juga bersalah dalam kasus yang sama, dimana hal itu seolah melakukan pertukaran yang menarik dengan "Lubang Kelinci" versi Card.Cupich.

Maka tidak ada orang yang bisa memulai sebuah awal yang baik disini.

Bagi seseorang seperti Cupich, yang mengatakan bahwa kasus predator homoseks dan tindakan menutup-nutupi yang terjadi dalam hierarki Gereja, hanyalah sebuah hipotesis, dan hal ini telah membuktikan bahwa dirinya adalah seorang pembohong. Bukan sembarang pembohong tua, tapi sebagai kepala pembohong, tokoh paling top dari seluruh pertemuan puncak ini – yang harus diserahkan kepada orang-orang ini; karena itu mereka tentu sangat tahu bagaimana cara menyusun siasat.

Cupich berhutang budi, karena bisa naik ke tangga klerus tingkat tinggi, berkat jasa, pertama, Kardinal Maradiaga – dimana dia adalah seorang seniman dalam upaya ‘menutup-nutupi’ kasus dari uskup pembantunya sendiri, yang dilaporkan oleh puluhan seminaris disitu karena dia telah melakukan pelecehan seksual terhadap mereka - dan, kedua, berhutang budi kepada Theodore McCarrick, yang menempatkan dirinya paling ahli dalam melakukan pencabulan homoseksual.

Jadi dengan Cupich yang memiliki silsilah gerejawi semacam ini, tentu saja dia akan mengatakan bahwa semua kasus itu hanyalah hipotesis belaka yang belum terbukti kebenarannya. Alasannya, secara teknis tidak terbukti, justru karena satu-satunya pria di planet ini yang dapat membuktikan semua kasus itu adalah menjadi bagian dari upaya menutup-nutupi kasus itu.

Ketika Uskup Agung Viganò mengeluarkan pernyataan pertamanya pada bulan Agustus 2018, dia mengidentifikasi para pemainnya, dan Cupich adalah salah satunya. Jadi, Yang Mulia, mengapa Anda tidak menyelidiki hal itu? Cupich membangun karirnya dengan menutup-nutupi arus homoseksual di kalangan klerus dan mempertahankannya.

Banyak seminaris di Pontifical College Josephinum di Columbus, Ohio, mengatakan bagaimana Cupich, sebagai rektor di sana, mempromosikan budaya gay yang sangat mengerikan. Sejumlah besar dari mereka benar-benar berani menantang Cupich atas kenyataan itu.

Cupich adalah pendukung utama dari James Martin, seorang imam yang pro-gay yang menyebarkan bidaah di seluruh Gereja.

Cupich telah memberikan persetujuannya untuk memberikan Komuni Kudus kepada pasangan homoseksual yang aktif, tanpa keharusan untuk mengaku dosa, hingga hal ini semakin menambah besar sakrilegi dalam kejahatan mereka.

Cupich memiliki dua orang imamnya yang ditangkap polisi dalam perbuatan seks di sebuah mobil di jalanan umum di Miami di siang hari bolong, tepat di seberang sebuah sekolah.

Cupich harus menutup rumah pelatihan di Chicago bagi para seminaris Amerika Selatan karena tersiar kabar bahwa tempat itu tidak lebih dari sebuah bar bagi kaum gay.

Inilah tantangannya: Cupich sedang berbohong melalui sela-sela giginya. Dia tahu hal itu. Orang-orang lain juga tahu hal itu. Tetapi bahkan di hadapan fakta-fakta yang telah diketahui publik yang tidak dapat dibantah, dia masih bisa saja terus berbohong karena tidak adanya pertanggungjawaban dari orang-orang ini. Mereka tidak mau menjawab kepada siapa pun kecuali, secara resmi, kepada Paus, tetapi karena mereka adalah termasuk lingkaran dalam dari Paus Francis, maka tidak ada yang bisa dilakukan.
Inilah sebabnya mengapa ada begitu banyak perhatian dalam minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang yang akan memulai fokus pada penyelidikan federal dan negara, dimana banyak dari orang-orang busuk itu berada di bawah kekuasaan lembaga-lembaga ini.

Paus berikutnya - semoga dia adalah orang yang mengerti apa yang sedang terjadi - seharusnya memecat semua orang-orang busuk ini secara instan, tanpa perlu berpikir dua kali.

Dan pada catatan yang terkait, sebagai tindak lanjut dari catatan Vortex minggu lalu yang juga menyentuh masalah si Cupich, tampaknya uskup dari Rapid City, South Dakota, Robert Gruss, sedang berupaya memelintir kasus ini, sebagai respons terhadap upayanya untuk mempertahankan Cupich dengan menyebut umat Katolik sebagai "jahat" dan “setan” dan melakukan "pekerjaan si jahat" karena umat awam berusaha mengungkap latar belakang dari si Cupich.

Dia mengirim email kepada para pastornya awal pekan ini, dan mengatakan bahwa dia akan meminta mereka membaca surat kedua dengan keras di semua Misa.

Inilah yang dikatakan dalam email itu:

Surat ini adalah sebagai tanggapan terhadap reaksi dari kelompok ini (umat Katolik yang setia) dan juga media Church Militant. Saya dan staf saya telah menerima sejumlah besar email, pos Messenger, posting Facebook, dll dimulai pada hari setelah membaca surat itu. Email dan postingan itu berasal dari pendukung kelompok-kelompok ini dan berisi beberapa perkataan pedas dan paling menjijikkan yang pernah saya terima dalam hidup saya. Mereka dipenuhi dengan kebencian, kebohongan, komentar menjijikkan, dan pembunuhan karakter yang secara khusus menentang saya.

Dia melanjutkan dengan mengecam apa pun yang disampaikan oleh para imam dan umat Katolik yang setia kepada Church Militant tentang surat yang dibacanya di Misa, menyebut mereka Yudas dan membandingkan dirinya dengan Tuhan kita yang dikhianati. Uskup Gruss secara terbuka membela orang seperti Cupich, yang dulunya sering bertugas di Rapid City.

Cupich berkali-kali membuktikan dirinya sebagai pembohong ‘berkulit tipis,’ dalam catatan terbuka, yang bisa diakses semua orang. Ingat, ketika dia memberikan wawancara di depan kamera, kepada afiliasi lokal Chicago, di mana dia berkata - sekali lagi, di depan kamera - bahwa skandal pelecehan seks tidak akan menghalangi Paus dari keprihatinan yang jauh lebih besar, seperti misalnya berbicara tentang lingkungan.

Pertama kali dia menuduh secara bohong terhadap sebuah stasiun TV, mengatakan mereka (stasiun TV itu dan umat yang setia) membawa kasus keluar dari konteks. Padahal tidak.

Cupich kemudian menulis sepucuk surat dan memerintahkan kepada semua pastornya untuk membacakan di tengah Misa pada hari Minggu berikutnya, yang isinya untuk membelanya dan mengulangi bahwa stasiun TV itu suka menjiplak berita yang tidak benar dan berbohong

Tidak terima dituduh berbohong, stasiun TV itu kemudian memposting seluruh wawancara, tanpa dipotong, di situs web mereka agar dilihat oleh seluruh dunia, dan stasiun TV itu benar-benar membuktikan bahwa Cupichlah yang berbohong karena menuduhnya mengutip berita di luar konteks.

Terbukti kebohongannya di depan umum, dan hal itu hanya setelah dia tertangkap basah, dia kemudian melakukan sedikit langkah mundur dengan cara menyalahkan hal itu pada soal miskomunikasi – dan bla, bla, bla...

         
                                           
 Ingat juga bahwa Cupich-lah, bersama dengan sesama pelancong-kebusukan, Donald Wuerl, yang membawa rencana rahasia mereka ke tingkat yang lebih tinggi dengan merencanakan di Roma, sebelum pertemuan para uskup AS November tahun lalu, untuk memblokir diskusi tentang masalah pencabulan di kalangan klerus Amerika Serikat atau memilih ide-ide reformasi lainnya sambil melalaikan kepentingan umat awam.

Dengan kata lain: Usahakan agar para uskup menyelidiki kasusnya sendiri. Jangan melibatkan kita.

Orang yang amat menjijikkan !!!

Maka ketika Uskup Gruss dari Rapid City bergegas, seperti pendaki anak tangga, untuk membela Cupich – si pembohong yang terbukti bersalah hingga berkali-kali - dan kemudian menuduh umat awam yang menginginkan jawaban karena mereka dituduh sebagai "jahat" dan “setan” maka si Cupich kemudian menyindir beberapa pastornya yang peduli tentang kebusukan dalam Gereja dan menuduh mereka sebagai Judas dan dirinya (Cupich) adalah sebagai korban saja – maka semua itu seakan tong kosong yang nyaring bunyinya.

Beberapa poin tentang suratnya:
Pertama, kami sangat meragukan bahwa implikasi dari ratusan umat awam yang mengutuknya dengan bahasa yang keji adalah benar. Jika ada yang melakukannya, mereka itulah yang salah. Tetapi efeknya adalah bahwa kantornya telah dibanjiri dengan tanggapan-tanggapan senada : mengutuki dirinya - sekali lagi, hal ini sulit dipercaya.

Kedua, bukan seorang imam yang memberi kami surat yang dibacakan dengan lantang dalam Misa. Tetapi umat awam. Maka omelan kemarahannya tentang pastornya sendiri - adalah sebagai cara untuk "membangun jembatan pelampiasan" disitu, Yang Mulia Uskup Gruss.

Dan terakhir, di bawah bukti lebih lanjut tentang tingkat nada ketulian hierarki, bukannya duduk dan menulis surat lain yang menyerang umat beriman, yang mungkin diharapkan akan lebih memberatkan daripada yang pertama dan memaksa para pastornya untuk membacakannya dengan keras lagi dalam Misa, mungkin Uskup Gruss harus meletakkan penanya dan merenungkan pertanyaan: mengapa dia mendapat begitu banyak tanggapan negativ dari umat Katolik yang marah.

Mungkin bukannya menuduh umat awam jahat dan melabeli pastornya sendiri sebagai Yudas, tetapi sebaiknya dia seharusnya berpikir, "Hmm, mengapa begitu banyak orang marah kepada cara pendekatan saya? Mungkinkah mereka melihat saya, uskup, sebagai bagian dari seluruh jaringan yang busuk ini untuk membela seorang kardinal (Cupich) yang sedang mencari nafkah? Mungkin mereka marah karena aku membela seorang kardinal yang memberi acungan jempol bagi perbuatan sodomi dan mencemarkan Komuni Kudus yang sakral itu, cardinal yang membela para pastor bidaah, yang menolak mengakui bahwa masalah yang sedang terjadi di kalangan klerus adalah homoseksualitas yang aktif di antara para imam dan uskup."

"Hmm, mungkin itulah sebabnya umat awam menjadi kesal kepadanya," dia harus bertanya seperti ini pada dirinya sendiri.

Dan ketika kita sedang sibuk memeriksa begitu banyak surat-surat tuduhan yang mengalir dari pena Gruss, mungkin bisa menjadi pelajaran untuk melihat juga surat-surat apa yang belum ditulis olehnya.

Tampaknya kita tidak bisa menemukan surat-surat darinya yang dibacakan keras-keras di Misa tentang kutukan kekal, atau praktik pengendalian kelahiran (baca: aborsi dan kontrasepsi) yang kini merajalela di antara umat Katolik atau umat Katolik yang belum menikah tapi hidup bersama (kumpul kebo) atau adanya gangguan homoseksualitas atau sejumlah besar masalah lainnya.
Ketika tajuk berita besar dari kebusukan ini muncul di Roma - ingat, jaringannya adalah luas, dan kami menganggapnya sangat luas - dan ia menjangkau ke semua area dan semua tempat di dalam Gereja.

Hal ini dapat dipertahankan kelangsungannya dan bahkan makin berkembang karena antek-antek tingkat rendahan membela para pembohong dan menutupi mereka dan terus berusaha untuk memberi mereka rasa hormat. Untuk Cupich, Gruss, dan banyak lainnya lagi, sorry tuan-tuan, namun kereta sudah meninggalkan stasiun. Anda terlambat menyesalinya.

Berantaslah kejahatan di jajaran Anda sendiri. Berhentilah menyerang umat awam yang setia, berhentilah mempermainkan para korbannya. Lakukan tugas Anda, yaitu menjadi hamba demi keselamatan jiwa-jiwa. Lakukan itu atau mundur sajalah Anda - atau tunggu saja polisi datang dan memborgol Anda.

1 comment:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    ReplyDelete