Sunday, October 11, 2020

Uskup Schneider Menjelaskan 'Wajah Asli’ Freemason

 


These Last Days News - May 11, 2020

Uskup Schneider Menjelaskan 'Wajah Asli’ Freemason

 

https://www.tldm.org/news46/bishop-schneider-explains-the-true-face-of-freemasonry.htm

 

 

LifeSiteNews.com reported on May 8, 2020:

by Dr. Maike Hickson

 

 

Dalam pidato yang dia sampaikan pada tahun 2017 kepada Yayasan Kepausan Kirche in Not (Bantuan kepada Gereja yang Membutuhkan) di Jerman, Uskup Athanasius Schneider mempresentasikan sejarah dan karakteristik utama Freemason. Dalam presentasinya, dia memperjelas bahwa Masonry sedang membentuk sebuah "anti-Gereja" dan, dalam derajat yang lebih tinggi, ia memiliki orientasi setan.

 

Uskup Schneider memberikan pidato ini pada kesempatan peringatan 300 tahun berdirinya Freemasonry pada tahun 1717 di Inggris. Dia dengan ramah memberikan kepada LifeSiteNews terjemahan bahasa Inggris dari naskahnya dan memberi kami izin untuk menerbitkannya.

 

Dalam presentasinya, wali gereja itu menjelaskan bahwa Freemasonry bekerja melawan Gereja Katolik dan bahwa pada tingkatannya yang lebih tinggi mereka berkomitmen untuk menyembah Setan. Dia menulis:

 

“Di tingkat-tingkat pertama dari Freemasonry, ada pemujaan terhadap keilahian yang tidak pasti dan samar-samar, dimana mereka menyebutnya sebagai 'Arsitek Agung Alam Semesta,' yang di tingkat yang lebih tinggi dan kemudian di tingkat tertinggi hal itu menjadi semakin konkret. Di tingkat yang lebih tinggi, keilahian yang tidak pasti ini diidentifikasi sebagai Lucifer, sebagai Setan, sebagai tuhan yang baik, musuh Allah; dan Tuhan kita yang benar dianggap sebagai 'Tuhan yang jahat.' "

 

Freemasonry, lanjut Schneider, adalah "agama naturalistik," campuran panteisme, gnosis, dan "penyelamatan diri;" namun, "agama" ini hanya "tampaknya toleran." Namun kenyataannya, Freemasonry adalah agama yang “paling menuntut dan tidak toleran.” Intoleransi ini akhirnya muncul pada sifat-sifat satanik Freemasonry yang lebih tinggi, demikian yang dijelaskan oleh Uskup Schneider.

 

Wali gereja dari Jerman itu selanjutnya menjelaskan bahwa Freemasonry adalah "anti-Gereja." Dia kemudian mengutip ucapan Paus Pius VIII, yang pada tahun 1829 berkata tentang Freemasonry: "Itu adalah sekte setan, yang mejadikan setan sebagai tuhannya." Inti dari agama Masonik "terdiri dari penyimpangan, yaitu subversi tatanan ciptaan Tuhan dan pelanggaran terhadap hukum-hukum yang diberikan oleh Tuhan".

 

Uskup Schneider menunjukkan bahwa Freemasonry adalah bersifat satanik dan bekerja melawan Gereja Katolik dan masyarakat Kristen. Mereka melakukan ini dengan bantuan beberapa tokoh dalam sejarah, di mana anggota Freemason berperan sebagai tokoh-tokoh terkemuka, misalnya dalam Revolusi Rusia (Alexander Kerensky).

 

Sehubungan dengan perkataan Schneider, perlu disebutkan di sini bahwa pada tahun 2017, sejarawan Jerman Dr. Michael Hesemann menemukan sebuah dokumen sejarah - surat tahun 1918 dari Kardinal Felix von Hartmann kepada Apostolic Nuncio di Jerman, Uskup Agung Eugenio Pacelli - yang memperingatkan Roma bahwa rencana Masonik berada di balik revolusi yang sedang berlangsung di Jerman dan Rusia, di antara tempat-tempat lainnya, dan itu bertujuan untuk memerangi monarki dan Gereja Katolik.

 

Von Hartmann menulis pada 8 November 1918:

 

“Yang Mulia Kaisar [Kaisar Jerman William II] baru saja memberi tahu saya 'bahwa, menurut berita yang datang kepadanya kemarin, Grand Orient (Freemason) baru saja memutuskan untuk menggulingkan semua Penguasa - pertama-tama dia, Kaisar – dan kemudian akan menghancurkan Gereja Katolik, untuk memenjarakan paus, dll, dan akhirnya, untuk membangun di atas reruntuhan yang ada, masyarakat borjuis, sebuah republik dunia di bawah kepemimpinan Modal Besar Amerika. Freemason Jerman konon setia kepada Kaisar [Jerman] (hal ini patut diragukan!) Dan mereka memberitahunya tentang hal itu. Juga Inggris ingin mempertahankan tatanan borjuis saat ini. Perancis dan Amerika, bagaimanapun, dikatakan berada di bawah pengaruh penuh dari Grand Orient [Masonik Lodge]. Bolshevisme dikatakan sebagai alat eksternal untuk menciptakan kondisi yang diinginkan. Dalam menghadapi bahaya yang begitu besar yang mengancam selain Monarki, juga Gereja Katolik, maka penting sekali bahwa keuskupan Jerman diinformasikan dan juga paus diperingatkan."

 

Sejauh inilah pesan itu, Yang Mulia. Saya percaya diri saya berkewajiban untuk menyampaikannya kepada Yang Mulia, dan saya harus menyerahkan keputusan kepada Anda, apakah Anda ingin menyampaikan pesan ini ke Roma. Tuntutan keras dari partai Sosial Demokrat [Jerman] bahwa Kaisar harus turun tahta, memberikan penegasan atas pesan ini. Semoga Tuhan melindungi kita dan Gereja Kudus-Nya dalam kekacauan yang mengerikan ini!"

 

Dokumen sejarah ini, yang ditemukan Dr. Hesemann di Arsip Rahasia Vatikan, dapat mendukung, dengan cara yang unik, argumen Uskup Schneider seperti yang dijelaskan dalam ceramahnya tahun 2017.

 

Lebih terkait dengan peristiwa terkini, Uskup Schneider mampu membuktikan bahwa Freemason memiliki peran utama dalam Revolusi Seksual tahun 1960-an di Prancis dan bahwa Freemason sendiri menyatakan secara terbuka bahwa mereka berada di balik izin Prancis untuk "pernikahan" sesama jenis, eutanasia, dan aborsi. Schneider menyatakan:

 

“Pada tahun 2012, Surat Kabar Paroki Le Figaro menerbitkan berkas komprehensif tentang Freemasonry, dan Le Figaro mempersilakan anggota tingkat tinggi Freemasonry berbicara di forum surat kabar itu. Salah satu pejabat Masonik ini secara terbuka menyatakan bahwa hukum yang melegalkan aborsi, pernikahan sesama jenis atau 'pernikahan untuk semua,' dan eutanasia, telah disiapkan di 'laboratorium-laboratorium' Mason yang idealis, dan kemudian, dengan bantuan berbagai lobi dan melalui para anggota mereka di parlemen dan di pemerintahan, rencana jahat itu didorong melalui undang-undang."

 

Akhirnya, Uskup Schneider mengingatkan para pendengarnya bahwa, terlepas dari kekuatan yang luar biasa ini, Kristus sendiri adalah Pemenang dan Penguasa sejarah. Dia juga mendesak semua untuk berdoa bagi kaum Freemason yang terjerat dalam jaringan jahat ini, karena hal itu membahayakan jiwa mereka. Schneider lebih jauh mengingatkan kita bahwa Gereja Katolik, dalam sebuah pernyataan tahun 1983, telah memperjelas kecamannya yang keras terhadap Freemasonry ketika Gereja menyatakan:

 

Penilaian negatif Gereja sehubungan dengan asosiasi Masonik tetap tidak berubah karena prinsip-prinsip mereka selalu tidak sesuai dengan doktrin Gereja, dan oleh karena itu, keanggotaan umat Katolik di dalamnya, tetap dilarang. Umat ​​beriman yang mendaftar ke perkumpulan Masonik berada dalam keadaan dosa besar dan tidak boleh menerima Komuni Kudus."

 

Ceramah penting dan ilmiah dari Uskup Schneider ini dapat membantu kita untuk memahami berbagai peristiwa terkini di dalam Gereja dan di masyarakat. Paus Benediktus XVI, ketika dia masih menjadi kardinal, mengatakan kepada Dr. Robert Moynihan bahwa dia menganggap Freemasonry sebagai ancaman terbesar bagi Gereja Katolik.

 

Selain itu, dalam wawancara tahun 2018 dengan Peter Seewald - yang termasuk dalam biografi yang baru saja diterbitkan di Jerman - Paus Benediktus juga menunjuk pada agenda agresif pro-aborsi dan pro-homoseksual di dalam Gereja dan dia juga berbicara tentang adanya “kediktatoran” dan “kekuatan spiritual Antikristus."

 

"Saat ini, seseorang akan dikucilkan oleh masyarakat jika dia menentang agenda-agenda ini," tambah pensiunan Paus itu. “Masyarakat modern sedang merumuskan akidah anti-Kristiani, dan jika ada yang menentang, maka dia dihukum oleh masyarakat dengan pengucilan,” lanjutnya.

 

Di sini pensiunan Paus itu mengucapkan kata-kata tajam tentang Antikristus: “Rasa takut akan kekuatan spiritual Antikristus ini lebih dari wajar, dan itu benar-benar membutuhkan bantuan doa dari seluruh keuskupan dan dari Gereja Universal untuk melawannya."

 

 

Untuk melihat text pidato dari Uskup Schneider yang berjudul The True Face of Freemasonry

silakan lihat disini:

https://www.tldm.org/news46/bishop-schneider-explains-the-true-face-of-freemasonry.htm

 

*****

 

"Di masa lalu Kami telah menasihati, melalui para nabi, para Pausmu, untuk melarang semua orang yang telah bergabung dalam Gereja Putraku, dengan melarang mereka menjadi bagian dari freemasonry dan Mason. Mengapa? Karena, anak-anakku, mereka bukan berasal dari Tuhan, dan jika mereka bukan dari Tuhan, mereka adalah Antikristus. Dan mengapa mereka Antikristus? Karena mereka menyembah berhala-berhala!
"Dalam perintah-perintah Tuhanmu, kamu ingat: 'Aku,' demikian Sabda Tuhan, 'Aku adalah Tuhanmu; jangan ada allah-allah asing di hadapanmu.' Dan siapakah allah-allah asing dan ilmu sihir yang aneh dari Masonry ini? Itulah adalah dewa Isis!

"Anak-anakku, manusia telah menerima dewa-dewa alam! Kamu telah menjadi orang kafir! Kamu menolak Allah Bapa; kamu menolak Tritunggal; dan kamu telah mencoba-coba dan membakar jari-jarimu di tempat yang tidak diketahui, kegelapan dari satanisme." - Our Lady of the Roses, Bayside, 1 November 1977

 

"Anak-anakku, aku meminta kepada para pastorku untuk mendengarkan aku sebagai Ibumu; seperti yang kukatakan kepadamu bahwa kamu harus keluar dari semua perkumpulan rahasia. Mereka tidak secara terbuka berkomplot melawan Gereja Putraku, tetapi mereka melakukan hal ini secara rahasia! Masonry, anak-anakku - hirarki gereja harus melepaskan diri mereka dari organisasi yang keji ini. Kamu tidak dapat menyangkal bahwa banyak anggota Mason yang mempraktikkan sihir dan tenung." - Our Lady of the Roses, Bayside, 1 Juni 1978

 

*****

 

Ned Dougherty - Sep 2, 2020

Ned Dougherty - October 3, 2020

Ensiklik Terbaru Francis: Aborsi Tidak Ada Dalam Daftar Keprihatinan Politiknya ...

Giselle Cardia, 03 Oktober 2020 - Pesan dari Bunda Maria

Tentang Neraka: Kejelasan Adalah Sebuah Bentuk Belas Kasih...

Tentang Api Penyucian - Pastor Reginald Martin, O.P.

Freemason Menerima Ensiklis Baru Paus

 

 

 

No comments:

Post a Comment