Thursday, October 15, 2020

FRANCIS MENGATAKAN ‘TATA DUNIA BARU’ PERLU DITERAPKAN SEKARANG

 

These Last Days News - October 13, 2020 

 

FRANCIS MENGATAKAN ‘TATA DUNIA BARU’ PERLU DITERAPKAN SEKARANG DENGAN PENANGGUNG JAWAB PBB 

https://www.tldm.org/news47/francis-says-new-world-order-needs-to-happen-now-with-united-nations-in-charge.htm

 

NaturalNews.com reported on October 9, 2020:

by Ethan Huff

 

 

Dalam surat ensiklik Fratelli Tutti (Saudara Semua) yang terbaru, paus Francis meminta kepada negara-negara di dunia untuk menyerahkan kendali kekuasaan mereka kepada PBB, yang menurut paus Francis, akan membawa kita semua ke dalam Tata Dunia Baru.

 

Karena globalisme telah melemahkan kekuatan masing-masing negara dan bangsa melalui transnasionalisasi sektor ekonomi dan keuangan masing-masing, maka waktunya sudah matang untuk memperkuat sistem pemerintahan global yang tidak pernah dapat dibatalkan, kata paus Francis.

 

“Mengingat situasi ini, maka penting untuk membentuk lembaga internasional yang terorganisir dengan lebih kuat dan lebih efisien, dengan fungsionaris yang ditunjuk secara adil berdasarkan kesepakatan antara pemerintah nasional, dan diberi kuasa untuk menjatuhkan sanksi,” tulisnya.

 

Dalam menyerukan “suatu bentuk otoritas dunia yang diatur oleh hukum,” Francis menjelaskan bahwa otoritas seperti itu “setidaknya harus mempromosikan organisasi dunia yang lebih efektif, dilengkapi dengan kekuatan untuk menyediakan kepentingan umum global, penghapusan kelaparan dan kemiskinan dan pembelaan yang pasti terhadap hak asasi manusia."

 

Kandidat terbaik dan paling cocok, tegas Francis, adalah Organisasi PBB, di mana Francis adalah sekutu yang dikenal luas. Dukungannya pada isu pemanasan global, perbatasan (negara) yang terbuka, kesetaraan, dan perdamaian, telah membuat paus Francis berulang kali mendapat pujian dan sanjungan dari PBB, yang menyatakan di masa lalu bahwa paus Francis "berkontribusi untuk mencapai banyak tujuan [PBB]."

 

Namun, PBB, menurut Francis, saat ini tidak cukup kuat untuk menjalankan dunia dengan kapasitas penuh. Dia mengatakan bahwa hal itu perlu sepenuhnya direformasi “sehingga konsep keluarga bangsa-bangsa dapat memiliki ‘gigi’ yang nyata,” mengutip teks dari pendahulunya, paus Benediktus XVI.

Francis: Bangsa-bangsa membutuhkan "batasan hukum" untuk mencegah mereka menjadi terlalu kuat secara individu 

Satu-satunya cara untuk memberi ‘gigi’ pada PBB, yang menurut paus Francis diperlukan untuk memerintah dunia, adalah dengan menempatkan "batasan hukum yang jelas" pada semua negara -- yang berarti pelucutan kedaulatan mereka. Ini akan mencegah salah satu dari mereka memperoleh terlalu banyak kekuasaan, yang menurut Francis dapat mengakibatkan "pemaksaan budaya atau pembatasan kebebasan dasar terhadap negara-negara yang lebih lemah atas dasar perbedaan ideologis."

 

Untuk mewujudkan "persaudaraan universal," paus Francis ingin agar "supremasi hukum" distandarisasi di antara semua negara atas dasar "keadilan" dan "saluran perdamaian," yang menurutnya adalah "kondisi esensial" bagi Tata Dunia Baru untuk bekerja.

 

"Ada kebutuhan untuk mencegah Organisasi ini (PBB) didelegitimasi, karena segala masalah dan kekurangannya bisa ditangani dan diselesaikan bersama," kata Francis tentang PBB.

 

"Tujuh puluh lima tahun sejak berdirinya PBB dan pengalaman dua puluh tahun pertama milenium ini telah menunjukkan bahwa penerapan penuh dari norma-norma internasional terbukti benar-benar efektif, dan bahwa kegagalan untuk mematuhinya bisa merugikan."

 

Pada akhirnya, rencana yang baik adalah untuk menanamkan sistem "kebaikan bersama" untuk seluruh dunia, dengan PBB yang seharusnya memastikan bahwa semua "niat salah" dan "kepentingan partisan" dilarang menggantikan tujuan kebaikan bagi semua. Francis percaya bahwa perjanjian multilateral, bukan bilateral, akan sangat membantu tujuan ini, menciptakan sistem baru pemerintahan global yang dikendalikan oleh satu entitas tunggal.

 

Terus mengizinkan banyak negara untuk mengikuti jalan mereka sendiri disertai dengan “segala kekurangan mereka," Francis memperingatkan, termasuk "kurangnya koordinasi dalam situasi yang kompleks," serta "kurangnya perhatian terhadap hak asasi manusia yang fundamental dan ... kebutuhan kritis kelompok tertentu." Ini mungkin termasuk mengoordinasikan distribusi massal vaksin virus corona Wuhan (covid-19), yang menurut Francis perlu diberikan "secara adil."

 

***

 

More related news about Pope Francis and his push towards a New World Order can be found at Deception.news.

 

Sources for this article include:

Breitbart.com

NaturalNews.com 

***** 

Pandemi global lainnya: seksualisasi anak-anak kita

Mafia St. Gallen Mafia Dan Kepausan Francis Saat Ini

'Fratelli Tutti' Disambut Hangat Oleh Pionir Teologi Pembebasan

Apakah arsitek utama di balik Misa Baru (Novus Ordo) adalah Freemason? Bukti baru muncul

LDM, 12 Oktober 2020

Dengan Kematian Uskup Pedro Casaldáliga, Teologi Pembebasan Kehilangan Pewartanya

Vatikan Mencetak Koin Uang Bergambar Ibu Pertiwi (Amazon)

 

 

 

No comments:

Post a Comment