Friday, December 1, 2017

CARDINAL BURKE: KEBINGUNGAN DI DALAM GEREJA (SAAT INI) MENUNJUKKAN...


Cardinal Raymond BurkeSteve Jalsevac / LifeSiteNews

by Lisa Bourne
Thu Nov 30, 2017 - 3:06 pm EST
CARDINAL BURKE:
KEBINGUNGAN DI DALAM GEREJA (SAAT INI) MENUNJUKKAN  BAHWA KITA TELAH SAMPAI DI SAAT AKHIR ZAMAN

November 30, 2017 (LifeSiteNews) “Kebingungan dan kesesatan yang terjadi di dalam Gereja Katolik saat ini, mengenai ajaran mendasar tentang pernikahan dan keluarga sangatlah serius sehingga Akhir Zaman mungkin segera menimpa kita,” Kardinal Raymond Burke mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Ketika fondasi hukum moral dipertanyakan di dalam Gereja, demikian kardinal Burke berkata, "maka keseluruhan tatanan kehidupan manusia dan tatanan Gereja sendiri menjadi terancam."

"Jadi, ada perasaan bahwa di dunia sekarang ini yang didasarkan kepada paham sekularisme dengan pendekatan yang sepenuhnya antroposentris," Kardinal Burke melanjutkan, "dengan apa kita mengira bahwa kita dapat menciptakan makna hidup dan makna keluarga kita sendiri dan seterusnya, Gereja itu sendiri nampaknya menjadi kebingungan."

"Dalam hal ini, seseorang mungkin memiliki perasaan bahwa Gereja memberi kesan seolah tidak mau mematuhi perintah Tuhan kita," katanya. "Kalau begitu mungkin saja kita sudah sampai pada saat Akhir Zaman."

Kardinal Burke menegaskan dalam sebuah wawancara dengan editor Catholic Herald, Paolo Gambi, yang diterbitkan hari ini bahwa "pertanyaan-pertanyaan yang sangat serius" tetaplah mengenai dubia yang diajukan kepada Paus Fransiskus tahun lalu mengenai Amoris Laetitia.

Tapi dia tetap yakin bahwa secara spesifik bagaimana menyampaikan koreksi formal terhadap paus masih belum ditentukan.

Kardinal Burke telah lama dikenal karena pembelaannya terhadap ortodoksi Gereja, dan banyak yang menganggap ketegasannya dalam menghadapi segala cemoohan dan kemarahan adalah layak menjadi contoh keberanian dan kesetiaan kepada iman.

Burke mengatakan lebih lanjut dalam wawancara dengan Catholic Herald bahwa meskipun dia tetap sebagai kardinal pelindung untuk Ordo Malta, tetapi saat ini dia tidak memiliki fungsi apapun dalam Ordo tersebut dan karena itu dia tidak pernah menerima komunikasi dari organisasi itu sendiri atau bahkan dari Paus Fransiskus.

Dia menegaskan kembali dalam wawancara itu juga bahwa imam-imam bebas untuk merayakan Misa Luar Biasa sejak motu proprio Summorum Pontificum dari Paus Benediktus XVI, dan dia mengatakan bahwa Bentuk Liturgi Biasa dan Bentuk Liturgi Luar Biasa dianggap normal di dalam Gereja.

Gambi meminta kepada kardinal Burke untuk menjelaskan beberapa komentar terakhir yang dia buat mengenai keadaan saat ini yang "secara realistis bersifat apokaliptik" karena "kebingungan, perpecahan dan kesalahan" terjadi di dalam Gereja yang berasal dari "para gembala" bahkan terutama pada tingkat-tingkat yang tertinggi.

Kardinal Burke menjelaskan bahwa memberi ijin untuk menerima Sakramen bagi orang-orang yang hidup dalam relasi yang berdosa (misalnya homosex dan kumpul kebo), adalah "sebuah pelanggaran terhadap kebenaran" dari ketidakterceraikannya pernikahan dan kesucian Ekaristi.

"Saat ini, terjadi kebingungan dan kesalahan tentang ajaran Gereja yang paling mendasar," kata Cardinal Burke, "misalnya berkenaan dengan pernikahan dan keluarga. Misalnya, gagasan bahwa orang-orang yang hidup bersama secara tidak wajar, mereka dapat menerima Sakramen-sakramen, ini adalah pelanggaran terhadap kebenaran dari ketidakterceraikannya pernikahan dan kesucian Ekaristi.

Mengutip St. Paulus, dia berkata "kita menelan hukuman kita sendiri" jika kita menerima Ekaristi dengan cara yang tidak layak.

"Sekarang kebingungan di dalam Gereja berjalan lebih jauh dari itu," Burke menambahkan, "karena sekarang terdapat kebingungan mengenai apakah ada perbuatan-perbuatan yang secara intrinsik adalah jahat, dan ini, tentu saja, adalah merupakan fondasi dari hukum moral," yang merugikan tatanan Gereja dan kehidupan manusia.

Ketika ditanya pendapatnya tentang pernyataan Sekretaris Jendral Konferensi Waligereja Italia Uskup Nunzio Galantino baru-baru ini bahwa Reformasi Protestan adalah "sebuah peristiwa dari  Roh Kudus," Kardinal Burke menjawab, "Saya tidak mengerti bagaimana anda dapat mengatakan bahwa perpecahan Gereja adalah merupakan tindakan dari Roh Kudus. Itu sama sekali tidak masuk akal. "

Dia juga berbicara tentang perayaan Ekaristi bersama dengan orang-orang Lutheran sebagai hal yang "tidak mungkin" karena perbedaan pengertian mengenai doktrin transubstansiasi.

"Bagi umat Katolik untuk ikut serta dalam Ekaristi ekumenis berarti dia meninggalkan Iman Katolik," kata Kardinal Burke. "Ini adalah ekumenisme yang sangat salah yang akan sangat merugikan Iman dan jiwa-jiwa."

Tanggapannya terhadap Gambi yang menanyakan tindakan pertamanya jika dia terpilih sebagai Paus adalah "hal pertama yang harus dilakukan seorang paus hanyalah membuat pengakuan iman bersama dengan seluruh Gereja, sebagai Wakil Kristus di dunia."

"Sebagian besar paus telah melakukan hal itu," Kardinal Burke menambahkan, dan dia memberi contoh ensiklik E Supremi dari Paus St. Pius X.


"Juga Redemptor Hominis dari Paus St. Yohanes Paulus II adalah bentuk pengakuan iman itu," kata kardinal Burke menambahkan, "dengan mengingat kembali bahwa Gereja adalah Tubuh Kristus, Gereja adalah milik Kristus dan bahwa kita semua harus patuh dalam melayani-Nya. "

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment