Wednesday, December 13, 2017

KANDANG NATAL DI VATIKAN

KANDANG NATAL DI VATIKAN




Nampaknya ketelanjangan adalah sarana penarik perhatian baru yang inovatif dalam menampilkan adegan kelahiran Yesus di Kandang Natal di Vatikan yang baru ini.


Dalam sebuah upacara peresmian pada 7 Desember 2017 lalu, Vatikan meluncurkan suasana Kandang Natal yang resmi di alun-alun Santo Petrus. Pemandangan atau suasana Kandang Natal yang baru ini memiliki 20 patung terakota (tanah liat / keramik), beberapa ada yang setinggi 6 kaki. Apa yang mencolok dari suasana Kandang Natal yang baru ini adalah bahwa alih-alih penyajian tradisional, di mana fokusnya hanya pada bayi Yesus, Maria dan Yusuf, tetapi versi tahun ini lebih berfokus pada integrasi 7 "karya kemurahan hati " ke dalam adegan Kandang Natal itu.

Patung pria telanjang telah mencuri perhatian di Kandang Natal di Vatikan!


20 buah patung hampir seukuran manusia, termasuk patung telanjang seorang pria, telah menghapuskan patung-patung tradisional dari Bayi Yesus, Maria dan Yusuf di Kandang natal yang baru, di  Vatikan.

Adegan tersebut mencakup patung-patung seukuran manusia telanjang yang "diberi pakaian", seorang mayat dikuburkan, dan seorang tahanan yang sedang dikunjungi. “Gambaran dari malam kelahiran Yesus, kata Paus Fransiskus, "diilhami oleh karya-karya belas kasih" dan merupakan pengingat " dari apa yang dikatakan Yesus kepada kita: 'Lakukanlah kepada orang lain apa yang kamu ingin orang lain lakukan kepadamu.'

Patung yang menggambarkan orang yang sedang mengunjungi seorang tawanan

MERAYAKAN KEMATIAN DAN BUKAN KEHIDUPAN - gambar lain yang menarik perhatian adalah seseorang yang mengubur orang mati di tempat kelahiran Yesus.


Patung Seorang Pria Telanjang Telah Mencuri Perhatian pada adegan Kelahiran Yesus!
Mata kebanyakan orang mungkin akan dituntun lebih dulu dan tertarik kepada pemandangan "unik" seorang pria telanjang yang secara menonjol ditampilkan di Kandang Natal resmi di Vatikan - berada tepat di bagian depan pohon Natal raksasa.

Patung Pria telanjang mencuri perhatian di Kandang Natal Yesus di Vatikan!


Bahkan Facebook Tidak Menyetujui Gambaran Pria Telanjang di Kandang Natal itu
Yang cukup menarik, bahkan Facebook sendiri tidak menyetujui gambaran pria telanjang di Kandang Natal itu. Iklan kami di Facebook untuk menyampaikan artikel ini tidak disetujui oleh Facebook dengan alasan berikut: "Iklan anda tidak boleh menyertakan gambar yang bersifat sugestif atau provokatif." Gambar yang kami gunakan untuk iklan tersebut adalah gambar yang sebenarnya dari pria telanjang di dalam adegan kelahiran (Kandang Natal) di Vatikan. Berikut adalah tangkapan layar iklan yang tidak disetujui karena gambar sugestif seksual yang digunakan:

Dimanakah Bayi Yesus?

 

Sepintas, cukup sulit menemukan bayi Yesus di seluruh ‘Kandang Natal’ itu. Ini juga merupakan tantangan untuk mencari yang mana di antara patung-patung itu adalah St. Joseph. Perawan Maria Terberkati, yang biasanya digambarkan dalam adegan kelahiran saat menggendong Bayi Yesus, hanya dipajang di bagian samping, dan tidak ditampilkan dengan jelas.

Patung-patung yang dipajang disitu, dimana ukurannya jauh lebih besar daripada patung Bayi Yesus - semuanya memastikan bahwa orang akan mengalami kesulitan untuk bisa menemukan Yesus, Maria dan Yosef dalam keseluruhan pemandangan itu.

Adegan Kelahiran telah dibuat, yang nampaknya, untuk mengalihkan pusat perhatian orang-orang terutama kepada aspek "inovatif" dari pemandangan kelahiran baru - integrasi patung-patung yang menggambarkan karya belas kasih (kerahiman). Hal ini hanyalah demi melayani manusia – bukannya menyembah Juru Selamat yang baru lahir – dan tidak salah lagi ini adalah tujuan utama dari keseluruhan pemandangan itu.

Reaksi-Reaksi Negativ Dari Pemandangan Kandang Natal Di Vatikan:

Adegan suasana Kelahiran Yesus ini telah memicu reaksi yang sebagian besar berupa reaksi negatif di Twitter, dimana beberapa orang menyebutnya sebagai "mengerikan" dan "sangat tidak sopan". Beberapa bahkan meminta rekan-rekan Katolik untuk berdoa rosario silih setelah melihat adegan kelahiran Yesus yang seperti itu. Berikut adalah beberapa reaksi terhadap adegan kelahiran itu, setelah fotonya pertama kali diposting oleh reporter Edward Pentin di Twitter:

Adegan Kelahiran Terakhir Dari Paus Benediktus XVI
Adegan kelahiran yang baru yang dipromosikan oleh Paus Fransiskus sangat kontras dengan adegan kelahiran dari Paus Benediktus XVI pada tahun 2012 dalam peristiwa yang akan menjadi perayaan Natal terakhirnya sebagai Paus. Adegan Natal tahun 2012 sangat tradisional dalam penampilannya, dengan fokus utamanya jelas kepada Yesus, Maria dan Yosef (lihat gambar di bawah):


Adegan kelahiran Yesus versi Paus Benediktus XVI di Vatikan lebih "tradisional", dengan fokus pada bayi Yesus, Maria dan Yusuf.

Selamat Hari Libur


Kita telah melihat di seluruh dunia adanya upaya secara bersama-sama untuk tidak menekankan kelahiran Yesus di hari Natal, dan untuk mengaitkan Natal dengan "liburan" daripada hari ulang tahun Tuhan kita. Banyak pemimpin dunia, seperti Presiden Amerika Serikat sebelumnya, Barrack Obama, menggunakan ucapan "Selamat Liburan" untuk menyambut orang lain selama Natal, bukan dengan kata "Selamat Natal" dimana ucapan seperti ini secara tepat bisa memfokuskan orang pada "Kristus" di hari Natal.

"Sekularisasi Natal" telah menyebabkan semangat Natal semakin diasosiasikan dengan liburan, hadiah, Santa Claus, rusa, salju – semuanya, kecuali kelahiran Yesus. Anak-anak menganggap Natal lebih sebagai saat yang indah untuk menerima hadiah materi dari Santa Claus - bukan saat untuk memberikan hadiah kecil mereka kepada Tokoh yang terlupakan, Yesus Kristus.

Kembalikan Kristus Pada Masa Natal

Banyak orang yang berpendapat bahwa tidak ada yang salah dengan adegan kelahiran Yesus yang baru ini, karena ia berfokus pada aspek penting dari ajaran Paus: belas kasih dan kasih sayang bagi sesama manusia, sebagaimana ditunjukkan melalui 7 karya belas kasih.

Namun, adegan kelahiran Yesus yang baru di Vatikan ini tidak menolong sama sekali dalam memerangi sekularisasi Natal yang terjadi secara global saat ini. Sebenarnya, adegan kelahiran Yesus yang ini semakin memperparah masalah - alih-alih berfokus pada kelahiran Tuhan kita, tetapi ia lebih berfokus pada kebutuhan sesama manusia.

Natal bukanlah tentang merayakan kaum tawanan dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang. Natal adalah perayaan ulang tahun Yesus Kristus. Semoga kita semua membantu, dengan cara kita sendiri yang kecil, untuk melawan "sekularisasi" dan "humanisasi" Natal ini.

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

1 comment:

  1. Di bawah ini juga adalah sedikit penjelasan Togel Singapura untuk membantu anda mendapatkan kemenangan bermain Togel
    Togel Singapura

    ReplyDelete