Sunday, April 21, 2019

FREEMASON – MUSUH PALING MEMATIKAN BAGI GEREJA KATOLIK


FREEMASON – musuh paling mematikan bagi gereja Katolik

 https://www.churchmilitant.com/news/article/freemasonry-catholics-deadly-foe 




by Bradley Eli, M.Div., Ma.Th.  •  ChurchMilitant.com  •  February 23, 2017  

 

Freemason masih tetap menjadi sistem kepercayaan yang paling dikutuk dalam sejarah Gereja


Para paus masa lalu tahu betul bahwa Freemason adalah alat yang dipilih setan untuk menyerang Gereja Katolik. Sampai hari ini ia tetap menjadi sistem kepercayaan yang paling dikutuk dalam sejarah Gereja.

Paus Leo XIII menulis sebuah ensiklik tentang Freemason pada tahun 1890 yang berjudul  Dall'Alto Dell'Apostolico Seggio yang isinya mengutuk sekte-sekte masonik.

Mereka sudah diadili dan ditetapkan statusnya oleh Gereja; tujuan mereka, cara mereka, doktrin mereka, dan tindakan mereka, semuanya telah diketahui dengan kepastian yang tak terbantahkan. Mereka, Freemason, telah dirasuki dan dikuasai oleh roh setan, karena mereka adalah instrumen setan, dan mereka terbakar, seperti setan, oleh kebencian yang mematikan dan tanpa belas kasihan terhadap Yesus Kristus dan semua karya-Nya; dan mereka berusaha dengan segala cara untuk menggulingkan dan membelenggu Gereja.

Paus Paus Leo XIII berbicara tentang kecaman-kecaman kepausan sebelumnya terhadap masyarakat rahasia ini, yang selalu mengenakan kedok kegiatan amal kasih.

Berkali-kali kami telah membunyikan alarm, untuk memberi peringatan akan bahaya (Freemason); tetapi kami berpikir bahwa kami masih belum cukup berbuat banyak. Menghadapi serangan-serangan yang berkelanjutan dan sengit yang dilakukan Freemason, kami mendengar suara panggilan yang menugaskan kami dengan lebih kuat dari sebelumnya untuk berbicara lagi kepada Anda.

Dalam ensikliknya, Paus Paus Leo XIII menyebut beberapa tujuan sesat dari masyarakat yang tampaknya seolah altruistik (memperhatikan kepentingan orang lain) ini:

  • Mengganti sekolah-sekolah yang berbasis agama dengan lembaga-lembaga atheis yang dikelola oleh pemerintah.
  • Menggunakan hukum negara untuk memisahkan masyarakat sipil dari pengaruh para klerus.
  • Menindas organisasi-organisasi keagamaan.
  • Mengatur semua properti Gereja.
  • Menyingkirkan pengaruh Katolik dari administrasi publik, lingkungan pendidikan dan para akademisi, karya-karya amal dan rumah sakit. 

Para anggota Freemason mengatur rencana yang lebih berbahaya untuk secara langsung menyerang Gereja dalam dokumen mereka yang bernama Alta Vendita. Rencana ini disebut sebagai cetak biru masonik untuk menghancurkan Gereja Katolik dengan merencanakan untuk menangkap dan menguasai lembaga kepausan. Rencana-rencana mereka telah gagal di zaman Paus Gregorius XVI dan kemudian muncul lagi rencana itu ketika di bawah otoritas Paus Pius IX dan Paus Leo XIII.

Manifesto mereka menyatakan, "Tujuan akhir kita adalah seperti tujuan Voltaire dan Revolusi Perancis: penghancuran selamanya atas agama Katolik dan bahkan ide-ide kristiani, yang jika dibiarkan berdiri di atas reruntuhan Roma, akan menjadi kebangkitan kembali dari agama Kristen di kemudian hari."

Dokumen-dokumen tersebut menyerukan untuk merusak para klerus muda dan kaum religius dengan doktrin-doktrin humanisme sekuler ciptaan Freemason. Para klerus ini kemudian didorong untuk melanjutkan dengan membuat perubahan-perubahan revolusioner di dalam Gereja dan untuk memilih para pemimpin yang buruk yang akan melanggengkan kesesatan-kesesatan duniawi.

Freemason modern diperkirakan berasal dari Grand Lodge London pada 1717. Paus Clement XII pada 1738 adalah Paus Roma pertama yang mengutuk Freemason dengan aturan atau dekrit kepausannya: In Eminenti. Paus-paus berikutnya juga melakukan hal yang sama, yaitu, Benediktus XIV, Pius VI, Leo XII, Pius VII, Pius VIII, Gregory XVI, Pius IX dan Leo XIII.

Pernyataan terbaru terhadap Freemason saat itu datang dari Cdl. Joseph Ratzinger (Paus Benediktus XVI) sebagai prefek (kepala) Kongregasi untuk Ajaran Iman. Menyusul diundangkannya Kode Hukum Canon saat ini, Cdl. Ratzinger pada tahun 1983 menegaskan   bahwa masih merupakan dosa besar bagi umat Katolik untuk menjadi anggota Freemason.

"Umat beriman yang menjadi anggota dalam asosiasi Masonik berada dalam keadaan dosa besar dan tidak mungkin bisa menerima Komuni Kudus," demikian kata kata Cdl. Joseph Ratzinger.

Paus Leo XIII dalam ensikliknya Providentissimus Deus, menggambarkan kaum rasionalis dari zaman Pencerahan, seperti Voltaire, sebagai bibit Pemberontakan Protestan Martin Luther. 

Menggambarkan musuh sebagai orang yang mendukung penilaian pribadi atas Kitab Suci, Leo XIII menyerukan kepada umat Katolik untuk memerangi “kaum rasionalis, anak-anak sejati dan pewaris bidaah kuno, yang mempercayai cara berpikir mereka sendiri, yang menolak ajaran dan kepercayaan Gereja Katolik.... Mereka menyangkal bahwa ada yang namanya wahyu atau ilham atau bahkan Kitab Suci."

Paus Pius XII mengatakan bahwa para freemason telah menghasilkan kaum rasionalis, komunis, dan humanis sekuler. Dalam pidatonya pada Konferensi the Seventh Week Pastoral Adaptation di Italia pada tahun 1958, Paus Pius XII mengatakan, "Akar-akar kemurtadan modern terletak pada atheisme ilmiah, materialisme dialektik, rasionalisme, iluminisme, laisisme, dan Freemasonry - yang merupakan induk dari semuanya itu."


Umat beriman yang menjadi anggota dalam asosiasi Masonik berada dalam keadaan dosa besar dan tidak boleh menerima Komuni Kudus. Tweet

Serangan-serangan terhadap Gereja oleh Komunisme sudah tak terhitung banyaknya. Dr. Alice von Hildebrand mengatakan kepada Gereja Militan bagaimana seorang komunis, Bella Dodd, telah memasukkan lebih dari seribu simpatisan Komunis menjadi imam yang ditahbiskan. Misi mereka adalah untuk menumbangkan Gereja dari dalam.

Seorang pastor Perancis, anggota Freemason, yang kemudian bertobat, mengungkapkan betapa dia diperintah oleh induk organisasi Freemason agar dia mempengaruhi Gereja secara buruk. Rencananya adalah untuk mendorong umat Katolik agar melakukan hal-hal berikut:

  • Menyingkirkan semua patung St Michael.
  • Melepaskan tindakan pantang daging pada hari-hari Jumat dan hari puasa pada umumnya.  
  • Melarang diadakannya Misa Latin Tradisional.
  • Mendorong kaum wanita untuk tidak usah memakai kain penutup kepala.
  • Mencegah tindakan berlutut ketika menerima Komuni Kudus.
  • Mempromosikan penerimaan Komuni Kudus di tangan.
  • Mempromosikan lektor dan imam perempuan.
  • Menghilangkan musik-musik rohani yang tenang dan lembut, melarang penggunaan organ dan sikap keheningan yang penuh hormat.
  • Membuang semua relikwi dari altar.
  • Menyingkirkan patung-patung orang-orang kudus dan para malaikat dari dalam Gereja.
  • Remove private devotions, like novenas, litanies, etc. Menghilangkan devosi-devosi pribadi, misalnya novena, litani, dsb.
  • Membuat tindakan homosex bisa ditolerir dalam kehidupan imamat.
  • Mendorong pembagian Ekaristi oleh para utusan khusus (asisten imam).

Paus Leo XIII mendesak umat Katolik untuk dengan gigih menentang berbagai serangan dari Freemason. Paus yang suci ini memperingatkan, "Jika umat Katolik tidak memperhatikan bahayanya kesesatan ini maka hal ini akan menjadi kesalahan yang fatal." Dia mengajak agar umat Katolik memerangi kejahatan dari kultus ini dengan sekuat tenaga.

Segala cara dan sarana yang ada dalam diri Anda haruslah dimanfaatkan. Semua sumber daya, kemampuan berbicara, setiap tindakan, segala pertolongan dan rahmat yang diberikan Gereja di tangan Anda, haruslah dimanfaatkan demi pendidikan dan pembentukan para klerus yang saleh dan penuh semangat Yesus Kristus, bagi pendidikan Kristiani kaum muda, untuk menolak dan mengalahkan doktrin-doktrin jahat, untuk membela kebenaran-kebenaran Katolik, dan untuk pemeliharaan karakter Kristiani dan semangat kehidupan keluarga.

No comments:

Post a Comment