Sunday, January 5, 2020

Kardinal Burke: Pakta Global Vatikan untuk ‘humanisme baru’....



Kardinal Burke / Diane Montagna / LifeSiteNews



NEWSCATHOLIC CHURCHFri Jan 3, 2020 - 2:10 pm EST


Kardinal Burke: Pakta Global Vatikan untuk ‘humanisme baru’ mempromosikan pemerintahan tunggal dunia, dan menentang ke-RAJA-an Kristus
By Pete Baklinski 


LA CROSSE, Wisconsin, 3 Januari 2020 (LifeSiteNews) - Kardinal Raymond Burke menyerukan kepada umat Katolik yang setia untuk ‘berdiri dan memberikan kesaksian tentang kebenaran     dari ke-RAJA-an Yesus Kristus dalam menghadapi dorongan Vatikan untuk melaksanakan ‘pakta global’ yang akan, dalam kata-kata Paus Francis, ‘menciptakan humanisme baru.’

Kardinal yang merupakan pelindung dari the Sovereign Military Order of Malta dan Prefek Emeritus dari pengadilan tertinggi Vatikan (dikenal sebagai Apostolik Signatura), ketika ditanya oleh media The Wanderer dalam wawancara luas yang diterbitkan pada 26 Desember 2019 untuk mengomentari tindakan Paus Francis yang mengadakan acara di Vatikan pada bulan Mei 2020 mendatang dengan tema “Reinventing the Global Educational Alliance.”

The Wanderer mengajukan pertanyaan berikut: “Dalam meluncurkan inisiatif ini, Bapa Suci berkata: 'Sebuah pakta pendidikan global diperlukan untuk mendidik kita semua dalam solidaritas universal dan humanisme baru.' Apa yang menjadi pendorong di balik pertemuan ini dan apa yang mungkin dilaksanakan? Kedengarannya itu adalah seperti acara untuk mempromosikan sebuah pemerintahan tunggal dunia.”

Burke menjawab, “Ya. Semua hal ini terhubung. Dengan penyebaran berbagai agama, terutama di Eropa dan juga di Amerika Serikat, ada upaya untuk menumpulkan kesadaran orang tentang status ke-RAJA-an Tuhan kita Yesus Kristus sebagaimana diwartakan dalam Injil. Ini adalah area di mana umat Katolik yang setia terutama harus berdiri dan memberikan kesaksian tentang kebenaran.”

“Saya tahu bahwa ada inisiatif lain yang mencoba mengajarkan dokumen Abu Dhabi di sekolah-sekolh. Hal ini sangat merepotkan dan berbahaya. Ini mirip dengan apa yang terjadi di seluruh bidang pendidikan seks pada generasi terakhir ini,” tambahnya.

Pada bulan September 2019 Paus Francis mengumumkan bahwa dia akan menjadi tuan rumah pada tahun 2020 bagi sebuah inisiatif untuk membentuk sebuah pakta global guna ‘menciptakan humanisme baru.’

Menurut pernyataan Vatikan yang dikeluarkan pada waktu itu, Paus mengundang perwakilan dari agama-agama besar, organisasi internasional dan berbagai lembaga kemanusiaan, serta tokoh-tokoh kunci dari dunia politik, ekonomi dan akademisi, dan para atlet terkemuka, ilmuwan dan sosiolog untuk menandatangani sebuah "Pakta Global tentang Pendidikan" sehingga dapat "memberikan kepada generasi muda sebuah rumah persatuan dan persaudaraan kepada generasi muda."

"Hal ini," kata Paus dalam pesan video untuk meluncurkan inisiatif tersebut, "akan menghasilkan pria dan wanita yang bersikap terbuka, bertanggung jawab, siap untuk mendengarkan, berdialog dan berefleksi dengan orang lain, dan mampu menjalin hubungan dengan keluarga, antar generasi, dan dengan masyarakat sipil, dan dengan demikian untuk menciptakan humanisme baru."

Mengutip salah satu ucapan favorit Hillary Clinton, "Dibutuhkan sebuah desa untuk membesarkan seorang anak," Paus Francis menegaskan perlunya menciptakan sebuah "desa pendidikan," di mana "semua orang, sesuai dengan peran masing-masing, saling berbagi tugas membentuk sebuah jaringan hubungan manusia yang terbuka."

Paus melanjutkan dalam pesannya bahwa untuk mencapai "tujuan global" ini, sebagai "desa yang mendidik" kita harus "memiliki keberanian untuk menempatkan manusia sebagai pusatnya."

Mengomentari hal ini, Bunda Miriam (suster biarawati), pendiri komunitas religius Daughters of Mary, Bunda Harapan Israel, mengatakan pada 16 September 2019, bahwa desa pendidikan semacam itu akan sekali dan untuk selamanya menghancurkan keluarga dan umat manusia.

“Paus mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan global ini sebagai desa yang mendidik, kita harus ‘memiliki keberanian untuk menempatkan manusia sebagai pusatnya.’ Tetapi bukankah itu yang salah dengan dunia kita saat ini? Alih-alih menempatkan Kristus di pusat, kita menempatkan manusia di pusat,” kata Bunda Miriam.

“Beberapa dari kata-kata paus ini terdengar sangat bagus. Dan iblis itu muncul sebagai 'malaikat terang.' Apakah saya mengatakan bahwa paus ini iblis? Tidak. Saya mengatakan apa yang dia usulkan adalah jahat," tambahnya di tempat lain di podcast-nya.

Juga dalam pengumuman Paus tentang "pakta global" itulah dia merujuk "Dokumen Persaudaraan Manusia dan Perdamaian Dunia untuk Hidup Bersama" yang dia tandatangani dengan Imam Besar Al-Azhar di Abu Dhabi pada bulan Februari, 2019. Dokumen Abu Dhabi menimbulkan kontroversi karena menyatakan, antara lain, bahwa "keragaman agama" adalah "dikehendaki Tuhan."

Dalam wawancaranya dengan The Wanderer, Kardinal Burke mengkritik gagasan pemerintahan tunggal dunia ini.

"Gagasan tentang pemerintahan tunggal dunia pada dasarnya adalah fenomena yang sama yang ditampilkan oleh para pembangun Menara Babel yang diduga menggunakan kekuatan Tuhan di bumi untuk menyatukan surga dengan bumi, yang sama sekali tidak benar," katanya.

"Yang benar-benar kita butuhkan saat ini adalah pertobatan religius, dengan kata lain, pengajaran dan praktik iman yang kuat kepada Tuhan dan kepatuhan terhadap tatanan yang telah Dia ciptakan bagi kita," tambahnya.


1 comment:

  1. Permisi Ya Admin Numpang Promo | www.fanspoker.com | Agen Poker Online Di Indonesia |Player vs Player NO ROBOT!!! |
    Kesempatan Menang Lebih Besar,
    || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802

    ReplyDelete