Friday, November 27, 2015

Surat ucapan bela sungkawa PF kepada Uskup Agung di Mali...

Freemason dan Vatikan : surat ucapan bela sungkawa PF kepada Uskup Agung di negara Mali, setelah terjadinya serangan teror di sebuah hotel, tidak menyebut nama Tuhan Yesus Kristus sama sekali.




Melanjutkan diplomasi masoniknya, Sekretariat Negara (Vatikan) menjadi semakin loyo karena Cardinal Parolin, mewakili PF, telah mengirimkan surat ucapan bela sungkawa yang ‘tidak bernada Ilahiah’ kepada Uskup Agung dari Bamako, Mali. Seperti halnya surat senada yang dikirim setelah peristiwa serangan teror Paris, maka nama Tuhan Yesus Kristus tidak disebutkan sama sekali dalam surat itu, meski pada akhir pekan itu, didalam Ritus baru, adalah merupakan hari pesta Kristus Raja dirayakan. Namun nama Yesus Kristus tidak disebut sama sekali dalam surat itu. Apakah mereka mabuk oleh fantasi ekumenis, atau freemason? Atau oleh campuran keduanya?

Namun kita sadar bahwa jika tanpa Dia, kita tak bisa berbuat apa-apa (Yoh. 15:5). Begitulah pejabat Vatikan itu sebenarnya tidak berbuat apa-apa kecuali menghujat Tuhan Yesus Kristus.

Berikut ini adalah surat ucapan bela sungkawa itu :

His Excellency Archbishop Jean Zerbo

Archbishop of Bamako 

Having learned of the tragic attack, which took place in Bamako, His Holiness Pope Francis unites himself in prayer to the pain of bereaved families and the sadness of all Malians. He recommends all the victims to the mercy of God, praying that the Almighty welcome them into His light. He expresses his deepest sympathy with the injured and their families, asking the Lord to bring them comfort and consolation in their ordeal. Appalled by this senseless violence, which the Pope strongly condemns, the Pope implores God for the conversion of hearts and the gift of peace, and invokes abundance of Divine blessings on all those affected by this tragedy.

Cardinal Pietro Parolin


Secretary of State of His Holiness

Demikian juga pada saat kunjungan PF ke Amerika dan Cuba beberapa waktu yang lalu, ada tujuh kali kesempatan berpidato dan wawancara dengan wartawan yang dilakukan oleh PF dan tidak satupun menyebut kata Yesus dalam pidato-pidato atau wawancara itu. Text ke tujuh pidato PF ini dapat dibaca pada link ini : http://thewildvoice.org/pope-francis-speeches-no-jesus/#Speech%20toCuban Youth
Maka pantaslah kalau majalah News Week bertanya : Apakah Paus ini Katolik?






No comments:

Post a Comment