Tuesday, June 6, 2017

GURU-GURU PALSU AKAN MUNCUL DARI ANTARA KITA

PENGGENAPAN DARI NUBUATAN YANG MENGATAKAN BAHWA ‘GURU-GURU PALSU’ AKAN MUNCUL DARI ANTARA KITA

Kita telah melihat ‘nabi-nabi palsu’ dan ‘guru-guru palsu’ diantara uskup-uskup kita.


MONDAY, MAY 29, 2017
 Mary Ann Kreitzer (seorang umat awam di Amerika Serikat)

Silakan baca artikel aslinya disini Les Femmes the Truth

Ingatlah Kitab Yesaya yang memperingatkan akan datangnya orang-orang yang menyebut kebaikan sebagai kejahatan, dan kejahatan sebagai kebaikan. Peringatan yang sama juga sering disampaikan di dalam Perjanjian Baru. St.Paulus menulis pada surat keduanya kepada Timoteus:

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. (2 Tim. 4:3)
Petrus juga meniup sangkakala peringatannya ketika dia menulis:  
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2 Pet. 2:1)

Ya, kita telah memiliki ‘nabi-nabi palsu’ dan ‘guru-guru palsu’ di antara uskup-uskup kita. Janganlah kita sampai disesatkan oleh mereka. Namun sayangnya, banyak dari wali gereja kita adalah buruk.

Kita ambil contoh misalnya:
Uskup-uskup Malta mengecam iklan yang dibuat oleh umat beriman yang menentang perkawinan gay. Silakan lihat disini:

Uskup-uskup Malta mengijinkan umat yang bercerai dan menikah lagi dengan orang lain secara sipil, untuk menerima Komuni Kudus, tanpa mensyaratkan Pengakuan Dosa dan bertobat. Silakan lihat disini: Malta’s bishops allow civilly remarried divorcees to receive Communion

Demikian juga uskup-uskup Jerman yang mengusulkan untuk mengizinkan para pegawai Gereja untuk secara terbuka menentang ajaran Katolik. Silakan lihat disini:

Juga erosi terhadap disiplin sakramental telah dilakukan di Jerman. Silakan lihat disini:

Lalu ada lagi uskup-uskup yang secara pribadi, seperti Cardinal Joseph Tobin dari Newark, yang ditunjuk oleh PF untuk mempromosikan aktivitas kaum gay serta menentang Pastor Peter West yang mendukung dan mempertahankan kehidupan. Silakan lihat disini:

Ada lagi sebuah paroki di Keuskupan Agung Baltimore, St. Matthew's dimana ada seorang pria gay, Jordan Differding, yang menjadi anggota dewan paroki di tempat itu, dimana dia mengumumkan rencana pernikahannya (dengan sesama jenisnya) dalam sebuah buletin setempat dan sekaligus dia berpromosi agar terpilih dalam pemilihan dewan paroki mendatang. Silakan lihat disini : announced his impending "wedding" in the bulletin as part of his profile for the parish election.

Kemudian organisasi Restore D.C. Catholicism berusaha menulis surat terbuka kepada uskup setempat mengenai hal ini, tetapi uskup bersikap diam saja, seolah tuli. Kemudian ada banyak lagi paroki di seluruh Amerika Serikat yang membenarkan tindakan sodomi, sementara itu uskup yang bertanggung-jawab disitu berdiam diri, sambil membiarkan Tubuh Kristus dicemarkan oleh kaum sesat itu melalui penerimaan Komuni Kudus yang sengaja diijinkan. Sementara itu umat Katolik yang setia (Pastor Peter West) dipermalukan.

Ada banyak sekali guru-guru palsu di antara kita dan banyak pula uskup yang tidak menjalankan tanggung jawab mereka untuk mengajar, menuntun, serta menyucikan kawanannya. Maka berdoalah bagi uskup-uskup itu beserta semua umat yang mereka tuntun menuju neraka. Tidak mengherankan jika banyak orang kudus yang berkata bahwa lantai neraka dipenuhi oleh tengkorak para uskup.   

Lalu apa yang musti kita lakukan? Kenalilah iman anda, jalankanlah iman itu, dan lebih dari semuanya : berdoalah bagi para klerus. Mereka itu adalah para guru dan banyak sekali yang harus mereka pertanggung-jawabkan. Dengan menuntun kawanannya menuju neraka berarti mereka harus berada di barisan depan ! Ingatlah, Tuhan telah bersabda bahwa banyaklah yang diharapkan dari mereka yang telah diberi banyak.

 Mary Ann Kreitzer   

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/


No comments:

Post a Comment