Friday, June 16, 2017

YOHANES PAULUS II DAN BENEDIKTUS XVI BERBICARA MENGENAI RAHASIA KETIGA FATIMA


YOHANES PAULUS II DAN BENEDIKTUS XVI BERBICARA MENGENAI RAHASIA KETIGA FATIMA

“Di dalam Rahasia Ketiga kita membaca, diantaranya, kemurtadan besar di dalam Gereja dimulai dari puncaknya.” – demikian kata Cardinal Luigi Ciapi, seorang teolog penasihat Paus (dari Paus Pius XII hingga Paus Yohanes Paulus II).
  

Sementara Vatikan pada tahun 2000 (zaman pemerintahan Paus Yohanes Paulus II) merilis sebuah versi yang resmi dari rahasia ketiga Fatima, tetapi banyak penulis dan tokoh terkemuka di dalam Gereja telah mengatakan bahwa isi yang lengkap dari rahasia ketiga tidak sepenuhnya terungkap dalam versi yang resmi itu. Dalam artikel berikut ini, kami mengutip kata-kata Paus Yohanes Paulus II, dan juga Paus Benediktus XVI, yang menunjukkan tanpa ragu lagi bahwa ada lebih banyak lagi dari Rahasia Ketiga yang belum diumumkan secara resmi oleh Vatikan. 


Benedict XVI: Misi nubuatan Fatima belum diungkapkan secara lengkap.
Komentar resmi dari Vatikan mengenai rahasia ketiga Fatima adalah bahwa peristiwa-peristiwa  yang disebutkan dalam rahasia ketiga merujuk pada kejadian masa lalu, dan bukan masa yang akan datang. Vatikan secara khusus merujuk pada upaya percobaan pembunuhan terhadap Yohanes Paulus II pada tahun 1983 sebagai penggenapan dari nubuat tentang pembunuhan fatal terhadap ‘uskup berpakaian putih yang disebutkan dalam rahasia ketiga.

Namun, Paus Benediktus XVI sendiri membantah cerita resmi dari Vatikan ini, yang disampaikannya di Fatima pada 13 Mei 2010 kepada 500.000 peziarah: "Kita akan salah jika  mengira bahwa misi nubuatan Fatima telah selesai."

Dia mengakhiri homilinya saat itu dengan doa berikut, "Semoga tujuh tahun yang memisahkan kita dari seratus tahun penampakan itu (2017) akan mempercepat penggenapan nubuatan mengenai kemenangan dari Hati Maria yang Tak Bernoda, hingga kepada kemuliaan Tritunggal Mahakudus. "

John Paul II berbicara tentang Fatima
Majalah Jerman Stimme des Glaubens edisi Oktober 1981 melaporkan pada sebuah diskusi yang dihadiri oleh Paus Yohanes Paulus II dengan sekelompok umat Katolik Jerman, pada bulan November 1980. Dalam diskusi tersebut, John Paul II berbicara tentang rahasia ketiga dengan istilah yang bersifat katastropik. Dia mengatakan bahwa lautan akan membanjiri seluruh wilayah bumi. Dia juga berbicara tentang krisis yang akan datang di dalam Gereja: "Berapa kali pembaharuan di dalam Gereja muncul melalui tumpahan darah! Kali inipun (pembaharuan itu) tidak akan berbeda."

Di bawah ini, kami menyampaikan sebuah laporan tentang diskusi antara John Paul II dengan sebuah majalah Jerman:

Bapa Suci ditanya, "Bagaimana dengan Rahasia Ketiga Fatima? Bukankah ia telah diterbitkan tahun 1960? "

Paus Yohanes Paulus II menjawab: "Mengingat keseriusan isinya, maka para pendahulu saya di Tahta Petrus secara diplomatis lebih memilih untuk menunda publikasinya agar tidak sampai mendorong kekuatan Komunisme dunia untuk melakukan gerakan tertentu.

"Di sisi lain, sudah cukuplah bagi semua umat Kristiani untuk memaklumi hal ini: jika ada pesan di mana tertulis bahwa lautan akan membanjiri seluruh wilayah bumi, dan bahwa dari situ ada jutaan orang yang akan binasa, tentu saja publikasi pesan semacam itu bukan lagi sesuatu yang sangat dikehendaki."

Paus melanjutkan: "Banyak orang yang ingin tahu hanya karena rasa ingin tahu dan rasa sensasional saja, tapi mereka lupa bahwa pengetahuan itu juga membawa serta tanggung jawab. Mereka hanya mencari kepuasan dari rasa ingin tahu mereka, dan itu akan berbahaya jika pada saat yang sama mereka tidak bersedia berbuat sesuatu, dan jika mereka yakin bahwa tidak mungkin bisa melakukan sesuatu untuk melawan kejahatan yang ada di dunia."

Kemudian Paus mengambil sebuah Rosario dan berkata: "Inilah obat untuk melawan kejahatan saat ini. Berdoalah, berdoalah, dan jangan meminta apa-apa lagi. Serahkan segala sesuatu kepada Bunda Allah."

Bapa Suci kemudian ditanya: "Apa yang akan terjadi pada Gereja?"

Dia menjawab: "Kita harus mempersiapkan diri kita untuk mengalami pencobaan besar dan dalam waktu lama, dimana hal itu akan menuntut kita untuk bersedia menyerahkan hidup kita, dan dedikasi total kepada Kristus dan demi Kristus ... Dengan doa-doa anda dan saya, adalah mungkin untuk mengurangi kesengsaraan itu, tapi tidak mungkin lagi untuk mencegahnya, karena hanya dengan melalui hal itu (kesengsaraan) Gereja dapat diperbaharui secara efektif. Telah beberapa kali pembaharuan Gereja muncul dari genangan darah! Kali ini juga tidak akan berbeda. Kita harus kuat dan siap, dan percaya kepada Kristus dan BundaNya, dan dengan tekun berdoa Rosario."


Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment