Thursday, June 1, 2017

VORTEX: JUDAS-PUN MEMBANGKITKAN ORANG MATI

VORTEX: Judas-pun membangkitkan orang mati

Namun dia mengabaikan rahmat Tuhan

May 30, 2017

Di lingkungan yang luhur dari para kudus, para Bapa dan Doktor Gereja, ada banyak sekali keindahan, kemuliaan, dan keajaiban yang tak dapat dikisahkan. Perenungan dan wawasan mereka, yang diilhami oleh Surga, menuju misteri-misteri dan kebenaran-kebenaran yang dalam dari alam semesta ini selalu membuat kita berdiri kaku dan takjub. Karena hal itu sangat menyengat seperti lecutan petir.

Misalnya saja perkataan St. Alphonsus Ligouri. Perkataannya merupakan peringatan bagi kita semua. Dia berkata agar kita tak boleh lupa bahwa pada saat ini, ada jiwa-jiwa di dalam neraka yang pada saat hidupnya di dunia dulu mereka itu lebih kudus daripada kita saat ini. Kemudian dia menekankan: “Ingatlah, Judas-pun membangkitkan orang mati.”

Renungkanlah kalimat itu untuk sesaat. Di dalam Injil Mateus, Tuhan kita mengutus para rasul pergi dan berkata: “Sembuhkanlah yang sakit, bangkitkan yang mati, bersihkanlah orang yang sakit kusta, usirlah iblis.” Begitulah Judas, yang kemudian mengikuti bujukan iblis dan setan, menghabiskan lebih banyak waktunya di dunia ini untuk mengusir iblis dan setan.  

Bayangkanlah keadaan mengerikan yang telah menantikan Judas di tangan setan dan iblis yang sama itu, ketika dia (Judas) turun kedalam neraka. Dulu Judas juga pernah melakukan keajaiban-keajaiban. Semua rasul Yesus juga melakukannya. Mereka membangkitkan orang mati. Judas Iscariot juga pernah membangkitkan orang mati. Namun kini dia berada di dalam neraka.

Inilah peringatan dari St. Alphonsus Ligouri, hasil dari penglihatan dan perenungannya mengenai pertempuran di dunia spirituil. Tak seorangpun yang aman hingga mereka berada di tempat yang aman itu (Surga). Tak seorangpun.

Betapa mengerikan jika kita membayangkan adanya seorang imam misalnya, yang tangannya telah diurapi pada saat pentahbisannya, untuk mengkonsekrasikan dan menghadirkan Allah dari Surga ke dunia, kemudian ternyata dia terbakar selamanya dengan intensitas kengerian yang jauh melebihi kata-kata untuk diceritakan. Dan memang seperti itulah yang telah disaksikan sendiri oleh St. Teresa of Avila, ketika dia diperlihatkan kepada pemandangan neraka. Dia bisa menceritakan jiwa-jiwa mana yang adalah seorang imam, karena pada telapak tangan mereka dimana pengurapan suci itu dilakukan pada saat pentahbisan, bagian itu terbakar dengan intensitas yang lebih besar daripada jiwa-jiwa terkutuk lainnya di neraka.
Bagaimana bisa seorang Judas yang pada suatu hari dulu pernah melakukan keajaiban-keajaiban dan kemudian pada saat berikutnya ikut merancang dan melaksanakan tindakan kematian Tuhan kita? Karena dia tidak mau setia dan taat setiap hari. Kita tahu bahwa dia adalah seorang pencuri. Apakah dia sudah menjadi pencuri sejak dia dipanggil oleh Yesus? Kita tidak tahu. Namun kita tahu bahwa pada akhir hidupnya dia adalah sebagai pencuri. Pernah pada sebuah saat, dia memegang kantung uang yang menyimpan uang hasil yang diperoleh para rasul yang lain, saat itu dia dipercaya untuk memegang uang, dan dia mencuri beberapa dari uang itu.

Semula hal itu nampaknya tidak begitu berarti. Dan kenyataannya, mungkin saja tidak terlalu banyak yang diambilnya. Bayangkan bagaimana jika Yesus dan para rasul yang lain berkelana kian kemari dengan membawa kantung uang. Tetapi yang ditekankan disini adalah bahwa Judas telah mengembangkan kebiasaan berbuat dosa, sedikit demi sedikit melalui dosa yang kecil-kecil. Dia kemudian tenggelam di dalam dosanya karena dia sudah menjadi terbiasa. Karena itu semakin sering dia mencuri, semakin menurun kesadarannya akan bobot dari dosa itu. Hingga dosa itu menjadi bukan dosa lagi baginya.

Begitulah Judas telah menata kejatuhannya sendiri. Dan ketika saatnya tiba, karena telah terbiasa berbuat dosa, maka 30 keping perak sudah cukup untuk membuatnya terjatuh selamanya --- seorang rasul yang pernah membangkitkan orang mati namun masuk neraka pada akhir hidupnya.


Adakah kisah yang lebih menyedihkan, lebih menggelisahkan dan lebih membuat kita harus waspada daripada ini?

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment