Saturday, March 28, 2020

CORONAVIRUS: SEBUAH PEMURNIAN DARI TUHAN...




 These Last Days News - March 26, 2020


CORONAVIRUS: SEBUAH PEMURNIAN DARI TUHAN...



EponymousFlower.Blogspot.com reported on March 23, 2020:

By David Martin


Sementara Coronavirus bukan merupakan epidemi di Amerika Utara, tetapi ia mencapai proporsi epidemi di Italia utara. Perhatikan bahwa bukan Beijing atau Hong Kong yang paling terpukul oleh COVID-19, tetapi justru kota Bergamo (Italia) yang relatif kecil, populasi 122.000, yang menjadi pusat epidemi, tempat lebih dari 600 orang meninggal dalam sehari karena virus ini.

Menariknya, adalah uskup dan keuskupan Bergamo yang menerbitkan doa kepada Pachamama di situs webnya dan bahwa paus Francis serta para kardinalnya menggunakan kota itu untuk memuja berhala Pachamama selama Sinode Amazon yang diselenggarakan 6-27 Oktober 2019.

Perhatikan juga, bahwa Coronavirus pertama kali menginfeksi orang-orang di Wuhan di sekitar waktu ketika Francis dan para kardinalnya "berdoa" di hadapan berhala itu di Roma. Tampaknya bahwa pencemaran terhadap Bait Allah di Vatikan / Roma adalah yang menyebabkan wabah ini!

Ini belum lagi adanya fakta Vatikan telah mengkhianati Gereja Katolik bawah tanah di Cina dengan menjadikan gereja-gereja Katolik sebagai sasaran pelecehan dari para pemimpin Komunis yang mencoba memaksakan indoktrinasi terhadap umat beriman dengan ide-ide Komunis.  https://www.churchmilitant.com/news/article/chinese-catholics-pray-outside-government-barred-churches. Apakah mengherankan jika Italia kemudian mewarisi wabah penyakit dari Cina?

 

Hukuman Atas Dosa


Secara umum, kita harus melihat Coronavirus sebagai hukuman atas meningkatnya wabah dosa di seluruh dunia. Tetapi kita juga harus mencatat hubungan yang jelas antara wabah ini dengan peringatan Bunda Maria Fatima yang berbicara mengenai "kesalahan" Komunisme, dan dengan melihat bahwa penyebaran Coronavirus berasal dari Cina Komunis.

Apakah COVID-19 adalah kejadian 'alami' atau senjata biologi yang dimunculkan kepada kita oleh kaum globalis yang bertujuan untuk menekan pasar dan membatasi kebebasan kita, itu - dalam analisis akhir – adalah hukuman dari Tuhan untuk membangunkan dan memperbaiki Gereja. Karena itu, semakin penting bagi Gereja untuk membuat perbaikan di hadapan Hati Allah, terutama dengan membiarkan cahaya Iman Sejati bersinar melawan keinginan kaum Komunis. Gereja harus tetap dibuka!

Jelas, media massa yang dikendalikan oleh setan menggunakan COVID-19 sebagai senjata biologis untuk menanamkan ketakutan dan ketidakstabilan di seluruh dunia, dan para uskup menyebarkan disinformasi soal virus ini. Tidak ada pandemi di Amerika Utara, dan statistik membuktikannya. Hanya 380 yang meninggal di AS dari COVID-19 dibandingkan dengan 45.000 orang yang meninggal setiap tahun di Amerika karena influenza, sehingga tidak masuk akal jika para uskup harus tunduk kepada penguasa elit global dengan menutup gereja-gereja kita. Misa dan prosesi publik perlu ditingkatkan!

Selama bertahun-tahun para internasionalis telah berupaya menciptakan keadaan darurat sehingga mereka dapat membuat negara kita terkunci, tetapi mereka tidak berhasil karena Kurban Misa Kudus terus dikatakan di negara kita.

Namun, penangguhan Misa Kudus saat ini telah membuka jalan bagi para globalis untuk menutup negara kita. Padahal sebuah kata sederhana saja dari para uskup agar membuka kembali gereja-gereja dan melanjutkan Misa, akan bisa merubah hal ini, namun sayangnya, para uskup itu justru membantu rencana kaum globalis ini untuk menutup Gereja.

Marilah kita semua waspada dengan pembatasan yang semakin meningkat terhadap kebebasan kita atas nama kesehatan pribadi dan keselamatan publik. Sejarah telah mengajarkan kita bahwa masa krisis, kebingungan, dan kepanikan, akan digunakan untuk mengguncang masyarakat dan menjadikan masyarakat tunduk kepada kekuatan diktator.

Haruskah kita segera menjadi seperti Bergamo, Italia, di mana pasukan tentara saat ini telah dilibatkan untuk menegakkan tindakan lockdown? Semakin banyak fakta bahwa keadaan darurat militer di dunia sudah dekat.

Tuhan adalah satu-satunya harapan kita dalam krisis ini, sehingga para uskup AS hendaknya dengan satu pikiran akan setuju untuk membuka kembali gereja-gereja dan memulihkan kembali Misa Kudus, dengan menyadari bahwa langkah seperti itu adalah satu-satunya obat untuk menjaga Amerika tetap sehat dan bebas. Tanpa ini, lockdown terhadap kota-kota hanya akan terus meningkat sampai saatnya ketika kita akhirnya menjadi negara polisi. Kediktatoran!

* Sementara langkah Presiden Trump untuk mengaktifkan Pengawal Nasional di beberapa negara bagian patut dipuji, kita berdoa agar kaum globalis tidak menggunakan niat baik Trump ini untuk mengarahkan Amerika ke arah yang salah.


*****

Satu Kaki Di Neraka

"Sebuah negara yang menutup diri terhadap Tuhannya berarti memulai jalan menuju kehancurannya sendiri. Sebuah negara yang kehilangan moralitasnya berarti ia telah menempatkan satu kakinya di neraka. Perbudakan, penodaan, penghancuran jiwa — semua akan menuai apa yang mereka tabur. Banjir, panas luar biasa , maut. Kamu akan dikunjungi oleh sebuah wabah penyakit! Ketahuilah sekarang jari maut akan diletakkan di atas duniamu. Ketika kamu melewati krisis ini, banyak yang akan dibersihkan. " – (Bunda Maria, Bayside, 1 April 1972)

"Akan ada sebuah wabah besar yang mengunjungi negaramu dan dunia. Banyak anak akan mati dalam pembersihan ini — jiwa-jiwa muda diselamatkan dari kontaminasi sebuah dunia yang telah menyerahkan dirinya kepada setan!" – (Bunda Maria, Bayside, 18 Maret 1973)

"Wabah besar dan kegelapan akan terjadi sebelum datangnya Bola Penebusan." - (Bunda Maria, Bayside, 25 Maret 1973)


Penglihatan Oleh Veroica

Veronica – Nampak Bunda Maria berdiri di sisi kanan pohon, tepat di atasnya. Dan St.Michael nampak berada di atas patung Bunda Maria, dia berada tinggi di langit. Dia melihat ke bawah, dan dia sekarang menunjuk ke sebuah tombak, dengan tombaknya di sisi kiri langit kita di sini, dan ada huruf-huruf yang terbentuk di langit, dengan huruf hitam: "WABAH DAN PERANG."

Kemudian nampak St.Michael menunjuk dengan tombaknya, dan ada seekor kuda hitam berlari melintasi langit. Itu adalah kuda hitam besar yang tampak tidak menyenangkan, dan ada penunggangnya. Penunggangnya berpakaian serba hitam; dia tampak seperti algojo. Dia memakai kerudung di kepalanya, dan dia membawa sesuatu di tangannya. Aku tidak tahu apa itu. Ia terlihat seperti keranjang. Sekarang di belakangnya ada kuda hijau, dan kuda hijau itu juga memiliki tampilan yang tidak menyenangkan. Dan kemudian terdengar suara yang berteriak: "Sampar dan penyakit. Penyakit pada tubuh. Sampar, penyakit pada tubuh." – (Penglihatan di Bayside, 14 Agustus 1976)




*****






1 comment:

  1. Numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    ReplyDelete