Thursday, June 18, 2020

TERTUDUH PELAKU PENCABULAN SEXUAL MENDUDUKI JABATAN DI BANK VATICAN


NEWS: WORLD NEWS

 

TERTUDUH PELAKU PENCABULAN SEXUAL MENDUDUKI JABATAN DI BANK VATICAN


Francis & Gustavo Zanchetta


by Paul Murano  •  ChurchMilitant.com  •  June 16, 2020  

 

Tertuduh pelaku pencabulan sexual ini juga melakukan ketidakwajaran keuangan

VATICAN CITY (ChurchMilitant.com) - Seorang uskup Argentina, diskors setelah tuduhan pencabulan seksual dengan para seminaris di keuskupannya, diam-diam kembali ditugaskan oleh paus Francis untuk bekerja di Bank Vatikan.

Meskipun menghadapi persidangan atas tuduhan pelecehan seks, namun uskup Gustavo Zanchetta, mantan kepala keuskupan Orán, kembali bekerja sebagai pejabat penilai di Bank Vatikan – sebuah posisi yang diciptakan khusus untuknya oleh paus Francis.

Bp. Gustavo Zanchetta


Pada Juni 2019, Zanchetta secara terbuka dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap dua orang seminaris pada 2016-2017. Dia didakwa dengan "pelecehan seksual terus menerus yang diperburuk yang dilakukan oleh seorang pejabat dari sebuah organisasi keagamaan," dan dia bisa menghadapi ancaman beberapa tahun penjara.

Selain tuduhan pelecehan seksual, pembongkaran file rahasia keuskupan yang dilakukan oleh para pejabat Argentina mengungkapkan adanya kesalahan keuangan, yang menjerat uskup Zanchetta dengan tuduhan tambahan yang berupa kesalahan keuangan dan penipuan terhadap negara. Uskup ini dituduh menerima ratusan ribu dolar dari pemerintah untuk memulihkan pastorannya, serta untuk memberikan serangkaian kuliah di seminari Orán yang sama sekali tidak pernah dilakukan olehnya.

Sebagai anak didik Paus Francis, Zanchetta bertugas sebagai uskup di Orán dari 2013-2017, bekerja sama dengan Abp. Jorge Mario Bergoglio (saat ini Paus Francis) dalam konferensi uskup Argentina. Setelah tuduhan pelecehan seksual muncul terhadapnya, Zanchetta mengundurkan diri, seolah-olah karena alasan kesehatan. Segera setelah itu, ia dipindahkan oleh paus Francis ke Roma. Zanchetta ditunjuk oleh Francis pada 2017 untuk bekerja di bank sentral Vatikan dalam posisi "penilai," sebuah posisi yang diciptakan khusus oleh paus Francis untuk uskup Argentina itu.


Vatikan mengakui bahwa uskup itu sedang diselidiki, tetapi menyatakan tidak mengetahui adanya tuduhan pelecehan seksual terhadap uskup Zanchetta pada saat ia mengundurkan diri dari keuskupan Orán. Tweet


Tuduhan formal pertama terhadap uskup Zanchetta datang pada 2015, ketika seorang sekretaris keuskupan menemukan gambar-gambar porno di HP-nya. Dia diskors dari jabatan di Vatikan pada Januari 2019 setelah secara resmi dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap dua seminaris.

"Pada saat pengunduran dirinya, ada tuduhan otoriterisme terhadapnya, tetapi tidak ada tuduhan pelecehan seksual," kata juru bicara Takhta Suci.


Zanchetta telah dilarang bepergian setelah didakwa secara resmi pada Juni 2019 oleh pihak berwenang Argentina. Tweet


Sejak skorsing, Zanchetta telah bolak-balik antara Argentina dan Roma, menghadirkan dirinya kepada hakim setiap kali dipanggil. Berbagai sumber telah mengkonfirmasi adanya pengadilan sipil untuk Zanchetta yang pada awalnya dijadwalkan pada paruh pertama tahun 2020, tetapi sistem peradilan Argentina hampir ditutup karena pandemi Wuhan. Saat ini tidak jelas kapan persidangan akan berlangsung. Setelah dua bulan pandemi, lockdown diberlakukan di Vatikan, dan sekarang setelah Vatikan memulai kembali kegiatan normalnya - Zanchetta diam-diam terbang ke Roma, kembali ke posnya di bank sentral Vatikan.

Matteo Bruni

Zanchetta telah dilarang bepergian setelah didakwa secara resmi pada Juni 2019 oleh otoritas Argentina; namun, Hakim Claudio Alejandro Parisi dari Salta, yang diduga di bawah tekanan dari Tahta Suci, membatalkan larangan bepergian Zanchetta dan mengizinkan uskup itu untuk bepergian ke Vatikan - asalkan ia kembali ke Argentina untuk diadili. Menurut media Crux, Hakim Claudio Parisi memberi lampu hijau terakhir untuk kembalinya Zanchetta, dengan mengatakan bahwa prelatus predator itu telah "bersedia bekerja sama dengan sistem peradilan Argentina."

Disamping persidangan yang sedang berlangsung, direktur kantor pers Takhta Suci, Matteo Bruni, membenarkan bahwa "walaupun secara aturan, dia tetap tersedia bagi otoritas pengadilan Argentina, namun uskup Zanchetta juga tetap dapat melanjutkan kembali tugasnya di Vatikan, yang tidak menghambat jalannya investigasi pengadilan Argentina."

Menurut paus Francis, Zanchetta juga diselidiki oleh Vatikan atas kasus pelecehan sexual. Namun, ketika ada proses peradilan sipil yang sedang berlangsung, Vatikan jarang mengungkapkan hasil penyelidikannya sendiri terhadap tuduhan pelecehan seksual itu.

Di Keuskupan Agung Salta, kota metropolitan Orán, sumber-sumber mengatakan mereka telah mengirim semua informasi mereka ke Roma, dan kasus ini sekarang berada di luar yurisdiksi mereka.

*****




No comments:

Post a Comment