Tuesday, June 9, 2020

IMAM DI JERMAN MENGANJURKAN UMATNYA UNTUK MENDARASKAN...



IMAM DI JERMAN MENGANJURKAN UMATNYA UNTUK MENDARASKAN DOA-DOA MISA KUDUS (TERMASUK DOA KONSEKRASI) ATAS ROTI DAN ANGGUR DI RUMAH



"Saya sengaja memasukkan bagian doa konsekrasi dan meminta umat di rumah untuk mengambil sepotong roti '

Mon Jun 8, 2020 - 12:37 pm EST
·        

By Martin Bürger
  
WÜRZBURG, Jerman, 8 Juni 2020 (LifeSiteNews) - Beberapa paroki di keuskupan Jerman di Würzburg menerbitkan teks-teks untuk mengadakan kebaktian di rumah yang melibakan umat awam yang diijinkan untuk mengucapkan doa atau kalimat ‘konsekrasi’ atas roti, suatu tindakan yang hanya diperuntukkan bagi para imam. Ketika gereja-gereja mulai dibuka, setelah lockdown, paroki-paroki yang sama itu memiliki umat awam yang membawa roti di dalam ‘kotak makan siang’ yang akan mereka pegang di tangan mereka selama Misa di Gereja dan kemudian makan roti itu dengan menganggap hal itu sebagai Komuni Kudus.

Pastor Bernhard Albert dari Frammersbach, dekat Frankfurt, telah menyediakan teks bagi umatnya di paroki untuk melakukan layanan ibadah di rumah mereka sendiri di tengah pandemi coronavirus. "Saya sengaja memasukkan bagian doa konsekrasi dan meminta orang-orang di rumah untuk mengambil sepotong roti," kata imam berusia 65 tahun itu kepada surat kabar lokal Main-Post pada 3 Juni 2020.

Bahkan setelah Misa umum diizinkan lagi oleh pemerintah dan keuskupan, namun pastor Albert tetap meminta umatnya untuk membawa roti mereka sendiri ke gereja dalam kotak makan siang.

"Itu bukan masalah. Setiap orang punya roti dan sebuah kotak makanan di rumah,” katanya. "Yesus selalu merayakan dengan apa yang dimiliki orang-orang dan apa yang ada pada mereka."

Para anggota paroki dari pastor Albert tampaknya tidak melihat ada masalah dengan praktik seperti itu. "Umat merasa sangat senang," kata imam itu. "Mereka melaporkan bahwa mereka mengalami persekutuan dengan Tuhan yang jauh lebih intens daripada biasanya."

Pastor itu juga mengatakan tindakan itu "adalah sangat higienis."

Pada saat penulisan ini, teks-teks untuk tiga hari perayaan Misa yang berbeda telah tersedia di situs web pastor itu. Tiga paroki pastor Albert, sebut saja namanya Pentecost SundayPentecost Monday, yang merupakan hari suci wajib di Jerman, dan Trinity Sunday.

Umat beriman di rumah, membuat tanda salib di atas roti dan anggur, mengucapkan doa singkat, dan kemudian mengonsumsi roti dan anggur itu. Untuk roti, mereka harus berkata, “Kami menerima dan memakan roti: yang bagi kami merupakan tubuh Yesus, yang telah diserahkan untuk kami. Kami melakukan ini sebagai peringatan akan Dia." Demikian pula, untuk anggur, umat berkata, "Kami menerima dan minum anggur yang bagi kami merupakan darah Yesus, darah Perjanjian Baru, yang ditumpahkan bagi kami demi pengampunan dosa."

Teks-teks untuk Trinity Sunday tidak lagi menyebutkan bahwa roti dan anggur "bagi kita" adalah tubuh dan darah Kristus. Sebaliknya, roti dan anggur diberkati, dan umat beriman diminta untuk "makan roti yang diberkati (dan minum anggur) untuk mengenang Yesus dan kepastian atas seluruh kesatuannya dalam kasih kepada kita."

Untuk Pentakosta, doa pada saat itu adalah atas roti dan anggur “yang diberkati dan dikonsekrasikan.”

Menurut Katekismus Gereja Katolik, setiap kali seorang imam atau uskup mengucapkan doa konsekrasi atas roti dan anggur, maka terjadi perubahan, transubstansiasi, roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Di bawah spesies roti dan anggur yang telah dikonsekrasikan ini, Kristus sendiri, hidup dan mulia, hadir dalam cara yang benar, nyata, dan substansial: itulah Tubuh dan Darah-Nya, serta dengan Jiwa dan Keilahian-Nya.”

Namun, "Hanya imam yang ditahbiskan secara sah," serta para uskup, "yang dapat memimpin Ekaristi dan mengkonsekrasikan roti dan anggur sehingga ia menjadi Tubuh dan Darah Tuhan."

Menurut Hukum Kanon, “Kurban Ekaristi kudus harus dipersembahkan dengan roti dan anggur di mana sedikit air harus dicampurkan. Roti harus hanya terbuat dari gandum dan baru saja dibuat, agar tidak ada bahaya kerusakan. Anggur harus alami dari buah anggur dan tidak dari buah yang rusak."

Selain itu, "imam harus menggunakan roti tidak beragi dalam perayaan Ekaristi setiap kali ia merayakannya."

Situs web berita Katolik Austria, kath.net telah mempertanyakan kepada keuskupan Würzburg apakah tindakan itu bisa memastikan bahwa hukum dan peraturan liturgi Gereja tetap dipelihara. Juga, media kath.net bertanya tentang tindakan yang meniru perayaan Ekaristi selama kebaktian di rumah tanpa seorang imam.

Juru bicara Keuskupan, Bernhard Schweßinger, hanya menjawab, “Pertama: Keuskupan Würzburg bertanggung jawab dengan pedoman liturgi. Kedua: Keuskupan Würzburg sedang mengklarifikasi masalah ini dengan pastor yang bertanggung jawab dengan melakukan kontak langsung.”

Imam yang bertanggung jawab atas paroki lain di keuskupan Würzburg, pastor Stefan Redelberger dari Ansbach, juga meminta umatnya datang ke Misa dengan membawa roti dalam kotak makan siang, seperti yang ditunjukkan oleh media kath.net.

Dalam pengumumannya, pastor memulai dengan kutipan yang tidak pasti, mungkin merangkum keinginan banyak umat beriman. “Sejak pertengahan Maret, kami harus mengurangi ibadah di gereja. Sudah waktunya bagi semuanya untuk kembali normal! Saya tidak berpikir kita harus begitu ketat dengan aturan."

Selanjutnya pastor Redelberger menjelaskan praktik baru Perjamuan Kudus di parokinya, yang bertentangan dengan aturan yang ditetapkan oleh Gereja.

“Untuk menghindari dua momen berbahaya dari perayaan Ekaristi (membagikan Komuni dan presentasi atau adorasi Hosti Kudus), setiap orang / pasangan / keluarga atau komunitas yang tinggal di apartemen yang sama, bisa membawa sebuah kotak makan siang dengan jumlah potongan roti yang sesuai. “Roti ini, "tulisnya. “...selama konsekrasi, Anda dipersilakan memegang kotak makan siang itu di tangan. Untuk penerimaan Komuni, Anda mengambil sepotong roti sendiri dari kotak Anda dan memakannya di tempat Anda."

Imam itu berusaha membenarkan cara menerima Ekaristi seperti itu sebagai “praktik yang sangat umum dalam sejarah Gereja. Bergantung pada situasinya, dua tanda perayaan Ekaristi, roti dan anggur, harus disesuaikan dengan persyaratan yang ada.”

*****











No comments:

Post a Comment