Saturday, June 13, 2020

MENGAPA UMAT KRISTIANI TIDAK DAPAT MENDUKUNG BLM



MENGAPA UMAT KRISTIANI TIDAK DAPAT MENDUKUNG ‘BLACK LIVES MATTER’





Organisasi Black Lives Matter sepenuhnya menentang moral dan nilai-nilai Kristiani.

Wed Jun 10, 2020 - 7:12 pm EST

By LifeSiteNews.com


10 Juni 2020 (LifeSiteNews) – Kita bisa menyaksikan banyak foto dan video protes dan kerusuhan melanda seluruh negara dalam menanggapi kematian George Floyd. Pembunuhan yang tidak adil terhadap George Floyd telah memicu gerakan melawan kebrutalan polisi dan ketidakadilan rasial. Gerakan Black Lives Matter (BLM) telah melompat ke garis depan dalam protes ini dan mendorong daftar tuntutan kepada mereka yang memiliki hak istimewa’ yaitu kaum kulit putih.

Dalam episode The Van Maren Show hari ini, pemimpin pro-kehidupan Afrika-Amerika, Ryan Bomberger, berbicara tentang kerugian yang diakibatkan oleh organisasi resmi BLM dan cara terbaik untuk menanggapi ketidakadilan yang terjadi di AS dan di seluruh Amerika dan di dunia.

Ryan Bomberger dikandung oleh ibunya dalam sebuah pemerkosaan dan kemudian dia diadopsi kedalam sebuah menjadi keluarga ‘multi-rasial’ dengan sembilan anak adopsi lainnya dan tiga anak kandung. Bomberger adalah Profesional Kreatif pemenang hadiah Emmy® dan salah satu pendiri Radiance Foundation. Radiance Foundation didirikan ‘untuk secara kreatif menegaskan bahwa setiap kehidupan manusia memiliki tujuannya sendiri.’

Dalam rekaman video, Bomberger dan Van Maren mulai dengan membahas betapa memilukannya hal itu ketika ada nyawa yang hilang karena terbunuh. Tragedi ini awalnya menyebabkan persatuan orang-orang yang marah atas pembunuhan George Floyd, tetapi persatuan ini dengan cepat menjadi luntur dan dipolitisasi.

Pada intinya, keributan ini bukanlah tentang ras, tetapi tentang budaya.

"Tapi bagaimana dengan para politisi yang menyalahgunakan kekuasaan mereka?" tanya Bomberger.
“Bagaimana dengan para politisi yang selama puluhan tahun telah menciptakan lingkungan yang lebih miskin? Bahwa mereka memang memiliki tingkat kejahatan yang lebih tinggi? Mereka juga memiliki tingkat aborsi yang lebih tinggi. Saya memiliki angka bahwa putus sekolah yang lebih tinggi memiliki peluang ekonomi lebih sedikit. Bagaimana dengan para politisi yang dimintai pertanggungjawaban atas korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan mereka? Komunitas tanpa ayah jauh lebih rentan terhadap predator apa pun, apakah itu bagi kepentingan industri aborsi atau obat-obatan. Tetapi saya tidak mendengar hal itu dibicarakan oleh khalayak luas.”

Bomberger menyoroti fakta bahwa masalah ras masih belum benar-benar terlihat sampai tahun 1700-an. Juga masalah ras tidak disebutkan dalam Alkitab. Orang digambarkan sebagai orang Yahudi atau bukan Yahudi dalam Alkitab, bukan berdasarkan ras.

Gerakan BLM adalah tentang kekuatan hitam dan benar-benar tanpa Tuhan atau dasar agama apa pun. Tujuan pendirinya adalah untuk menyebarkan kekuatan hitam di seluruh negara. Bomberger mengakui bahwa masalah rasisme ada di AS, tetapi dia mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh kelompok BLM tidak membantu menyelesaikan masalah itu.

Sebaliknya Bomberger mengajak gereja untuk memimpin gerakan. "Gereja harus menjadi pemimpin dalam hal ini"

“Kami masih memiliki bahan pembicaraan yang sama. Kami masih berakhir pada titik awal yang sama. Mengapa demikian? Karena gereja tidak memimpin pandangan dunia sekuler dan gerakan sekuler yang tidak memiliki sifat pengampunan, tidak ada rekonsiliasi di dalam hatinya, yang harus menuntunnya.”

Bomberger menunjukkan fakta bahwa gerakan hak-hak sipil berhasil karena didirikan memakai nama agama Kristen. Malcom X dan Martin Luther King Jr. keduanya menyerukan reformasi rasial, tetapi pendekatan mereka secara dramatis berbeda. Pidato King sarat dengan kutipan Alkitab, referensi Alkitab, dan mendorong pendekatan tanpa kekerasan.

Hari ini, gerakan BLM menyerang polisi, mendorong kebencian, dan menganut prinsip-prinsip yang dianggap mengganggu oleh setiap umat Kristiani. Namun, Bomberger menunjukkan bahwa ada juga umat Kristiani yang ikut berbaris dan berpawai bersama kelompok BLM.

Listen to the full episode here: 

Bomberger mengingatkan umat Kristiani bahwa gerakan BLM tidak sesuai dengan nilai-nilai Kristiani.

“Alih-alih menghasut kebencian dan kekerasan, kita membutuhkan penyembuhan,” kata Bomberger.

Sejak awal, gerakan gerakan BLM juga telah sangat terhubung dengan gerakan LGBT. Itu dimulai oleh tiga orang wanita dalam menanggapi kasus Treyvon Martin. Tapi dari sana, hal itu telah berkembang hingga mencakup seluruh ideologi "menyebarkan kekuatan hitam" di seluruh bangsa.

“Untuk memahami gerakan ini, Anda harus memahami pandangan dunia dari mereka yang memimpin gerakan ini. Dan ketika Anda memiliki pandangan dunia yang begitu hancur saat ini, yang begitu terperangkap dalam gerakan ‘kulit hitam kiri’ yang sangat politis, sehingga hanya nasionalisme kulit hitam yang dimuntahkan.”

Van Maren menunjuk pada fakta bahwa meskipun gerakan BLM tidak berakar dalam agama Kristiani, namun tindakan dan kata-kata mereka tetap ‘tampaknya’ religius. Mereka berlutut, mereka melafalkan ‘kredo’ atau kepercayaan mereka. Hampir seolah-olah sebuah agama baru diciptakan dari gerakan ini.

Bomberger menyebutnya ‘semacam agama,’ tetapi agama yang tidak berakar pada Kristus atau Alkitab. Alih-alih memimpin gerakan dan membantu untuk benar-benar menyembuhkan perpecahan, gereja-gereja justru tersedot ke dalam gerakan BLM yang bertentangan dengan begitu banyak kepercayaan mereka yang asli.

Bomberger mendorong orang-orang untuk kembali kepada Kitab Suci dan untuk tidak takut untuk berbicara. Dia menyoroti Mazmur 89:14, yang berbicara tentang kebenaran, keadilan, kasih yang tak berkesudahan, dan kebenaran dalam berbicara tentang takhta Allah.

Dia juga mendorong pendengarnya untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dan bekerja dari fondasi Kristiani untuk mengubah budaya.

*****











1 comment:

  1. ayo daftarkan diri anda di 4g3n365*c0m :D
    WA : +85587781483

    ReplyDelete