Tuesday, January 3, 2017

KARDINAL BRANDMULLER...

KARDINAL BRANDMULLER : BARANGSIAPA YANG MENGIRA BAHWA ‘PERBUATAN ZINA YANG DILAKUKAN SECARA MENETAP’ DAN ‘MENERIMA KOMUNI KUDUS’ ADALAH BISA BERJALAN SEJAJAR, MAKA DIA ADALAH SEORANG BIDAAH DAN PENDUKUNG TERJADINYA SKISMA DI DALAM GEREJA

23 December 2016



ROME, December 23, 2016 (LifeSiteNews) Dalam sebuah wawancara yang baru dengan majalah Jerman Der Spiegel, salah satu dari ‘kardinal dubia’ berkata:  “Barangsiapa yang mengira bahwa ‘perbuatan zina yang dilakukan secara menetap’ dan ‘menerima komuni kudus’ adalah bisa berjalan sejajar, maka dia adalah seorang bidaah dan pendukung terjadinya skisma di dalam gereja.”

Cardinal Walter Brandmuller membuat pernyataan ini di hadapan Walter Mayr reporter Spiegel mengenai the dubia – yaitu lima buah pertanyaan yang hingga saat ini tidak dijawab, yang diajukan oleh empat orang kardinal dan dilakukan secara terbuka dan resmi, agar PF membuat klarifikasi terhadap penafsiran terhadap anjuran Amoris Laetitia, yang berpotensi menimbulkan kesesatan atau bidaah.

Dalam wawancara terpisah hari ini dengan Vatican Radio, orang kepercayaan PF, Cardinal Walter Kasper, berkata bahwa PF telah menyampaikan secara jelas di dalam Amoris Laetitia, dan bahwa PF telah menegaskan sikapnya melalui pernyataannya yang menyetujui pendekatan yang dilakukan oleh uskup-uskup Argentina (mengenai penerimaan Komuni oleh umat yang bercerai dan menikah lagi). Surat PF kepada uskup-uskup Argentina yang dimaksud oleh Kasper itu mengatakan bahwa adalah benar untuk menafsirkan Amoris Laetitia seperti itu, yaitu mengijinkan pemberian Komuni Kudus, dalam kasus terbatas, kepada orang yang bercerai dan menikah lagi, meski tanpa adanya anulasi atas perkawinan pertamanya.

Dalam pengertian Katolik, hal itu berarti penerimaan Komuni bagi orang yang berzinah, yang menurut Sabda Kristus sendiri : Luk 16:18 Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah."

Dari pernyataan-pernyataan itu, secara bersama-sama, menunjukkan kepada kita adanya perbedaan mencolok antara pendekatan dari berbagai kardinal mengenai dubia. Bagi beberapa orang, keterbukaan untuk merubah ajaran Gereja berarti tindakan yang termasuk bidaah; sedangkan bagi orang-orang yang lain, perubahan itu adalah perlu dan merupakan evolusi atas ajaran Gereja yang didorong oleh Roh Kudus, atau paling tidak, dalam hal praktek pastoral.

Cardinal Brandmuller berkata kepada Der Spiegel bahwa klerus tidak berhak untuk merubah ajaran-ajaran Kristus. “Menurut St.Paulus, kita adalah sebagai pengelola dari misteri-misteri Allah, tetapi bukan sebagai pemilik hak untuk membuang (ajaran-ajaran Kristus).”

Perbedaan mencolok antara para pemimpin tertinggi Gereja Katolik tidaklah terlepas dari tindakan PF. Laporan Mayr dari Der Spiegel menyampaikan adanya perkataan PF kepada ‘lingkup kecil’ di Vatikan yang berkata: “Tidak bisa dipungkiri bahwa saya akan tercatat dalam sejarah sebagai orang yang memecah Gereja Katolik.”

Read the full article at Life Site News


No comments:

Post a Comment