Sunday, January 22, 2017

Vol 2 - Bab 52 : Berbagai manfaat

Volume 2 : Misteri Kerahiman Allah

Bab 52

Berbagai manfaat
Kemurahan hati kepada jiwa-jiwa suci yang dibalas oleh Yesus Kristus 
St.Catherine dari Siena dan Palmerine
St.Magdalen de Pazzi dan ibunya

Tuhan itu cenderung lebih banyak memberikan ganjaran dari pada hukuman. Dan jika Dia memberikan pemurnian kepada orang-orang yang melupakan jiwa-jiwa yang dikasihiNya, maka Dia juga menunjukkan rasa terima kasih yang besar kepada mereka yang menolongNya didalam diri para mempelaiNya yang sedang menderita itu. Sebagai balasannya, suatu hari Dia akan berkata kepada mereka  (Mat 25:34) Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab kamu telah menunjukkan kemurahan hati kepada saudaramu yang menderita dan membutuhkan. Amin. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Mat.25:40) Sering sekali didalam kehidupan ini Yesus memberikan ganjaran kepada jiwa-jiwa yang berbelas kasih dan bermurah hati dengan memberinya banyak karunia. St.Catherine dari Siena melalui kemurahan hatinya telah mempertobatkan seorang pendosa yang bernama Palmerine yang meninggal dan masuk kedalam Api Penyucian. Orang kudus itu tidak berhenti berdoa hingga dia bisa membebaskan jiwa orang itu. Sebagai balasannya, Tuhan mengijinkan jiwa itu menampakkan diri kepada St.Catherine atau lebih tepatnya, Juru Selamat sendiri menunjukkan dia kepada hambaNya sebagai bukti yang nyata dari kemurahan hatinya. Raymond Terberkati yang menceritakan hal itu : Di pertengahan abad ke 14 ketika St.Catherine mengharumkan nama kota kelahirannya dengan segala macam karya kemurahan hati, ada seorang wanita yang bernama Palmerine. Setelah dia menjadi sasaran dari kemurahan hati Catherine, dia memiliki rasa bosan secara diam-diam kepada penolongnya itu, yang kemudian menjadi rasa benci sekali. Tidak lagi dia mau melihat atau mendengarkan orang kudus itu, malahan Palmerine yang tidak tahu berterima-kasih itu bahkan menyakiti hamba Allah itu, menjatuhkan nama baik Catherine dengan berbagai fitnah. Catherine berusaha dengan sekuat tenaganya untuk berdamai dengan Palmerine, tetapi sia-sia saja. Kemudian demi menyadari bahwa segala kebaikannya, ketulusannya, dan ketekunannya didalam melayani Palmerine hanya menghasilkan kemarahan dari wanita yang malang itu, maka Catherine memohon kepada Tuhan untuk melunakkan kekerasan hati wanita itu.
Tuhan mendengar doa-doanya dengan memberikan sebuah penyakit yang parah kepada Palmerine. Namun pemurnian ini belum cukup untuk menyadarkan dia. Sebagai balasan atas semua pelayanan dari Catherine yang lembut itu kepadanya, wanita yang jahat itu justru menghinakan dan mengusir Catherine dari hadapannya. Sementara itu saat akhir dari hidup Palmerine mendekat, dan seorang imam dipanggil untuk memberikan Sakramen Perminyakan. Orang yang sakit itu belum siap untuk menerimanya karena kebencian yang dia miliki, dimana dia tidak mau menyerah. Demi mengetahui hal ini, dan menyadari bahwa wanita yang malang itu satu kakinya sudah berada didalam neraka, maka Cataherine menangis dan bersedih. Selama 3 hari 3 malam dia tidak berhenti memohon kepada Tuhan bagi wanita itu sambil berpuasa. “Akankah Engkau membiarkan wanita ini musnah karena aku ? Aku memohon kepadaMu, berikanlah kepadaku harga dari pelunasan bagi pertobatan dan keselamatannya. Hukumlah aku saja bagi dosa-dosanya, berikanlah pemurnian itu kepadaku saja, jangan dia. Yesus, janganlah menolak permohonanku ini. Aku tidak akan meninggalkan Engkau hingga aku telah memperoleh rahmat itu. Demi KebaikanMu, KerahimanMu, aku memohon kepadaMu, Juru Selamat yang amat murah hati, jangan ijinkan jiwa dari saudaraku itu meninggalkan tubuhnya hingga ia dipulihkan kedalam rahmatMu”.
Doa-doanya itu begitu kuatnya sehingga dia bisa mencegah orang yang sakit itu dari kematian. Penderitaan Palmerine berlangsung selama 3 hari 3 malam hingga mengherankan para perawatnya. Dan selama itu pula Catherine terus berperan serta dengan melalui permohonan-permohonannya hingga dia memperoleh kemenangan. Tuhan tidak lagi bisa menahan, dan Dia melakukan sebuah keajaiban kemurahan hati. Suatu sinar Surgawi menembusi hati dari wanita yang sekarat itu, yang mampu membuka segala kesalahannya, dan mendorongnya untuk menyesali semua perbuatannya. Orang kudus itu, kepada siapa Tuhan menyatakan hal ini, segera menuju ke samping orang yang sakit itu. Segera setelah dia melihat Cataherine, dia menunjukkan tanda-tanda rasa hormatnya dan persahabatannya, dan dia menyesali segala perbuatannya yang salah itu. Wanita ini menerima Sakramen Perminyakan dan meninggal didalam rahmat Allah.
Namun meskipun pertobatannya itu sangat tulus, dan meskipun dia bisa lolos dari api neraka, tetapi dia masih harus menjalani hukuman yang keras didalam Api Penyucian. Catherine yang murah hati itu meneruskan usahanya dengan sekuat tenaganya untuk mempercepat masuknya Palmerine ke Surga.
Kemurahan hati yang begitu besar ini tidak akan gagal mendapatkan ganjarannya. “Tuhan kita”, demikian tulis Raymond Terberkati, “menunjukkan kepada mempelaiNya itu, jiwa yang telah diselamatkan oleh doa-doanya itu. Ia sangat bercahaya sekali, dimana Catherine mengatakan kepadaku bahwa dia tak mampu menemukan kata yang tepat untuk melukiskan keindahannya. Jiwa itu masih belum sampai kepada kemuliaan Surgawi, tetapi sudah memiliki cahaya yang berkilauan seperti itu yang disampaikan kepada ciptaan melalui rahmat dari pembaptisan. Tuhan bersabda kepadanya :”Lihatlah puteriKu, jiwa yang tersesat ini yang telah kau temukan kembali !”. Dan Tuhan menambahkan :”Bukankah ia nampak cantik dan indah dan amat berharga bagimu ? Siapakah yang tidak akan mau menanggung semua penderitaan untuk bisa menyelamatkan suatu makhluk yang begitu sempurna dan mengantarnya memasuki kehidupan kekal ? Jika Aku, yang merupakan Keindahan Yang Utama, dari mana seluruh keindahan berasal, telah begitu tertawan oleh keindahan dari jiwa-jiwa hingga Aku mau turun ke dunia dan mencucurkan DarahKu untuk menebus mereka, maka dengan alasan yang lebih besar lagi hendaklah kamu berusaha dengan sekuat tenagamu untuk saling menolong satu sama lain, agar makhluk yang sangat terhormat itu tidak sampai musnah. Jika Aku telah menunjukkan jiwa ini kepadamu, maka kamu harus lebih bersemangat dalam segala hal yang berhubungan dengan keselamatan jiwa-jiwa”.
St.Magdalen de Pazzi sangat berdevosi kepada orang-orang yang meninggal. Dia telah menghabiskan hampir seluruh kemurahan hati Kristiani bagi ibunya, setelah ibunya meninggal. Empat belas hari setelah kematian ibunya, maka Yesus, untuk menghibur mempelaiNya itu, menunjukkan kepadanya jiwa dari ibunya. Magdalen melihat ibunya berada di Surga, penuh kemilau yang indah dan dikelilingi oleh para kudus yang nampak sangat tertarik kepada ibunya itu. Magdalen mendengar jiwa yang terberkati dari ibunya memberinya tiga buah perintah yang selalu diingatnya :”Puteriku”, katanya, “hendaknya kamu merendahkan dirimu serendah mungkin, selalu memperhatikan kepatuhan rohani, dan menjalankan Perintah-perintahNya dengan hati-hati”. Berkata demikian, Magdalen melihat ibunya menghilang dan dia terpaku dengan penuh rasa penghiburan yang paling manis.



No comments:

Post a Comment