Wednesday, January 2, 2019

DEFINISI TATA DUNIA BARU


DEFINISI TATA DUNIA BARU



Pengantar

Artikel berikut ini diambil dari analisis yang sangat baik tentang Tata Dunia Baru oleh penulis Ken Adachi yang dapat ditemukan di educate-yourself.org.

Istilah New World Order (NWO) atau Tata Dunia Baru (TDB) telah digunakan oleh banyak politisi selama berabad-abad, dan merupakan istilah umum yang digunakan untuk merujuk pada konspirasi di seluruh dunia yang diatur oleh kelompok yang sangat kuat dan berpengaruh dari individu-individu yang terkait secara genetik atau keluarga (setidaknya pada eselon tertinggi) yang mencakup banyak orang terkaya di dunia, pemimpin politik puncak, dan para elit perusahaan, serta anggota yang disebut Black Nobility of Europe (didominasi oleh Kerajaan Inggris) yang tujuannya adalah menciptakan sebuah Pemerintahan Tunggal Dunia (fasis), dilepaskan dari batas-batas nasionalistik dan regional, yang patuh pada agenda mereka.

Dengarkan perkataan bankir globalis, Paul Warburg:

Kami akan memiliki pemerintahan dunia, apakah Anda suka atau tidak. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah pemerintahan itu akan dicapai dengan melalui penaklukan atau persetujuan. (17 Februari 1950, saat dia bersaksi di hadapan Senat AS).

Niat mereka adalah untuk melakukan kontrol penuh dan total atas setiap manusia di planet ini dan untuk secara dramatis mengurangi populasi dunia hingga dua pertiga (tersisa sepertiga). Sementara itu nama New World Order adalah istilah yang paling sering digunakan hari ini untuk secara bebas merujuk pada siapa pun yang terlibat dalam konspirasi ini, dan studi tentang siapa yang membentuk kelompok ini adalah istilah yang kompleks dan rumit. Untuk sumber penelitian lebih lanjut, silakan melihat bilah samping di sebelah kiri.

Pada tahun 1992, Dr John Coleman menerbitkan buku Conspirators Hierarchy: The Story of Committee of 300. Dengan melalui beasiswa yang terkenal dan penelitian yang cermat, Dr Coleman mengidentifikasi para pemainnya dan dengan hati-hati merinci agenda Tata Dunia Baru untuk melakukan dominasi dan kontrol atas dunia. Pada halaman 161 dari buku itu, Dr Coleman secara akurat merangkum maksud dan tujuan dari Komite 300 sebagai berikut:

Satu Pemerintahan Dunia dan satu unit sistem moneter, di bawah oligarki herediter permanen yang tidak terpilih namun yang memilih sendiri dari antara anggota mereka dalam bentuk sistem feodal seperti pada Abad Pertengahan. Dalam entitas One World ini, populasi dunia akan dibatasi melalui pembatasan jumlah anak per keluarga, penyakit, perang, kelaparan, hingga tersisa 1 miliar orang yang bermanfaat bagi kelas penguasa, di daerah-daerah yang akan ditentukan secara ketat dan jelas, untuk menjadi populasi dunia secara total.

Tidak akan ada kelas menengah, hanya ada kelas penguasa dan pelayan. Semua undang-undang akan diseragamkan di bawah sistem hukum pengadilan dunia yang mempraktikkan kode hukum terpadu yang sama, didukung oleh pasukan polisi Pemerintahan Tunggal  Dunia dan militer Tunggal Dunia yang terpadu, untuk menegakkan hukum di semua bekas negara di mana tidak ada lagi batas-batas nasional. Sistem aturan akan didasarkan pada negara-kesejahteraan; mereka yang taat dan tunduk kepada Satu Pemerintahan Dunia akan dihargai dengan memperoleh semua sarana untuk hidup; mereka yang memberontak hanya akan mati kelaparan atau dinyatakan melanggar hukum, sehingga menjadi target bagi siapa saja yang ingin membunuh mereka. Senjata api atau senjata pribadi apa pun akan dilarang."

Mengapa Konspirasi Ini Tidak Diketahui

Besarnya tipu muslihat dan rumitnya penipuan yang mengelilingi individu dan organisasi yang terlibat dalam konspirasi ini sangat membingungkan, bahkan untuk orang yang paling cerdik di antara kita. Kebanyakan orang bereaksi dengan rasa tidak percaya dan skeptis terhadap topik ini, sementara mereka tidak menyadari bahwa diri mereka telah dikondisikan (dicuci otak) untuk bereaksi dengan skeptisisme melalui pengaruh kelembagaan dan media. Penulis dan de-programmer Fritz Springmeier (The 13 Top Illuminati Bloodlines) mengatakan bahwa kebanyakan orang telah membangun "slide" (plesetan) yang menyingkat proses pemeriksaan kritis pikiran ketika berhadapan dengan topik sensitif tertentu. "Slides" atau plesetan ini, Springmeier melaporkan, adalah istilah CIA untuk sejenis respon terkondisi yang buntu yang mengakhiri pemikiran seseorang dan mengakhiri perdebatan atau pemeriksaan atas topik yang dihadapi. Misalnya, penyebutan kata "konspirasi" kerap kali mengundang respons slide / plesetan pada banyak orang.

Apa yang diyakini sebagian besar orang sebagai "Opini Publik" sebenarnya adalah propaganda yang disusun dan ditulis dengan hati-hati yang sengaja dirancang untuk memperoleh respons perilaku yang mereka diinginkan dari masyarakat. Jajak pendapat publik benar-benar dilakukan dengan maksud untuk mengukur penerimaan publik terhadap program yang direncanakan oleh Tata Dunia Baru. Hasil yang kuat dalam jajak pendapat ini akan memberi tahu mereka bahwa pemrograman itu "berhasil", sementara pertunjukan yang buruk memberi tahu para manipulator TDB bahwa mereka harus menyusun kembali atau "mengubah" pemrograman hingga respons yang diinginkan tercapai.

Modus Operandi Tata Dunia Baru/NWO

Konspirator global NWO memanifestasikan agenda mereka melalui manipulasi yang terampil pada emosi manusia, terutama melalui rasa ketakutan. Pada abad-abad terakhir, mereka telah berulang kali menggunakan penemuan yang dicirikan peneliti dan penulis NOW, David Icke, dalam buku terbarunya, The Biggest Secret, sebagai Problem, Reaction, dan Solution.

Tekniknya adalah sebagai berikut: ahli strategi NWO menciptakan Masalah (Problem) - dengan mendanai, mengumpulkan, dan melatih kelompok oposisi untuk menyulut gejolak dan kekacauan dalam kekuatan politik yang mapan (negara berdaulat, wilayah, benua, dll.) yang mereka ingin laksanakan dan dengan demikian mereka menciptakan faksi-faksi yang berseberangan dalam suatu konflik dimana NWO sendiri bermanuver menjadi ada disitu. Dalam beberapa dekade terakhir, yang disebut kelompok oposisi biasanya diidentifikasi di media sebagai 'pejuang kemerdekaan' atau 'pembebas'.

Pada saat yang sama, pemimpin kekuatan politik yang mapan di mana konflik sedang diatur dan direkayasa, dijatuhkan martabatnya, dan setelah itu, disebut sebagai 'Hitler lain' (pilihlah: Saddam Hussein, Milosevic, Kadaffi, dll.). Para 'pejuang kemerdekaan' tidak jarang dikumpulkan dari unsur kriminal lokal (mis. KLA, pengedar narkoba). Dalam semangat kebohongan Machiavellian sejati, ahli strategi NWO yang sama juga terlibat dalam mempersenjatai dan menasehati pemimpin kekuatan yang ada (NWO selalu mendapat untung dari setiap konflik bersenjata dengan meminjamkan uang, mempersenjatai, dan memasok semua pihak yang terlibat dalam suatu perang).

Kemudian konflik ini diangkat ke panggung dunia oleh outlet media yang mereka kendalikan, dengan rentetan foto dan laporan rekaman video tentang kekejaman mengerikan dan berdarah yang diderita oleh warga sipil tak berdosa. Seruan diangkat tinggi-tinggi: "Sesuatu harus dilakukan!" Dan itulah Reaksi yang diinginkan.

Para dalang NWO kemudian memberikan Solusi dengan mengirimkan 'Penjaga Perdamaian' PBB (misalnya di Bosnia) atau 'Pasukan Koalisi' PBB (misalnya pada Perang Teluk) atau Pembom NATO dan kemudian pasukan darat (misalnya di Kosovo), atau militer untuk 'mencari Senjata Penghancur Massal', yang tentu saja tidak pernah ditemukan. Setelah dipasang di tempat konflik, 'penjaga perdamaian' itu tidak pernah pergi. Idenya adalah untuk memiliki dan menguasai pasukan darat yang dikontrol oleh NWO di semua negara besar atau daerah strategis di mana penolakan signifikan terhadap pengambilalihan oleh NWO kemungkinan akan dihadapi.

Siapakah NWO itu?

Bagian perusahaan dari NWO didominasi oleh para bankir internasional, raja-raja minyak dan kartel farmasi, serta perusahaan multinasional besar lainnya. Keluarga Kerajaan Inggris, yaitu Ratu Elizabeth II dan House of Windsor, (yang pada kenyataannya adalah keturunan dari tangan Kerajaan Eropa - keluarga Saxe-Coburg-Gotha – yang kemudian mengubah nama menjadi Windsor pada tahun 1914), mereka adalah pemain tingkat tinggi di oligarki yang mengontrol strata atas NWO. Pusat pengambilan keputusan dari upaya ini ada di London (terutama Kota London), di Basel Swiss, dan di Brussels (markas NATO).

Perserikatan Bangsa-Bangsa, bersama dengan semua lembaga yang bekerja di bawah payung PBB, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), adalah pemain penuh waktu dalam skema ini. Demikian pula NATO adalah alat militer dari NWO.

Para pemimpin dari semua negara industri utama seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, Australia, Selandia Baru, dll. (Anggota "G7 / G8") adalah peserta aktif dan sepenuhnya kooperatif dalam konspirasi ini. Pada abad ini, tingkat kontrol yang diberikan oleh NWO telah berkembang ke titik dimana hanya individu yang dipilih sendiri, yang dipersiapkan dan dipilih bahkan memenuhi syarat untuk menjadi perdana menteri atau presiden negara-negara seperti Inggris, Jerman, atau Amerika Serikat. Tidak masalah apakah Bill Clinton atau Bob Dole yang memenangkan Presiden pada tahun 1996, hasilnya akan sama. Keduanya bermain di tim yang sama untuk klub bola yang sama. Siapa pun yang bukan pemain tim, dikeluarkan: mis. Presiden Kennedy, Ali Bhutto (Pakistan) dan Aldo Moro (Italia). Baru-baru ini, Laksamana Borda dan William Colby juga terbunuh karena mereka tidak mau mengikuti konspirasi untuk menghancurkan Amerika, tidak mau bekerja sama dalam kapasitas tertentu, atau berusaha untuk mengekspos / menggagalkan agenda pengambilalihan.

Peran NWO dalam Membentuk Sejarah

Sebagian besar dari peperangan besar, pergolakan politik, dan depresi / resesi ekonomi selama 100 tahun terakhir (dan sebelumnya) telah direncanakan dan dihasut dengan hati-hati sekali oleh intrik para elit ini. Perang itu termasuk Perang Spanyol-Amerika (1898), Perang Dunia I dan Perang Dunia II; Depresi Besar; Revolusi Bolshevik tahun 1917; Bangkitnya Nazi Jerman; Perang Korea; Perang Vietnam; "kejatuhan" Komunisme Soviet 1989-91; Perang Teluk 1991; Perang di Kosovo; dan dua perang di Irak. Bahkan Revolusi Perancis dirancang oleh unsur-unsur NWO.

Dorongan perang yang dibuat-buat sebagai kedok untuk menimbun kekayaan yang dapat ditangguk setidaknya bisa dirunut sejak abad ke-12 ketika hanya kelompok inti yang terdiri dari sembilan anggota Knights Templar, yang memulai Perang Salib, yang berlangsung selama lebih dari satu setengah abad.

Kelompok inti yang disebutkan di atas telah dilaporkan sebagai tangan militer dari sebuah masyarakat rahasia yang dikenal sebagai Biarawan Sion, tetapi ini telah terbukti sebagai tipuan saja.

Pada tahun 1307, raja Prancis, Philippe the Fair, mengidam-idamkan kekayaan dan merasa iri dengan kekuatan para Templar. Raja Prancis berangkat untuk menangkap semua Templar di Perancis pada 13 Oktober. Sementara banyak Templar ditangkap dan disiksa, termasuk Grand Master mereka, Jacques de Molay, banyak Templar lainnya (yang telah diberi informasi sebelumnya) melarikan diri. Mereka akhirnya muncul kembali di Portugal, di Malta (sebagai Ksatria Malta) dan kemudian di Skotlandia sebagai Ritus Skotlandia Freemasonry, dengan Albert Pike yang memainkan peran kunci dalam menentukan rencana untuk mendirikan sebuah pemerintahan dunia.

Akuisisi dan konsolidasi kekayaan yang semakin besar, sumber daya alam, kekuatan politik total, dan kontrol atas orang-orang lain, adalah kekuatan pendorong yang mendorong keputusan para pemimpin NWO. Timbulnya korban dalam penderitaan manusia dan hilangnya nyawa tak berdosa, bukan masalah bagi orang-orang ini.



No comments:

Post a Comment