Tuesday, January 1, 2019

TANGGAL-TANGGAL PENTING BAGI PEMBENTUKAN TATA DUNIA BARU (1)


TANGGAL-TANGGAL PENTING BAGI PEMBENTUKAN TATA DUNIA BARU (1)



J. Edgar Hoover, mantan direktur FBI, berbicara tentang konspirasi Tata Dunia Baru: "Individu adalah penghalang yang akan berhadapan langsung dengan sebuah konspirasi yang begitu mengerikan, sehingga dia tidak percaya bahwa itu ada."

George H.W. Bush berkomentar: "Jika rakyat Amerika tahu apa yang telah kami lakukan, mereka akan mengikat kami pada tiang lampu."

Tanggal-tanggal Penting dalam Penciptaan Tata Dunia Baru
                                                                                                             
Mungkin cara terbaik untuk menceritakan sejarah singkat Tata Dunia Baru adalah dengan menggunakan kata-kata dari mereka yang telah berjuang untuk menjadikannya nyata selama berabad-abad. Anda akan kagum pada seberapa jauh rencana besar ini diperluas dan dilaksanakan, dan berapa banyak kesamaan yang ada di awal abad 21 dibandingkan dengan tahun 1990-an, dengan dua Presiden dari keluarga Bush yang berkuasa.

1910-1929 | 1930 | 1940 | 1950 | 1960 | 1970 | 1980 - Present

1912 - Kolonel Edward M. House, penasihat dekat Presiden Woodrow Wilson, menerbitkan Phillip Dru: Administrator di mana dia mempromosikan "sosialisme sebagaimana yang diimpikan oleh Karl Marx."

1913 - Federal Reserve (baik federal maupun cadangan) dibentuk. Ia direncanakan pada pertemuan rahasia pada tahun 1910 di Pulau Jekyll, Georgia, oleh sekelompok bankir dan politisi, termasuk Kolonel House. Ia menyerahkan kekuasaan untuk menciptakan uang dari pemerintah Amerika kepada sekelompok bankir swasta. Ini mungkin merupakan penghasil utang terbesar di dunia.

28 Juli 1914 - Perang Dunia I dipicu oleh pembunuhan Archduke Francis Ferdinand dari Austria.

27 Mei 1916 - Presiden Woodrow Wilson mengusulkan di Liga Bangsa-Bangsa dalam pidatonya di hadapan anggota Liga, untuk Menegakkan Perdamaian, sebuah dunia yang dibutuhkan untuk mencegah terulangnya perang serupa adalah sebuah pemerintahan dunia.

11 November 1918 - Akhir Perang Dunia I, setelah penandatanganan Gencatan Senjata pada jam ke-11 pada hari ke-11 bulan ke-11.

30 Mei 1919 – Tokoh-tokoh terkenal dari Inggris dan Amerika mendirikan the Royal Institute of International Affairs di Inggris dan the Institute of International Affairs (Institut Urusan Internasional) di A.S. pada pertemuan yang diatur oleh Kol. House, yang dihadiri oleh berbagai anggota sosialis Fabian, termasuk ekonom terkemuka John Maynard Keynes. Dua tahun kemudian, Kolonel House mereorganisasi Institut Urusan Internasional menjadi Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR).

15 Desember 1922 - CFR mendukung dibentuknya Pemerintahan Dunia dimana pada majalah Foreign Affairs. Penulis Philip Kerr, mengatakan:

Jelas tidak akan ada kedamaian atau kemakmuran bagi umat manusia selama [bumi ini] tetap dibagi menjadi 50 atau 60 negara merdeka kecuali beberapa jenis sistem internasional tercipta ... Masalah sesungguhnya saat ini adalah masalah pemerintah dunia.

1928 - The Open Conspiracy: Blue Prints for a World Revolution (Konspirasi Terbuka: Cetak Biru untuk Revolusi Dunia) oleh H.G. Wells diterbitkan. Sebagai seorang mantan Sosialis Fabian, Wells menulis:

Dunia politik yang mendukung konspirasi terbuka haruslah melemahkan, menghapus, menggabungkan dan menggantikan pemerintahan-pemerintahan yang ada di dunia saat ini... Konspirasi Terbuka adalah pewaris alami dari antusiasme sosialis dan komunis; mungkin ia mengendalikan Moskow dahulu sebelum mengendalikan New York ... Karakter dari Konspirasi Terbuka sekarang akan ditampilkan dengan jelas ... Itu akan menjadi agama dunia.

1920 | 1930 | 1940 | 1950 | 1960 | 1970

1931 - Siswa di Sekolah the Lenin School of Political Warfare (Sekolah Lenin - Perang Politik) di Moskow diajarkan:

Suatu hari nanti kita akan mulai menyebarkan gerakan perdamaian paling teatrikal yang pernah ada di dunia. Negara-negara kapitalis, bodoh dan dekaden (merosot moralnya) ... akan jatuh ke dalam perangkap yang ditawarkan oleh ‘kemungkinan untuk mendapatkan teman-teman baru.’ Saat bagi kita akan tiba dalam 30 tahun atau lebih ke depan... Kaum borjuis harus dibuai dengan rasa aman yang palsu.

1932 - Buku-buku baru diterbitkan yang isinya mendorong dibentuknya Tata Dunia Baru:

Buku Toward Soviet America (Menuju Amerika Soviet) oleh William Z. Foster. Kepala Partai Komunis AS, Foster, menunjukkan bahwa Departemen Pendidikan Nasional akan menjadi salah satu tempat yang digunakan untuk mengembangkan masyarakat sosialis baru di AS.

The New World Order oleh F.S. Marvin, menjelaskan bahwa Liga Bangsa-Bangsa sebagai upaya pertama bagi Tata Dunia Baru. Marvin berkata: "Paham kebangsaan harus berada di bawah klaim umat manusia secara keseluruhan."

Buku Dare the School Build a New Social Order? (Beranikah Sekolah Membangun Tatanan Sosial Baru?) diterbitkan. Penulis dan pendidik, George Counts, menegaskan bahwa: "... para guru harus secara sengaja meraih kekuasaan dan kemudian memanfaatkan sebaik-baiknya penaklukan mereka itu" untuk "memengaruhi sikap, cita-cita, dan perilaku sosial generasi yang akan datang ... Pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa kita ke era baru di mana ketidaktahuan harus digantikan oleh pengetahuan, persaingan diganti dengan kerja sama, kepercayaan akan Kuasa (Tuhan) diganti dengan perencanaan yang cermat, dan kapitalisme pribadi diganti oleh beberapa bentuk ekonomi sosial."

Buku ‘Plan for Peace’ (Rencana Perdamaian) oleh pendiri American Birth Control League (Liga Keluarga Berencana Amerika, Margaret Sanger (1921), diterbitkan. Dia menyerukan sterilisasi paksa, pemisahan (perceraian) wajib, dan kamp konsentrasi rehabilitasi untuk semua "cadangan disgenik" termasuk orang kulit hitam, Hispanik, Indian Amerika dan orang Katolik.

1933 - Manifesto Humanis pertama kali diterbitkan. Salah satu penulisnya, John Dewey, filsuf dan pendidik terkemuka, menyerukan sintesis semua agama dan "tatanan ekonomi yang disosialisasikan dan kooperatif."

Salah seorang penandatangan manifesto ini, C.F. Potter, mengatakan pada tahun 1930: "Pendidikan, dengan demikian, adalah sekutu humanisme yang paling kuat, dan setiap sekolah umum Amerika adalah sekolah humanisme. Apa yang bisa diajarkan oleh sekolah-sekolah agama (Sekolah Minggu), yang hanya bertemu selama satu jam seminggu sekali, kepada sebagian kecil dari anak-anak/muridnya? Apa yang bisa mereka lakukan untuk membendung gelombang program lima hari pengajaran humanistik?

1933 – Buku The Shape of Things to Come oleh H.G. Wells diterbitkan. Wells memprediksi perang dunia kedua sekitar tahun 1940, yang berasal dari perselisihan Jerman-Polandia. Setelah 1945 akan terjadi semakin kurangnya keselamatan publik di daerah-daerah "terinfeksi secara  kriminal". Rencana pembentukan "Negara Dunia Modern" akan berhasil pada upaya yang ketiga (sekitar 1980), dan dihasilkan dari sesuatu yang terjadi di Basra, Irak.

Buku itu juga menyatakan, "Meskipun pemerintahan dunia telah datang selama beberapa tahun, meskipun ia telah ditakuti dan dicaci tanpa henti, tetapi ia (pemerintahan dunia) tidak mendapatkan penentangan di mana pun."

1934 – Buku The Eksternalization of the Hierarchy oleh Alice A. Bailey diterbitkan. Bailey adalah seorang okultis, yang karya-karyanya ‘disalurkan’ dari ‘pemandu rohnya’, Guru Tibet [roh iblis] Djwahl Kuhl. Bailey menggunakan istilah "titik-titik cahaya" dalam kaitannya dengan "Grup Server Dunia Baru" dan mengklaim bahwa tahun 1934 menandai awal dr"pengorganisasian pria dan wanita ... kelompok kerja dari sebuah tatanan baru ... yang kemajuannya ditentukan oleh pelayanan ... dunia Persaudaraan ... Pasukan-pasukan Cahaya ... [dan] dari pembubaran dan penghancuran semua budaya dan peradaban yang ada; jadi tatanan dunia baru harus dibentuk."
Buku ini diterbitkan oleh Lucis Trust, yang awalnya didirikan di New York sebagai The Lucifer Publishing Company. Lucis Trust adalah LSM dari PBB dan telah menjadi pemain utama di KTT Amerika Serikat baru-baru ini. Kemudian Asisten Sekretaris Jenderal AS, Robert Mueller, memuji pembentukan Kurikulum Inti Dunia-nya bagi pendidikan dengan ajaran-ajaran mendasar dari guru Djwahl Kuhl yang ada dalam tulisan-tulisan Alice Bailey tentang masalah tersebut.

28 Oktober 1939 - Dalam pidatonya John Foster Dulles, yang kemudian menjadi Sekretaris Negara AS, dia mengusulkan agar Amerika memimpin transisi dunia menuju tatanan baru negara-negara semi-berdaulat, yang kurang independen, yang diikat bersama oleh sebuah liga atau serikat federal.

1939 – Buku Tatanan Dunia Baru oleh HG Wells mengusulkan dibentuknya negara ‘satu-dunia kolektivis’ atau ‘tatanan dunia baru’ yang terdiri dari ‘demokrasi sosialis.’ Dia menganjurkan ‘wajib militer universal demi pelayanan’ dan menyatakan bahwa "individualisme nasionalis ... adalah penyakit dunia." Dia melanjutkan:

"Kebutuhan nyata bagi beberapa kontrol kolektif yang mendunia, guna menghilangkan peperangan dan mengurangi kebutuhan yang kurang diakui secara umum untuk melakukan kontrol kolektif terhadap kehidupan ekonomi dan biologis umat manusia, adalah aspek-aspek dari satu dan proses yang sama." Dia mengusulkan agar hal ini dicapai melalui pemberlakuan "hukum universal" dan propaganda (atau pendidikan)."

1920 | 1930 | 1940 | 1950 | 1960 | 1970

1940 – Buku New World Order diterbitkan oleh the Carnegie Endowment for International Peace dan berisi daftar referensi terpilih tentang federasi regional dan dunia, bersama dengan beberapa rencana khusus bagi pembentukan tatanan dunia baru setelah perang.

12 Desember 1940 - Dalam The Congressional Record, sebuah artikel berjudul A New World Order, John G. Alexander menyerukan dibentuknya sebuah federasi dunia.

11 September 1941 - Konstruksi secara resmi dimulai di Pentagon. 60 tahun kemudian, tepat pada tanggal dan bulan yang sama, Pentagon diserang pada 11 September 2001, oleh serangan yang amat menentukan.

1942 - Institut beraliran kiri, The Institute of Pacific Relations menerbitkan buku Post War Worlds oleh P.E. Corbett:

"Pemerintahan dunia adalah tujuan utama ... Harus diakui bahwa hukum negara-negara adalah lebih diutamakan daripada hukum nasional ... Prosesnya harus dibantu oleh penghapusan materi pengajaran nasionalistis yang digunakan dalam buku teks pendidikan serta penggantiannya dengan materi yang menjelaskan manfaat dari asosiasi negara-negara yang lebih bijaksana."

28 Juni 1945 - Presiden Truman mendukung pemerintahan dunia dalam sebuah pidatonya:

"Adalah sama mudahnya bagi negara-negara untuk bergaul di sebuah republik dunia, seperti bagi kita untuk bergaul di sebuah republik Amerika Serikat."

24 Oktober 1945 - Piagam PBB menjadi efektif. Juga pada 24 Oktober, Senator Glen Taylor (D-Idaho) memperkenalkan Resolusi Senat 183 yang menyerukan Senat A.S. untuk mendukung penciptaan ‘republik dunia’ termasuk pasukan polisi internasional.

1946 – Alger Hiss terpilih sebagai Presiden Carnegie Endowment for International Peace. Hiss memegang jabatan ini hingga 1949. Awal tahun 1950, dia dinyatakan bersalah atas sumpah palsu dan dijatuhi hukuman penjara setelah pengadilan yang sensasional dan sidang Kongres di mana Whittaker Chambers, mantan editor senior majalah Time, bersaksi bahwa Hiss adalah anggota dari sel Partai Komunisnya.

1946 – Buku The Teacher and World Government (Guru dan Pemerintahan Dunia) oleh mantan editor Jurnal NEA (Asosiasi Pendidikan Nasional), Joy Elmer Morgan, diterbitkan. Dalam buku itu dia berkata:

"Dalam upaya untuk mewujudkan pemerintahan dunia yang memadai, guru ... dapat melakukan banyak hal untuk mempersiapkan hati dan pikiran anak didik untuk memiliki pemahaman dan kerja sama global ... Di jantung dari semua lembaga yang akan menjamin datangnya pemerintahan dunia haruslah berdiri sekolah, guru, dan profesi yang terorganisir."

1947 The American Education Fellowship, sebelumnya Progressive Education Association, yang diselenggarakan oleh John Dewey, menyerukan:

"... pembentukan tatanan dunia yang asli, sebuah tatanan di mana kedaulatan nasional berada di bawah otoritas dunia ..."

Oktober 1947 - Sekretaris Asosiasi NEA, William Carr, menulis dalam the NEA Journal bahwa para guru harus:

"... mengajarkan tentang berbagai proposal yang telah dibuat untuk menguatkan PBB dan pembentukan kewarganegaraan dunia dan pemerintahan dunia."

1948 – Buku Walden II oleh psikolog tingkah laku, B.F. Skinner, mengusulkan dibentuknya sebuah "masyarakat yang sempurna atau tatanan baru dan lebih sempurna" di mana anak-anak dibesarkan oleh Negara, bukan oleh orang tua mereka, dan dilatih sejak lahir untuk menunjukkan perilaku dan karakteristik yang diinginkan oleh negara. Ide-ide Skinner ini akan diimplementasikan secara luas oleh para pendidik pada 1960-an, 70-an, dan 80-an sebagai penentuan Nilai dan Pendidikan Berbasis Hasil.

Juli 1948 - Sir Harold Butler dari Inggris, dalam CFR (Hubungan Luar Negeri), menyaksikan bahwa "Tata Dunia Baru" mulai terbentuk:

"Seberapa jauh kehidupan bangsa-bangsa, yang selama berabad-abad menganggap diri mereka berbeda dan unik, bisa digabungkan dengan kehidupan bangsa-bangsa lain? Seberapa jauh mereka siap untuk mengorbankan sebagian dari kedaulatan mereka, yang jika tanpa hal itu tidak akan ada ekonomi yang efektif atau persatuan politik? ... Dari kebingungan yang ada, dunia baru mulai terbentuk ... yang menunjukkan jalan menuju tatanan dunia baru ... Itu akan menjadi awal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sesungguhnya, tidak lagi dilemahkan oleh perpecahan kepribadian, tetapi disatukan oleh iman yang sama."

1948 - Presiden UNESCO dan Fabian Sosialist, Sir Julian Huxley, menyerukan sebuah kebijakan eugenic radikal di UNESCO, dalam pidatonya yang berjudul Its Purpose and Its Philosophy (Tujuan dan Falsafahnya). Dia mengatakan:

"Jadi, meskipun benar bahwa setiap kebijakan eugenic radikal dalam pembiakan manusia yang terkendali, yang selama bertahun-tahun akan tidak mungkin secara politis dan psikologis bisa terwujud, tetapi penting bagi UNESCO untuk melihat bahwa masalah eugenic ini diteliti dengan sangat hati-hati dan bahwa pikiran publik hendaknya disuapi dengan masalah-masalah yang dipertaruhkan disini, bahwa banyak hal yang sebelumnya dan sekarang masih tidak terpikirkan, setidaknya saat ini mulai dapat dipikirkan."

1948 - Rancangan awal dari sebuah Konstitusi Dunia diterbitkan oleh para pendidik A.S. yang mengadvokasi federasi regional dalam perjalanan menuju federasi dunia atau pemerintahan dunia, bersama dengan Inggris, yang tergabung dalam federasi Eropa.

Konstitusi Dunia itu membentuk "Dewan Dunia" bersama dengan sebuah "Kamar Penjaga" untuk menegakkan hukum dunia. Yang juga termasuk disini adalah sebuah "Pembukaan" yang menyerukan kepada negara-negara untuk menyerahkan senjata mereka kepada pemerintahan dunia, dan termasuk hak dari "Republik Federal Dunia" untuk merebut paksa properti pribadi untuk diggunakan oleh federasi dunia.

1920 | 1930 | 1940 | 1950 | 1960 | 1970

9 Februari 1950 - Subkomite Hubungan Luar Negeri Senat memperkenalkan Resolusi Bersama Senat 66 yang dimulai:

"Untuk mencapai perdamaian dan keadilan universal, Piagam PBB saat ini harus diubah untuk memberikan sebuah konstitusi pemerintahan dunia yang benar."

Resolusi itu pertama kali diperkenalkan di Senat pada 13 September 1949 oleh Senator Glen Taylor (D-Idaho). Senator Alexander Wiley (R-Wisconsin) menyebutnya "… sebuah kesempurnaan yang harus diharapkan" dan berkata, "Saya mengerti proposisi Anda adalah mengubah PBB, atau mengubah atau menciptakan, dengan sebuah konvensi terpisah, sebuah tatanan dunia (baru)." Senator Taylor kemudian menyatakan:

"Kita harus mengorbankan kedaulatan yang cukup besar bagi organisasi dunia untuk memungkinkan mereka memungut pajak atas hak mereka sendiri, untuk mendukung diri mereka sendiri."

12 April 1952 - John Foster Dulles, yang kemudian menjadi Sekretaris Negara, mengatakan dalam pidatonya di American Bar Association di Louisville, Kentucky, bahwa "…hukum-hukum perjanjian dapat mengesampingkan Konstitusi." Dia mengatakan bahwa perjanjian dapat mengambil alih kekuasaan dari Kongres dan memberikannya kepada Presiden. Mereka dapat mengambil alih kekuasaan dari Negara dan memberikannya kepada Pemerintah Federal atau kepada badan internasional dan mereka dapat memotong hak yang diberikan kepada rakyat melalui Undang-Undang Hak Asasi Manusia.

Sebuah amandemen Senat, yang diusulkan oleh Senator GOP John Bricker, akan memberikan ketentuan bahwa tidak ada perjanjian yang dapat menggantikan Konstitusi, tetapi usulannya itu gagal untuk memperoleh bahkan satu suara sekali pun.

1954 - Pangeran Bernhard dari Belanda mendirikan Bilderbergers, beranggotakan para politisi dan bankir internasional yang bertemu secara diam-diam setiap tahun, bahkan hingga hari ini. Pertemuan tahun 2003 berlangsung selama akhir pekan 15 hingga 18 Mei di Versailles, Paris.

1958 – Buku World Peace through World Law (Perdamaian Dunia melalui Hukum Dunia) diterbitkan, di mana penulis Grenville Clark dan Louis Sohn menganjurkan penggunaan PBB sebagai badan pengatur untuk dunia, perlucutan senjata dunia, pembentukan polisi dunia dan badan legislatif dunia.

1959 - Dewan Hubungan Luar Negeri menyerukan Tatanan Internasional Baru. Studi Nomor 7, yang dikeluarkan pada tanggal 25 November, menganjurkan:

"... tatanan internasional baru [yang] harus responsif terhadap aspirasi dunia untuk perdamaian, untuk perubahan sosial dan ekonomi ... sebuah tatanan internasional ... termasuk negara-negara yang menyebut diri mereka 'sosialis' [komunis]."

1959 - Asosiasi Konstitusi dan Parlemen Dunia didirikan yang kemudian mengembangkan Diagram Pemerintahan Dunia di bawah Konstitusi untuk Federasi Bumi.

1959 – Buku The Mid-Century Challenge to U.S. Foreign Policy (Tantangan Abad Pertengahan untuk Kebijakan Luar Negeri AS) diterbitkan, disponsori oleh Rockefeller Brothers 'Fund. Buku ini menjelaskan bahwa AS :

"... tidak bisa lepas, dan memang harus menerima ... tugas yang telah dipaksakan oleh sejarah kepada kita. Ini adalah tugas membantu membentuk tatanan dunia baru dalam semua dimensinya - spiritual, ekonomi, politik, sosial."

1920 | 1930 | 1940 | 1950 | 1960 | 1970

9 September 1960 - Presiden Eisenhower menandatangani Resolusi Gabungan Senat 170, yang mempromosikan konsep sebuah Uni Atlantik federal. Bendahara Pollster dan Komite Uni Atlantik, Elmo Roper, kemudian memberikan judul, The Goal Is Government of All the World (Tujuannya adalah seluruh Pemerintahan Dunia) di mana dia menyatakan:

"Memang cukup jelas bahwa langkah pertama menuju Pemerintahan Dunia tidak dapat diselesaikan sampai kita bergerak maju pada empat front: ekonomi, militer, politik dan sosial."

1961 - Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan rencana untuk melucuti senjata semua negara dan mempersenjatai PBB. Dokumen Departemen Luar Negeri Nomor 7277 berjudul Bebas dari Perang: Program AS untuk Perlucutan Senjata Menyeluruh dan Lengkap di Dunia Yang Damai. Rencana ini merinci sebuah rencana tiga tahap untuk melucuti semua negara dan mempersenjatai PBB dengan tujuan tahap akhir: di mana "tidak ada negara yang memiliki kekuatan militer untuk menentang Pasukan Perdamaian PBB yang semakin diperkuat".

1962 – Sebutan baru untuk Federalisme Dunia. Dalam sebuah studi berjudul, A World Effectively Controlled by the United Nations (Sebuah Dunia Yang Dikendalikan Secara Efektif Oleh PBB), anggota CFR Lincoln Bloomfield menyatakan:

"... jika dinamika komunis banyak dikurangi, maka Barat mungkin kehilangan insentif apa pun yang dimilikinya bagi pemerintahan dunia."

Buku The Future of Federalism oleh penulis Nelson Rockefeller diterbitkan. Gubernur New York mengklaim bahwa peristiwa saat ini secara mendesak menuntut adanya "tatanan dunia baru," karena tatanan lama sudah runtuh, dan ada sebuah "tatanan baru dan bebas yang sedang berusaha untuk dilahirkan." Dalam buku ini Rockefeller mengatakan:

"… sebuah demam nasionalisme ... [dimana] negara-bangsa menjadi semakin tidak kompeten untuk melakukan tugas-tugas politik internasionalnya .... Ini adalah beberapa alasan yang mendorong kita untuk memimpin, dengan penuh semangat, menuju pembangunan tata dunia baru yang sejati... [secara] sukarela ... dan dengan keyakinan penuh kita kepada persaudaraan bagi seluruh umat manusia .... Mungkin lebih cepat dari yang kita sadari ... karena di sana akan berkembang dasar-dasar bagi struktur federal dari dunia bebas."
1963 - J. William Fulbright, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, berbicara di sebuah simposium yang disponsori oleh Fund for the Republic, yang merupakan sebuah proyek sayap kiri (komunis) dari Ford Foundation:

"Kasus pemerintahan oleh kaum elit tidak dapat dibantah lagi ... pemerintahan oleh rakyat adalah mungkin saja bisa, tetapi hal itu sangat tidak mungkin."

22 November 1963 - Presiden Kennedy dibunuh pada 22 November 1963. Dia dibunuh sesuai dengan tanda tangan angka okultis sebelas [11]. Dia terbunuh pada bulan ke-11, pada hari ke 22, dan paralel ke-33. Dia juga terbunuh di Masonic Dealey Plaza, perkumpulan rahasia paling kuat di dunia saat ini, bagi siapa nomor 11 adalah sangat penting. Lihat tahapan pentingnya untuk melihat detailnya.

1964 – Buku Taksonomi Tujuan Pendidikan, Buku Pegangan II, diterbitkan. Penulisnya, Benjamin Bloom, menyatakan:

"... sebagian besar dari apa yang kita sebut 'pengajaran yang baik' adalah berupa kemampuan guru untuk mencapai tujuan afektif dengan cara menantang kepercayaan-kepercayaan yang menetap dari para siswa."

Metode pengajaran ‘Outcome-Based Education’ (OBE) yang pertama akan diujicobakan sebagai Penguasaan Pembelajaran di sekolah-sekolah Chicago. Setelah lima tahun, nilai tes siswa Chicago anjlok hingga menyebabkan kemarahan di antara orang tua. OBE akan meninggalkan jejak reruntuhan itu di mana pun cara itu akan dicoba dan dengan nama apa pun cara itu akan digunakan. Pada saat yang sama, akan menjadi penting bagi kaum globalis untuk merombak sistem pendidikan untuk mempromosikan perubahan sikap di kalangan siswa sekolah.

1964 – Buku Visions of Order oleh Richard Weaver diterbitkan. Dia menjelaskan:

"… para pendidik yang progresif sebagai 'komplotan rahasia revolusioner' harus terlibat dalam 'upaya sistematis untuk melemahkan tradisi dan kepercayaan masyarakat."

1967 - Richard Nixon menyerukan pembentukan Tata Dunia Baru. Di Asia setelah Vietnam, dalam edisi Oktober dari Urusan Luar Negeri, Nixon menulis tentang kecenderungan bangsa-bangsa untuk mengembangkan pendekatan regional terhadap kebutuhan pembangunan dan menuju kepada evolusi sebuah "tatanan dunia baru."

1968 - Joy Elmer Morgan, mantan editor NEA Journal menerbitkan The American Citizens Handbook di mana disitu dia berkata:

"Kedatangan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kebutuhan mendesak bahwa ia harus berevolusi menjadi bentuk pemerintahan dunia yang lebih komprehensif, menempatkan kepada warga negara Amerika Serikat sebuah kewajiban yang semakin besar untuk memanfaatkan sebagian besar kewarganegaraan mereka yang sekarang melebar menjadi kewarganegaraan dunia yang aktif."

26 Juli 1968 - Nelson Rockefeller berjanji untuk mendukung Tata Dunia Baru. Dalam laporan Associated Press, Rockefeller berjanji bahwa, "Sebagai Presiden, dia akan berusaha keras menuju terciptanya tatanan dunia baru secara internasional."

1920 | 1930 | 1940 | 1950 | 1960 | 1970

1970 – Dunia pendidikan dan media massa mempromosikan tatanan dunia baru. Dalam tulisan berjudul Berpikir Tentang Tatanan Dunia Baru untuk Dekade 1990, penulis Ian Baldwin Jr, menegaskan bahwa:

"... the World Law Fund telah memulai program riset dan pendirikan di seluruh dunia yang akan memperkenalkan disiplin baru yang sedang muncul - tatanan dunia - ke dalam kurikulum pendidikan di seluruh dunia ... dan untuk memusatkan sebagian usahanya guna membawa konsep dasar tata dunia baru kepada media massa di tingkat dunia."

1972 - Presiden Nixon mengunjungi Cina. Dalam pidatonya kepada Perdana Menteri China Chou En-lai, mantan anggota CFR dan sekarang Presiden, Richard Nixon, menyatakan "…harapan bahwa kita masing-masing harus membangun sebuah tatanan dunia baru."

18 Mei 1972 - Berbicara tentang datangnya pemerintahan dunia, Roy M. Ash, direktur Kantor Manajemen dan Anggaran, menyatakan bahwa:

"…dalam dua dekade, kerangka institusional untuk komunitas ekonomi dunia akan tersedia ... [dan] aspek kedaulatan individu akan diserahkan kepada otoritas supernasional."

11 September 1972 - Dunia diperkenalkan pada terorisme pada Olimpiade 1972 Munich. Ada 11 atlet Israel terbunuh. Tepat 29 tahun setelah serangan ini, satu lagi horor tercela terjadi - serangan teroris 11 September 2001.

1973 - Komisi Trilateral dibentuk. Bankir David Rockefeller mengatur badan pribadi baru ini dan memilih Zbigniew Brzezinski, yang kemudian menjadi Penasihat Keamanan Nasional dari Presiden Carter, sebagai direktur pertama Komisi dan mengajak Jimmy Carter untuk menjadi anggota pendirinya.

1973 - Humanist Manifesto II diterbitkan:

"Abad berikutnya dapat dan seharusnya menjadi abad humanistik ... kita berdiri pada awal dari sebuah zaman baru ... masyarakat sekuler dalam skala planet bumi .... Sebagai kaum non-teis (tak bertuhan) kita memulai dari diri manusia, bukan Tuhan; dari alam, bukan dewa ... kami menyesalkan adanya pembagian umat manusia atas dasar nasionalistik selama ini.... Dengan demikian kami melihat pengembangan sistem hukum dunia dan tatanan dunia berdasarkan pemerintah federal transnasional .... Revolusi sejati sedang terjadi."

11 September 1973 - Presiden Chili Salvador Allende terbunuh dalam kudeta militer yang brutal yang dipimpin oleh Jenderal Augusto Pinochet. Henry Kissinger sangat banyak terlibat dalam serangan ini, dan jika dia bisa diadili di Pengadilan Internasional, kemungkinan besar dia akan didakwa mendalangi kudeta ini dan memerintahkan pembunuhan Allende.

April, 1974 - Mantan Wakil Asisten Deputi Sekretaris Negara, Trilateralis, dan anggota CFR, Richard Gardner, menulis ‘Jalan Keras Menuju Tatanan Dunia’ yang diterbitkan dalam Urusan Luar Negeri CFR, di mana dia menyatakan bahwa:

"'Rumah bagi Tatanan Dunia Baru' harus dibangun dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah ... tetapi tujuan disekitar kedaulatan nasional, yang mengikisnya sedikit demi sedikit, akan mencapai lebih banyak hasil daripada serangan frontal yang sudah kuno."

1974 - Konferensi Dunia tentang Agama untuk Perdamaian, diadakan di Louvain, Belgia. Douglas Roche menyajikan laporan berjudul Kita Dapat Mencapai Tata Dunia Baru.

PBB menyerukan redistribusi kekayaan: Dalam sebuah laporan berjudul New International Economic Order, Majelis Umum PBB menguraikan rencana untuk mendistribusikan kembali kekayaan dari negara-negara yang kaya kepada negara-negara miskin.

1975 - Sebuah studi berjudul, A New World Order, diterbitkan oleh Pusat Studi Internasional, Sekolah Studi Publik dan Internasional Woodrow Wilson, Universitas Princeton.

1975 - Di dalam Kongres, 32 Senator dan 92 Perwakilan menandatangani Deklarasi Interdependensi, yang ditulis oleh sejarawan, Henry Steele Commager. Deklarasi itu menyatakan bahwa:

“… kita harus bergabung dengan orang-orang lain untuk menghasilkan tatanan dunia baru ... Gagasan sempit tentang kedaulatan nasional tidak boleh diizinkan untuk mengurangi kewajiban itu.”

Anggota Kongres Marjorie Holt menolak menandatangani Deklarasi itu dengan mengatakan:

"Ia menyerukan penyerahan kedaulatan nasional kita kepada organisasi internasional. Ia menyatakan bahwa ekonomi kita harus diatur oleh otoritas internasional. Ia mengusulkan agar kita memasuki 'tatanan dunia baru' yang akan mendistribusikan kembali kekayaan yang diciptakan oleh rakyat Amerika."

1975 - Pensiunan Angkatan Laut, Laksamana Chester Ward, mantan Hakim Advokat Jenderal Angkatan Laut AS dan mantan anggota CFR, menulis dalam sebuah kritik bahwa tujuan CFR adalah "tenggelamnya kedaulatan AS dan kemerdekaan nasional ke dalam pemerintahan tunggal dunia yang kuat ... "

1975 – Buku ‘Kissinger on the Couch’ diterbitkan. Penulis, Phyllis Schlafly dan mantan anggota CFR Chester Ward menyatakan:

"Begitu anggota CFR yang berkuasa memutuskan bahwa pemerintah AS harus mendukung kebijakan tertentu, maka fasilitas penelitian CFR yang sangat substansial digunakan untuk mengembangkan argumen, intelektual dan emosional, untuk mendukung kebijakan baru dan untuk membingungkan, mendiskreditkan, secara intelektual dan politis, segala bentuk penentangan apa pun juga ... "

1976 - RIO: ‘Membentuk Kembali Tata Internasional’ diterbitkan oleh kaum globalis dari Club of Rome, dimana ia menyerukan suatu tatanan internasional baru, termasuk redistribusi kekayaan.

1977 – ‘The Third Try at World Order (Percobaan Ketiga dari Tata Dunia) diterbitkan. Penulisnya, Harlan Cleveland, dari Institut Aspen for Humanistic Studies, menyerukan:

"Mengubah sikap dan institusi Amerika" demi "perlucutan senjata secara total (kecuali bagi tentara internasional)" dan “penghapusan hak individu atas makanan, kesehatan, dan pendidikan." [Nampaknya seperti keadaan Amerika saat ini?]

1977 – Buku ‘Imperial Brain Trust’ oleh Laurence Shoup dan William Minter, diterbitkan. Buku ini memberi pandangan kritis kepada Dewan Hubungan Luar Negeri dengan bab-bab seperti: Membentuk sebuah Tata Dunia Baru: Cetak Biru Dewan untuk Hegemoni Global, 1939-1944 dan Menuju tahun 1980-an: Rencana Dewan bagi sebuah Tata Dunia Baru.

1977 - Koneksi Trilateral muncul di majalah Atlantic Monthly edisi Juli. Ditulis oleh Jeremiah Novak, dimana disitu dikatakan:

Untuk ketiga kalinya dalam abad ini, sekelompok sekolah, pengusaha, dan pejabat pemerintah Amerika berencana untuk membuat Tata Dunia Baru ...

1977 - Pendidik terkemuka Mortimer Adler menerbitkan ‘Philosopher at Large’ di mana dia berkata:

... jika pemerintah sipil lokal diperlukan untuk menciptakan perdamaian sipil lokal, maka pemerintah sipil dunia diperlukan untuk menciptakan perdamaian dunia.

1979 - Barry Goldwater, pensiunan Senator Republik dari Arizona, menerbitkan otobiografinya ‘With No Apologies.’ Dia menulis:

Dalam pandangan saya, Komisi Trilateral mewakili upaya yang terampil dan terkoordinasi untuk mengambil kendali dan mengkonsolidasikan empat pusat kekuasaan - politik, moneter, intelektual, dan gerejawi. Semua ini dilakukan demi kepentingan menciptakan komunitas dunia yang lebih damai dan lebih produktif. Apa yang benar-benar dimaksudkan oleh Trilateralis adalah penciptaan kekuatan ekonomi di seluruh dunia yang lebih unggul daripada pemerintahan politik negara-bangsa yang terlibat. Mereka percaya bahwa materialisme yang melimpah yang mereka usulkan untuk diciptakan akan mengalahkan perbedaan yang ada. Sebagai manajer dan pencipta sistem mereka akan memerintah dunia masa depan.

No comments:

Post a Comment