Saturday, January 26, 2019

BERDANSA DENGAN IBLIS




berdansa dengan iblis
Saatnya alunan musik untuk dihentikan
January 25, 2019


Selama bertahun-tahun ini para uskup di AS telah berdansa bersama iblis, dan sekarang iblis itu telah memimpin, menulis irama dan liriknya, dan sekaligus memimpin orkestra. Dan semua ini disebabkan oleh pandangan picik dari beberapa uskup, sikap mengabaikan dari beberapa uskup yang lain serta sikap kedengkian dari uskup-uskup yang lainnya lagi.

Lihatlah, sejumlah besar uskup A.S. masih terjebak di era tahun 1970-an dan tahun-tahun sebelumnya, ketika kebanyakan umat Katolik adalah Demokrat - sebelum Demokrat berubah menjadi Partai Kematian.

Perubahan itu terjadi di bawah kepemimpinan dua orang Katolik: Ted Kennedy dan Mario Cuomo, keduanya adalah busuk, namun dielu-elukan oleh anak yang membunuh posisi kemapanan, dan dianggap sebagai "singa" dan "pahlawan".

Kennedy - orang yang sama yang meninggalkan Mary Jo Kopechne untuk menenggelamkan diri di pelukan Chappaquiddick, ketika dia mengemudi sambil mabuk hingga keluar batas jembatan - adalah politisi Katolik yang mengatur panggung bagi para politisi Katolik lainnya untuk dapat mengklaim sebagai Katolik dan sekaligus pro-aborsi.

Dia dan kawanannya mengadakan pertemuan rahasia di kompleks Kennedy di Hyannisport pada 1960-an yang dihadiri oleh lima pastor Jesuit, pastor Charles Curran dan seorang uskup yang masih belum disebutkan namanya.

Hasil dari pertemuan itu, setelah banyak ‘sulapan’ teologis, adalah keputusan bahwa Anda bisa menjadi Katolik sambil mendukung aborsi. Kemudian pada tahun 1984, selama perlombaan calon presiden Reagan-Mondale, maka Ted Hesburgh, sebagai presiden lembaga dan universitas Notre Dame, mengundang gubernur New York, Mario Cuomo, untuk memberikan pidato di kampusnya, yang hasilnya adalah keputusan yang sekarang terkenal bagi para politisi Katolik pembunuh di mana-mana: "Saya pribadi bersikap menentang (aborsi), tetapi ... "

Beberapa uskup di mana pun di Amerika Serikat selama tahun-tahun itu, dari tahun 1964 hingga 1984, mengatakan banyak hal tentang arah yang dituju oleh Partai Demokrat. Tepat di pertengahan 20 tahun itu, Mahkamah Agung A.S. menjatuhkan putusannya yang tidak bermoral di Roe v. Wade (mengesahkan aborsi)

Lagi-lagi, muncul berbagai komentar asal-asalan dan derasnya rilis pers ketika keputusan itu diambil, tetapi ketika itu benar-benar memutuskan untuk tidak berhubungan dengan generasi baru pembunuh anak Katolik, para uskup benar-benar semakin dekat dengan mereka. Dan generasi uskup saat ini bahkan lebih terikat lagi pada mereka.

Awal minggu ini, Gubernur "Katolik" New York, Andrew Cuomo, putra Mario Cuomo, telah mengambil kesimpulan logis dari pekerjaan ayahnya yang sangat berbahaya. Dia menandatangani hukum di New York, hukum aborsi agresif yang paling mahal dalam sejarah negara dan sangat mungkin di dunia. Dan dia membuat pertunjukan besar untuk melakukannya pada tanggal peringatan Roe v. Wade - 22 Januari 2019.

Sekarang, ulang tahun Roe v. Wade tahun ini menggaris-bawahi fokus yang tajam: betapa butanya para uskup Amerika Serikat ketika menyangkut masalah politik.

Dua peristiwa terjadi: Satu, Cuomo menandatangani RUU itu menjadi undang-undang; dan hari Jumat sebelumnya, kebuntuan sekolah Covington yang sekarang terkenal dengan adanya orang India tua yang memukul-mukul drum, yang menurut laporan yang lebih baru, sebenarnya mereka mencoba untuk mengganggu Misa Katolik sebelumnya. Bagaimana cara para uskup, hierarki AS, merespons setiap insiden ini telah memberi tahu Anda segala hal yang perlu Anda ketahui tentang keadaan kepemimpinan Gereja saat ini.

Andrew Cuomo perlu di-exkomunikasi. Skandal yang seharusnya bisa dipertimbangkan masak-masak oleh seorang gubernur Katolik untuk melakukannya, dan kemudian dia benar-benar melakukannya, dan kemudian dia memamerkan hal itu dan bahkan men-tweet tentang semua tindakannya adalah di luar batas kewarasan.

Itu benar-benar membuat Anda harus merenungkan apa yang telah dilakukan oleh salah satu politisi Katolik, Demokrat, pembantai anak, dan yang seharusnya berhak mendapatkan tindakan exkomunikasi – tetapi justru dia membuka tempat aborsi di ruang bawah tanah sebuah katedral?

Tetapi sementara para uskup A.S. sibuk tidak meng-exkomunikasi Cuomo, mereka sibuk mengutuk anak-anak dari Sekolah Menengah Katolik Covington. Satu demi satu, mereka muncul di media sosial untuk mengutuk anak-anak itu ketika laporan berita palsu menggambarkan satu demi satu kemarahan kepada para pendukung mereka yang hiruk pikuk.

Seperti yang Anda ketahui, anak-anak lelaki itu mengenakan topi MAGA, yang bagi sebagian besar uskup AS seperti kryptonite, begitu dekat mereka bersekutu dengan kuncup Partai Demokrat mereka.

Ketika kebenaran semakin menjadi fokus, beberapa uskup "terburu-buru untuk menghakimi", seperti Joseph Kurtz dari Louisville, di ujung jalan dari sekolah Covington - yang juga mantan presiden konferensi uskup nasional – akhirnya secara diam-diam, menghapus tweet mereka yang menghancurkan anak Sekolah Menengah Katolik Covington.

Tetapi tidak ada permintaan maaf dari Kurtz atau yang lainnya. Reaksi spontan mereka, yang telah merugikan mereka dalam hal kredibilitas mereka di hadapan beberapa umat Katolik yang masih setia kepada ajaran Kristus, adalah untuk selalu memihak partai Demokrat (yang selalu mendukung aborsi) serta mendukung kegilaan ‘prajurit keadilan sosial liberal’ mereka.

Tetapi dengan mengatakan bahwa mereka terbukti salah dan ditunjukkan bahwa mereka terlalu cepat menghakimi karena pandangan duniawi mereka, namun mereka tidak memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa dirinya bersalah. Tetapi mereka dan banyak saudara-saudara uskup mereka adalah orang-orang yang membantu menciptakan lingkungan busuk seperti ini. Bagaimana? Dengan mendukung Partai Kematian (Partai Demokrat) dalam beberapa kali pemilihan, melalui berbagai penilaian dengan alasan yang salah; baik itu dalam kasus pengungsi atau perubahan iklim, atau memerangi kemiskinan atau apa pun juga. Terlalu banyak dari mereka, selama beberapa dekade, telah mengabaikan kebenaran Katolik dan menukarnya dengan keinginan untuk terlihat penuh kasih dan peduli terhadap tetangga mereka, dan mereka berusaha untuk mendapatkan rasa hormat dari orang-orang, bukan dari Allah.

Ketika mereka menyangkal keadilan dan kebenaran di hadapan kawanan mereka sendiri, ketika sepasukan pria homosex membanjiri jajaran mereka dan barisan imamat mereka – dengan beberapa putera altar yang diperkosa, semuanya ini adalah bertentangan dengan Iman dan menghancurkan jiwa-jiwa. Jadi, mereka bergandengan tangan dengan para pembunuh anak-anak ini, memberi penghormatan kepada perjuangan para pembunuh Katolik.

Beberapa orang ada yang ditipu, ada yang terlalu bodoh untuk menyadari bahwa mereka sedang dipermainkan. Yang lainnya ada yang terlalu takut mengundang "kontroversi" jika mereka benar-benar mengambil tindakan. Namun yang lain lagi bersikap tidak peduli dengan Iman atau kebenaran, dan sebenarnya mereka senang bahwa semua neo-paganisme ini kembali dimainkan di atas panggung. Donald Wuerl, misalnya, yang masih juga dipuji-puji hingga sekarang, berkali-kali dia mendistorsi ajaran Gereja demi mendukung ulah para politisi Katolik yang sesat ini, yang seharusnya mereka ditolak untuk Komuni Kudus. Singkatnya, dia telah berbohong.

Demikian juga teman dan rekannya dalam kejahatan yang dia tutup-tutupi: Theodore McCarrick. McCarrick berbohong pada seluruh konferensi para uskup pada tahun 2004 dengan mengatakan bahwa Kardinal Ratzinger pada saat itu telah menyetujui politisi Katolik yang pro-aborsi untuk menerima Komuni Kudus.

Ratzinger tidak melakukan hal seperti itu. McCarrick mengartikan catatan kaki dalam dokumen Ratzinger - catatan kaki yang sama sekali terpisah dari masalah utama - sebagai izin untuk melakukan penistaan. Tetapi sekali lagi, McCarrick dan Wuerl dan beberapa orang lainnya telah membangun karir mereka melalui kebohongan, maka tidak ada kejutan dalam perbuatan mereka kali ini.

Tetapi yang sangat menyedihkan sekarang adalah ini: Mengingat semua orang yang telah terungkap perbuatan bejatnya sejak berita McCarrick pecah - dan predator homoseksual McCarrick adalah kekasih dari Partai Demokrat – nyatanya hanya sedikit saja uskup yang mau melangkah maju dan mulai mengakui bahwa mereka telah melihat terang (kebenaran).

Beberapa dekade manipulasi oleh klerus beraliran Marxis dalam barisan hirarki; membanjirnya pria homosex ke dalam jajaran klerus dengan semua kesengsaraan yang menyertainya; maka penerimaan dan pengesahan aborsi adalah bagian dari mimpi besar mereka.

Sebagai catatan, setiap tahun, para uskup A.S. menambahkan lagi 11 koleksi nasional pada jajaran orang-orang busuk itu - SEBELAS.

Mereka telah melakukan hal ini selama beberapa dekade. Namun tidak pernah, tidak sekali pun, mereka tidak pernah mengambil koleksi dari orang-orang pro-kehidupan untuk mendukung perjuangan ratusan ribu umat Katolik yang berkomitmen memerangi kejahatan dahsyat ini - tidak satu pun. Biarkan hal ini meresap: tidak satu pun.

Namun, setiap tahun, mereka berkumpul tidak hanya sekali, tetapi dua kali, untuk mencuri dari kantong Anda demi alasan untuk kegiatan keadilan sosial, beberapa di antaranya untuk mendukung program-program Partai Demokrat, seperti mendaftar para pemilih baru, mendukung program aborsi, kontrasepsi dan semua hal yang berbau gay.

Ya, jika Anda ingin melihat ke belakang dan mulai menyalahkan ketika kita runtuh sebagai bangsa yang bermoral, Anda tidak perlu melihat lebih jauh daripada para uskup A.S. yang terus mendukung Partai Kematian (Demokrat) agar terpilih, dan bahkan sampai hari ini masih tetap memegang jabatan.

Cuomo memang perlu di-exkomunikasi. Beberapa uskup perlu meminta maaf dengan tulus karena mereka menyalahkan anak-anak sekolah Covington. Para gay yang ada di jajaran mereka perlu dibuka kedoknya. Dan Gereja perlu dipulihkan tanpa kehadiran mereka di dalamnya yang menjabat sebagai uskup-uskup.

Mereka membawa revolusi kebusukan kedalam Gereja pada 1960-1990-an. Dan panenan saat ini mempertahankan revolusi itu dan bahkan memajukannya – maka inilah saatnya untuk melakukan kontra-revolusi terhadap mereka.

Tuhan kita tidak akan membiarkan hal ini terus terjadi. Dia sedang mengakhiri hal itu. Para uskup itu masih dapat menikmati berdansa dengan iblis. Tetapi Allah Langit dan Bumi akan membuat alunan musik mereka berhenti.

No comments:

Post a Comment