Monday, May 27, 2019

APAKAH KITA TELAH BERADA DI TEPI KRISIS MAKANAN GLOBAL?







These Last Days News - May 24, 2019

APAKAH KITA TELAH BERADA DI TEPI KRISIS MAKANAN GLOBAL?

EndOfTheAmericanDream.com reported on May 21, 2019:
by Michael Snyder


Sepertinya produksi pangan global bisa jauh di bawah harapan pada 2019, dan itu bisa menimbulkan masalah besar di bulan-bulan mendatang. Dalam beberapa minggu terakhir, saya telah menulis secara luas tentang masalah yang telah kita alami di Amerika Serikat. Sebanyak satu juta anak sapi hilang akibat banjir yang melanda negara bagian Nebraska pada bulan Maret, para petani telah menanam kurang dari setengah dari tanaman jagung yang biasanya ada di tanah saat ini, dan banyak tanaman yang telah ditanam di tengah ladang terpaksa harus berjuang untuk bisa hidup karena tanah yang sangat basah. Tetapi bukan hanya Amerika Serikat yang harus menghadapi tahun yang sangat sulit. Sebelumnya, salah satu pembaca saya mengirimi saya sebuah artikel berjudul Krisis pangan global” telah berada di depan ketika cuaca ekstrem menghancurkan tanaman dan ladang di seluruh dunia" dimana saya menganjurkan semua orang untuk membacanya. Dalam artikel itu, kita diberitahu bahwa setelah kekeringan terburuk dalam 116 tahun, Australia terpaksa mengimpor gandum. Dan menurut media the Guardian, ini adalah pertama kalinya dalam 12 tahun ini terjadi ...

Australia berencana mengimpor gandum untuk pertama kalinya dalam 12 tahun setelah kekeringan di seluruh negara bagian timur dan penurunan produksi gandum sebesar 20% tahun lalu.

Departemen Pertanian dan Sumber Daya Air Australia mengkonfirmasi minggu ini bahwa mereka telah mengeluarkan izin impor massal untuk memungkinkan gandum dibawa dari Kanada untuk diproses bagi kepentingan pasar domestik. Biasanya, Australia mengekspor sejumlah besar gandum. Namun faktanya, kini mereka adalah pengekspor gandum terbesar kelima di seluruh dunia tahun lalu. Tapi sekarang mereka harus membawa gandum dari Kanada, dan itu pertanda yang sangat tidak menyenangkan.

Artikel di Strange Sounds juga merinci kegagalan panen di Italia, Prancis, Meksiko dan Argentina. Saya tidak akan menyampaikan semua informasi itu di sini.

Tapi satu kegagalan panen utama yang terlewatkan dalam artikel itu adalah kegagalan panen padi besar-besaran di Filipina Kerugian lebih dari P350 juta Peso oleh tanaman padi karena kekeringan telah dicatat oleh the Office of the Provincial Agriculturist (OPA)-Capiz, Filipina. Dalam laporan penilaian kerusakan pada 10 Mei, petugas informasi OPA Florie May Castro mengatakan kerusakan pada tanaman padi telah mencapai P358.452.650 di seluruh provinsi Capiz karena kekeringan.

Di seluruh dunia, tanaman dihancurkan oleh banjir, kekeringan dan suhu yang lebih dingin dari yang diharapkan, dan banyak orang yang berharap agar pola cuaca global segera kembali kepada keadaan normal.

Banyak hal buruk terjadi di Korea Utara. Hingga saat ini, hampir tidak ada hujan yang jatuh  sejauh ini, pada tahun 2019 ... Curah hujan mencapai jumlah yang terendah sejak 1982. Sejauh ini di bulan Mei, Korea Utara telah mengalami hujan hanya sebanyak 0,02 inci. Namun, Kota Pyongyang, Kota Nampho, Provinsi Kangwon dan provinsi Hwanghae Utara dan Selatan tidak mengalami hujan sama sekali. Menurut KCNA, jika curah hujan untuk sisa bulan Mei tidak melebihi 50% dari rata-rata curah hujan tahunan, maka total curah hujan Januari hingga Mei di Korea Utara akan menjadi sekitar 3 inci, jumlah terendah yang pernah dicatat untuk periode waktu itu. Dengan curah hujan yang begitu sedikit, para petani mengalami kesulitan yang sangat besar untuk menanam apa pun, dan pada saat ini negara ini menghadapi defisit pangan yang sangat besar… Menambah pada kesulitan ini adalah berupa kekurangan makanan yang terus meluas. PBB melaporkan awal bulan ini bahwa Korea Utara memiliki defisit pangan 1,36 juta metrik ton. Produksi tanaman pangan 2018-2019 diperkirakan 4,9 juta metrik ton, terendah sejak musim 2008-2009.

Di atas segalanya, janganlah kita lupa bahwa Demam Babi Afrika benar-benar menghancurkan populasi babi global. Menurut laporan the Hill, sedang diproyeksikan bahwa 200 juta babi bisa mati karena penyakit di China saja ... Harga daging babi diperkirakan naik karena demam babi Afrika telah menghancurkan babi di Cina, The Wall Street Journal melaporkan Senin.

McDonald, Burger King, Jimmy Dean dan Dunkin semuanya dilaporkan telah memperkirakan harga sosis dan daging bakal naik tahun ini, karena Cina harus mengimpor babi untuk menebus 200 juta babi yang diperkirakan akan mati karena penyakit tersebut.

Secara perspektif, ada lebih banyak babi di Cina daripada seluruh produksi industri daging babi AS dalam satu tahun penuh. Untuk informasi lebih lanjut mengenai krisis yang sedang berlangsung ini, silakan lihat artikel saya sebelumnya yang berjudul Diperkirakan ada 150-200 juta ekor babi telah terkena wabah global dalam proporsi alkitabiah.”

Di Amerika Serikat, hujan terus menerus dan banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menjadi masalah terbesar. 12 bulan sebelumnya telah menjadi cuaca yang paling basah   dalam sejarah Amerika Serikat, dan bagian tengah negara itu baru saja dihantam oleh serangkaian badai besar dan parah lainnya.  Hujan deras, angin kencang dan hujan es telah melanda seluruh negara bagian tengah, membawa kehancuran pada wilayah tersebut selama periode musim semi yang basah secara brutal, membuat 22 juta orang bersiap menghadapi banjir bandang yang lebih besar.

Empat juta penduduk berada di bawah 'peringatan darurat' banjir bandang pada Selasa pagi, termasuk di Oklahoma, di mana air setinggi lima kaki masuk ke rumah-rumah di Hominy, bagian timur laut negara bagian itu.

Sekitar 22 tornado telah dilaporkan sejauh ini di Oklahoma, Texas, Kansas dan Missouri, sementara kru penyelamat di kapal menarik setidaknya 50 orang dari air banjir ketika hujan deras mengguyur jalan dan rumah, kata Badan Manajemen Darurat Oklahoma.

Planet kita sedang berubah, dan pola cuaca global akan terus berubah. "Keadaan normal yang baru" akan terlihat sangat berbeda dari "keadaan normal yang lama", dan kita semua harus siap untuk menghadapi masa depan yang sangat tidak pasti.

Bahkan selama tahun-tahun dengan panenan yang baik, dunia benar-benar harus berjuang untuk memberi makan semua orang. Sekarang kita menghadapi kegagalan panen dan bencana di seluruh planet ini, apa yang akan kita lakukan? Banyak yang percaya bahwa krisis pangan global sedang membayangi, dan tanpa ragu konsumen AS akan segera harus membayar harga yang jauh lebih tinggi ketika mereka mengunjungi toko kelontong.


* * * * * *

"Di dalam negerimu, Amerika Serikat, dan banyak negara lainnya yang telah jatuh dalam kebusukan dan dosa, pencobaan besar akan diberikan. Tanaman akan gagal panen; akan ada kelaparan dan kehausan di banyak daerah." - Yesus, Bayside, 15 Juli, 1977

"Badai akan merusak wilayah pantai; tanaman akan membusuk di tanah - kelaparan." - Bunda Maria, 25 Juli 1978



No comments:

Post a Comment