Thursday, May 30, 2019

Uskup Agung Vigano Mengatakan Bahwa Paus Francis Telah Berbohong...



These Last Days News - May 29, 2019

EKSKLUSIF: Uskup Agung Vigano Mengatakan Bahwa Paus Francis Telah Berbohong dalam Penyangkalannya Yang Terbaru Soal Kardinal McCarrick ...


LifeSiteNews.com reported on May 28, 2019:
by Diane Montagna

Seolah untuk yang pertama kalinya, Paus Francis secara terang-terangan membantah bahwa dia tahu sesuatu tentang kegiatan tak bermoral dari Kardinal Theodore McCarrick, dimana hal ini secara langsung bertentangan dengan catatan Uskup Agung Carlo Maria Viganò tentang percakapan mereka dalam masalah itu.

"Saya tidak tahu apa-apa ... tidak ada, tidak ada sama sekali yang saya ketahui," kata Paus Francis dalam sebuah wawancara baru-baru ini yang diterbitkan pada hari Selasa di Vatikan News.

Sebagai tanggapannya, mantan nuncio apostolik Vatikan untuk Amerika Serikat, secara langsung menuduh Paus Francis telah berbohong.

Dalam komentarnya kepada media LifeSite setelah rilis wawancara, Uskup Agung Viganò mengatakan: “Apa yang dikatakan Paus bahwa dirinya tidak mengetahui apa pun adalah bohong. [...] Dia pura-pura tidak mengingat apa yang saya katakan kepadanya tentang McCarrick, dan dia berpura-pura bukan dia yang bertanya kepada saya tentang McCarrick sejak awal."

Kedua wawancara tersebut bertepatan dengan dirilisnya sebuah bocoran korespondensi   antara paus Francis, Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin, dan Kardinal Theodore McCarrick, yang saat itu, membenarkan bahwa sanksi pembatasan kegiatan dan jabatan telah diberlakukan terhadap McCarrick oleh Vatikan pada tahun 2008, dan bahwa mantan kardinal (yang sekarang dipecat dari imamatnya atas tuduhan pelecehan seksual) masih bisa bepergian secara bebas selama masa kepausan Francis, dan memainkan peran diplomatik utama dalam membangun perjanjian Vatikan dengan Komunis China yang kontroversial itu.

Wawancara baru
Dalam wawancara 28 Mei dengan jurnalis Meksiko, Valentina Alazraki, paus Francis berusaha menjelaskan mengapa dia tidak pernah secara terbuka menyangkal kesaksian asli dari Uskup Agung Vigano, sementara itu dia mengeluarkan penyangkalan yang tampaknya untuk pertama kalinya.

Pembaca bisa mengingat bahwa berita tentang kesaksian mantan nuncio AS itu (Viganò) meledak pada 25 Agustus 2018 lalu, sementara paus Francis menghadiri Pertemuan Keluarga Sedunia di Dublin. Sehari kemudian, dalam konferensi pers dalam penerbangannya kembali ke Roma, Paus menghindari pertanyaan tentang tuduhan bahwa dirinya sudah tahu tentang perbuatan pelecehan sexual yang dilakukan oleh mantan Kardinal McCarrick.

“Silakan baca pernyataan [Viganò] dengan hati-hati dan buatlah penilaian sendiri. Saya tidak akan mengatakan sepatah kata pun tentang ini, " demikian kata paus kepada para wartawan di atas pesawat kepausan (see video here).

"Anda semua memiliki kemampuan jurnalistik yang cukup untuk menarik kesimpulan," kata paus Francis.

“Itu adalah sebuah tindakan kepercayaan,” tambah paus Francis. “Ketika sedikit waktu telah berlalu, dan Anda telah mengambil kesimpulan, mungkin saya akan membicarakannya, tetapi saya ingin kedewasaan profesional Anda dalam melakukan pekerjaan ini. Ini semua akan baik bagi Anda semua.”

Dalam wawancara hari ini dengan Alazraki, jurnalis dan teman lama dari John Paul II dengan jujur ​​mengatakan kepada paus Francis: "Sikap diam Anda (paus Francis) itu sangatlah memberatkan, karena bagi pers dan bagi banyak orang, ketika seseorang bersikap diam, itu adalah seperti pertengkaran suami dan istri bukan? Si istri menangkap suaminya menyimpang, dan dia tidak mau menjawab si istri. Dan si istri berkata, "Ada sesuatu yang busuk di sini."

"Jadi, mengapa bersikap diam?" Alazraki dengan tajam bertanya kepada paus Francis. "Sudah tiba waktunya untuk menjawab pertanyaan yang kami tanyakan di pesawat."

"Ya," jawab paus Francis. "Mereka yang telah mempelajari hukum Romawi bisa berkata bahwa diam adalah sebuah cara dalam berbicara."
Lalu dia melanjutkan:

Kasus Viganò: Saya sudah melihatnya, tapi saya belum membaca seluruh suratnya. Saya melihat sedikit dan saya sudah tahu apa itu, dan saya membuat pilihan: Saya percaya pada kejujuran para wartawan dan saya berkata kepada mereka, “Lihat, di sini Anda memiliki segalanya. Pelajarilah dan buatlah kesimpulan Anda sendiri.” Dan itulah yang Anda lakukan, karena Anda melakukan pekerjaan itu, itu hebat, dan saya sangat berhati-hati untuk mengatakan hal-hal yang tidak ada di sana, tetapi kemudian, tiga atau empat bulan kemudian, seorang hakim di Milan mengatakan pada mereka ketika dia dinyatakan kalah dalam persidangan.

"Anda berbicara tentang keluarganya," Alazraki bertanya.

"Tentu saja," jawab Paus. “Saya diam saja, mengapa saya harus memperburuk hal itu. Biarkan para jurnalis mencari tahu. Dan Anda menemukannya, Anda menemukan seluruh dunia. Itu adalah keheningan kepercayaan terhadap Anda ... Dan hasilnya baik, itu lebih baik daripada jika saya mulai menjelaskan, untuk membela diri.”

Paus Fransiskus menyatakan bahwa Uskup Agung Viganò telah dinyatakan tidak dapat dipercaya karena konflik hukum dengan saudara lelakinya yang diselesaikan di pengadilan Milan.

Dalam komentarnya kepada LifeSite, Uskup Agung Viganò menampik upaya Paus untuk meragukan keandalannya atas perselisihan dengan saudara lelakinya mengenai pengelolaan warisan mereka - sebuah pertanyaan yang dia katakan tidak memiliki relevansi dengan tuduhan mengenai Kardinal McCarrick."

“Apa yang dikatakan paus Francis mengenai keputusan hakim di Milan dan keluarga saya tidak ada hubungannya dengan kasus McCarrick, karena itu telah diklarifikasi sepenuhnya. Itu hanya pembagian harta antara saudara. Saya menerimanya untuk berdamai. Baik saya maupun kakak saya tidak mengajukan banding atas putusan tersebut, jadi cerita berakhir di situ. Dan itu tidak ada hubungannya dengan McCarrick. Itu adalah salah satu dari banyak kisah yang mereka angkat untuk menghancurkan kredibilitas saya.”

Akun uskup agung Viganò tentang proses ini telah diverifikasi secara luas oleh LifeSite [lihat laporan kami di sin: report here)

Pada Oktober 2018, Vatikan mengumumkan bahwa "studi menyeluruh" atas semua dokumen yang relevan tentang McCarrick yang berada di kantor Vatikan akan dilakukan. Namun tidak jelas mengapa paus Francis akan memerlukan penyelidikan arsip untuk mengatakan apakah dia tahu tentang kesalahan Kardinal McCarrick.

Dalam komentarnya kepada LifeSite, Uskup Agung Viganò mencatat:
"Dalam penerbangan kembali dari Dublin, paus Francis mengatakan kepada wartawan:"Saya percaya pada profesionalisme Anda." Dia berjanji untuk memberikan dokumen, namun dia tidak pernah memberikan dokumen itu. Ceritakan bagaimana wartawan seharusnya mengetahui kebenaran jika Anda tidak memberikan dokumen. Berapa banyak waktu telah berlalu sejak Vatikan menjanjikan penyelidikan? Itu semua adalah kontradiksi. Dia benar-benar bertentangan dengan dirinya sendiri."

“Paus pura-pura tidak mengingat apa yang saya katakan kepadanya tentang McCarrick,” tambah Uskup Agung Viganò. "Dia berpura-pura bahwa bukan dia yang bertanya kepadaku tentang McCarrick sejak awal. Dan dia pura-pura tidak mengingat apa yang saya katakan kepadanya."

Paus bahkan mengklaim selama wawancara, bahwa ada dugaan bahwa Uskup Agung Viganò disuap untuk membuat klaim yang merusak tentang dirinya [tidak jelas kepada siapa paus Francis merujuk], dan kemudian paus Francis menyindir dalam konteks perbandingan mantan nuncio AS itu dengan Yudas Iscariot .

Mendesak paus Francis
Dalam wawancara 28 Mei, Alazraki mendesak paus Francis lebih lanjut tentang apakah dia tahu atau tidak tentang mantan kardinal McCarrick.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang McCarrick, jelas, tidak ada, tidak ada," katanya. "Saya sudah mengatakan itu beberapa kali, bahwa saya tidak tahu, tidak ada sama sekali yang saya ketahui."

Tidak jelas apa yang dimaksud oleh paus Francis ketika dia mengatakan bahwa dia menyangkal pengetahuan tentang kegiatan tak bermoral dari McCarrick pada beberapa kesempatan, karena penolakannya untuk berkomentar, dengan satu dan lain cara, dan hal ini justru telah menjadi elemen skandal yang sangat menonjol.

Paus Francis melanjutkan: “Ketika [Uskup Agung Viganò] mengatakan bahwa dia berbicara kepada saya pada hari itu [pada tanggal 23 Juni 2013], bahwa dia datang ... Saya tidak ingat apakah dia mengatakan kepada saya tentang ini, apakah itu benar atau tidak, tidak tahu ! Tetapi Anda tahu bahwa saya tidak tahu apa-apa tentang McCarrick; kalau tidak, saya tidak akan diam, kan? "

Uskup Agung Viganò mengamati ucapan ini, "Dia mencoba bertindak cerdik, mengklaim bahwa dia tidak ingat apa yang saya katakan kepadanya, padahal dia adalah orang yang serius bertanya kepada saya tentang McCarrick."

Paus mengatakan dalam wawancara bahwa ada dua alasan mengapa dia bersikap diam. "Pertama," katanya kepada Alazraki, "karena bukti ada di sana, Anda bisa menilai. Itu benar-benar tindakan kepercayaan."

“Kedua,” dia menambahkan, “karena [teladan Yesus], bahwa pada saat-saat terjadi kejahatan maka adalah lebih baik untuk tidak berbicara, karena dan itu bisa memperburuk keadaan. Semuanya akan melawan kamu. Tuhan yang mengajar kita untuk menggunakan cara itu dan saya mengikuti-Nya.”

Korespondensi Yang Bocor
Berita komentar paus Francis tentang Uskup Agung Viganò bertepatan dengan bocornya korespondensi antara McCarrick, Paus Francis dan Sekretaris Vatikan, Kardinal Pietro Parolin pada hari Selasa.

Korespondensi, yang diperoleh oleh mantan ajudan McCarrick, Mgr. Anthony Figueiredo, dari Amerika, membenarkan bahwa tindakan sanksi pembatasan jabatan telah diberlakukan kepada McCarrick oleh Vatikan pada 2008, dan bahwa mantan kardinal, yang kemudian dipecat atas tuduhan pelecehan seksual, masih bisa melakukan perjalanan secara bebas selama masa pemerintahan Francis, dan memainkan peran diplomatik utama dalam membangun perjanjian Vatikan dengan China.

Ditanya saat ini tentang korespondensi itu, Uskup Agung Viganò mengatakan kepada LifeSite berjudul “surat-surat yang bernyanyi”:

"Mgr. Figueiredo adalah sekretaris pribadi McCarrick ketika dia datang ke Roma," kata mantan nuncio AS itu. “Dia telah merilis surat-surat ini dari McCarrick kepada Parolin dan paus Francis di mana dia melaporkan perjalanannya ke China, ke Iran dan ke tempat-tempat lain. Karena itu, mereka semua sudah mendapat informasi tentang ini."

Uskup Agung Viganò juga mencatat bahwa korespondensi itu menunjukkan bahwa Vatikan telah diberitahu tentang fakta bahwa McCarrick berhubungan sex dengan para seminaris, dan "McCarrick mengakuinya," katanya.

"Untuk mempertahankan nama baiknya di hadapan paus Francis, McCarrick mengatakan bahwa dia tidak pernah melakukan hubungan seksual dengan siapa pun, tetapi dia tidur di ranjang yang sama dengan para seminaris dan imam," kata mantan nuncio AS itu.

Uskup Agung Viganò menjelaskan:

Itu adalah hal yang sama yang dia katakan sebelum keputusan dari Kongregasi untuk Ajaran Iman. Hukuman untuk memecat McCarrick dari imamatnya dan menjadi umat awam didasarkan pada tindakan pencabulan terhadap sekian banyak orang, dewasa, anak di bawah umur dan juga pelecehan di dalam kamar pengakuan dosa. Entah hukuman dari Kongregasi untuk Ajaran Iman tidak relevan, atau apa yang dikatakan McCarrick, bahwa dia tidak pernah memiliki hubungan dengan siapa pun, adalah kebohongan - seperti apa yang dikatakan paus bahwa dirinya tidak mengetahui sesuatu pun soal McCarrick, itu adalah bohong; juga seperti apa yang dia katakan bahwa dia tidak ingat apa yang saya katakan kepadanya, itu adalah sebuah kebohongan juga, padahal dia adalah orang yang bertanya lebih dulu kepada saya.

Mantan nuncio untuk Amerika Serikat itu juga mencatat bahwa surat-surat itu mengkonfirmasi keterlibatan Kardinal Parolin dalam kasus McCarrick, dan dia menambahkan bahwa sudah waktunya bagi Parolin untuk diselidiki.

“Seperti yang saya tulis dalam kesaksian pertama saya, pada Mei 2014 - ketika artikel itu muncul di Washington Times yang merujuk pada perjalanan McCarrick ke Afrika Tengah - saya menulis kepada Cardinal Parolin, bertanya kepadanya: Apakah sanksi pembatasan yang diberlakukan kepada McCarrick masih valid atau tidak?"

"Tetapi Parolin tidak pernah menanggapi saya," kata uskup agung itu, seraya menambahkan bahwa Sekretaris Negara Vatikan itu juga harus diselidiki. "Dia tidak pernah menanggapi surat saya, karena dia adalah benar-benar seorang ‘yes-man’, seperti yang kita lihat dengan kesepakatan dengan China."


* * * * * *

Komentar Editor:
Mat 16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Disini Yesus mengacu bahwa alam maut atau gerbang neraka tidak akan menguasainya (Gereja), bukan menguasai dia (Paus). Dengan kata lain: gerbang neraka tak bisa menguasai gereja, tetapi bisa menguasai paus.

Gereja juga telah berhasil selamat dari beberapa orang paus yang sesat dalam sejarah Gereja pada waktu yang lalu dan Gereja juga akan selamat dari mereka di masa depan.

"Akan ada seorang paus yang tidak terpilih secara kanonik yang akan menyebabkan sebuah perpecahan besar; akan ada berbagai macam pemikiran yang diajarkan yang akan menyebabkan banyak orang, bahkan mereka yang berada dalam ordo-ordo yang berbeda menjadi ragu-ragu, ya, bahkan setuju dengan para bidaah yang akan menyebabkan Ordo kita terpecah," Maka akan ada pertikaian dan penganiayaan universal sehingga jika hari-hari itu tidak dipersingkat, bahkan orang-orang pilihan sekali pun akan tersesat." - (The Reign of Antichrist, Fr. R. Gerald Culleton)

Kutipan pesan-pesan Bayside:

"Aku tidak akan membela para imam-Ku yang mendukung homoseksualitas dan membiarkannya berada dalam imamat-Ku! ... Aku tidak akan berdiri diam dan membiarkan imamat-Ku dihancurkan!" - Yesus, Bayside, 18 Juni 1982

"Anak-anak-Ku, di masa lalu Gereja-Ku, umat-Ku, telah melewati cawan penderitaan, tetapi Aku berkata kepadamu: Rumah-Ku, Gereja-Ku di bumi sedang melewati pencobaan yang jauh lebih besar daripada yang pernah ada dalam sejarah masa lalu. Lucifer dan para pengikutnya sekarang sedang bekerja dengan tekun dan paling berhasil pada saat ini, dalam upaya mereka untuk menggulingkan Tahta Petrus dan menempatkan di Roma seorang paus yang merupakan antipaus dalam sejarah." - Yesus, Bayside, 18 Juni 1978

”Roma akan kehilangan iman dan akan menjadi tempat kedudukan Antikristus.” - Our Lady of La Salette, 19 September 1846

"Tanpa jumlah doa yang diperlukan untuk menyeimbangkan neraca keadilan dan tindakan pemulihan dari anak-anak di dunia, akan ditempatkan di Tahta Petrus seorang yang akan menempatkan dan menaruh jiwa-jiwa dan Rumah Allah ke dalam kegelapan yang paling dalam." - Our Lady, Bayside, March 18, 1974

No comments:

Post a Comment