Monday, May 6, 2019

SEORANG FILSUF TERKENAL IKUT MENANDATANGANI PETISI


Dr. Josef Seifert

BLOGSCATHOLIC CHURCH Mon May 6, 2019 - 3:33 pm EST

SEORANG FILSUF TERKENAL IKUT MENANDATANGANI PETISI YANG MEMINTA KEPADA PARA USKUP UNTUK MENGINVESTASI PAUS ATAS TUDUHAN BIDAAH

by MAIKE HICKSON



6 Mei 2019 (LifeSiteNews) - filsuf Katolik terkenal di dunia, Dr. Josef Seifert, telah menandatangani sebuah petisi yang menyerukan kepada para uskup dunia untuk "menyelidiki Paus Francis atas perbuatan bidaah."

Petisi itu diluncurkan oleh salah satu penandatangan Surat Terbuka kepada para Uskup, tanggal 30 April 2019,  di mana 19 orang klerus dan cendekiawan terkemuka menuduh Paus Francis melakukan bidaah dan meminta para uskup Gereja Katolik, kepada siapa surat terbuka itu ditujukan, untuk segera "mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi situasi yang gawat ini" dimana ada seorang paus yang melakukan kejahatan ini.

Dr. Josef Seifert, presiden Academy for Life yang dipimpin oleh kaum awam dan teman-teman dekat mendiang Paus St. Yohanes Paulus II, membela penandatanganan petisi itu dalam pernyataan tertulis yang diberikan kepada LifeSiteNews (lihat pernyataan lengkap di bawah).

"Saya menandatangani petisi ini karena saya setuju dengan sebagian besar isi surat yang ditandatangani oleh 20 umat Katolik terkemuka dan karena saya percaya, seperti juga yang mereka lakukan, bahwa itu adalah tugas suci dari semua Kardinal dan Uskup Gereja Katolik, sebagai penerus para Rasul, untuk memeriksa dengan seksama setiap tuduhan serius perbuatan bidaah yang dilakukan oleh Paus," tulisnya.

"Jika mereka menemukan tuduhan ini benar, mereka memiliki tugas lebih lanjut sebagai saudara pada Jabatan Apostolik mereka untuk memberitahu Paus, tanpa rasa takut yang palsu dan pengecut, demi segala kejujuran dan dipenuhi dengan Roh Kudus yang sama di mana Santo Paulus secara terbuka mengkritik dan menegur Petrus, sebagai Paus yang pertama, yang dipilih oleh Kristus sendiri, bahwa dia menyimpang jauh dari kebenaran dan kehendak Allah," tambahnya.

Petisi yang berjudul "Pemintaan kepada para uskup untuk menyelidiki Paus Francis karena perbuatan bidaah," telah ditandatangani oleh 4.200 orang hingga tulisan ini dimuat.

Sedangkan Surat Terbuka, yang awalnya ditandatangani oleh 19 orang klerus dan cendekiawan, tetapi jumlah itu sekarang telah meningkat menjadi hampir 80 orang.


*****

Dr. Josef Seifert berkomentar tentang mengapa dia menandatangani petisi kepada para wali gereja (uskup) yang meminta mereka untuk menyelidiki tuduhan bahwa Paus Francis melakukan bidaah.

Para uskup dan kardinal yang dipanggil untuk membantu paus dalam Magisteriumnya, harus menjelaskan kepada paus Francis bahwa dia memiliki tugas suci, mengikuti contoh pendahulunya, Paus Yohanes XXII, yang mengutuk keras perbuatan bidaah yang telah dia lakukan saat ini, serta mengutuk semua pernyataannya yang sesat selama ini, bukan hanya pada tujuh masalah yang tercantum dalam surat itu.

Para uskup dan kardinal harus memiliki pemahaman bahwa tugas paus saat ini adalah agar dia mencabut nominasi para kardinal dan uskup, yang melakukan atau melindungi para pelaku pelecehan seksual dan yang merusak iman dan misi Gereja Katolik yang kudus. Para uskup dan kardinal itu juga harus memperingatkan paus Francis, demi Gereja dan jiwanya yang kekal, bahwa, seperti yang ditunjukkan dalam surat terbuka ini, salah satu dari tindakan paus Francis dalam mengangkat para klerus pada jabatan tinggi, ternyata diisi oleh orang-orang yang tidak layak hingga orang-orang itu merugikan Gereja Kudus, yang oleh Kristus telah didirikan melalui kasih-Nya yang tak terhingga dan melalui pengorbanan hidup-Nya sendiri. Orang-orang yang demikian itu harus segera diberhentikan dari jabatan mereka.

Para uskup dan kardinal harus menjelaskan kepada paus Francis, dengan segala kerendahan hati dan kasih Allah, bahwa pencalonan seperti itu sangat membahayakan jiwanya sendiri dan jiwa-jiwa banyak orang lainnya, sehingga demi kasih kepada Kristus dan kepada jiwa-jiwa ini, maka paus Francis harus menghentikan orang-orang demikian, tanpa penundaan, dari semua  jabatannya. di mana mereka telah merusak Gereja dan mengkhianati Kristus seperti yang dilakukan Yudas.

Para uskup dan kardinal hendaknya memahami bahwa ini bukanlah tindakan ketidaktaatan dan pemberontakan terhadap paus, dimana surat terbuka itu mengundang mereka, tetapi tindakan kasih dan kepatuhan yang tulus kepada paus Francis dan kepada Yesus Kristus, Gurunya  dan Guru kita semua. Adveniat regnum tuum - segera!

- Josef Seifert, Dr. phil.habil., Dr. h.c., Rektor Pendiri Akademi Filsafat Internasional di the Principality Liechtenstein

+++++++++++++

Related:


No comments:

Post a Comment