Thursday, May 2, 2019

PARA PEMIMPIN IGNATIUS PRESS MENYARANKAN AGAR VATIKAN MENJAWAB SURAT...



by Dorothy Cummings McLean


NEWSCATHOLIC CHURCH

 

PARA PEMIMPIN IGNATIUS PRESS MENYARANKAN AGAR VATIKAN MENJAWAB SURAT TERBUKA YANG MENUDUH BAHWA PAUS FRANCIS MELAKUKAN BIDAAHI

 

https://www.lifesitenews.com/news/watch-ignatius-press-bosses-suggest-rome-reply-to-open-letter-accusing-francis-of-heresy


SAN FRANCISCO, 1 Mei 2019 (LifeSiteNews) - Baik pendiri maupun CEO dari perusahaan penerbitan Katolik AS terkemuka (Ignatius Press) telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa surat terbuka yang dikeluarkan minggu ini, yang menuduh paus Francis telah melakukan bidaah, tidak boleh diabaikan begitu saja oleh para pemimpin Katolik di Roma.

Pada 30 April 2019, pastor Joseph Fessio dan Mark Brumley dari Ignatius Press menerbitkan sebuah video pendek yang mengungkapkan pendapat mereka tentang pentingnya “Surat Terbuka kepada Uskup-uskup Gereja Katolik”. Ada sekitar 20 orang klerus dan cendekiawan terkemuka mengeluarkan surat terbuka yang menuduh Paus Francis "bersalah atas delik bidaah." Mereka meminta agar para uskup Gereja Katolik, kepada siapa surat terbuka itu dialamatkan, untuk "mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi situasi yang sulit" dari seorang paus yang melakukan kejahatan seperti ini.

"Ini adalah sebuah dokumen yang penting," kata Fessio, yang menyebutkan bahwa dokumen itu telah diterbitkan pagi itu oleh media LifeSiteNews. “Saya pikir ada sesuatu yang perlu dikatakan tentang itu. Akan ada waktu untuk melakukan refleksi nanti."

CEO Ignatius Press, Mark Brumley mengatakan bahwa reaksi pertamanya adalah bahwa surat itu adalah "sesuatu yang harus diperhatikan oleh seseorang yang memiliki signifikansi di Tahta Suci."

“Ketika saya membacanya, saya tidak cukup yakin bahwa kami memiliki bidaah formal atau bahkan bahwa pernyataan-pernyataan mengenai Bapa Suci secara material adalah sesat ... Tetapi karena melihat isi dari argumen-argumen yang ada dalam dokumen itu dan siapa saja orang-orang yang membuat argumen itu, maka saya berpikir ini adalah sesuatu yang harus dianggap serius."

Di antara para penandatangan dokumen itu adalah filsuf terkenal dunia Professor John Rist   dan teolog pastor Aidan Nichols, OP,  teolog Pastor Thomas Crean, OP, dan filsuf  Dr. Peter Kwasniewski. Sejak surat itu dirilis, ada 12 orang penanda tangan tambahan telah menambahkan nama mereka dalam daftar, sehingga jumlah total penandatangan menjadi 31 orang hingga tulisan ini diterbitkan.

Brumley menjelaskan bahwa ini berarti seseorang pada "tingkat tinggi" dalam kepemimpinan Gereja Katolik harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dokumen itu dan menunjukkan bagaimana pernyataan Francis dapat dibuktikan tetap konsisten dengan doktrin Katolik.

"Harus ada penjelasan," katanya. "Seharusnya masalah ini tidak hanya diserahkan pada orang banyak untuk terus bertanya-tanya."

Fessio mengatakan bahwa pikiran pertamanya ketika membaca dokumen itu adalah bahwa ia akan diabaikan jika penulisnya bukan merupakan orang-orang yang penting.

"Tapi faktanya, para penulis ini - beberapa dari mereka – adalah cukup terkenal."
Fessio mencatat bahwa bahkan jika beberapa penandatangan mungkin ditafsirkan sebagai ekstrimis, "bahkan ekstremis pun kadang-kadang dapat membuat pemikiran dan pernyataan yang baik."

“Jadi pertanyaan kedua adalah ‘Nah, bagaimana dengan dokumen itu sendiri? Apakah ini keterlaluan? Apakah ini aneh? Apakah seimbang? Apakah ini substantif?" Dan saya tidak yakin. Panjangnya 20 halaman, saya sudah membacanya pagi ini,” katanya.

"Ada tujuh perbedaan ... jumlah bidaah yang dituduhkan," Fessio melanjutkan. “Masing-masing dinyatakan dengan jelas. Masing-masing dari tuduhan itu didukung oleh pengajaran Gereja sebelumnya, baik itu melalui Konsili maupun keputusan para paus sebelumnya. Dan kemudian para penulis dokumen itu menunjukkan di mana paus Francis telah membuat pernyataan yang tampaknya bertentangan dengan ajaran-ajaran Gereja ini, dan kemudian juga bagaimana dengan tindakan dan kelambanannya, dalam beberapa kasus, bahkan dia menguatkan pemahaman yang sesat itu."

Ajaran-ajaran sesat yang dituduhkan oleh para penulis Surat Terbuka kepada Paus Argentina itu adalah sebagai berikut: 

1. A justified person has not the strength with God’s grace to carry out the objective demands of the divine law, as though any of the commandments of God are impossible for the justified; or as meaning that God’s grace, when it produces justification in an individual, does not invariably and of its nature produce conversion from all serious sin, or is not sufficient for conversion from all serious sin.
2. A Christian believer can have full knowledge of a divine law and voluntarily choose to break it in a serious matter, but not be in a state of mortal sin as a result of this action.
3. A person is able, while he obeys a divine prohibition, to sin against God by that very act of obedience.
4. Conscience can truly and rightly judge that sexual acts between persons who have contracted a civil marriage with each other, although one or both of them is sacramentally married to another person, can sometimes be morally right, or requested or even commanded by God.
5. It is false that the only sexual acts that are good of their kind and morally licit are acts between husband and wife.
6. Moral principles and moral truths contained in divine revelation and in the natural law do not include negative prohibitions that absolutely forbid particular kinds of action, inasmuch as these are always gravely unlawful on account of their object. 
7. God not only permits, but positively wills, the pluralism and diversity of religions, both Christian and non-Christian.

Fessio menyimpulkan bahwa, berdasarkan pada sifat-sifat internalnya, maka dokumen itu tidak dapat dianggap sebagai karya para ekstrimis.
Brumley mengamati bahwa dokumen semacam ini banyak beredar secara instan dengan teknologi komunikasi saat ini. Karena jangkauan dokumen, dan karena tingginya status sosial penulisnya, maka dia percaya bahwa dokumen itu harus ditangani oleh otoritas pastoral tertinggi dalam Gereja Katolik.

Mengutip St. Ignatius dari diktum Loyola, yang mengatakan bahwa seseorang harus memberikan interpretasi yang paling baik terhadap perkataan orang lain, maka Fessio mengatakan bahwa otoritas Gereja harus membahas dokumen itu, bukan mengabaikannya, dan agar mereka memberikan interpretasi yang dapat diterima dari pernyataan-pernyataan kontroversial yang sering dikeluarkan oleh paus Francis.

"Tuduhan-tuduhan serius ini harus harus diperhatikan dan ditanggapi dan [pihak berwenang] harus menunjukkan bagaimana pernyataan paus dapat ditafsirkan dan harus ditafsirkan sebagai konsisten dalam maknanya dengan ajaran-ajaran Gereja dan doktrin iman."

Brumley mengatakan bahwa dia khawatir jika Tahta Suci akan mengabaikan surat itu karena mereka percaya bahwa pasti ada orang-orang yang menentang Francis, tidak peduli apa pun yang mereka katakan. Namun, CEO Ignatius Press itu percaya bahwa ada orang lain yang tidak mau percaya bahwa paus telah berbuat sesat dan mereka ingin "melihat dan memahami komentarnya bahwa itu masih konsisten dengan ajaran Gereja."

"Jadi saya pikir orang-orang itu akan menyambut baik adanya klarifikasi dari pihak Vatikan."

Fessio menggarisbawahi bahwa tanggapan terhadap dokumen itu adalah demi "kebaikan Gereja dan juga demi kebaikan Bapa Suci."

“Ini jelas bukannya sesuatu yang  tidak penting. Jelas bukan semata-mata tindakan yang ekstrim atau pun sebuah penolakan. Itu adalah pernyataan yang ditulis dengan hati-hati dan dipikirkan dengan cermat. Jika itu tidak ditanggapi, maka itu akan menyebabkan kebingungan yang lebih luas, dan orang-orang tidak akan yakin tentang apakah mereka dapat mempercayai Paus atau tidak."

Dia bersikeras bahwa dokumen itu harus ditanggapi "sedemikian rupa sehingga kita dapat menyatukan kembali orang-orang bersama di bawah satu pikiran Kristus yang diwakili oleh para uskup-Nya."

Brumley menambahkan bahwa mengingat kritik kontemporer tentang bagaimana Gereja telah “tidak efektif” dalam menjawab “pertanyaan-pertanyaan tertentu” di masa lalu, maka dokumen itu tidak dapat diabaikan begitu saja.

"Anda tidak bisa mengabaikan hal-hal ini," katanya. "Ia sudah menumpuk banyak. Ia menciptakan sebuah narasi. Ia semakin mendorong sikap buruk pada diri orang banyak. Dan bahkan orang-orang baik mulai berkata ‘Ya, pasti ada sesuatu disini. Mengapa Tahta Suci tidak berbicara? "

"Itulah yang saya khawatirkan."

No comments:

Post a Comment