Sunday, May 12, 2019

Bayside - ADA KETIDAKTAATAN BESAR DI RUMAH-RUMAH PUTRAKU


ADA KETIDAKTAATAN BESAR DI RUMAH-RUMAH PUTRAKU


August 5, 1974
Eve of the Transfiguration
     
Veronica - Langit menjadi sangat terang. Kemudian nampak ada kabut biru yang indah sekali di pepohonan, di sisi kiri tiang bendera. Bunda Maria nampak akan segera turun. Dia berdiri tepat di atas pohon, dan dia kemudian turun sangat lambat. Dan di belakangnya adalah St.Michael. Michael kelihatan sangat, sangat besar. Oh… dia nampak menutupi seluruh langit. Tetapi bentuk tubuhnya nampak serasi sekali. Dia nampak gagah sekali!

Kemudian Bunda Maria bergerak ke arah tiang bendera. Suaranya sangat, sangat rendah, sangat rendah.
     
Bunda Maria - “Anakku, aku telah berada di sini sepanjang hari. Ada banyak jiwa-jiwa saleh yang datang dengan membawa banyak permohonan yang telah menyentuh hatiku. Banyak yang akan menerima karunia pertobatan serta penyembuhan atas penyakit-penyakit jasmani. Namun, banyak juga yang akan diminta untuk memikul salib sebagai jiwa korban, demi kasih kerahiman Bapa.

“Ciptaan Bapa, bumi, berada dalam keadaan kesulitan besar, anakku. Ada sebuah Peringatan besar yang mendekati bumi. Banyak orang yang menerima pesanku akan mengesampingkannya dengan menganggapnya menciptakan rasa takut. Betapa hal ini sangat menyedihkan, karena mereka telah disesatkan.

“Ada banyak sekali guru-guru palsu di antara kamu, anak-anakku. Kamu memiliki Iman. Kamu harus menyimpan kebenaran di dalam hatimu. Kitab kehidupan (Kitab Suci) telah dirubah agar sesuai dengan sifat duniawi umat manusia. Kamu tidak boleh membaca Buku kehidupan (Kitab Suci) yang baru, yang baru saja diterbitkan. Carilah di toko-tokomu dan pulihkanlah kebenaran dalam tulisan-tulisannya. Carilah buku-buku (Kitab Suci) sebelum tahun 1964.

Musuh-musuh Allah memasuki Gereja
     
“Musuh-musuh Allah telah masuk ke rumah-rumah Putraku sejak beberapa tahun yang lalu. Rencana mereka sangat berbahaya dan tersembunyi, dan dengan berbagai kelicikan mereka bergerak maju, masuk ke tempat-tempat tertinggi dari kekuasaan di dalam rumah-rumah Putraku. Dengan cara ini, anak-anakku, mereka akan dapat menyesatkan, menyelewengkan, dan menuntun banyak jiwa ke jalan menuju kehancuran jiwa mereka.

“Kami menaruh tanggung jawab yang besar pada semua orang tua agar membawa kebenaran kepada anak-anak mereka. Banyak yang akan binasa, banyak yang akan mati, dalam Pemurnian besar mendatang. Berapa banyak yang akan ditolak masuk kedalam Kerajaan, anakku? Hanya waktu yang tersisa bagi umat manusia yang akan bisa menyeimbangkan keadaan ini.

“Ketahuilah, anakku, bahwa kekuatan-kekuatan jahat telah berkumpul untuk mencoba membungkam suaraku. Aku menangis sedih. Ketika Bapa memilihmu, anakku, Dia tahu tentang ketekunanmu dan keberanianmu dalam iman. Karena itu, Kami sangat bergantung kepada pesan yang dikirimkan melalui kamu, anakku, ke seluruh dunia.

“Setan memiliki kemampuan untuk menyerang tubuhmu. Tingkatkanlah doa-doamu untuk memerangi para pengikut setan yang telah menetapkan tekadnya untuk menguras kekuatanmu. Aku telah memintamu untuk tetap berada di pengasingan. Hal ini adalah untuk perlindunganmu sendiri dan untuk penyebaran pesan-pesan ini.

“Pesan ini, anakku, yang telah kupercayakan kepadamu, akan ditolak oleh banyak orang. Ketahuilah dan belajarlah dari pelajaran sederhana. Aku tidak berbicara kepadamu dalam bentuk teka-teki atau simbol-simbol, tetapi di dalam kebenaran yang jelas dan di dalam terang. Mereka yang berada di dalam kegelapan tidak akan mengerti, karena mereka belum menembus kegelapan roh ini.

Ketidaktaatan di Rumah-rumah Tuhan

“Ada ketidaktaatan besar di rumah-rumah Putraku di seluruh dunia, dan dominasi yang besar berada di negaramu (Amerika Serikat). Para pastor telah memilih jalan mereka sendiri. Banyak yang tidak taat kepada Vikaris Kami (paus Paulus VI). Manusia telah ditetapkan sebagai berhala penyembahan. Namun ketahuilah bahwa tak seorang pun akan berada di atas Sang Pencipta, karena semua manusia pada akhirnya akan kembali kepada debu. Jiwa bersifat abadi; kehidupan jiwa terus berlanjut. Kata 'kematian' harus dihapus dari buku-bukumu. Tidak ada kematian. Tubuhmu hanyalah selubung saja, sebuah bait bagi rohmu. Jika kamu menodai bait ini, kamu menodai rohmu. Kamu telah menghitamkan bangunan suci dari Bapa ini, dan karenanya, jika tanpa penebusan, kamu harus diserahkan kepada setan.

“Di dunia saat ini, manusia telah ditandai. Dia membawa tanda binatang atau tanda salib. Orang-orang yang berada di dalam terang akan mengenali di antara saudara-saudara mereka tanda-tanda ini. Menjauhlah dari semua kejahatan! Hanya doa yang dapat mengembalikan mereka yang membawa tanda binatang itu pada dirinya. Janganlah kamu masuk ke dalam sarang kejahatan. Menjauhlah kamu dari semua kesempatan untuk berbuat dosa. Karena seperti elang akan berkumpul di mana mayat-mayat terbaring, demikian pula para pengikut pangeran kegelapan akan berkumpul di antara milik mereka.

“Aku telah menangis, anakku, dengan banyak linangan air mata kesedihan yang amat pahit. Sungguh sangat menyedihkan untuk mengetahui bahwa Kami menyaksikan pengulangan hari-hari yang mengerikan di masa lalu. Sodom dan Gomorrha — mereka tidak ada bandingnya dengan Babelmu saat ini! Duniamu dan negaramu telah menganggap dosa sebagai cara hidup. Kaum muda menjadi korban dari orang tua mereka. Teladannya adalah buruk, hingga banyak jiwa akan dituntun ke jalan yang menuju hukuman kekal.

“Berdoalah yang banyak. Kenakanlah benda-benda sakramentalmu. Aku tidak bisa menekankan hal ini lebih besar lagi kepadamu, anak-anakku. Benda-benda sakramental adalah merupakan persenjataanmu. Biarkan saja orang-orang lain mengejekmu! Biarkan mereka menyebutmu gila. Apakah hal itu menjadi masalah bagimu?, biarlah ucapan-ucapan sombong dan congkak serta penghinaan ini, ketika kamu tahu bahwa semua orang harus mencapai tujuan akhirnya dimana mereka harus berdiri dalam penghakiman di hadapan Bapa! Apakah kamu membangun hidupmu untuk menyenangkan setan, atau apakah kamu membangun hidupmu dan mengarahkan ziarahmu ke jalan menuju Kerajaan Allahmu? Hanya kamu sendiri yang bisa menjawab hal ini.

"Luciel (Lucifer) diusir dari Kerajaan Terang. Dia berada di sini, di atas bumi ini. Kamu diutus oleh Bapa sebagai peziarah, pejuang dari Surga, untuk berperang melawan setan. Sangat menyakitkan Bapa ketika setan berhasil menambahkan keuntungannya lebih tinggi. Pertarungan roh-roh kini sedang berlangsung, anakku, dengan kekuatan yang besar. Kamu tidak bisa melakukan tawar-menawar dengan jiwamu!

“Kami melihat kekejian terbesar dilakukan di bumi — kebusukan bait-bait suci, tubuhmu. Roh Kudus tidak bisa masuk ke dalam tubuh yang kotor. Ia harus dibersihkan terlebih dahulu. Penyucian ini harus dilakukan atas kehendak bebasmu, atau, dalam belas kasihan Bapa, kamu akan menerima penyucian ini melalui hukuman.

“Putraku akan kembali ke dunia seperti ketika Dia naik dari dunia dulu. Dia akan kembali bersama dengan pasukan Surgawi, dalam pertempuran terakhir melawan para  pengikut setan dan kuasa-kuasa jahat. Dia akan menghancurkan bangsa-bangsa yang telah menyerahkan diri kepada setan. Dia akan menghancurkan mereka yang telah menjadi pengikut setan.

Nasib umat manusia sedang dipertaruhkan

“Kerahiman Bapa tidak ada batasnya. Karena itu, kamu harus berlutut sekarang dan berdoa serta melakukan banyak silih atas pelanggaran besar yang dilakukan di duniamu saat ini. Ada sebuah neraca saat ini  - namun tak seorangpun yang tahu arah keseimbangannya, dan neraca ini menentukan nasib umat manusia. Ketika kuasa-kuasa kedurhakaan jauh melebihi kuasa-kuasa kebaikan, ketahuilah bahwa Peringatan dan Penghukuman besar ada padamu. Mereka yang berada di dalam terang akan merasakan bahwa mereka telah memasuki sebuah dunia kegilaan, begitu besarnya dosa manusia. Bertekunlah maka kamu akan diselamatkan. Janganlah kamu menjadi mangsa dari ciptaan-ciptaan setan.

“Rumahmu harus menjadi tempat perlindungan bagi anak-anakmu. Milikilah patung-patung, gambar-gambar kudus, di rumahmu, dan sebagai orang tua, ajarkan fondasi iman kepada anak-anakmu; dan mereka tidak akan terperangkap ke dalam jerat setan, yang secara perlahan, seperti gurita, menjangkau ke segala arah dan melahap kaum muda dan kaum tua.

“Ya, anakku, Bola Penebusan itu sudah melayang dekat. Dengan mengangkat tangan, Bapa telah mengarahkan jalannya Bola ini. Tak ada tanggal yang akan diberikan, karena tidak ada manfaatnya dalam mengungkapkan tanggalnya. Pembaharuan hidup umat manusia haruslah merupakan pembaharuan yang lengkap dan terus menerus. Karena itu, teruslah berjalan ke arah yang telah diberikan oleh Bapa. Aku telah datang sebagai Pengantara melalui kehendak Bapa untuk mengarahkan kamu sebagai seorang Ibu. Sebagai seorang Ibu, aku meminta kepadamu untuk mendengarkan aku sekarang, dan mengikuti arahanku ini, karena jika kamu melakukannya, kamu akan diselamatkan. Jika kamu mengabaikan perkataanku, arahan dari Surga, kamu akan musnah."
     
Veronica – Nampak Bunda Maria mengulurkan tangannya. Di tangannya ada sebuah Rosario besar yang indah, manik-manik putih seperti mutiara, dan manik-manik Bapa Kami semuanya terbuat dari emas; itu adalah manik-manik yang sangat indah. Kemudian Bunda Maria memegang salib. Salib itu bersinar, nampak keemasan. Lalu Bunda Maria membuat tanda salib: Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Lalu nampak Bunda Maria tersenyum, dan dia melihat ke sisi kanan tiang bendera, dan dia mengulurkan tangannya dengan salib: Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Kemudian Bunda Maria turun sedikit lebih dekat. Dia berdiri tepat di atas — di sebelah kiri tiang bendera, di atas panji Saint Michael. Bunda Maria berkata:

Bunda Maria - “Ingatlah, anak-anakku, janji yang telah kusampaikan kepadamu. Aku telah menebarkan mantel biruku kepada semua orang yang datang, yang telah diberi rahmat untuk datang ke tanah yang suci ini. Di situ akan dilimpahkan di antara kamu banyak sekali penyembuhan dan pertobatan demi penyebaran Misi dari Surga ini. Datanglah kepadaku, semua ibu yang berbeban berat dan bersedih, karena aku akan menghapus air matamu."

Veronica - Amen. Demi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Bunda Maria - “Duduklah sekarang, anakku.”

[Pause]

Veronica – Kemudian nampak cahaya yang sangat, sangat terang di atas tiang bendera. Oh… sangat terang hingga mataku sakit melihatnya. Oh… Sekarang nampak cahaya yang melingkar dan kemudian terbuka. Ya… aku bisa melihat sekarang. Itu adalah Yesus. Dia turun sekarang melalui lingkaran cahaya yang besar itu. Oh… aku bisa melihat kaki-Nya lebih dulu. Dia bertelanjang kaki. Yesus tidak memakai sandal-Nya malam ini. Dan Dia mengenakan mantel berwarna krem, dan jubah-Nya berwarna mawar yang agak gelap, atau warna merah anggur. Dan rambut Yesus bersinar kemilau. Warnanya terlihat seperti coklat kemerahan.

Dan sekarang Dia nampak tersenyum. Yesus nampak bergerak turun. Dia berada di sisi kanan tiang bendera, dan Dia mengulurkan tangan-Nya, seperti ini, dengan tiga jari-Nya, dan Dia membuat tanda salib: Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
  
Kemudian Yesus membungkuk ke depan.

Yesus - “Dengarkanlah dengan baik, anak-Ku, dan ulangilah apa yang Kukatakan kepadamu sebagai seorang utusan dari Surga. Perkataan-Ku ini sangat penting bagi umat manusia.

Kekejian di mata Allah

"Pria tidak boleh hidup bersama dengan pria. Wanita tidak boleh hidup bersama dengan wanita. Perbuatan-perbuatan ini adalah kekejian di mata Bapa. Bait suci dari Roh Kudus, tubuhmu, dinodai, dicemarkan, dan dihancurkan! Dan bukan hanya bait suci, tetapi jiwa yang ada di dalamnya dikutuk, jika tanpa pertobatan, menuju kegelapan abadi di dalam jurang maut!

“Manusia tidak boleh membiarkan atau merasionalisasi dosa! Dia melayani sifat jasmani dari manusia yang terjatuh kedalam dosa. Manusia menempatkan dirinya di atas Sang Pencipta. Dia berupaya menciptakan kehidupan. Dia tidak akan bisa menciptakan kehidupan! Dia justru akan menghasilkan monster! Ilmu pengetahuan, para ilmuwan, selalu mencari tetapi tidak pernah mencapai kebenaran!

“Kesombongan, kecongkakan, selalu menjadi awal dari akhir. Hanya di dalam hati yang sederhana, orang yang rendah hati, orang dewasa yang tulus seperti anak kecil, kebenaran dan jalan akan ditemukan. Akulah jalan! Tak seorang pun akan sampai kepada Bapa kecuali melalui Aku, karena Akulah jalannya. Semua orang yang menyangkal kunjungan-Ku ke duniamu, semua yang tidak menerima Aku sebagai Mesias, berarti mereka menentang Aku, dan karena itu, mereka akan berusaha untuk menghancurkan semua orang yang menjunjung tinggi kebenaran.

“Kamu akan menerima kesempatanmu, masing-masing dan setiap jiwa secara pribadi, untuk menentukan pilihanmu sendiri. Waktu itu dengan cepat mendekati kamu. Sudahkah kamu membuat keputusan? Jika kamu menerima jalan lebar dan mengikuti orang-orang yang menentang Aku, kamu tidak akan pernah masuk kedalam Kerajaan Bapa. Karena jika kamu tidak mengenali Aku, kamu tidak akan mengenali Bapa!

Tanpa Bunda Maria, kamu akan musnah

“Ibu-Ku telah diizinkan untuk menerima salib-Ku. Dia melakukan hal ini dengan sepenuh hati untuk anak-anaknya. Aku tidak suka menyaksikan, Aku sedih menyaksikan kekejian dan rasa tidak hormat yang diarahkan kepada Ibu-Ku. Hanya musuh-musuh Bapa di Surga yang merampas kebenaran ini darimu. Kamu tidak boleh menghalangi perkataan Ibu-Ku. Dia adalah Mitra-Penebusmu, dan karenanya, dialah yang diberi misi untuk membawa kamu kembali ke jalan menuju Kerajaan. Tanpa dia, kamu akan musnah.”    
Veronica – Kemudian nampak Yesus bergerak turun. Dia berada di dekat tiang bendera. Dan sekarang Dia menunjuk dengan jari kanan-Nya, seperti ini…. ke langit, tepat di antara tiang bendera dan pepohonan.

Yesus - "Perhatikanlah jari itu!"

Veronica – Kemudian nampak sebuah tangan yang besar melayang ke langit dan mulai menulis. Aku tidak mengerti. Itu adalah "Y"… ya itu adalah ‘Y”. Huruf itu lebih seperti lingkaran tapal kuda dengan sebuah garis. Dan kemudian ada sebuah garis "7". Dan kemudian ada garis "Y" lagi, "Y" dengan satu lingkaran.

Sekarang Yesus mendekat. Dia tepat berada di atas spanduk, dan Dia nampak membungkuk ke depan dan berkata:

Yesus - "Semua yang tinggal bersama Aku akan mengenali tanda-tanda zaman."

Veronica - Yesus meminta agar kita semua mengulurkan Rosario kita dan semua benda religius akan diberkati. Lalu Yesus mengangkat tangan-Nya di depan, dan Dia membuat tanda salib: Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Kemudian Bunda Maria mendekat, Dia datang dari balik pepohonan. Dia berdiri tepat di atas pohon di sisi kanan. Dan dia bergabung dengan Yesus. Kemudian nampak ada aliran cahaya turun dari Surga ke arah Bunda Maria dan Yesus. Lalu Mereka bergerak ke sisi kiri tiang bendera. Lalu Yesus melihat ke arah bawah, dan Dia meletakkan tangan-Nya ke depan, dan Dia membuat tanda salib: Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Kemudian Yesus berkata:

Yesus - “Aku memberkati kamu semua, anak-anak-Ku, seperti Bapa memberkati kamu dalam Roh Kudus. Kami memberi kepadamu rahmat bagi keselamatanmu. Tidak ada yang akan musnah selain karena keinginannya sendiri. Ingatlah ini: jalan menuju Surga adalah berupa jalan salib."

Veronica – Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya di depan-Nya, dan Dia membuat tanda salib: Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Nampak Bunda Maria bergerak maju. Dia berdiri tepat di depan Yesus, dan dia berkata:

Bunda Maria - “Adalah harapan yang terbesar dan terindah dari Kami agar Pesan-pesan dari Surga ini diperhatikan. Kamu tidak memiliki waktu sampai tiga puluh tahun untuk menyebarkan pesan-pesan ini, anakku, karena itu bekerjalah dengan sangat cepat. Gunakanlah semua senjata yang Kami berikan kepadamu. Janganlah menyerah pada kelelahan tubuhmu, karena setan sedang menata setiap rintangan di jalanmu untuk menghentikan tugasmu. Janganlah takut. Banyak senjata akan diberikan kepadamu."

VeronicaKemudian nampak Bunda Maria mengulurkan Rosario-nya, Rosario putih-merah muda yang indah, dengan emas pada manik-manik Bapa Kami. Lalu dia memegang salib emas dan berkata: Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.

Kemudian Bunda Maria mengambil Rosarionya dan dia mengulurkannya seperti ini…. dan — oh, nampak cahaya muncul dari tangan Bunda Maria. Oh, cahaya itu indah sekali! Kemudian cahaya itu berubah warna. Ia nampak seperti pelangi — biru, hijau, ungu tua, oranye. Cahaya itu sangat indah. Dan kemudian nampak cahaya warna warni menyelimuti Bunda Maria, yang turun dari langit — cahaya itu tampak seperti pecahan kaca, pecahan kaca yang sangat kecil. Kemudian cahaya itu jatuh seperti hujan turun, turun ke tanah.

Kemudian Bunda Maria berkata (suaranya sangat, sangat pelan):

Bunda Maria - "Anakku, cahaya itu adalah rahmat."

Veronica - Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Bunda Maria - “Lanjutkanlah dengan doa silihmu. Begitu banyak doa yang dibutuhkan saat ini, anakku."

VeronicaDemi nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

No comments:

Post a Comment