Monday, May 27, 2019

DUA ORANG KARDINAL, SEORANG USKUP, MENYERUKAN KEPADA PAUS...





DUA ORANG KARDINAL, SEORANG USKUP, MENYERUKAN KEPADA PAUS AGAR MENGKLARIFIKASI PERNYATAAN-PERNYATAANNYA.

Lalu Bagaimana?


by MAIKE HICKSON


22 Mei 2019 (LifeSiteNews) - Dua orang kardinal dan satu orang uskup telah secara terbuka meminta paus Francis agar mengklarifikasi beberapa pernyataan, tindakan, dan dokumen publiknya dalam beberapa minggu terakhir ini.

Kardinal Gerhard Müller meminta paus Francis untuk menanggapi Surat Terbuka 30 April 2019  kepada para uskup Gereja yang menuduh Paus Fransiskus memberikan ajaran-ajaran sesat, serta untuk mengklarifikasi beberapa “formulasi ulang atas ajaran Gereja” seperti yang ada tertuang dalam Amoris Laetitia. Kardinal Willem Eijk juga telah berulang kali meminta paus Francis agar mengklarifikasi Amoris Laetitia, serta pemberian izin paus Francis kepada para uskup Jerman untuk mengizinkan pemberian Komuni bagi pasangan Protestan. Dan Uskup Athanasius Schneider telah meyerukan kepada paus Francis di depan umum dan secara resmi memintanya untuk memperbaiki deklarasi Abu Dhabi tanggal 4 Februari 2019, dimana dengan tegas paus Francis menyatakan bahwa "keragaman agama" adalah "dikehendaki oleh Tuhan."

Tiga intervensi tingkat tinggi dan permintaan kepada paus soal pemberian kejelasan doktrinal datang dalam bentuk koreksi persaudaraan, yang seharusnya dijawab dengan rasa hormat pula oleh paus Francis.

Sama seperti para klerus dan teolog awam yang telah meminta kepada para uskup untuk menyampaikan kepada paus Francis tentang beberapa pernyataan dan tindakannya yang tampaknya merusak Iman Katolik, maka ketiga wali gereja ini – yang tidak secara terang-terangan mendukung Surat Terbuka 30 April - baru saja melakukan sesuatu semacam kritik persaudaraan di depan umum.

Pada 15 Mei, Jeanne Smits dari LifeSiteNews menerbitkan wawancara panjang dengan Kardinal Willem Eijk dari Utrecht, Belanda. Eijk sebelumnya berkontribusi pada Buku Sebelas Orang Kardinal, yang mencoba, sebelum Sinode Keluarga 2015, untuk menegaskan kembali ajaran sejati dari Gereja tentang pernikahan.

Ditanya tentang seruannya tahun 2018 kepada paus Francis untuk mengklarifikasi pertanyaan soal pemberian Komuni Kudus kepada orang yang bercerai dan "menikah kembali", karena hal itu sekarang sudah dilaksanakan oleh beberapa konperensi para uskup, Kardinal Eijk sekarang mengulangi permintaannya. Setelah menjelaskan kebingungan doktrinal dan pastoral yang berkembang di dalam Gereja setelah penerbitan Amoris Laetitia, terutama "berdasarkan pada tulisan beberapa elemen dan catatan kaki," katanya: "Saya pikir paus, karenanya, harus menyampaikan kejelasan, dalam hal doktrin, melalui deklarasi yang dapat dikatakan dengan pasti menjadi milik Magisterium."

Kardinal Eijk pada tahun 2018, juga telah meminta paus Francis untuk membuat pernyataan klarifikasi mengenai pemberian Komuni Kudus kepada pasangan Protestan-Katolik, setelah para uskup Jerman, atas ijin paus, meneribitkan sebuah selebaran yang menguraikan kemungkinan pemberian Komuni itu kepada pasangan yang beragama Protestan. Di sini, Kardinal Eijk mengatakan: “Mengikuti konsep dokumen uskup-uskup Jerman tentang interkomuni ini, dan karena permohonan eksplisit oleh para kardinal Jerman untuk memberkati pasangan homosex, saya meminta kepada Paus untuk menciptakan kejelasan, cukup sederhana saja, dengan menyatakan kembali dokumen-dokumen [untuk kami] dari magisterium Gereja."

Sehari setelah pernyataan Kardinal Eijk ini, Kardinal Gerhard Müller, mantan kepala Kongregasi untuk Ajaran Iman, memberikan wawancara kepada surat kabar Katolik Jerman Die Tagespost di mana dia mengomentari Surat Terbuka baru-baru ini kepada para Uskup. Pertama-tama dia menyatakan bahwa dia belum percaya sepenuhnya jika paus Francis adalah bidaah, tetapi kemudian dia menambahkan bahwa dia memahami “keprihatinan para teolog ini” yang menulis Surat Terbuka. Dia bahkan menyebut mereka sebagai "para teolog terkenal".

Karena itu, katanya, "penting bagi Bapa Suci untuk membuat Kongregasi Iman mengeluarkan jawaban, dan bukan Sekretaris Negara atau jurnalis atau teolognya."

“Sejauh yang dapat dipahami oleh para teolog [yang mengkritik paus ini, kita juga harus mengatakan bahwa kita harus memilih cara yang tepat bagi tujuan yang dibenarkan, yaitu kejelasan yang lebih besar dari beberapa pernyataan paus Francis,” katanya. .

Karena itu, Kardinal Müller meminta paus Francis untuk mengklarifikasi ajarannya tentang pernikahan dan keluarga sebagaimana tercantum dalam Amoris Laetitia.

Pada hari yang sama dengan wawancara Kardinal Müller, Uskup Athanasius Schneider, uskup auksilier Astana, Kazakhstan, berbicara dengan Raymond Arroyo dari EWTN.

Dalam wawancara 16 Mei 2019 ini , Schneider tidak menyinggung soal Surat Terbuka kepada para Uskup, dengan mengatakan bahwa surat itu "terlalu jauh." Pada saat yang sama, dia menjelaskan bahwa paus Francis perlu membuat koreksi terhadap pernyataan kontroversialnya di Abu Dhabi, yang mengklaim bahwa "keragaman agama" adalah "dikehendaki oleh Allah."

“Mengenai keragaman agama,” Schneider menyatakan, “sebaliknya, Tuhan secara eksplisit mengatakan bahwa keragaman agama itu sendiri adalah buruk dan bertentangan dengan kebijaksanaan dan kehendak ilahi-Nya. Keragaman agama juga menentang  kehendak Tuhan. ”Oleh karena itu, koreksi publik sangat dibutuhkan, karena frasa itu sendiri bersifat ambigu - tidak hanya ambigu, bahkan itu adalah salah."

Dengan demikian, kita sekarang memiliki tiga uskup gereja terkemuka yang telah berseru kepada paus Francis untuk mengklarifikasi atau mengoreksi ajarannya tentang berbagai hal penting mengenai iman dan moral.

Jika paus Francis ingin meyakinkan umat Katolik bahwa niatnya adalah untuk melestarikan dan mempertahankan Iman Katolik secara keseluruhan, maka dia seharusnya dengan cepat menanggapi panggilan persaudaraan dan kasih yang datang dari rekan-rekan uskupnya, yang memiliki misi untuk membantunya melaksanakan mandatnya.

Semakin lama paus Francis (seperti halnya dalam kasus dubia yang terkenal itu) menunda memberikan tanggapan, semakin dia akan menimbulkan kebingungan dan menguatkan kesan bahwa dia, mungkin dengan tipu daya, ingin mempromosikan atau mendukung ajaran dan praktik sesat di jantung Gereja Katolik.

LifeSiteNews telah menghubungi Kantor Pers Vatikan dan bertanya apakah paus Francis berniat untuk menanggapi permintaan klarifikasi tingkat tinggi ini. Kami akan memperbarui laporan jika kami telah menerima tanggapan dari Roma.

No comments:

Post a Comment