Saturday, September 21, 2019

MENUMBANGKAN KARYA PASTORAL....


 

 

menumbangkan karya pastoral yang telah berlangsung selama dua ribu tahun

https://panamazonsynodwatch.info/editorial/overturning-two-thousand-years-of-pastoral-work/?fbclid=IwAR3qEurnwaKKYqixm15iwxtWe6P-3oYBLaQlBTM4itoSDPPEwpF_0VYu224


Julio Loredo De Izcue


The Church evangelizes by civilizing and civilizes by evangelizing.

Dalam keberadaan Gereja selama dua ribu tahun, perintah ilahi yang berbunyi “…pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” (Mat 28:19) selalu menghasilkan buah juga di bidang duniawi. Sementara menyebarkan Iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus, Gereja secara bertahap memunculkan peradaban sejati: Peradaban Kristen. Tindakan spiritual Gereja juga sangat memajukan peradaban manusia di mana pun ia bekerja.

Pada saat kekristenan menaklukkan Jerman melalui Santo Bonifasius, dengan membawa Cahaya Kristus, ia juga menembus hutan perawan di wilayah Jerman dari peradaban Yunani-Romawi. Apa yang dilakukan Santo Bonifacius di Jerman, maka misionaris lain yang tak terhitung jumlahnya melakukannya juga di semua negara Barat. Pada abad-abad awal Abad Pertengahan, mereka melakukan perjalanan menyusuri setiap sudut Eropa sebagai pemberita kebenaran yang rendah hati.

Epik ini menyebar ke bagian-bagian lain dari bumi ini, terutama ke Amerika Latin, evangelisasi yang didefinisikan Paus Pius XII sebagai "epik Iman terbesar setelah penciptaan Gereja." Karya misionaris Spanyol dan Portugal di Dunia Baru membawa jutaan jiwa dan seluruh benua ke dalam kawanan Kristus, menghasilkan buah-buah kesucian yang nyata dan memberi kehidupan kepada sebuah peradaban yang luar biasa, laksana seorang putri dari bangsa Eropa.

Surga telah memeterai, dapat dikatakan begitu, kerasulan epik ini dengan penampakan Bunda Maria dari Guadalupe di Meksiko pada tahun 1531. Menampilkan dirinya sebagai seorang wanita mestizo yang dihiasi dengan ciri-ciri asli pribumi, Bunda Allah memberkati karya budaya-budaya para misionaris di Dunia Baru.

Namun demikian, promotor Pan Amazon Synod, yang akan diadakan di Roma Oktober 2019 ini, di bawah perlindungan Paus Francis, sedang menyangkal kedua elemen dari karya perawatan pastoral Gereja. Menurut mereka (para promotor sinode Amazon), Gereja tidak boleh melakukan pewartaan Injil atau pun membudayakan orang Indian Amazon. Sebaliknya, demikian usulan mereka, Gereja harus belajar dari orang Amazon tentang Iman yang benar dan "hidup yang baik."

Menurut para promotor Sinode, orang-orang Indian, meski tidak memiliki definisi-definisi dogmatis dan ritual-ritual yang mapan, tetapi mereka telah menyimpan ingatan yang hidup tentang sebuah “Wahyu primitif” yang melekat di alam dan dapat diakses melalui "persekutuan dengan alam dan dengan berbagai daya-daya spiritual." Terlebih lagi, orang-orang Indian adalah orang-orang yang “seharusnya” mengajar kita tentang “kehidupan yang baik” yang harus menggantikan peradaban industri dan konsumeris kita. Mereka menyebut ini "konversi ekologis" (pertobatan ekologis).

Karena itu, para promotor Sinode, sedang menghentikan dan menumbangkan karya pastoral Gereja yang telah berlangsung selama dua ribu tahun ini serta mencampakkan Magisterium dari begitu banyak Paus yang mendukung dan memberkati karya penginjilan di Amerika. Para promotor Sinode juga membenci pekerjaan banyak orang kudus yang menghabiskan hidup mereka, dan kadang-kadang bahkan menumpahkan darah mereka, untuk membawa Terang Kristus ke tempat-tempat yang paling terpencil. Bagi para promotor itu, tidak ada "belas kasihan," tetapi hanya tuduhan mengerikan terhadap "imperialisme budaya."

Ekstremisme ini, bagaimanapun, menimbulkan banyak reaksi yang keras dari umat beriman, dan terutama dari populasi Amazon. Para uskup Brasil terpaksa harus mengecam sebuah "perburuan penyihir" ini dan berupaya untuk "menjelekkan" para promotor Sinode. Tidak ada “perburuan” yang terjadi di sini, tetapi hanya suara umat beriman, dimana para promotor sinode itu menolak dengan keras untuk mendengarkannya.

Baru-baru ini, para pemuda dari Institut Plinio Corrêa de Oliveira di Brasil, dan Tradición y Acción dari Peru telah menggunakan sebuah “karavan Amazon” untuk mengumpulkan tanda tangan pada petisi kepada para promotor Sinode. Kesuksesan mereka telah melampaui harapan terbaik.

Akankah para promotor Sinode mau mendengarkan suara asli orang-orang Amazon kali ini? Atau akankah mereka terus berusaha memaksakan skema ideologis yang asal usulnya masih sangat meragukan dan dengan konsekuensi yang amat membahayakan?

* * * * *
Julio Loredo de Izcue
Presiden the Italian Society for the Defense of Tradition, Family and Property (TFP) (Masyarakat Italia untuk Pertahanan Tradisi, Keluarga dan Properti). Dia adalah seorang pembicara Katolik yang terkenal, jurnalis, penulis, dan penulis buku terlaris Liberation Theology - Sebuah Rompi Pelampung untuk Orang Miskin, yang mencela dan membantah Teologi Pembebasan. Saat dia ini tinggal di Milan.

No comments:

Post a Comment