Wednesday, September 4, 2019

DI DALAM VATIKAN-NYA FRANCIS...




NEWS & VIEWS Sunday September 1st, 2019

DI DALAM VATIKAN-NYA FRANCIS, SEBUAH TANGAN YANG KOTOR DIGUNAKAN UNTUK MEMBERSIHKAN TANGAN KOTOR LAINNYA



Fatima Perspectives #1331

Sebuah laporan oleh LifeSiteNews tentang perselingkuhan Zanchetta, mendokumentasikan kenyataan yang suram bahwa penghuni Tahta Petrus saat ini (Francis), sedang mengulangi pola tindakan yang dia laksanakan ketika menjabat sebagai Kardinal-Uskup Agung Buenos Aires, dimana dia telah (mengutip istilah George Neumayr) “mengelilingi dirinya dengan begitu banyak penjahat, para penjilat, dan orang-orang yang tak bermoral” karena dengan begitu dia bisa 'memanfaatkan rahasia-rahasia mereka untuk mengendalikan mereka,' dan dengan taktik manajemen yang menjijikkan ini telah membuat Bergoglio bisa beraliansi erat dengan Theodore McCarrick dan banyak lagi pelaku pelanggaran lainnya.”

Salah satu pelaku seperti itu adalah Uskup Gustavo Zanchetta, yang melarikan diri dari keuskupan Oran, Argentina, di tengah-tengah tuduhan pelanggaran keuangan dan seksual yang dilakukannya, hanya untuk memperoleh perlindungan Vatikan atas dosa-dosanya oleh Francis. Zanchetta sekarang (seperti yang dilaporkan LifeSite) "dituntut secara resmi ... dengan tindak  'pelecehan seksual berkelanjutan’ terhadap dua orang seminaris pada tahun 2016 dan 2017 ketika dia menjadi uskup Oran ..." Seperti yang bisa dilihat dalam laporan LifeSite, Zanchetta telah dituduh pada tahun 2015 "terlibat dalam 'perilaku aneh' setelah seorang pejabat keuskupan menemukan gambar-gambar porno para pria, yang dikirim ke pihak-pihak yang tidak dikenal, serta foto-foto selfy telanjang dari Zanchetta sendiri, di dalam ponselnya."

Sementara Vatikan menyatakan bahwa Zanchetta telah ditangguhkan dari tugas dan jabatannya semula, dibawah perlindungan yang diciptakan oleh Francis baginya di APSA (agensi yang dipercaya untuk mengelola real estate dan harta Vatikan lainnya), namun demikian Uskup Agung Venezuela Edgar Peña Parra, Pengganti untuk Sekretariat Negara Vatikan, yang dengan demikian adalah "prelatus peringkat ketiga tertinggi di Vatikan," mengirim surat kepada hakim Argentina yang mengawasi penuntutan pidana di mana dia mengklaim bahwa Zanchetta "memiliki pekerjaan di Roma, meskipun dia telah ditangguhkan dari tugasnya sejak Januari" dan harus kembali ke Roma "untuk melanjutkan pekerjaan sehari-harinya."

Berdasarkan surat ini, LifeSite mencatat, hakim pengadilan kriminal “mencabut penangguhan tugas dan jabatan Zanchetta pada bulan Juni, meskipun ada keberatan dari jaksa penuntut umum” (mengutip laporan oleh Crux). Tetapi, yang cukup luar biasa, Peña Parra, yang juga ditunjuk untuk menduduki jabatannya oleh Francis, juga terperosok dalam tuduhan perbuatan homoseksual. LifeSite mencatat bahwa Uskup Agung Maria Carlo Viganò telah mengungkapkan fakta bahwa Tahta Suci “memiliki dokumen yang menakutkan atas diri Peña Parra, yang berasal dari tahun 1980-an dan termasuk laporan dugaan perbuatan homoseks terhadap para seminaris dewasa dan pelecehan seksual terhadap para seminaris anak-anak. Vatikan tidak pernah melakukan 'penyelidikan terbuka dan menyeluruh' terhadap tuduhan-tuduhan ini,” demikian menurut Viganò.

Sementara Konferensi Waligereja Venezuela membela Peña Parra dan telah menyebut tuduhan Viganò  itu sebagai serangkaian tuduhan yang menghina, namun keberadaan dokumen itu tidak ditolak. Selain itu, seperti yang dilaporkan LifeSite di sini:

“Viganò menyatakan bahwa satu tuduhan, yang melibatkan Peña Parra yang merayu dua orang  kandidat seminari pada tahun 1990, dilaporkan oleh orang tua korban sendiri kepada polisi, dan kebenaran tuduhan tersebut dikonfirmasi secara tertulis kepada Sekretariat Negara oleh kedua rektor dari seminari utama dan oleh direktur spiritual seminari itu. Viganò mengatakan kepada Post bahwa 'Saya telah melihat dokumen-dokumen ini dengan mata kepala sendiri,' dan dokumentasi serta tuduhan lain masih disimpan di Tahta Suci, ‘jika ia belum dihancurkan.’

Nyatanya tidak ada penyangkalan atas tuduhan-tuduhan ini yang dikeluarkan oleh Peña Parra, Vatikan, atau siapa pun.

Jadi, seseorang yang dituduh menjadi predator homoseksual di lingkaran dalam Francis sekarang justru dilindungi oleh terdakwa predator homoseksual lainnya di lingkaran dalam Francis. Dan, pada saat yang sama, predator homoseksual lainnya - seorang yang aktivitas homoseksualnya terkenal tidak dapat diperdebatkan lagi - telah diangkat oleh Francis menjadi kepala rumah tangga di Casa Santa Marta, yang menjadi uskup dari lobi gay,” yaitu Mgr. Battista Ricca, yang pada foto dibawah ini digambarkan sedang berada bersama pelindung kepausannya:



Mengingat "kekotoran dan kebusukan" di dalam Gereja seperti yang dikatakan oleh Kardinal Ratzinger tepat sebelum dia terpilih menjadi Paus, maka situs web Aleteia yang menjadi arus utama, telah mengutip sebuah kalimat dari Paus St.Gregorius Agung,  yang kemudian dikutip oleh pastor Gruner selama bertahun-tahun: “Lebih baik skandal muncul daripada kebenaran ditindas."

Bahwa prinsip moral, sebuah prinsip keadilan alami juga, adalah apa yang membimbing kerasulan ini terus menerus untuk terpapar kepada malapetaka kepausan yang menakjubkan saat ini.


No comments:

Post a Comment