Sunday, December 15, 2019

CARDINAL KASPER: PAUS FRANCIS MERASA TERPANGGIL UNTUK MERUBAH GEREJA




NEWSCATHOLIC CHURCHThu Dec 12, 2019 - 1:33 pm EST


CARDINAL KASPER: PAUS FRANCIS MERASA TERPANGGIL UNTUK MERUBAH GEREJA. PINTU AKAN ‘DIBUKA’ BAGI WANITA DI ATAS ALTAR


by Martin M. Barillas


BARCELONA, Spanyol, 12 Desember 2019 (LifeSiteNews) - Kardinal Jerman Walter Kasper, yang berhasil memperjuangkan pemberian Komuni Kudus bagi umat Katolik yang bercerai dan ‘menikah kembali,’ mengatakan bahwa Paus Francis merasa terpanggil oleh Roh Kudus untuk ‘merubah’ Gereja, yang akan termasuk suatu hari nanti, kata Kasper, ‘membuka pintu bagi wanita’ di atas altar.

Kardinal Jerman itu mengatakan kepada seorang jurnalis Spanyol dalam sebuah laporan yang diterbitkan 6 Desember 2019 saat konferensi di Barcelona, bahwa sementara selibat imam tetap menjadi ‘hukum,’ tetapi Paus memiliki wewenang untuk menahbiskan viri probati (pria dewasa dan sudah menikah) dalam ‘kasus luar biasa,’ seperti yang disarankan di dalam Sinode Amazon baru-baru ini. Kasper sering membela Paus, dan mengkritik rekan-rekannya seperti Kardinal Raymond Burke, yang diberhentikan oleh Paus dari Kuria Roma.

Ketika ditanya bagaimana dia akan menjelaskan mengapa wanita tidak diizinkan bertugas di altar, Kasper berkata, “Sulit untuk menjelaskannya hari ini, tetapi saya percaya bahwa itu adalah tradisi kuno yang kita bagi dengan gereja-gereja Timur. Tetapi saya pikir, pada saatnya nanti, pintu akan dibuka. Selain itu, sudah ada banyak pelayanan Gereja yang tidak perlu ditahbiskan.”

Kasper melanjutkan dengan mengatakan, “Tetapi wanita tidak puas dengan itu. Jelas, ada beberapa yang mengangkat suara mereka dan memiliki hak untuk didengar."

Kardinal Kasper berbicara pada konferensi 12-14 November 2019 di Barcelona berjudul, The contributions of Pope Francis to theology and pastoral care.” (Kontribusi Paus Francis untuk teologi dan pelayanan pastoral.") Sekutu paus saat ini, Kasper, mengatakan: "Mereka yang menyerang Paus hanya sedikit, tetapi dengan media digital yang baru, seekor tikus bisa menjadi seekor gajah." Mengenai kemungkinan dampak dari perbedaan pendapat terhadap Paus, Kasper berkata," Paus itu cukup tenang karena ia memiliki kepercayaan diri yang besar di dalam, sebuah kompas-batin: kekuatan Roh Kudus.”

Menurut Kasper, “Francis yakin bahwa Roh Kudus telah memanggilnya untuk merubah atau, dengan kata lain, memperbaharui Gereja. Dia sedang mengerjakannya." Mengenai dukungan untuk Paus di dalam Gereja, Kasper berkata," Orang-orang suci, yang setia kepada Tuhan, sangat mencintai Paus dan tidak akan menerima kembali ke masa lalu."

Ketika Kasper ditanya apakah paus Francis membutuhkan dukungan, Kasper menegaskan bahwa memang demikian, mengatakan bahwa Paus berada di bawah ‘banyak penyerangan, meskipun mayoritas umat Katolik dan hierarki sangat senang dengan Paus ini dan pembaruannya atas ajaran-ajaran Konsili Vatikan Kedua." Kasper mengatakan bahwa para pengkritik Paus jumlahnya hanya sedikit tetapi kuat, dengan mengatakan, ‘dengan media digital yang baru, seekor tikus kecil dapat menjadi seekor gajah.’

Kasper mengatakan dirinya yakin bahwa agenda Paus akan terus bergerak maju, meskipun ada beberapa kendala. Dia menjelaskan bahwa ‘orang-orang, orang-orang suci yang setia kepada Tuhan, seperti yang dikatakan Francis, sangat mencintainya dan tidak akan menerima kembali masa lalu." Ketika ditanya apakah Francis lelah dengan kritik yang dihadapinya, Kasper berkata, "Ada ada beberapa yang mengkritik beberapa hal yang dikatakan atau dilakukan Paus, tetapi tanpa alasan apa pun, karena Francis mengikuti Injil."

Mengenai perubahan-perubahan di dalam Kuria, Kasper mengatakan bahwa meskipun usia Kuria sudah berabad-abad, tetapi Francis sudah membuat banyak perubahan. Proses perubahan, katanya, belum mencapai puncaknya. "Paus," katanya, "cukup tenang, karena ia memiliki kepercayaan diri yang hebat, kompas batin: kekuatan Roh." Ketika ditanya apakah Francis percaya dirinya memiliki misi khusus untuk dicapai, kardinal menjawab: “Ya, dia yakin bahwa Roh telah memanggilnya untuk berubah, atau dengan kata lain, untuk memperbarui Gereja. Itu yang dia lakukan.”

Ketika ditanya apakah penunjukkan kardinal-kardinal baru dapat berarti seorang paus seperti Paus Paulus VI dapat diharapkan, yang mengikuti liberalisasi Yohanes XXIII, Kasper berkata, "Roh akan berkata." Seperti apakah Francis telah memilih kardinal untuk memilih pengganti yang akan melanjutkan proses perubahannya, Kasper menjawab, “Jelas bahwa College of Cardinals telah banyak berubah. Ada banyak kardinal dari dunia Selatan dan banyak kardinal yang tidak dikenal. Tetapi konklaf tidak bisa diarahkan."

Kasper mengatakan bahwa ia tidak ikut serta dalam Sinode Amazon yang baru saja diakhiri, yang dokumen akhirnya merekomendasikan agar ritual Amazon baru dibuat di dalam Gereja Katolik, dan mendukung penahbisan pria menikah dalam beberapa kasus. Kasper meramalkan bahwa Paus Francis akan segera mengeluarkan anjuran kepada Gereja yang akan melampaui rekomendasi yang dikeluarkan oleh Sinode Amazon.

Kasper adalah tokoh yang berada di belakang proposal di Sinode Keluarga 2015, yang mengusulkan agar umat Katolik yang bercerai dan yang telah ‘menikah lagi’ dan hidup dalam perzinaan, harus diijinkan untuk menerima Ekaristi Kudus. Anjuran pasca-sinode dari paus Francis 2016 Amoris Laetitia akhirnya memihak kepada usulan Kasper, melalui catatan kaki, yang membuka pintu bagi umat Katolik yang berada dalam ‘pernikahan kedua’ untuk menerima Komuni Kudus, tanpa keharusan untuk mengaku dosa atau memperbaiki kehidupannya. Posisi ini bertentangan dengan doktrin Katolik yang ditegaskan oleh paus St. Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI. Kasper juga telah banyak dikritik karena menganggap adanya unsur-unsur yang baik’ dalam hubungan sesama jenis (homosex) dan dia mengklaim bahwa Gereja tidak dapat menjelaskan ajaran-ajarannya secara memadai mengenai homoseksualitas.

No comments:

Post a Comment