Tuesday, December 10, 2019

NASIHAT DARI USKUP AGUNG VIGANÒ KEPADA ALEXANDER TSCHUGGUEL


NASIHAT DARI USKUP AGUNG VIGANÒ KEPADA ALEXANDER TSCHUGGUEL
(Alexander Tschugguel adalah pemuda Austria, 26 tahun, yang membuang patung berhala pachamama ke sungai Tiber)






Alexander yang terkasih, dan semua orang yang telah berkumpul untuk berdoa Rosario Kudus di luar Katedral St. Stephen di Wina,

Tuhan kita Yesus Kristus dan Perawan Maria menyertai Anda semua!

Kita semua telah melihat penyembahan berhala memasuki bait Allah dan mereka mengklaim sendiri bahwa pemujaan itu secara eksklusif adalah bagi Allah yang tunggal, hidup dan benar.

Kita telah melihat patung-patung kayu kecil, yang diidentifikasi sebagai berhala Pachamama, dibawa dalam prosesi melalui jalan-jalan di Vatikan dan masuk ke dalam gereja-gereja.

Alexander kita yang terkasih telah mengingat adanya peringatan bahwa Allah kita adalah Allah yang cemburu - cemburu karena Dia adalah ‘sahabat manusia,’ dengan mengingat kebenaran yang abadi dan tujuan hidupnya bagi kemuliaan kekal.

Peringatan itu, yang bergema di seluruh halaman-halaman Kitab Suci, seharusnya memenuhi kita semua dengan rasa hormat dan kagum: Mezbah-mezbah mereka haruslah kamu robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu hancurkan dan patung-patung mereka kamu bakar habis.! (Ulangan 7, 5). Anda telah menenggelamkan patung-patung berhala itu di dalam air sungai Tiber, “…sebab hal itu adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu. Dan janganlah engkau membawa sesuatu kekejian masuk ke dalam rumahmu, sehingga engkaupun ditumpas seperti itu; haruslah engkau benar-benar merasa jijik dan keji terhadap hal itu, sebab semuanya itu dikhususkan untuk dimusnahkan."
 (Ul 7, 25-26).

Santo Paulus mengajarkan kepada kita bahwa manusia disesatkan dan melakukan penyembahan berhala ketika, setelah kehilangan imannya dan menjadi seorang murtad, dia mulai membenci pengetahuan tentang Tuhan dan bersikeras pada penolakannya untuk memuliakan Dia - “Tuhan yang menciptakan dunia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya adalah Tuhan langit dan bumi ... Dia sendiri memberi setiap orang kehidupan dan nafas dan yang lain-lainnya ... di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, ... kita adalah keturunan Allah juga. (Kis. 17, 22, 28)

Penyembahan berhala menghambat kebenaran dalam ketidakadilan, menggelapkan pikiran dan menyesatkan penilaian. Kemudian manusia, karena tirani dari hasrat binatangnya dan hasratnya yang tidak diatur, meninggalkan dirinya sendiri demi mengejar segala bentuk penyimpangan dan kenajisan, Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya.(Rm 1:24-25).

Sekali lagi, Wina, ibu kota agung yang telah dua kali berhasil melawan kemajuan pasukan Ottoman dengan senjata terang Allah dan iman, kini diminta oleh para penguasa kesesatan untuk mentolerir provokasi homo-heretik dan penghujatan yang kesekian kalinya. Sekali lagi, di depan altar Katedral Santo Stefanus, para aktivis gay dan kaum waria diizinkan untuk mempertontonkan diri mereka – yaitu orang-orang yang seharusnya kepada siapa Gereja Katolik menyampaikan kebenaran Kristus yang membebaskan serta karunia kasih penebusan dari Juruselamat kita, yang secara bebas dipersembahkan bagi semua orang yang, dari kedalaman jiwa mereka yang terluka dan pertobatan mereka sendiri, berani mengakui diri mereka sebagai makhluk yang membutuhkan keselamatan.

Maka saya dengan sepenuh hati bergabung dalam doa-doa kawanan kecil yang mungkin tetap tanpa seorang gembala, tetapi setiap anggotanya telah mengindahkan panggilan dari Hati Maria, Yang Dikandung Tanpa Noda, untuk berdoa Rosario Kudus demi mendapatkan pengampunan Tuhan atas semua kejahatan dan penghinaan yang dilakukan terhadap-Nya.

Besarnya skandal yang dilakukan saat ini tidak akan pernah bisa mengurangi kuasa Tuhan: karena itu, kita tidak punya alasan untuk kehilangan keberanian atau pun iman. Dihadapkan dengan visi menyeramkan dari Gereja yang tampaknya ingin membangun kembali dirinya sendiri dengan cara yang menentang iman yang sejati dan bertentangan dengan kebenaran pribadi manusia, yang mendukung dan mempromosikan apa yang merendahkan martabat kehidupan dan mengarah kepada hilangnya jiwa-jiwa, maka kami ingin melipatgandakan iman dan berdoa tanpa henti kepada Bunda Allah Yang Tak Bernoda dan Bunda sejati kita sendiri: Vitam praesta puram, iter para tutum, ut videntes Iesum sempre colletemur. Dengan mengajari kita untuk memandang kepada Yesus, Perawan Maria memungkinkan kita untuk bertekun di dalam iman sebagai Acies ordinata, serangkaian jiwa militan, yang menderita dan yang berjaya, bersatu untuk menegaskan kehormatan Gereja, kemuliaan Allah dan kebaikan jiwa-jiwa. Begitulah, perekrutan sedang berlangsung." (Prof.Roberto de Mattei)

Ketika kita bersiap untuk melewati batas tahun baru liturgi, Santo Bernardus menaruh kata-kata bagi pengharapan kita yang tak tergoyahkan, tentang iman kita yang pasti, ke dalam hati kita dan di bibir kita, sementara hati kita terbuka terhadap semangat cinta kasih Kristus. Ini adalah solusi tertinggi dan satu-satunya bagi penyebarluasan kedurhakaan saat ini.

Mulai sekarang dan seterusnya, marilah kita rayakan dengan sepenuh hati kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus ... Dia datang bukan hanya kepada kita, tetapi juga bagi kita ... kelimpahan rahmat yang telah diberikan-Nya memungkinkan kita untuk melihat sejauh mana kita membutuhkan Dia. Kita bisa menilai beratnya penyakit kita dengan melihat berapa banyak biaya untuk menyembuhkannya ... karena itulah kedatangan Juruselamat mutlak diperlukan. Keadaan di mana manusia kini mendapati diri mereka berada, membuat kehadiran-Nya sangat diperlukan. Semoga Juruselamat datang dengan segera!

No comments:

Post a Comment