Sunday, July 10, 2022

Viganò Membela Imam Yang Dikenai Sanksi Karena Mengkritik Paus Francis

 

Uskup Agung Viganò Membela Imam Yang Dikenai Sanksi Karena

Mengkritik Paus Francis:

Anda Dihukum Karena Anda Menjadi Katolik Sejati 

https://www.lifesitenews.com/blogs/abp-vigano-to-priest-sanctioned-for-criticizing-pope-francis-you-are-punished-for-being-catholic/  

 

“Berbagai pencobaan yang terjadi saat ini adalah alasan untuk memperoleh penghiburan spiritual, kesempatan bagi pengudusan jiwa, dan kesempatan untuk meninggikan yang sederhana,” kata uskup agung itu. 

 

 


 

By Maike Hickson

 

Thu Jul 7, 2022 - 11:24 am EDT

 

(LifeSiteNews) – Dengan ini kami merasa terhormat untuk menerbitkan surat terbuka kepada Pastor Jesusmary Missigbètò, yang ditulis oleh Uskup Agung Yang Mulia Carlo Maria Viganò, untuk menghormati imam Afrika ini karena pembelaannya yang setia terhadap kebenaran Iman Katolik.

 

Pastor Jesusmary – nama samaran pastor Abbé Janvier Gbénou – mulai berbicara secara terbuka menentang beberapa pernyataan skandal dari paus Francis, setelah paus ini secara terbuka mendukung relasi atau ‘perkawinan’ sesama jenis pada Oktober 2020. Pastor Afrika itu diusir oleh Opus Dei dan diskors sebagai imam karena kritikannya yang bernilai kemurahan hati dan dengan ramah mengungkapkan kritik terhadap Paus, dan pada bulan Juni tahun ini paus Francis sendiri mendukung sanksi keras ini.

 

Pastor Jesusmary dilarang menjalankan pelayanan imamatnya, dan hanya boleh merayakan Misa Kudus secara pribadi asalkan dia tidak lagi mengkritik paus Francis secara terbuka.

 

Mengingat hukuman bagi seorang imam yang amat rendah hati dan baik hati ini, merupakan kegembiraan dan kelegaan besar bagi kami karena Uskup Agung Viganò hadir untuk membelanya. Wali gereja Italia itu dengan tepat menunjukkan bahwa Pastor Jesusmary telah melakukan hal yang benar dan itu harus dihormati karena kesaksian Katoliknya.

 

Silakan lihat di sini Surat Terbuka Uskup Agung Viganò kepada Pastor Jesusmary:

 

Kehidupan akan menang!

 

Dengan pembatalan undang-udag Roe v. Wade, gerakan pro-kehidupan membutuhkan suara yang jujur di media saat ini lebih dari sebelumnya. Silakan membantu liputan kami untuk menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Pro-lifers di seluruh dunia dan anak-anak yang belum lahir yang tidak bersalah, mengandalkan Anda untuk memberi suara bagi mereka.

 

 

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu." Mat 10:15

 

 

Yang terhormat pastor Janvier, pastor Jesusmary Missigbètò yang terkasih,

 

Saya tahu dari pers (lht di sini) berita tentang saksi terhadap Anda a divinis dan pemecatan Anda dari Opus Dei, yang ditimpakan kepada Anda oleh Kongregasi Uskup sebagai sanksi kanonik karena Anda dianggap gagal menunjukkan “rasa hormat dan kepatuhan kepada Paus Tertinggi.”

 

Izinkan saya untuk mengungkapkan kedekatan spiritual saya dengan Anda pada saat pencobaan besar bagi Anda saat ini: sebagai seorang Katolik yang dibaptis dan sebagai Pelayan Tuhan, pasti menyakitkan bagi Anda untuk dituduh oleh orang yang sama (Francis) yang dengan ‘belas kasihan’ yang seharusnya menandai setiap tindakannya, tapi justru menerima pendukung aborsi terkenal, menerima orang-orang yang hidup bersama tanpa menikah, kaum waria, para pelaku sodomi, para klerus sesat, bidaah, rentenir, dan mereka yang membuat orang yang berada di bawah tanggung jawabnya menjadi kelaparan.

 

Saya membayangkan bahwa sangat menyedihkan untuk dicela atas apa yang di waktu-waktu yang lain hal itu pantas mendapatkan pujian – bahkan jika kemuliaan altar – untuk orang-orang kudus yang tidak ragu-ragu untuk memarahi, bahkan dengan kasar, kebusukan dari  Pengadilan kepausan. Santo Petrus Damian atau Santa Katarina dari Siena saat ini akan dibuat malu oleh orang yang bermuka dua itu, yang tidak pernah melewatkan setiap kesempatan untuk merendahkan umat Katolik yang baik, demi menyenangkan para musuh Kristus dan Gereja-Nya.

 

Pencobaan yang Anda alami, pastor Gbénou yang terkasih dan terhormat, menyatukan Anda dengan cobaan-cobaan lain, yang seringkali bahkan lebih sulit untuk ditanggung, di mana banyak imam saudara Anda telah menjadi sasaran dari para Atasan mereka: para imam diusir dari paroki mereka dan dipaksa untuk tinggal dan tidur di kamar mereka, di mobil atau di penginapan darurat; para pastor disingkirkan dari paroki mereka karena mereka tidak mau meninggalkan perayaan Kurban Kudus dalam Ritus Apostolik; para religius diusir dari Biara karena mereka tidak mau meninggalkan kesetiaan mereka pada karisma Ordo mereka; para seminaris yang mengalami diri mereka terhalang dari pembinaan menjadi imam hanya karena mereka tidak menerima tindakan pemborosan dan keduniawian yang dipaksakan kepada mereka.

 

Jika Anda pernah memiliki keraguan tentang niat mereka yang, merebut otoritas melawan tujuan yang telah ditetapkan oleh Kristus, mereka marah terhadap orang-orang yang benar dan baik, saya mengundang Anda untuk mempertimbangkan bagaimana keparahan mereka larut dalam menghadapi kekurangan yang jauh lebih parah, yaitu klerus pelaku percabulan, korup, dan para Kardinal penganiaya dan pencuri.

 

Kejahatan Anda, Pastor yang terhormat, adalah bahwa Anda menciptakan istilah berbahaya untuk dibandingkan dengan mereka, dengan menyebutkan ‘kubur yang dipenuhi cacing’, yaitu gereja Bergoglian. Jika Anda telah berpartisipasi dalam pawai "Kebanggaan Gay" dengan menerbitkan foto Anda dalam pose yang tidak pantas, saya tidak akan mengatakan Anda adalah seorang gerejawi, tetapi bahkan seorang pagan; juga ketika Anda membuat skandal dengan melakukan hubungan seksual yang memalukan dengan pastor lain. Tapi jika Anda telah menyangkal kebenaran Katolik atau menentang moralitas Kristen, maka Anda sekarang akan menjadi kepala Dikasteri Romawi, atau Uskup dari Keuskupan yang bergengsi, dan Anda akan berdiri dengan berbagai perhiasan gerejawi Anda yang berulir, tepat di sebelah orang (para pengikut Bergoglio) yang telah merampas dari Anda kuasa untuk merayakan Misa, mendengarkan Pengakuan Dosa, dan berkhotbah. Sama seperti Anda, banyak imam lain dan tidak sedikit uskup dan bahkan Kardinal melihat diri mereka malah dicemooh, dihina, dan dihukum secara tidak adil hanya karena mereka terlalu dan sangat Katolik.

 

Saya bertanya pada diri sendiri apakah, dalam menghadapi rasa malu karena korupsi dan kebusukan para klerus bejat yang begitu menyenangkan Bergoglio, sampai-sampai dia mengelilingi dirinya dengan orang-orang busuk itu di kamar-kamar Santa Marta, Anda harus menganggap sanksi yang telah dijatuhkan pada Anda sebagai penyebab kebanggaan. L'esilio che m'è dato, onor mi tegnoPengasingan yang telah diberikan kepada saya, saya anggap suatu kehormatan (Dante). Jika rumah Tuhan telah menjadi sarang pencuri, siapa pun yang ingin tetap dekat dengan Tuhan harus mengebaskan debunya dari kaki mereka (Mat 10:14), dan bahkan tidak berkenan untuk menyapa mereka yang menyangkal Kristus dan menyalibkan Dia setiap hari dengan perilaku mereka.

 

Karena itu bersukacitalah, Pastor yang terkasih dan terhormat, karena jika musuh-musuh Allah tidak menemukan alasan apa pun dalam diri Anda untuk menganiaya Anda, itu berarti Anda telah memberikan kesaksian tentang kesetiaan Anda kepada Tuhan. “Jika dunia membenci kamu, ketahuilah bahwa dunia membenci Aku sebelum kamu’ (Yoh 15:18), inilah sabda Kebijaksanaan Yang Berinkarnasi. Dengan demikian, pencobaan-pencobaan saat ini merupakan suatu alasan untuk penghiburan rohani, suatu kesempatan bagi pengudusan, dan suatu kesempatan untuk membangun yang sederhana. Tuhan akan membalas Anda seratus kali lipat untuk apa yang Anda tanggung.

 

Bagi Anda, Pastor yang terkasih, dan semua orang yang seperti Anda, teraniaya propter iustitiam (Mat 5:10), saya persembahkan doa saya bagi Anda di dalam Kurban Misa Kudus.

 

+ Carlo Maria Viganò, Archbishop

July 6, 2022

 

 

--------------------------------

 

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

 

Uskup Agung Viganò: Baik masyarakat dan Gereja 'disusupi'...

Anne - Lokusi Keempat Tentang Kesengsaraan Yesus, Feb 22, 2018

Anne - Lokusi Kelima Tentang Kesengsaraan Yesus, Feb 23, 2018

Anne – Lokusi Keenam Tentang Kesengsaraan Yesus, Feb 26, 2018

Perjanjian Pandemi WHO: Apa Itu? Mengapa Penting dan Bagaimana Menghentikannya?

Seorang Imam Afrika Menanggapi paus Francis

Misa Francis Yang Sarat Dengan Sakrilegi