Saturday, March 9, 2019

TED FLYNN - 44 HERODES SAAT INI





44 HERODES SAAT INI

by TED FLYNN MARCH 7, 2019




“Sebuah bangsa bisa selamat dari orang-orang bodohnya, dan bahkan orang-orang yang ambisius. Tapi bangsa itu tetap tak tidak bisa selamat dari pengkhianatan dari dalam. Musuh di pintu gerbang adalah kurang tangguh, karena ia mudah dikenali sejak dari jauh dan membawa spanduknya secara terbuka. Tetapi pengkhianat yang bergerak di antara mereka yang ada di dalam gerbang dengan bebas, bisikannya yang licik berdesir melalui semua lorong, terdengar di seluruh lorong-lorong pemerintahan sendiri. Karena pengkhianat muncul bukan sebagai pengkhianat; dia berbicara dengan aksen yang familier bagi para korbannya, dan dia memakai wajah dan argumen mereka, dia menyentuh dasar yang ada di hati semua orang. Dia membusukkan jiwa suatu bangsa, dia bekerja secara diam-diam dan tidak dikenal di malam hari, untuk merusak pilar-pilar kota, dia menginfeksi tubuh politik sehingga tidak bisa lagi melawan. Dia adalah seorang pembunuh yang tidak ditakuti.”- Cicero 106 SM hingga 43BC

Pada tanggal 25 Februari 2019, Senat Amerika Serikat memberikan suara pada sepotong undang-undang yang membuat negara ini setara dengan pelanggar hukum moral dan Kitab Suci yang paling kejam dalam sejarah dunia. Ada argumen kuat bahwa Amerika Serikat adalah lebih buruk daripada semua kerajaan-kerajaan sebelunya yang menentang nilai-nilai moral, karena kita adalah orang-orang bebas yang memilih legislator untuk berkuasa dengan kehendak bebas, di sebuah republik konstitusional. Pernyataan ini tak perlu lagi diperdebatkan, karena banyak yang akan berpendapat bahwa hak-hak individu telah dilucuti melalui rekayasa sosial massa. Pada generasi dan kekaisaran sebelumnya, sebagian besar penduduk merupakan kelas orang yang benar-benar buta huruf di bawah seorang raja atau pemimpin berdaulat, yang bisa dengan bebas menghambat hak-hak warga negaranya, sehingga jika ada seorang lalim sejati yang memegang takhta, dia bisa menghalangi konsep pemilihan bebas. Namun pemilihan suara sangatlah penting hari ini, meskipun orang dapat mempertanyakan legitimasi dari prosesnya dalam banyak hal.

Pada malam musim dingin saat itu, di gedung US Capitol, 44 Senator Amerika Serikat (Herodes-Herodes masa kini) menentang RUU prosedural yang disebut Born-Alive Abortion Survivors Protection Act, yang akan menghukum setiap dokter yang tidak bersedia memberikan perawatan medis setelah seorang anak lahir hidup - setelah tindakan aborsi yang gagal. RUU itu ditolak 53-44 dengan tiga wakil Demokrat abstain. Pimpinan Senat, Mitch McConnell (R-KY) memiliki agenda untuk membuat konstituen dari setiap negara bagian tahu di pihak mana senator mereka berada yang menyangkut masalah kehidupan manusia ini. Ini setelah komentar Gubernur Virginia Ralph Northam (D-VA), dan wawancara radionya yang sekarang terkenal bahwa pembunuhan bayi setelah kelahiran adalah diperbolehkan. Sekali lagi, pemungutan suara adalah 44 orang (semua Demokrat) dari jabatan terpilih tertinggi (selain Presiden) di tanah yang dipilih untuk melakukan pembunuhan bayi. Roma ketika berada di bawah kekejaman dan orang-orang seperti Nero dan Caligula, tidak ada bandingnya apa-apa tentang sikap para Senator A.S. Demokrat, dan jutaan orang yang mendukung mereka. Anda perlu memikirkan tentang pemungutan suara itu dan membiarkannya meresap kedalam hati dan pikiran untuk bisa memahami keadaan negara yang bangkrut secara spiritual ini — dan secara emosional Anda akan bisa memahami kemerosotan moral selama beberapa generasi terakhir.

Menentang pembunuhan atas orang yang tidak bersalah adalah yang terpenting, karena jika seseorang melakukan kesalahan atau kekeliruan dalam pemunuhan itu, maka korbannya (yang tidak bersalah itu) tidak akan mendapatkan kesempatan lain untuk membela dirinya. Pagar perlindungan Allah adalah berhubungan dengan tindakan menaati hukum-hukum-Nya - dan untuk sementara waktu ke depan, AS telah berada di luar pagar itu. Kita tahu adanya lapangan bermain adalah dengan mengetahui batas-batasnya. Kurangnya buah yang baik dalam budaya kita saat ini terlihat setiap malam di dalam berita-berita. Kebijakan aborsi yang ekstrem di bawah pengaruh Patai Demokrat dan pemerintahan Obama telah menjadi normal di pengadilan, dan arus utama dalam budaya, dan Demokrat saat ini adalah partai yang memiliki paling sedikit kemiripan dengan kesopanan manusia.

Jika ada yang ingin membaca satu pasal dari Kitab Suci yang menjelaskan turunnya berkat dan kutukan atas suatu bangsa, bacalah Bab 28 dari Kitab Ulangan. "Deutero" berarti hukum. Ketika saat ini kita memiliki para pemimpin negara yang duduk di Senat AS untuk memilih sebagai pok partai Demokrat sebanyak 44 orang, sekarang inilah saatnya untuk menyadari bahwa kita berada di sebuah tempat yang baru dari kegilaan kriminal biadab yang radikal, mirip dengan Roma sebelum kejatuhannya. Jika Agar tidak sepenuhnya menyadari hal ini, maka Anda telah menempatkan diri Anda dan keluarga di tempat yang sangat berbahaya di tahun-tahun mendatang. Penyerangan terhadap nilai-nilai Kristiani terjadi setiap hari dan itu telah merayap dan secara bertahap. Anggota Majelis California, Jessie Gabriel, baru-baru ini memperkenalkan tagihan AB 624 yang mewajibkan setiap kartu pelajar di negara bagian tersebut memiliki nomor telepon untuk menghubungi Planned Parenthood untuk semua siswa yang berusia 12-24 tahun.

Jika seseorang melihat lintasan perjalanan kebejatan yang datang dari California selama beberapa generasi terakhir, janganlah bertaruh bahwa UU itu tidak akan lolos pada saat tertentu nanti. Kita sekarang berurusan dengan para intelek yang sangat gelap.

Sesuatu yang selalu membingungkan saya adalah kurangnya gairah dan semangat dari banyak umat beriman untuk memberitakan kebenaran. Adalah orang-orang yang tak beriman yang kini memainkan peran, bukannya umat beriman. Dan seringkali ada ketakutan untuk berbicara ketika kebenaran, kebaikan, dan kebajikan berada di pihak umat beriman. Seringkali umat beriman ingin menjadi "gereja yang baik" sementara kita mengalami pembusukan dari dalam, meskipun mereka mungkin tidak memiliki pandangan ke depan untuk melihatnya dengan jelas. Seorang yang beriman memiliki sejarah, sifat manusia, Kitab Suci, teologi, filsafat, dan akal sehat di pihak mereka. Orang yang tidak beriman meninggalkan jejak kekacauan, tipu daya, kebusukan dan kebingungan di sekeliling mereka. Pemikiran mereka hanyalah segumpal besar kontradiksi. Orang beriman akan sering memberi yang baik dari dirinya, sementara orang yang tidak beriman sering tidak meninggalkan apa-apa kecuali agenda yang gagal, karena rencana mereka tidak berada di bawah naungan Tuhan. Rencana mereka dibangun di atas pasir yang mudah bergeser, dan bukannya pada fondasi yang kokoh.

Penyair W. B. Yeats berbicara tentang ini dalam puisinya The Second Coming, yang mengatakan,

“…the best lack all conviction—
Turning and turning in the widening gyre
The falcon cannot hear the falconer;
Things fall apart; the center cannot hold;
Mere anarchy is loosed upon the world,
The blood-dimmed tide is loosed, and everywhere
The ceremony of innocence is drowned;
The best lack all conviction, while the worst
Are full of passionate intensity…”

"Elang yang tak bisa mendengar pemiliknya" adalah seruan dari zaman ke zaman. Kita berada dalam keadaan sulit pada saat-saat ini karena banyak umat beriman tetap diam membisu ketika mereka seharusnya memberitakan kebenaran. Mereka takut dipinggirkan dari kelompok sebaya karena dianggap terlalu radikal jika mereka berbicara. Ya …… 44 Senator Amerika Serikat yang memilih pembunuhan bayi adalah orang radikal, namun belum ada protes keras dari hirarki gereja di seluruh negeri. W.B. Yeats telah menggambarkan secara emosional "gereja yang baik" dan kurangnya gairah mereka. Ini adalah tema pemikiran yang hampir konstan dari Uskup Agung Fulton J. Sheen dari tahun 1950 hingga saat kematiannya.

Penulis Flannery O'Connor dlm buku ‘Mystery and Manners,’ juga berbicara tentang apa yang ia sebut “kelembutan” yang juga bisa disebut sentimentalitas atau kelembutan, atau gereja yang menyenangkan. Adalah jelas bahwa kurangnya disiplin dan tiadanya ketabahan yang akan menuntun kita. Kata yang lebih modern untuk sentimentalitas ini bisa berupa kepingan salju, buttercup, atau cupcakes, dimana generasi sekarang mudah tersinggung oleh kebenaran yang telah bertahan selama ribuan tahun. Ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran umum tentang apa yang mampu dilakukan manusia ketika kehilangan kemudahan hidup dan kenyamanan makhluk - sesuatu yang dibayar melalui defisit pembelanjaan pemerintah, telah memungkinkan generasi Amerika untuk menikmati, sejak Perang Dunia II, untuk memiliki segala macam kesenangan tanpa konsekuensi apapun. Seperti yang pernah dikatakan oleh Leo Tolstoy, "Manusia menjadi dirinya yang sebenarnya saat dilucuti dari pakaiannya."

O'Connor menulis: Jika zaman-zaman yang lalu merasa kurang, namun mereka sebenarnya melihat lebih banyak, meski mereka melihat dengan penerimaan mata yang buta, yang bersifat nubuatan, dan tidak sentimental, khususnya dalam masalah iman. Dengan tidak adanya iman di zaman sekarang ini, kita memerintah dengan sangat lembek. Adalah sifat lembek inilah yang telah lama terputus dari pribadi Kristus, dibungkus dalam teori. Ketika sifat lembek ini terlepas dan muncul keluar, hasil logisnya adalah berupa teror. Hal itu berakhir di dalam kamp-kamp kerja paksa dan di tengah kabut asap dari kamar gas beracun.

Kata dan kebijakan manusia memiliki rentang hidup. Dimulai dengan pil KB di akhir 1960-an, kita telah berevolusi menjadi sebuah budaya yang sesat. Ini tidak terjadi dalam semalam. Lemahnya standar moral memungkinkan kita untuk menenangkan sifat dasar manusia.
Sekarang, dengan Mahkamah Agung AS yang mengesahkan hukum aborsi atas dasar permintaan, maka kaum homoseksual memiliki haknya juga yang bahkan tidak terpikirkan pada beberapa tahun yang lalu, dan kaum waria juga merasa dirinya adalah normal, dan langkah selanjutnya dalam perkembangan perbuatan dosa adalah berupa penerimaan pedofilia sebagai hak setiap orang. Jika pembunuhan bayi tidak mengubah pandangan Anda tentang Amerika, pertanyaan yang harus ditanyakan: apa lagi yang diperlukan bagi Anda untuk berbicara, dan secara aktif membalikkan kekacauan yang kita temukan saat ini? Berusaha habis-habisan untuk mengatasi apa yang telah rusak tampaknya menjadi upaya yang tidak ada artinya, ketika kota sudah terbakar habis, dan keselamatan generasi berikutnya dipertaruhkan.

Yohanes Pembaptis telah berbicara jujur kepada penguasa ketika dia berhadapan dengan Raja Herodes karena perzinahan dengan istri saudaranya. Yesus berkata tentang Yohanes, "Dia adalah pria terhebat yang pernah dilahirkan oleh wanita." Ya, mengatakan kebenaran mungkin merugikan Anda, tetapi setidaknya pada titik ini tidak akan merugikan Anda. Ini mungkin terjadi di masa depan jika tren saat ini terus berlanjut - karena sikap diam Anda adalah persetujuan Anda.

JESUS, I TRUST IN YOU


No comments:

Post a Comment