Saturday, March 30, 2019

SINODE AMAZON: SEBUAH KUDA TROYA UNTUK MENGHANCURKAN KEHIDUPAN SELIBAT IMAMAT


SINODE AMAZON: SEBUAH KUDA TROYA UNTUK MENGHANCURKAN KEHIDUPAN SELIBAT IMAMAT



Kardinal Cláudio Hummes merasa dirinya hampir menyelesaikan proyek yang disusun bertahun-tahun yang lalu dan dengan gigih dilaksanakan: proyek untuk mendapatkan izin dari Vatikan untuk menahbiskan ad experimentum pria yang menikah, dengan usia tertentu (satu hipotesis lebih dari 50 tahun), untuk ditahbiskan menjadi imam dengan alasan karena kurangnya jumlah imam di pusat hutan Amazon yang terpencil. Itu adalah idenya ketika dia datang ke Roma sebagai prefek Kongregasi Klerus, dan dia tidak pernah menyerah dengan upayanya itu - dan dia telah melihat hal itu menjadi kemungkinan yang nyata setelah pemilihan paus baru (paus Francis) yang telah dia atur dan dia persiapkan pemilihannya secara cerdik.

Pertanyaan ini akan dibahas dalam Sinode Pan Amazon, yang akan berlangsung di Roma pada 6-27 Oktober 2019 mendatang. Hal ini merupakan pertanda penting: fakta bahwa masalah ini sedang dibahas oleh sinode "lokal", meskipun Amazon mencakup beberapa negara. Fakta bahwa diskusi akan berlangsung di Roma memberikan kesaksian tentang pentingnya keteladanan yang melekat padanya. Dan, pada dasarnya, sudah terjadi di zona-zona lain di dunia, seperti Jerman, ada uskup-uskup yang mengusulkan agar dapat menahbiskan apa yang disebut viri probati untuk memenuhi kekurangan imam disana.

Sinode Pan Amazon akan memakai tema “Amazonia: Jalan Baru untuk Gereja dan Ekologi Integral.” Tujuan utama yang ditunjukkan oleh paus untuk sinode itu adalah “menemukan cara-cara baru untuk evangelisasi dan sebagian dari umat Allah, khususnya orang-orang pribumi, yang sering dilupakan dan tanpa prospek masa depan yang tenang, juga karena krisis di hutan Amazon, sebagai paru-paru dunia yang sangat penting bagi planet kita.”

Para pesertanya akan terdiri atas uskup-uskup yang dipilih dari berbagai wilayah di dunia, untuk menegaskan dengan cara ini bahwa semua uskup adalah peserta dalam persekutuan hierarki di acara tersebut. Pan-Amazon terdiri dari sembilan negara: Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Peru, Venezuela, Suriname, Guyana, dan Guyana Prancis. Ini adalah wilayah yang dihuni oleh 34 juta orang, sebagai sumber oksigen penting bagi seluruh planet. Dua puluh persen dari air tawar dunia yang tidak beku ditemukan di sana.

Kardinal Cláudio Hummes mengatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah Estadao, “Sekitar 70% dari komunitas [dari Amazon] tidak menerima Sakramen Ekaristi, Tobat, dan Pengurapan Orang Sakit karena kurangnya imam.” Hummes, yang telah pensiun selama beberapa waktu lalu, adalah ketua komite di Amazon untuk Konferensi Uskup Brasil. Solusi yang diusulkan adalah viri probati, dan secara resmi, Kardinal Hummes memainkan perannya dan mengatakan bahwa keputusan akhir akan menjadi hak Paus Bergoglio. Sinode adalah majelis konsultatif, dan para uskup, setelah mereka memberikan suara pada kesimpulan, akan meneruskan rekomendasi mereka sebagai penasihat bagi paus, yang akan memutuskan, jika dia setuju, untuk menerbitkan dokumen akhir.

“Paus,” kata Hummes, “berbicara tentang cara-cara baru. Dalam pencarian untuk mencari cara baru ini, ada diskusi tentang perutusan. Saat ini Gereja tidak memiliki jumlah imam yang cukup untuk komunitas yang ada. Mereka kekurangan imam. Adalah imam yang merayakan Misa, melayani pengakuan dosa, dan memberikan Sakramen Perminyakan.”

Atas pertanyaan: apakah mungkin bahwa penahbisan umat awam yang menikah akan diizinkan, kardinal Hummes menjawab, “Sinodelah yang akan mengatakan ya atau tidak. Tetapi dari apa yang telah dilihat dalam persiapan sampai sekarang, perlu untuk membahas pertanyaan tentang perlunya para pelayan di Gereja Amazon dengan cara tertentu. Diskusi tidak berarti bahwa itu akan berlaku untuk seluruh dunia, tetapi untuk situasi yang sangat diperlukan disiini."

Tidaklah sulit untuk berhipotesis bahwa dari satu situasi kebutuhan ekstrem di satu benua atau satu wilayah tertentu, maka akan memungkinkan untuk beralih ke situasi kebutuhan ekstrem atau kekurangan di tempat lain - tidak lagi di hutan hujan, tetapi di hutan-hutan Barat sekularisme. Dan, pewawancara bertanya, berbicara tentang kemungkinan imam wanita atau diakon, apakah kriteria yang sama juga diterapkan pada wanita? Hummes menjawab, "Ini adalah masalah yang lebih jauh lagi " – tetapi dia menyiratkan bahwa, keputusan yang menguntungkan untuk viri probati adalah jauh lebih mungkin, dan lebih dekat.

Marco Tosatti
Marco Tosatti adalah jurnalis Italia terkenal dan pakar Vatikan. Dia telah meliput Tahta Suci sejak tahun 1981. Karya tulisnya sering muncul di La Stampa dan La Nuova Bussola Quotidiana. Dia adalah penulis beberapa buku, termasuk The Prophecy of Fatima dan Investigation of the Holy Shroud. Blognya ada di Marcotosatti.com.
http://www.marcotosatti.com



No comments:

Post a Comment