Wednesday, July 24, 2019

USKUP SCHNEIDER: PARA PEMIMPIN GEREJA TELAH MENGECAM SINODE AMAZON SEBAGAI ALAT ‘IDEOLOGIS’


Uskup SCHNEIDER: para pemimpin gereja telah mengecam sinode amazon sebagai alat ‘ideologis’

Artikel aslinya lihat disini:

NEWS: WORLD NEWS


 BISHOP SCHNEIDER


by Stephen Wynne  •  ChurchMilitant.com  •  July 19, 2019    

Dia meminta untuk menegakkan penyembahan Ekaristi 'di semua wilayah Amazon'

VATICAN CITY (ChurchMilitant.com) - Uskup Athanasius Schneider telah bergabung bersama barisan umat Katolik yang terus bertambah jumlahnya yang menyuarakan keprihatinan besar atas Sinode Amazon yang akan dilangsungkan pada Oktober mendatang, di Roma.

Dalam sebuah esai di situs web Austria, kath.net pada hari Rabu, uskup auksilier di Astana, Kazakhstan, mengecam para pendukung adanya klerus Amazon yang sudah menikah sebagai penipu yang berusaha menipu orang-orang di pedalaman Amerika Selatan "agar tidak memiliki kemampuan untuk memiliki para imam yang benar bagi Gereja, yang berasal dari tengah-tengah mereka."

Beralih Kepada Roh Dunia

"Selama dua ribu tahun, semua orang, dan bahkan di antara kaum barbar sekalipun, dapat memanfaatkan rahmat dari Kristus untuk mendidik putra-putra mereka sendiri untuk menjadi imam yang meniru Yesus Kristus," tulis Uskup Athanasius Schneider, dan dia menambahkan bahwa adalah perbuatan yang tidak jujur ​​untuk menyimpulkan bahwa penduduk asli Amazon tidak mampu melakukan hal yang sama.

Uskup Schneider mengatakan bahwa "para pendukung klerus Amazon yang menikah, yang hampir semuanya adalah keturunan Eropa dan non-pribumi," mereka tidak peduli dengan "kesejahteraan spiritual sejati dari umat beriman di Amazon," tetapi mereka "menerapkan agenda ideologis mereka sendiri, yang merupakan klerus yang menikah di Eropa, dan kemudian menerapkannya di seluruh Gereja Latin."

Penerapan "klerus yang menikah, yang pada awalnya dilaksanakan secara regional dan terbatas di Amazon" dalam waktu singkat akan memberikan efek domino meluas yang memunculkan "klerus menikah dalam ritus Romawi di bagian-bagian lain dunia," demikian uskup Schneider memperingatkan. "Hal ini akan menghancurkan warisan apostolik imamat yang hidup secara murni, dengan meniru contoh eksplisit dari kehidupan Yesus Kristus dan para rasul-Nya di seluruh Gereja."

Schneider menyalahkan para pemimpin Gereja karena telah gagal selama beberapa dekade ini untuk mendorong adanya hidup panggilan di wilayah Amazon "menurut pengalaman Gereja yang telah terbukti selama dua ribu tahun, yaitu, melalui doa, pengorbanan spiritual, model kehidupan misionaris yang sakral," dan dia menyebut kegagalan ini sebagai "sebuah skandal."


Umat Katolik Roma ... harus berkumpul di sekitar Tabernakel-tabernakel ... untuk berdoa dengan tekun kepada Tuhan, Pemberi segala karunia, memohon imam-imam yang baik, imam-imam pribumi yang tidak menikah dan apostolik. Tweet


"Salah satu cara paling efektif untuk membangkitkan panggilan imamat yang sbaik di Amazon ... adalah dengan cara dimana para misionaris menjalani kehidupan sebagai orang-orang yang benar-benar rajin berdoa, sebagai para rasul sejati, yaitu, kehidupan pengabdian yang penuh kasih dan pengorbanan kepada Kristus dan keselamatan abadi bagi jiwa," demikian kata Uskup Schneider.

"Tidak diragukan lagi bahwa pada abad kesembilan belas dan kedua puluh, orang Amazon memiliki misionaris yang gagah berani dan suci: para uskup, imam, biarawati," kata Schneider.

Uskup Athanasius Schneider mencatat bahwa dalam beberapa dekade terakhir, para misionaris telah beralih dari semangat Kristus kepada "semangat dunia ini," sambil menunjukkan dampak dari teologi pembebasan neo-Marxis terhadap Gereja di Amerika Latin.




Logo Sinode Amazon


Uskup Schneider juga mengatakan bahwa para klerus dan religius seperti itu "tidak lagi berkotbah dengan keyakinan penuh" akan Injil Yesus Kristus, dan mereka gagal "untuk menyampaikan kehidupan rahmat supernatural-Nya kepada orang-orang Amazon."

Dengan cara memberitakan Kristus yang palsu, Schneider memperingatkan bahwa para teolog pendukung teologi pembebasan telah menyalahgunakan pelayanan imamat kudus dengan cara mewartakan "Injil kehidupan duniawi; Injil perut dan bukan Injil salib; Injil pemujaan alam, hutan, air, matahari ... Injil pemujaan kehidupan duniawi yang sangat singkat ini…”

Dia menggambarkan hal ini sebagai evangelisasi palsu, "pengkhianatan terhadap Injil yang benar," dan memperingatkan bahwa para arsitek Sinode Amazon bertujuan untuk "melegitimasi pengkhianatan evangelisasi supernatural sejati dalam semangat Yesus dan para rasul, melalui sinode para uskup, dalam skala global."

Schneider berkata : Untuk membangun kembali imamat kudus, hal itu haruslah dipupuk di dalam lingkungan Amazon dan untuk Amazon:
Mereka haruslah orang-orang beriman, penuh dengan Roh Kudus, siap untuk hidup selibat, orang-orang yang mengutamakan doa dan pemberitaan ajaran-ajaran Kristus terlebih dahulu, orang-orang yang siap menjadi gembala sejati, dan menyerahkan hidup mereka demi keselamatan jiwa yang kekal dari orang-orang yang dipercayakan kepada mereka. Mereka haruslah orang yang bisa menjadi bapa sejati dari semua umat beriman, bukan hanya bagi sebuah dinasti keluarga pribadi yang terbatas. Mereka haruslah orang yang merupakan Mempelai sejati dari Kristus, Gereja, dan karena itu mereka adalah sebagai para Bapa dan Mempelai yang tidak menikah.

Schneider menambahkan bahwa benih-benih imamat Amazon yang kudus akan ditaburkan dengan penyembahan Ekaristi: “Umat Katolik Roma ... harus berkumpul di sekitar Tabernakel-tabernakel ... untuk berdoa dengan tekun kepada Tuhan, Pemberi segala karunia, memohon imam-imam yang baik, imam-imam pribumi yang tidak menikah dan apostolik.”

"Mereka harus memulai rantai penyembahan Ekaristi di seluruh Amazon," lanjutnya. "Rantai penyembahan ekaristik sedemikian rupa dari orang-orang biasa yang beriman, bersama dengan para uskup dan para imam mereka, dan pada waktu yang ditentukan oleh Allah, pasti akan menghasilkan para imam yang meniru dan mengikuti Hati Yesus."

Uskup Schneider menekankan bahwa paus Fransiskus memiliki "tugas, yang diberikan kepadanya oleh Tuhan," untuk memelihara "warisan apostolik selibat imamat" pada Sinode Amazon nanti dan meneruskan warisan ini "kepada para penerusnya dan generasi berikutnya."

"Paus Fransiskus tidak boleh mendukung, dengan cara apa pun - melalui sikap diamnya atau pun sikapnya yang ambigu – semua konten yang bersifat Gnostik dan naturalistik yang jelas dari beberapa bagian dalam Instrumentum Laboris (dokumen kerja sinode), serta penghapusan tugas kerasulan selibat imam (yang pada awalnya masih bersifat regional, namun lambat laun menjadi bersifat universal)," tambahnya.


Para Pemimpin Lainnya Juga Memperingatkan Tentang Sinode Amazon

Uskup Schneider bersatu dengan barisan para pemimpin Katolik yang setia lainnya dalam membunyikan alarm atas sinode Amazon 6-27 Oktober 2019 mendatang.

Awal minggu ini, Cardinal Gerhard Müller, mantan prefek Kongregasi untuk Ajaran Iman, mengecam dokumen kerja sinode itu sebagai "ajaran palsu," dengan mengatakan bahwa dokumen itu mewakili "pergantian radikal dalam hermeneutika teologi Katolik."

Sebelumnya, dalam wawancara 11 Juli 2019 dengan La Nuova Bussola Quotidiana, Cardinal Müller memperingatkan bahwa sinode Amazon "adalah dalih untuk mengubah Gereja," dan dia  menyatakan bahwa Roma telah dipilih sebagai tempat pertemuan Oktober mendatang untuk "menekankan awal dari sebuah Gereja baru."


Harus dinyatakan sekarang dengan desakan yang kuat bahwa Instrumentum Laboris bertentangan dengan ajaran Gereja yang mengikat, dalam hal-hal yang amat menentukan, dan karenanya ia harus dikualifikasikan sebagai bidaah. Tweet


Mgr dan teolog yang terkenal, Msgr. Nicola Bux, konsultan Kongregasi untuk penelitian bagi penentuan orang-orang kudus, mengatakan kepada blogger Italia, Sabino Paciolla, akhir bulan lalu, bahwa sinode itu merupakan upaya untuk "mendirikan gereja yang lain" dan untuk menciptakan sebuah "dogma baru".

"Apa yang kita hadapi saat ini," Bux memperingatkan, "adalah sebuah upaya untuk memodifikasi Gereja secara genetik."

Julio Loredo


Dalam kritik pedas tanggal 27 Juni 2019, yang diterbitkan oleh jurnalis Italia, Sandro Magister, Cdl. Walter Brandmüller menulis: "Haruslah ditegaskan sekarang, dengan desakan yang kuat, bahwa Instrumentum Laboriscontradicts bertentangan dengan ajaran Gereja yang mengikat dalam hal-hal yang amat menentukan dan dengan demikian ia telah memenuhi syarat untuk dinyatakan sebagai bidaah."

"Sejauh fakta bahwa Wahyu Ilahi di sini sedang dipertanyakan, atau disalahpahami, maka orang juga harus berbicara sekarang tentang kemurtadan yang sedang dilakukan," tambah Brandmüller.

Dalam sebuah wawancara 22 Juni 2019 dengan LifeSiteNews, pakar teologi pembebasan kelahiran Peru, Julio Loredo, pemimpin dari Tradition, Family and Property (TFP), cabang Italia, mencela sinode itu sebagai sebuah "skema" yang sengaja dirancang untuk mengubah Gereja "seturut versi radikal dari teologi pembebasan - yang disebut sebagai teologi indigenis dan ekologi."

Loredo, editor situs web baru Pan-Amazon Synod Watch, memperingatkan bahwa arsitek dari sinode itu telah mengadopsi "agenda neo-pagan" dari gerakan aktivis lingkungan radikal, sebuah ideologi yang tercermin dalam konferensi internasional seperti KTT Bumi PBB 1992 di Rio de Janeiro, Brazil.

No comments:

Post a Comment