Tuesday, July 2, 2019

UMAT KATOLIK YANG SETIA MENGECAM DOKUMEN KERJA SINODE PAN-AMAZON


umat KATOLIK yang SETIA mengecam DOKUMEN KERJA sinode PAN-AMAZON

https://www.churchmilitant.com/news/article/faithful-catholics-slam-pan-amazon-synod-working-document

NEWS: WORLD NEWS



by Bruce Walker  •  ChurchMilitant.com  •  June 27, 2019    

Sinode para Uskup Oktober mendatang akan mengubah Gereja hingga menjadi 'LSM sekuler dengan mandat untuk melaksanakan agenda ekologis-sosial-psikologis.

VATICAN CITY (ChurchMilitant.com) - Majelis Khusus Sinode Para Uskup untuk Wilayah Pan-Amazon mendatang, yang dijadwalkan pada 6-17 Oktober 2019, sedang mengundang kecaman keras dari para klerus konservatif setelah Vatikan pada 17 Juni lalu merilis Instrumentum Laboris (dokumen kerja) untuk pertemuan tersebut.

Di antara kritikus yang paling vokal adalah Cdl. Walter Brandmüller, salah satu dari dua kardinal dubia yang tersisa. Dalam sebuah tulisannya yang pedas, Brandmüller memberi label pada dokumen kerja tersebut sebagai sesat dan murtad dan selanjutnya dia menegaskan bahwa dokumen itu menggantikan iman Katolik yang sejati dengan ‘panteisme biadab’ yang didukung oleh filsuf era Romantis tahun 1800 Jean-Jacques Rousseau.

Kritikus lainnya yang sangat bersemangat adalah Julio Loredo, presiden ‘Tradition, Family and Property,’ cabang Italia, dan penulis buku yang sangat kritis terhadap paham teologi pembebasan. Konsep teologi pembebasan berusaha untuk menyatukan pandangan ekonomi dan sosial Karl Marx dengan Ajaran Gereja Katolik.

Sinode Pan Amazon mendatang adalah sebuah contoh dari ‘hidung unta di bawah tenda’ di mana perubahan yang dipromosikan di wilayah Amazon akhirnya akan dapat menyebar ke Gereja di seluruh dunia.

Sinode Amazon adalah merupakan ‘perubahan menyeluruh atas Gereja dari sudut pandang Amazon', yang tidak lain adalah puncak dari teologi pembebasan," demikian kata Loredo kepada LifeSiteNews.

Teologi pembebasan telah berakar di negara-negara Amerika Selatan pada tahun 1970-an. Para pendukungnya, seperti teolog Brasil, Leonardo Boff, sering kali berada di bawah pengawasan dan tindakan sanksi disipliner oleh Kongregasi Vatikan untuk Ajaran Iman, yang pada waktu itu dipimpin oleh Cdl. Joseph Ratzinger, yang kemudian terpilih sebagai Paus Benediktus XVI. Dan kemudian Leonardo Boff dipecat dari imamatnya.

Menurut Card.Brandmüller, sinode mazon mendatang adalah contoh dari penyebaran kesesatan, di mana perubahan yang dipromosikan di wilayah Amazon akhirnya akan dapat menyebar ke Gereja di seluruh dunia. Dia menyimpulkan bahwa Gereja sedang diseret ke bidang-bidang yang jauh dari masalah dan keselamatan jiwa:

Kita harus bertanya, pada prinsipnya, mengapa suatu Sinode para Uskup harus berurusan dengan topik-topik lain, dimana ¾ dari isi Instrumentum Laboris sangat sedikit hubungannya dengan Injil dan Gereja. Jelaslah bahwa Sinode para Uskup ini berserta seluruh dokumennya berusaha membuat perembesan agresif ke dalam urusan negara dan masyarakat Brasil yang murni bersifat duniawi. Apa hubungan ekologi, ekonomi, dan politik, dengan mandat dan misi Gereja?

Oleh karena itu, wilayah tersebut - yaitu hutan di wilayah Amazon - dinyatakan sebagai sebuah locus theologicus, sebagai sebuah sumber khusus dari Wahyu Ilahi. Ada tempat-tempat epifani di mana cadangan kehidupan dan kebijaksanaan planet telah memperlihatkan dirinya, yang berbicara tentang Allah (Instrumentum Laboris no. 19).

Penolakan anti-rasional terhadap budaya "barat" yang menekankan pentingnya nalar adalah karakteristik dari Instrumentum Laboris dari sinode mendatang. Sementara itu, terjadi kemunduran berikutnya dari Logos kepada Mythos, yang diangkat kepada sebuah kriteria yang oleh Instrumentum Laboris disebut sebagai inkulturasi Gereja. Hasilnya adalah agama alami dengan topeng Kristiani.

Di website ‘Pan-Amazon Synod Watch,’ Loredo menulis:
Sekarang sudah jelas: para promotor Pan-Amazon Synod yang akan diadakan di Roma pada bulan Oktober nanti ingin menafsirkan kembali Gereja dari bawah ke atas - doktrin, sakramen, konstitusi, disiplin, dibentuk kembali sesuai dengan ‘gaya Amazon.’ Mereka berbicara tentang "Gereja dengan wajah Amazon," berbeda dari yang telah ada selama dua ribu tahun ini.

Ini tidak lain adalah mimpi reformis lama yang meliputi semua bidaah yang telah menindas Gereja di abad-abad terakhir, dari kaum modernis hingga para teolog dari teologi pembebasan, yang telah berusaha untuk "menciptakan kembali Gereja." Jika begitu, tampaknya mimpi lama ini akan menjadi kenyataan di jantung kekristenan.

Sebagian besar liputan pers berfokus pada proposal sinode yang memungkinkan para imam untuk menikah dan mengizinkan wanita menjadi diakon untuk mencegah kekurangan rohaniwan di wilayah Amazon.

Selanjutnya Loredo berkomentar:
Media Eropa berfokus pada selibat klerus dan kemungkinan "penahbisan" diakonal bagi wanita. Keduanya adalah aspek yang sangat penting dari rencana tersebut, tetapi ada keseluruhan cerita di baliknya. Apa yang mereka inginkan adalah mengubah seluruh Gereja sesuai dengan versi teologi pembebasan yang paling radikal - yang disebut teologi indigenis dan ekologi.

Brandmüller dan umat Katolik tradisionalis lainnya yang bersikap kritis terhadap Instrumentum Laboris menemukan banyak alasan lain yang juga menjadi keberatan mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam dokumen kerja, topik-topik ini meliputi:

Komunitas lokal membutuhkan Gereja yang berpartisipasi, yang hadir dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya, dan ekologis penghuninya; sebuah Gereja yang menyambut keragaman budaya, sosial dan ekologi untuk dapat melayani individu atau kelompok tanpa diskriminasi; Gereja yang kreatif yang dapat menemani umatnya dalam implementasi tanggapan baru terhadap kebutuhan-kebutuhan yang mendesak; Gereja yang harmonis yang mempromosikan nilai-nilai perdamaian, belas kasihan dan persekutuan.

Teguran yang pedas dari Brandmüller, yang diterbitkan oleh LifeSiteNews dan situs web berita Austria Kath.net:
Harus dinyatakan sekarang dengan tegas dan mendesak bahwa Instrumentum Laboris bertentangan dengan ajaran Gereja yang mengikat dalam hal-hal yang menentukan, dan karenanya ia harus dikualifikasikan sebagai bidaah.

Sejauh Wahyu Ilahi di sini dipertanyakan atau disalahpahami, orang sekarang juga harus berbicara tentang kemurtadan.

Hal ini bahkan lebih dibenarkan mengingat fakta bahwa Instrumentum Laboris telah menggunakan gagasan agama yang sepenuhnya bersifat imanen dan bahwa ia menganggap agama sebagai hasil dan bentuk ekspresi dari pengalaman spiritual manusia itu sendiri. Penggunaan kata-kata dan ide-ide Kristiani ini tidak dapat menyembunyikan bahwa hal ini hanyalah kata-kata kosong belaka, terlepas dari makna aslinya.

Instrumentum Laboris untuk Sinode Amazon merupakan serangan terhadap dasar-dasar Iman kristiani, dan dengan cara yang sampai sekarang belum dianggap mungkin. Karenanya hal itu harus ditolak dengan tegas.

Dalam kesimpulannya, Brandmüller mengatakan bahwa pandangan yang diungkapkan dalam Instrumentum Laboris "sangat menentang pemahaman Katolik yang sejati."

No comments:

Post a Comment