Wednesday, May 14, 2014

Allah Bapa : Kehendak IlahiKu janganlah ditentang....



Allah Bapa : Kehendak IlahiKu janganlah ditentang, karena manusia tak akan pernah bisa melebihi KehendakKu
Jumat, 9 Mei 2014, jam 17.00

PuteriKu yang terkasih, dunia diciptakan olehKu karena hal itu adalah merupakan KehendakKu. KehendakKu selalu ada dan akan selalu ada. KehendakKu akan dilaksanakan, dengan atau tanpa keinginan manusia. Kehendak bebas yang diberikan kepada manusia melalui TanganKu, disalah-gunakan, dan hal ini mengakibatkan pemisahan antara manusia dengan Aku, Bapa Yang Kekal. Sepanjang manusia memiliki kehendak bebas, hal ini berarti bahwa mereka yang memilih untuk datang kepada-Ku, melalui PuteraKu, Yesus Kristus, yang bisa menjadi bagian dariKu – menjadi utuh kembali.

Ketika keinginan manusia bertentangan dengan KehendakKu, maka timbullah sebuah pertentangan yang sengit, karena hanya KehendakKu saja yang bisa mengalahkan segalanya. Kehendak IlahiKu mengendalikan segala sesuatu yang Kuijinkan, segala hal yang Kuperbolehkan, karena Aku akan selalu bersedia menerima kebebasan yang Kuberikan kepada manusia, karena Aku tidak mengambil kembali apa yang telah Kuberikan. Kadang-kadang manusia, dengan pilihannya sendiri, menimbulkan penderitaan yang mengerikan di dunia ini dan melalui keserakahan serta egoismenya, sangatlah menentang Aku. Namun Aku tidak ikut campur dengan keinginan manusia, karena hanya dia sendiri yang bisa memutuskan apakah dia ingin atau tidak melaksanakan apa yang diinginkan oleh KehendakKu. Dan sementara Aku tidak akan berusaha mengambil kembali kehendak bebas itu, pilihan bebas itu, hal itu tidaklah berarti bahwa manusia bisa mendiktekan keinginannya kepada-Ku, melebihi KehendakKu.

Kehendak IlahiKu janganlah ditentang, karena manusia tak akan pernah bisa melebihi KehendakKu. Jika dia melakukannya, dia akan menyadari bahwa tidaklah mungkin bisa menentang Aku, tanpa menderita akibat-akibatnya. Hanya Aku saja yang bisa menentukan akibat dari kehidupan dan kematian, karena hal ini hanya Aku saja yang memutuskan. Ketika Aku membuat sebuah keputusan untuk melaksanakan Rencana-rencanaKu untuk melindungi anak-anakKu, maka tak ada manusia yang mampu mengalahkannya. Seandainya manusia berusaha untuk campur tangan didalam Karunia-karuniaKu kepada dunia ini, termasuk dalam hal kehidupan dengan segala bentuknya, maka dia bukan saja akan gagal, tetapi dia juga akan menderita akibatnya.

Jangan sampai ada manusia yang berusaha untuk menghentikan Aku didalam RencanaKu untuk menggenapi Perjanjian KudusKu.

Jangan sampai ada manusia yang menghujat Aku atau menghalangi KehendakKu, sebab dia akan dihentikan dengan segera.

Jangan sampai ada manusia yang menghentikan Aku dalam memberikan Kehidupan Kekal kepada jiwa-jiwa, karena hidupnya sendiri akan musnah. Jika kamu berusaha untuk menentang Aku, kamu tak akan pernah berhasil. Jika manusia terus menolak SabdaKu dan menentang KeilahianKu, maka hal itu hanya akan mengakibatkan kekacauan, bencana, hilangnya nyawa dan pemurnian-pemurnian yang mengerikan. Inilah sebabnya ketika suatu jiwa diminta untuk mematuhi Aku atau Perintah-perintahKu, dimana melalui kehendak bebasnya dia mau menerima permintaan-permintaan ini, maka mereka akan menyadari bahwa tidaklah mungkin bisa untuk menentang KehendakKu.

Kamu, puteriKu, telah berusaha untuk menentang KehendakKu – meski kamu telah menyerahkan diri kepada-Ku. Namun kini kamu akan tahu bahwa hal itu tidak ada gunanya, karena hanya apa yang didiktekan olehKu saja, dengan CaraKu sendiri, yang akan bisa dilaksanakan.

Anak-anak – Aku adalah Bapamu. Aku adalah Penciptamu. Hanya Aku yang tahu apa masa depanmu, namun kamu akan merasa terhibur dengan mengetahui bahwa semua RencanaKu digenapi. Hanya jika keinginanmu dipersatukan dengan KehendakKu, maka KerajaanKu bisa sepenuhnya dilaksanakan dan digenapi pada akhirnya nanti. Hanya setelah itulah semua konflik antara manusia dengan Aku, Bapamu Yang Kekal, akan selesai. Damai kemudian akan memerintah didalam dunia baru mendatang – sebuah dunia yang amat sempurna dan yang tak akan pernah berakhir.

Bapamu
Allah Yang Maha Tinggi

No comments:

Post a Comment