Thursday, October 18, 2018

Salib LGBT PF


Just another Day at the GAY Youth Synod Month!!!







Di tengah acara Sinode bagi kaum muda, PF menunjukkan ‘belas kasihnya’ kepada kaum LGBT. Dia mengenakan salib LGBT. Setelah sebelumnya, pada acara pembukaan PF menggunakan stang (tongkat dari dahan kayu bercabang) yang biasa digunakan oleh para dukun sihir.

Kita harus ingat bahwa kehidupan LGBT tidaklah lepas dari kehidupan homosex. Karena itu, adalah kewajiban dari setiap orang tua untuk menjaga anak-anak mereka untuk tidak terlibat dalam kegiatan kaum LGBT.

Kita bisa membaca kutipan Kitab Suci tentang LGBT / homosex berikut ini:
Rm 1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
Rm 1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
Rm 1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
Rm 1:32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Apa kata Katekismus tentang homosex:
CCC 2357. Homoseksualitas adalah hubungan antara para pria atau wanita, yang merasa diri tertarik dalam hubungan seksual, semata-mata atau terutama, kepada orang sejenis kelamin. Homoseksualitas muncul dalam berbagai waktu dan kebudayaan dalam bentuk yang sangat bervariasi. Asal-usul psikisnya masih belum jelas sama sekali. Berdasarkan Kitab Suci yang melukiskannya sebagai penyelewengan besar, tradisi Gereja selalu menjelaskan, bahwa "perbuatan homoseksual itu tidak baik" (CDF, Perny. "Persona humana" 8). Perbuatan itu melawan hukum kodrat, karena kelanjutan kehidupan tidak mungkin terjadi waktu persetubuhan. Perbuatan itu tidak berasal dari satu kebutuhan benar untuk saling melengkapi secara afektif dan seksual. Bagaimanapun perbuatan itu tidak dapat dibenarkan.
CCC2358. Tidak sedikit pria dan wanita mempunyai kecenderungan homoseksual. Mereka sendiri tidak memilih kecenderungan ini; untuk kebanyakan dari mereka homoseksualitas itu merupakan satu pencobaan. Mereka harus dilayani dengan hormat, dengan kasih sayang dan dengan bijaksana. Orang jangan memojokkan mereka dengan salah satu cara yang tidak adil. Juga mereka ini dipanggil, supaya memenuhi kehendak Allah dalam kehidupannya dan, kalau mereka itu orang Kristen, supaya mereka mempersatukan kesulitan-kesulitan yang dapat tumbuh dari kecenderungan mereka, dengan kurban salib Tuhan.
CCC 2359. Manusia homoseksual dipanggil untuk hidup murni. Melalui kebajikan pengendalian diri, yang mendidik menuju kemerdekaan batin, mereka dapat dan harus - mungkin juga dengan bantuan persahabatan tanpa pamrih - mendekatkan diri melalui doa dan rahmat sakramental setapak demi setapak, tetapi pasti, menuju kesempurnaan Kristiani.

Apa kata Katekismus tentang perkawinan?
CCC1601. "Perjanjian Perkawinan, dengan mana pria dan wanita membentuk antar mereka kebersamaan seluruh hidup, dari sifat kodratinya terarah pada kesejahteraan suami-isteri serta pada kelahiran dan pendidikan anak;“
CCC1603. “Allah sendirilah Pencipta Perkawinan." Panggilan untuk Perkawinan sudah terletak dalam kodrat pria dan wanita, sebagaimana mereka muncul dari tangan Pencipta.
CCC1605. “Kitab Suci berkata, bahwa pria dan wanita diciptakan satu untuk yang lain... sehingga keduanya menjadi satu daging."

Tetapi kita juga harus memegang ucapan St.Agustinus berikut ini:
St. Augustine (354-430) mengatakan: “Kasihilah orang-orang yang berdosa; tetapi perangilah dengan keras kesalahan mereka! Tanpa kesombongan diri, milikilah kebenaran; Berjuanglah dengan lemah lembut dan kebaikan!” (St. Agustinus dalam Contra litteras Petiliani, 1,31).

Berikut foto-foto lainnya: 

  Gelang LGBT dipakai PF


Topi pelangi



Semoga Tuhan selalu membimbing kita semua. 



No comments:

Post a Comment