Thursday, October 25, 2018

TRUMP DAN VATIKAN





TRUMP DAN VATIKAN
Trump Adalah Musuh Besar Roma Nomor Satu.


October 23, 2018

Saya Michael Voris. Saya datang kepada Anda dari Lapangan Santo Petrus, di tengah-tengah krisis terburuk dalam Gereja selama berabad-abad ini - dan bisa dibilang yang pernah terjadi.

Kengerian homoseksualitas yang merebut kendali dalam hierarki Gereja terwujud dalam seribu cara yang berbeda. Dan sebagai catatan, semua penentang yang telah menyerang media Church Militant selama bertahun-tahun ini mengatakan bahwa kita telah membuat semua ini terjadi, atau sangat melebih-lebihkannya. Tetapi marilah kita berhenti sejenak dan merenungkan:

Ada seorang mantan duta besar Vatikan  untuk Amerika Serikat sedang bersembunyi karena dia membuka skandal arus homoseksual di Roma.

Seorang imam di Chicago bersembunyi karena takut akan keselamatan nyawanya, karena dia telah menentang agenda homoseksual dari Cdl. Blase Cupich.

Umat Katolik yang setia dipaksa keluar dari sebuah pertemuan dalam sebuah sesi dari pidato uskup San Diego, Robert McElroy, ketika mereka menyampaikan kasus homoseksualitas di kalangan klerus.

Beberapa imam lain telah disensor dan diancam oleh keuskupan masing-masing jika mereka berkhotbah menentang kejahatan-kejahatan seksual ini.

Donald Wuerl harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai uskup D.C. karena skandal imam predator homoseksual, dimana dia membantu menutup-nutupi kasus itu semasa dia menjadi uskup di Pittsburgh.

Kredibilitas para uskup dan kardinal sangat sangat rendah ketika sejumlah besar umat Katolik yang setia percaya bahwa mereka berbohong tentang apa yang mereka ketahui dalam kasus kejahatan ini.

Popularitas Paus Fransiskus meningkat (dalam hal yang negativ) karena laporan terus muncul bahwa dia tidak hanya mempromosikan predator gay McCarrick, meskipun dia sudah mengetahui kejahatannya, tetapi paus Francis juga berupaya menutup-nutupi para imam predator saat dia bertugas di Argentina.

Dan di sini, di Roma, sumber-sumber di Vatikan melaporkan memang ada epidemik homoseksualitas di antara para klerus.

Masihkah mereka berpikir bahwa tidak ada apa-apa yang layak untuk diangkat dalam kisah ini?

Dan ketika menyangkut masalah homoseksualitas, seperti yang kami katakan, hal itu telah muncul dengan sendirinya di antara para klerus, dalam berbagai cara.

Arus homoseksual yang diidentifikasi oleh uskup agung ViganĂ² mestinya mengarahkan perhatian kita semua kepada konstruksi teologis yang berusaha dan mencoba melegitimasi perbuatan sodomi. Begitu banyaknya kasus ini sehingga para pejabat gereja bahkan memimpikan Sinode ‘pura-pura’ tentang Pemuda ini sebagai alasan untuk mengatakan, bahwa kita perlu lebih memahami aktivitas seksual kaum gay dan apa yang disebut perkawinan’ oleh kaum gay, karena seperti itulah apa yang diinginkan oleh orang-orang muda.

Dalam kesibukan mereka untuk menciptakan kerusakan psikologis diri mereka sendiri, agar tampak normal, bahkan mereka sampai ingin merubah kalimat-kalimat dalam Katekismus, dan mereka telah mengikatkan diri mereka kedalam agenda keadilan sosial palsu dari politik Kiri (Komunis).

Semua orang ingin merasa nyaman tentang diri mereka sendiri dan ingin dilihat sebagai orang yang bermoral dan benar, sehingga kaum gay di sini, di Roma ini, dalam kerah dan mitra jabatan mereka, dahulu telah bergandengan tangan dengan kelompok pemerhati perubahan iklim, pasukan anti-hukuman mati, politikus pembela pengungsi ilegal, undang-undang kepelikikan senjata, serta agenda-agenda kaum globalis secara keseluruhan.

Gerakan-gerakan itu, yang sekali lagi dimotivasi oleh keinginan untuk dipandang sebagai orang yang bermoral di tengah-tengah kebejatan seksual mereka, telah menempatkan diri mereka dalam pertentangan langsung dengan Trump di Gedung Putih.

Sejauh yang disebut "hak asasi" bagi kaum homoseksual, Trump bersikap cukup netral. Tetapi faktanya, banyak orang Kristen konservatif secara politis tidak terlalu senang dengan agenda seperti itu, karena hal itu secara langsung bertentangan dengan Kitab Injil - yang membuat mereka penasaran mengapa para pialang homoseksual di sini, yang berkuasa di Vatikan, dan yang mengontrol dan mengendalikan segala urusan di dalam Gereja - saat ini - sangat bertentangan dengan sikap Trump. Padahal dia sama sekali bukanlah musuh dari agenda gay.

Tetapi sang pastor James Martins dan Card. Blase Cupichs dari tahta dunia ini, serta Kevin Farrells dan Joseph Tobins dan Rodriguez Maradiagas, semua mereka mengakui bahwa untuk membuat Gereja bersedia menerima perbuatan sodomi, dimana mereka bersikeras menjadikan hal ini sebagai tujuan nomor satu mereka, maka lebih baik bagi mereka untuk memberikan banyak dukungan kepada sisi politik dari kaum pro-homoseksual yang fanatik, yang juga akan menguntungkan semua tujuan yang disebutkan di atas.

Itulah yang telah membuat Trump menjadi musuh publik nomor satu di sini, di Roma. Faktanya, sumber-sumber di Roma mengkonfirmasi bahwa menjelang pemilihan presiden AS tahun 2016, pemangsa homoseksual McCarrick adalah penghubung resmi yang tidak resmi antara Vatikan dan tim Hillary.

Menurut berbagai sumber, suasana hati sangat muram di Roma pada malam pemilihan itu, dua tahun lalu, seperti di markas besar CNN.

Dengan adanya pengumuman akhir pekan lalu, bahwa Departemen Kehakiman Trump telah memulai penyelidikan terhadap kemungkinan perdagangan seks manusia di Amerika Serikat, maka suatu keprihatinan yang mendalam telah mencengkeram hati dan pikiran beberapa orang di Vatikan.

Demikian juga, Church Militant sekarang dapat melaporkan, bahwa kami telah mengkonfirmasi bahwa para pejabat penegak hukum telah mulai menyelidiki Yayasan Kepausan yang berkantor pusat di Philadelphia.

Dewan direktur dari Yayasan Kepausan ini adalah juga termasuk setiap kardinal di Amerika Serikat, dan berita itu juga mengalir dengan lancar di Roma.
Awal tahun ini, terungkap bahwa Wuerl dan McCarrick telah mendorong anggota dari umat awam dalam dewan direksi, agar bersedia menyetujui untuk mengeluarkan $ 25 juta ke rumah sakit yang suram (penuh kasus korupsi) di sini, di Roma, atas permintaan pribadi dari Paus Fransiskus.

Seperti yang dilaporkan Church Militant beberapa minggu lalu, McCarrick bermanuver di tengah berbagai konflik kepentingan yang penuh dengan kompromi di situ.

Dia tahu saat itu bahwa penyelidikan oleh Vatikan pada kejahatan seksualnya telah disetujui, namun dia mendorong keras, bersama dengan Wuerl, untuk meminta sejumlah besar uang dari Yayasan Kepausan yang akan diberikan kepada hakim yang akan menyelidiki kasusnya sebuah tindakan yang penuh dengan konflik kepentingan.

Juga duduk di dewan Yayasan itu, karena dia seorang kardinal Amerika, adalah Timothy Dolan dari New York, yang juga tahu tentang kasus McCarrick, karena keuskupan agungnya yang telah melaporkan kejahatan itu ke Vatikan, hampir setahun sebelumnya.

Adalah pengacara AS yang diangkat oleh Trump yang memulai penyelidikan atas kejahatan penyelundupan dan perdagangan seks di Pennsylvania, untuk menyelidiki apakah ada anak-anak di bawah umur yang dibawa melalui pernatasan negara bagian, dan apakah uskup-uskup jahat terlibat dalam menutup-nutupi kasus itu.

Selama Trump berada di Gedung Putih, maka akan ada banyak sekali tensi saraf homoseksual yang tersulut dan terusik di Vatikan.

Jika sebuah kasus mulai terkuak pada tingkat internasional, bahwa Vatikan, terutama di bawah Paus Francis, memiliki pengetahuan langsung tentang semua kebusukan ini, maka akses ke jalur keuangan internasional kepada Vatikan (Gereja) dapat terputus, dan siapa yang tahu apa lagi yang akan terjadi nanti.

Paus Fransiskus dan kaum homoseksual Vatikan sedang berusaha keras untuk mendukung Hillary. Faktanya, ada desas-desus yang kuat di Roma bahwa McCarrick, dan mungkin yang lain juga, terlibat dalam menyalurkan uang Gereja kepada kampanye Clinton. Bencana Brett Kavanaugh yang telah membesarkan hati kaum konservatif, juga sangat diperhatikan secara ketat di Roma karena kejatuhan politik dari agenda liberal.

Kavanaugh secara luas dilihat sebagai suara kelima yang membatalkan Roe v. Wade, yang akan menjadi tsunami yang melumatkan agenda kaum Kiri - di Amerika Serikat dan internasional.

Sekali lagi, Trump-lah yang mencalonkan Kavanaugh dan bersekutu dengannya. Dan tentang  masalah aborsi, bukan saja kaum homoseksual teologis Kiri (Komunis) di Vatikan dan di tempat-tempat lain di seluruh Gereja adalah pro-aborsi, mereka juga bersikap netral terhadapnya, karena satu, mereka lebih peduli tentang seks gay daripada pembunuhan lebih dari satu miliar anak-anak di seluruh dunia (melalui aborsi), dan dua, mereka tidak pernah bisa menolak isu pro-aborsi yang didukung oleh kaum politik Kiri, yang merupakan sekutu kuat mereka dalam memajukan homoseksualitas.

Sedangkan Trump adalah pro-kehidupan, anti-Kiri dan merupakan kebalikan dari segala sesuatu yang saat ini ada dan dilakukan di dalam Vatikan, karena Vatikan terbukti ingin agar arus homoseksual terus semakin maju di dalam Gereja.

Ini adalah taruhan yang cukup baik bahwa, seperti tahun 2016, akan ada banyak siaran TV semalaman di sini, dalam beberapa minggu ini, ketika hasil pemilu paruh waktu di AS mulai mengalir masuk.

Sebagai catatan, Church Militant sekali lagi akan meluncurkan liputan wall-to-wall, seperti yang kami lakukan pada tahun 2016 untuk kemenangan Trump, di mana kami adalah outlet media pertama yang mengatakan bahwa Trump telah memenangkan Pennsylvania dan, karenanya, cukup dijamin bahwa Pemilihan Suara di perguruan tinggi akan memenangkan kursi kepresidenan. Liputan itu akan dimulai langsung dari studio kami pukul 7 malam Eastern Time dan kami lakukan sampai kita tahu hasil akhirnya.

Trump telah menjadi sumber penyakit migrain besar-besaran bagi kaum homoseksual di Vatikan dan Paus Francis. Seandainya Hillary yang menang, maka akan ada hubungan yang erat dan hangat antara Washington dan Roma.

Seperti yang terjadi sekarang ini, ada 15 permintaan grand jury dari negara-negara bagian yang sedang diajukan, ada dua investigasi dari pemerintah federal yang sedang berlangsung, dan agenda globalis dari kaum Kiri terpaksa harus istirahat penuh. Ini semua adalah akibat dari sebuah penyesatan yang sangat ironis yang dilakukan oleh seorang kardinal Amerika, seorang pemangsa homoseksual yang bernama McCarrick, dan kesaksian yang gagah berani dari duta besar Vatikan untuk Amerika Serikat (Vigano). Mereka berdua sedang mendapat kesempatan untuk menggulirkan bola permainan saat ini.

Semoga Tuhan memberkati Amerika Serikat.

No comments:

Post a Comment