Tuesday, August 16, 2016

BERBAGAI NUBUATAN TENTANG KEMURTADAN BESAR

BERBAGAI NUBUATAN TENTANG KEMURTADAN BESAR

10 Oct 2014

BERBAGAI NUBUATAN TENTANG KEMURTADAN DI DALAM GEREJA KATOLIK


Bunda Gereja Kudus – Dari Kemuliaan menuju Debu, dari Debu menuju Kemenangan – Kemenangan dari Bunda Kudus kita dan Ratu Yang Mulia, Maria Yang Tak Bernoda

Kemurtadan Besar – apakah kita diperingatkan? Sudahkah kita diberitahu? Oleh siapa? Mengapa? Apakah kejatuhan besar itu – Kemurtadan Besar – telah dinubuatkan? dan apakah saat ini kita sudah dan sedang hidup di saat-saat yang tidak menyenangkan itu, seperti yang dinubuatkan? Kemurtadan itu telah dimulai namun ia akan terjadi dan meluas secara penuh ketika PF menyatakan berbagai kesesatan dari kaum modernis sebagai dogma yang baru setelah berlangsungnya sinode Oktober 2014 (5-19 Oktober) ketika artikel ini ditulis. 

Pembaca mungkin terkejut jika mengetahui bahwa ‘kejatuhan besar’ ini adalah merupakan sebuah nubuatan yang paling banyak dinubuatkan dalam sejarah. Berbagai ramalan dan nubuatan ini didapatkan atau disimpulkan dari berbagai pewahyuan. Sebelum berbicara lebih lanjut, adalah baik jika kita memahami apa yang dimaksud dengan pewahyuan, dimana ada dua macam pewahyuan : pewahyuan Ilahi dan pewahyuan pribadi. Pewahyuan Ilahi ada di dalam Kitab Suci dan di dalam deposit Iman Gereja Katolik. Pewahyuan-pewahyuan ini berakhir pada para rasul, dan ia tidak bisa salah. Karena itu, sebagai Kebenaran yang dinyatakan secara Ilahiah, maka ia harus dipercaya oleh kita semua.

Sedangkan pewahyuan pribadi adalah sebuah inspirasi atau pewahyuan yang diberikan oleh Allah kepada individu-individu tertentu demi kepentingan mereka atau kepentingan orang-orang lain. St.Paulus mengatakan: “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” (1 Kor. 12:7). Tidak seperti pada pewahyuan Ilahi, maka tidak seorangpun yang diharuskan untuk percaya kepada pewahyuan pribadi. Namun jika sebuah pewahyuan pribadi itu bersifat otentik, benar, maka tindakan yang tidak mempercayai pewahyuan itu sama halnya dengan memasang telinga yang tuli kepada Allah. Tindakan seperti ini akan menyebabkan hilangnya harta spirituil bagi kita, seperti dikatakan oleh St.Thomas Aquinas :”Nubuatan, seperti halnya rahmat cuma-cuma yang lainnya, hal itu diberikan demi kebaikan Gereja.” (Summa, SS – 172, 4) Allah selalu memiliki tujuan tertentu atas apapun yang dilakukanNya, dan jika Dia menyatakan sesuatu kepada kita, maka kita boleh merasa yakin bahwa Dia melakukan hal itu adalah demi kebaikan kita. Hanya orang bodoh saja yang mengabaikan sesuatu yang disampaikan oleh Kebijaksanaan Allah yang tak terhingga.

Sebagai contoh dari manfaat yang telah diberikan kepada kita melalui pewahyuan pribadi dapat ditemukan pada benda-benda spiritual yang telah diterima oleh Gereja melalui pewahyuan-pewahyuan tersebut selama hampir 2.000 tahun. Beberapa diantaranya adalah: berdirinya sebagian besar Ordo-ordo religius, yang telah sangat bermanfaat bagi Gereja dan telah menghasilkan begitu banyak orang-orang kudus, dimana semua itu didirikan oleh para pendirinya masing-masing melalui pewahyuan pribadi atau inspirasi; doa-doa yang tak terhitung banyaknya, termasuk doa Rosario Suci, yang diberikan kepada kita melalui pewahyuan pribadi; enam belas macam skapulir yang telah diakui oleh Gereja, termasuk Skapulir Coklat dari Gunung Karmel, semua itu sampai kepada kita melalui pewahyuan pribadi; juga devosi kepada Hati Kudus Yesus dan Hati Maria Tak Bernoda, sampai kepada kepada kita melalui pewahyuan pribadi; berbagai doa kaplet, seperti kaplet Bunda Dukacita, kaplet para Malaikat, dll, semuanya datang kepada kita melalui pewahyuan pribadi. Daftar ini bisa diperpanjang terus dan hampir tak ada habisnya. Dengan melihat karunia-karunia surgawi ini, maka orang bisa dengan mudah melihat betapa besar manfaat rohani yang diperoleh jika kita mau mengikuti bimbingan Tangan Tuhan yang disampaikan melalui media pewahyuan pribadi.

Apakah kemurtadan masiv bisa muncul dari katolisitas?
Kita semua tahu bahwa Gereja Katolik akan mampu bertahan hingga saat akhir zaman : “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat, 28:20) Namun, adalah sebuah pemikiran yang keliru jika kita menganggap bahwa Gereja Katolik akan selalu memiliki jumlah umat beriman yang sangat besar, karena hal itu tidak ada tertulis di dalam Kitab Suci atau dari sumber manapun. Sebaliknya, Kitab Suci mengatakan :”… jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Luke 18:8).

Sejarah telah menyaksikan perjalanan waktu dan peristiwa dimana ada seluruh bangsa (Inggris) atau bahkan kelompok bangsa-bangsa (skisma besar di Gereja Timur), yang dulunya adalah pemeluk Katolik, namun kemudian mereka menjauhi Iman sejati. Dan hal inipun akan terjadi dalam skala yang lebih besar lagi, terutama jika kita mengingat ‘dunia yang semakin mengecil’ karena kemajuan tehnologi modern, maka perpecahan itu bukanlah tidak mungkin, dan kenyataannya, perpecahan itu telah dinubuatkan, dan perpecahan itu telah terjadi.

Hal ini terjadi, sebagian, adalah karena ulah dari musuh-musuh Gereja yang semakin cerdik, dan dengan menyadari kenyataan (dari sejarah) bahwa penganiayaan external atas Gereja telah semakin mempercepat pertumbuhannya, seperti digambarkan oleh kalimat ini ‘Darah para matir adalah benih Iman.’ Inilah sebabnya selama berabad-abad musuh memusatkan perhatiannya untuk menghancurkan katolisitas dengan melalui perembesan. 

Paus St. Pius X memperingatkan Gereja tentang hal ini pada tahun:
“Mereka (musuh) melaksanakan rencana-rencananya untuk menjatuhkan Gereja bukan dari luar, melainkan dari dalam. Maka bahaya-bahaya itu hadir di dalam pembuluh darah dan jantung Gereja, dimana gangguan yang dilakukannya semakin jelas dalam kenyataan bahwa pengetahuan dan pengenalan mereka atas Gereja semakin besar dan semakin akrab saja. Dan  mereka telah mengayunkan kapak itu bukan pada cabang atau rantingnya, tetapi pada akarnya, yaitu dengan cara menyerang iman dan serat-seratnya yang paling dalam.” – Pascendi Dominici Gregis.

Disini paus St. Pius X bukan mengungkapkan hal yang baru; bahkan dia menambahkan peringatannya sendiri terhadap ucapan para paus terdahulu serta berbagai peringatan yang diberikan oleh Surga selama ratusan tahun belakangan ini.

PERINGATAN-PERINGATAN DARI BUNDA ALLAH, MARIA TERKUDUS

Our Lady of Good Success
Pada awal abad 17, seorang biarawati Conceptionist di Ecuador, Bunda Mariana de Jesus Torres (1563–1635), menerima berbagai penampakan dari Bunda Allah, termasuk juga berbagai nubuatan mengenai abad 20. Kenyataan bahwa nubuatan ini telah diberikan 400 tahun yang lalu membuatnya layak untuk diperhatikan. Tubuh Bunda Mariana tidak membusuk, hal ini diketahui pada tahun 1906, dan sampai sekarang masih bisa dilihat.

Aku menyampaikan kepadamu bahwa dari sejak akhir abad 19 dan beberapa saat setelah pertengahan abad 20…..  akan sulit untuk menerima Sakramen Pembaptisan, serta Sakramen Penguatan (Krisma)…. Semangat katolisitas akan menurun dengan cepatnya; terang Iman yang ada sebelumnya, secara perlahan akan dipadamkan….”

Berbagai kesesatan akan disebarkan di tanah ini, yang saat itu menjadi sebuah Republik yang merdeka. Sementara kesesatan ini semakin meluas dan menguasai, maka terang Iman yang sangat berharga akan dipadamkan di dalam jiwa-jiwa oleh kebusukan yang hampir total di dalam adat istiadat (moral)…. Sejumlah kecil jiwa-jiwa, secara sembunyi-sembunyi akan berusaha untuk mempertahankan harta Iman dan orang-orang benar akan menderita kekejaman yang tak terkatakan besarnya dan kemartiran secara perlahan…

Pada abad ke 20…. Kebusukan di dalam adat istiadat (masyarakat) terjadi secara menyeluruh dan terang Iman dipadamkan sama sekali.

Sekali lagi, mengacu kepada abad 20:
Betapa Gereja sangat menderita saat itu… malam yang gelap karena tidak adanya uskup dan imam yang menjaga mereka… Sikap suam-suam kuku dari banyak sekali jiwa yang dipersembahkan kepada Allah, dalam kehidupan religius dan imamat, akan menunda kedatangan uskup dan imam itu. 

Our Lady of La Salette
Pada tahun 1846, Bunda Allah menampakkan diri kepada dua anak gembala di La Salette, Perancis. Dia menyampaikan banyak sekali peringatan bahwa Allah akan menghukum umat manusia jika manusia tidak berhenti berbuat dosa. Dia juga memberikan beberapa nubuatan.

Masa tenang universal:
Lucifer, bersama sejumlah besar iblis akan dilepaskan dari neraka. Secara bertahap mereka akan menghapuskan Iman, terutama pada mereka yang dipersembahkan kepada Allah (kaum religius).
Di berbagai tempat akan terjadi keajaiban-keajaiban yang luar biasa, karena Iman sejati telah dipadamkan.
Kekejian akan dilakukan di tempat-tempat kudus, di dalam biara-biara, dan kemudian iblis akan menjadikan dirinya sebagai raja di setiap hati.
Roma akan kehilangan Iman dan menjadi tempat kedudukan dari antikris.

Ketika Bunda Terberkati memperingatkan bahwa Iman sejati akan dihapuskan dan dipadamkan maka apa yang dinubuatkannya itu menyiratkan bahwa jumlah dari umat Katolik yang sejati akan menjadi sangat sedikit, sehingga nampaknya mereka telah dihapuskan dan dipadamkan; tetapi seperti disampaikan dalam kutipan di atas, kita tahu bahwa Gereja tak pernah bisa dipadamkan secara total, tetapi Gereja akan tetap bertahan hingga akhir zaman.

Mengenai kebenaran dari penampakan ini, yang sangat ditentang (secara keliru) oleh berbagai penulis modernist, uskup dari diosis La Salette pada tahun 1851 menerbitkan sebuah pernyataan: “Penampakan ini dalam dirinya memiliki segala karakteristik kebenaran, hingga umat beriman dibenarkan untuk mempercayainya secara pasti dan tanpa merasa ragu.” Pernyataan ini dikirimkan ke Roma dan memperoleh pengakuan dari Paus Pius IX.

Our Lady of Fatima
Mungkin ini adalah penampakan Bunda Maria yang paling terkenal, dimana Bunda Maria menampakkan diri sebanyak enam kali kepada tiga anak gembala di Fatima, Portugal, pada tahun 1917. Disamping pesan-pesan untuk memperbaiki jalan kehidupan setiap orang, doa rosario dan tobat, Bunda Maria juga memberikan tiga buah rahasia kepada anak-anak gembala itu. Salah satu dari rahasia itu yang cukup terkenal saat ini adalah Rahasia ke tiga Fatima.

Rahasia ke tiga Fatima – : “Di Portugal, dogma Iman akan selalu dipertahankan…
Meskipun kaum modernist ingin mengabaikan rahasia ke tiga ini, tetapi kalimat ‘Di Portugal, dogma Iman akan selalu dipertahankan…’ diakui oleh semua orang. Penggalan kalimat ini berbicara mengenai banyak hal. Betapa sebuah pernyataan yang aneh yang diberikan pada sebuah saat ketika secara esensiil setiap negara di muka bumi (saat itu) memiliki dogma Iman. Akibatnya sudah jelas: Bunda Maria paling tidak, bernubuat bahwa seluruh negara-negara akan kehilangan dogma Iman, kecuali Portugal.

“Setan berkuasa terutama pada posisi-posisi tertinggi dan menentukan arah dari segala sesuatu. Dia berhasil merintis jalannya terutama pada posisi-posisi puncak Gereja... “

Ini akan menjadi sebuah saat cobaan besar bagi Gereja. Kardinal akan melawan kardinal. Uskup akan melawan uskup. Setan akan berjalan di antara jajaran mereka. Di Roma, akan terjadi perubahan-perubahan besar. Apa yang membusuk akan terjatuh, dan apa yang terjatuh tak akan bangkit lagi. Kegelapan akan menyelimuti Gereja dan dunia akan dilemparkan ke dalam sebuah kepanikan.

Kutipan diatas diambil dari Neues Europa, sebuah media berbahasa Jerman yang terbit pada 1963, dan memperoleh pengakuan (tidak resmi) dari beberapa pejabat Gereja yang telah membaca rahasia ke tiga Fatima yang asli, tulisan tangan dari Sr.Lucia. Diantara pejabat Gereja itu adalah Cardinal Ottovani, yang cukup dihormati. Sedangkan versi yang baru dan ‘resmi’ yang dirilis oleh Vatikan pada tahun 2006 telah terbukti tidak benar.

BEBERAPA RAMALAN DARI ORANG-ORANG KUDUS

St. Hippolytus (abad ke 3)
"Dan gereja-gereja akan meratap dengan ratapan yang kuat, karena tidak ada persembahan ataupun dupa bakaran yang dilaksanakan, ataupun layanan ibadah yang diterima oleh Allah; tempat-tempat suci dari gereja-gereja akan menjadi seperti sebuah pondok penjaga kebun, dan Tubuh dan Darah Kristus yang kudus tidak akan ditampilkan pada hari-hari itu. Ibadah kepada Allah akan dihapuskan."

St. Nicholas von Flue (abad 15)
Gereja akan dihukum karena sebagian besar anggotanya, di tingkat atas maupun bawah, akan menjadi sangat sesat. Gereja akan tenggelam semakin dalam dan dalam hingga akhirnya ia akan nampak seperti telah dipadamkan, dan penerus Petrus serta rasul-rasul lainnya seakan telah habis. Namun setelah itu Gereja akan dimuliakan dengan jaya di hadapan semua orang yang meragukannya.

St. John Bosco (abad 19)
Akan diadakan sebuah Konsili Ekumenis pada abad mendatang, dan setelah itu terjadilah kekacauan di dalam Gereja. (Ramalan tahun 1862)

Venerable Anna Katarina Emmerick (abad 19)
(Venerable) Anna Katerina Emmerick adalah seorang mistikus dari Jerman yang dikaruniai dengan berbagai pewahyuan. Enam minggu setelah kematiannya, karena adanya rumor bahwa tubuhnya telah dicuri, kuburnya digali dan didapatkan dalam keadaan tidak membusuk. Dia menjadi terkenal ketika film “The Passion of Christ” karya Mel Gibson, diakui telah mendasarkan film itu pada pewahyuan-pewahyuan yang diterima oleh Anna Katerina Emmerick.

“Saya juga melihat relasi antara dua paus ... Saya melihat betapa amat buruk (berbahaya) yang akan menjadi konsekuensi dari gereja palsu ini. Saya melihatnya semakin bertambah besar; segala jenis bidaah datang ke kota (Roma)…. Sekali lagi saya melihat bahwa Gereja Petrus dirongrong oleh sebuah rencana yang dikembangkan oleh sekte rahasia (Freemason), sementara badai terus merusaknya.”

“Saya melihat sebuah sekte rahasia yang tanpa henti terus merusak Gereja besar… Ketika sebagian besar dari Gereja (yang benar) telah dihancurkan (oleh sekte rahasia Freemason), dan hanya tempat kudus dan mezbah yang masih berdiri, saya melihat si perusak itu (dari sekte rahasia) memasuki Gereja bersama dengan binatang itu.”

"Lalu aku melihat penampakan Bunda Allah, dia berkata bahwa kesusahan itu akan sangat besar. Dia menambahkan bahwa orang-orang harus berdoa dengan sungguh-sungguh dengan tangan terentang… Mereka harus berdoa bagi Gereja Kegelapan itu agar segera meninggalkan Roma ... "

"Gereja berada dalam bahaya besar… Saya melihat bahwa di tempat ini (Roma) Gereja Katolik sedang dilemahkan secara cerdik sekali, hingga hanya tersisa seratus atau lebih imam yang masih belum tertipu. Yang lain-lainnya berusaha untuk menghancurkan Gereja, terutama para klerus. Kehancuran besar itu sekarang sudah dekat.”

"Ketika saya melihat Gereja St Peter didalam reruntuhan dan ada begitu banyak klerus sibuk ikut serta dalam proses penghancuran itu – dan tidak satupun dari mereka yang melakukannya secara terbuka di depan orang lain - saya merasa sangat sedih hingga saya berseru kepada Yesus dengan segenap kekuatan saya, memohon belas kasihNya. Lalu saya melihat di hadapan saya ada Mempelai Surgawi… dan Dia mengatakan, antara lain, bahwa proses perubahan yang terjadi terhadap Gereja ini dari satu tempat ke tempat lain menunjukkan bahwa ia nampaknya akan terus menurun secara lengkap. Tetapi Gereja akan bangkit kembali; meski hanya ada satu saja umat Katolik, Gereja akan bisa mengalahkan lagi karena dia tidak bergantung kepada nasihat dan kecerdasan manusia. Juga diperlihatkan kepada saya bahwa hampir tidak ada umat Kristiani yang tersisa dari Gereja yang lama itu.”

"Gereja sudah benar-benar terisolasi dan seakan ia benar-benar kosong. Nampaknya bahwa setiap orang sudah melarikan diri.”

"Di antara hal-hal aneh yang saya lihat, adalah prosesi panjang dari para uskup. Pikiran dan ucapan-ucapan mereka disampaikan kepada saya melalui gambaran yang keluar dari mulut mereka. Kesalahan mereka terhadap agama ditunjukkan oleh kelainan bentuk luar tubuh mereka. Beberapa uskup hanya memiliki tubuh saja, dengan awan atau kabut gelap menggantikan kepala mereka. Yang lainnya hanya berupa kepala saja, dimana tubuh dan hati mereka berbentuk seperti kabut tebal. Beberapa ada yang pincang; yang lainnya lumpuh; yang lain lagi sedang tertidur atau terkejut kaku.”

 “Saya melihat apa yang saya yakini hampir semua uskup dari dunia, tetapi hanya ada sejumlah kecil saja yang sehat sempurna…”

“Lalu saya melihat bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Protestan secara bertahap mendapatkan kemenangan, dan agama Katolik jatuh kedalam kemerosotan moral secara lengkap.”

“Pada hari-hari itu, Iman akan jatuh sedemikian rendahnya, dan Iman hanya dipertahankan pada beberapa tempat saja, dalam beberapa pondok dan pada beberapa keluarga yang telah dilindungi oleh Allah dari berbagai bencana dan perang ... "

"Saya melihat bahwa banyak imam membiarkan diri mereka dikuasai oleh ide-ide yang berbahaya bagi Gereja. Mereka membangun Gereja yang besar, aneh, dan megah. Semua orang harus dilibatkan di dalamnya agar bersatu dan memiliki hak yang sama: Evangelis, sekte-sekte Katolik dalam segala bentuknya. Begitulah bentuk dari Gereja yang baru itu... "

"Saya melihat bahwa ketika Kedatangan Kedua dari Kristus semakin dekat, ada seorang imam yang buruk akan melakukan banyak hal yang merugikan Gereja. Ketika saat pemerintahan antikris itu sudah dekat, sebuah agama palsu akan muncul yang akan bertentangan dengan keesaan Allah dan Gereja-Nya. Hal ini akan menyebabkan perpecahan terbesar di dunia yang pernah dikenal. Semakin dekat dengan akhir zaman, semakin luas kegelapan setan menyebar di bumi, semakin banyak pula anak-anak yang menjadi rusak moralnya, dan jumlah orang-orang yang benar akan semakin berkurang... "

“Saya mendengar bahwa Lucifer (jika saya tidak salah) akan dibebaskan lagi selama 50 atau 60 tahun sebelum tahun 2000.”

RAMALAN DARI BEBERAPA PAUS

Paus Leo XIII
Pada 25 September 1886, paus Leo XIII memperoleh sebuah karunia penglihatan atas pasukan dari neraka serta usaha mereka untuk menghancurkan Gereja Katolik. Penglihatan itu sangat menakutkan dia hingga dia menjadi tidak sadarkan diri. Sebagai jawaban atas penglihatan ini lalu dia menyusun sebuah doa kepada St.Michael Malaikat Agung, dan dia memerintahkan agar doa ini didaraskan setiap hari seusai Misa Kudus. Sebagian dari doa itu disampaikan disini, karena doa ini telah disalin pada buku-buku doa yang mendatangkan indulgensi di dalam  Gereja Katolik (Raccolta) pada 1930 : (patut dicatat bahwa edisi berikutnya dari Raccolta telah menghilangkan bagian dari doa paus Leo XIII ini)

"Musuh yang paling licik ini (setan) telah memenuhi dan memabukkan Gereja, mempelai dari Anak Domba yang tak bernoda, dengan air empedu dan kepahitan, dan telah meletakkan tangannya yang cemar kepada hartaNya yang paling suci. Di tempat kudus itu sendiri, di mana telah didirikan Tahta dari Petrus yang kudus dan Tahta Kebenaran bagi terang dunia, dan mereka (setan) telah mengangkat takhta dari kekejian mereka, dengan rencana yang bengis agar ketika Pastor telah dikalahkan, maka domba-dombanya akan tercerai berai."

Paus St. Pius X
 “… ada alasan yang cukup untuk merasa takut akan kesesatan besar itu dimana hal ini  merupakan rasa pendahuluan, dan mungkin merupakan permulaan dari segala kejahatan yang telah dipersiapkan bagi hari-hari akhir.”

Paus Pius XII
Kita percaya bahwa saat ini merupakan tahap yang berbahaya dari peristiwa-peristiwa yang dikatakan oleh Kristus dulu. Nampak bahwa kegelapan akan segera turun ke dunia. Umat manusia berada dalam cengkeraman krisis yang terbesar.

 “Umat manusia harus mempersiapkan dirinya bagi penderitaan-penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Komentar ini berasal dari paus yang hidup selama PD I dan II, dimana dia menyampaikan kecemasannya atas apa yang dilihatnya sedang mengancam umat manusia dalam waktu yang tidak terlalu jauh di depan, dan dia mengatakan saat itu sebagai ‘yang paling gelap sejak Air Bah dulu.’

“Saya khawatir dengan pesan Bunda Maria kepada Lucia dari Fatima. Ketegaran Bunda Maria dalam menyampaikan bahaya-bahaya yang mengancam Gereja adalah merupakan sebuah peringatan Ilahi terhadap tindakan bunuh diri dengan cara mempengaruhi Iman, liturgi Gereja, teologi Gereja dan jiwa Gereja… Saya mendengar di sekitar saya ada banyak sekali para pembaharu yang ingin melucuti Kapel Kudus, menghembus mati kobaran api Iman sejati yang universal dari Gereja, menolak ornamen-ornamen Gereja, dan memaksa Gereja untuk menyesali masa lalunya.”

“Sebuah saat akan tiba ketika dunia yang beradab ini menyangkal Allahnya, ketika Gereja merasa ragu seperti Petrus yang ragu. Gereja akan dibujuk untuk mempercayai bahwa manusia telah menjadi Allah. Di gereja-gereja kita, umat Kristiani akan mencari-cari, dengan sia-sia, adanya lampu berwarna merah, dimana Allah menantikan mereka. Seperti Maria Magdalena, yang menangis di hadapan makam Yesus yang kosong, dan bertanya: Dimanakah mereka mengambil dan menaruhNya?”

Lampu merah yang menyala di gereja-gereja Katolik menunjukkan bahwa Allah sungguh hadir di hadapan mereka di dalam Ekaristi. Disini paus Pius XII bernubuat bahwa Sakramen Yang Maha Kudus tidak akan bisa lagi ditemukan di gereja-gereja ‘Katolik’, sebuah realita yang akan terjadi ketika nantinya PF membuat Misa menjadi tidak sah melalui Kekejian Yang Membinasakan.

NUBUAT DARI ORANG-ORANG TERTENTU
* Melanie Calvat adalah salah satu visiuner di La Salette. Berikut ini adalah ringkasan dari buku “The Secret of Melanie and the Actual Crisis” oleh Abbot Combe, 1906

Gereja akan dikalahkan. Mula-mula kita tidak bisa tahu mana paus yang benar. Kemudian, Kurban Misa Kudus akan tidak lagi dipersembahkan di gereja-gereja dan di rumah-rumah. Saat itulah tidak lagi ada kegiatan beribadah. Tetapi aku melihat bahwa Kurban Kudus itu tidaklah benar-benar berhenti dilaksanakan, karena ia akan diadakan di gudang-gudang, di ceruk-ceruk, di gua-gua, dan di bawah tanah.

* Cardinal Manning adalah seorang pejabat tinggi di gereja Anglikan, dan dia menjadi terkenal ketika dia menjadi Katolik pada abad ke 19. Dia adalah pendukung kuat dari infalibilitas paus. Dia juga adalah sahabat dekat paus Leo XIII.

Kemurtadan di kota Roma dari wakil Kristus serta kehancuran kota itu oleh antikris mungkin dianggap sebagai hal yang baru bagi banyak umat Katolik, maka saya pikir adalah baik jika saya mengutip text dari para teolog yang ternama. Yang pertama adalah tulisan Malvenda, yang berbicata tentang masalah ini, dimana dia mengatakan bahwa seperti pendapat dari Ribera, Gaspar Melus, Biegas, Suarrez, Bellarmine dan Bosius, bahwa Roma akan menjadi murtad dan menjauh dari Iman, mengusir wakil Kristus, dan kembali kepada berhala kuno… Kemudian Gereja akan tercerai berai, terdesak ke belantara, dan untuk sementara waktu ia akan menjadi seperti Gereja awali dulu, tak terlihat, tersembunyi di dalam katakombe-katakombe, di dalam sarang-sarang, gunung-gunung, di tempat-tempat pengintaian; untuk beberapa saat gereja (nampaknya) telah dimusnahkan dari muka bumi. Begitulah kesaksian umum dari para Bapa Gereja.” - Henry Edward Cardinal Manning, The Present Crisis of the Holy See, 1861, London: Burns and Lambert, pp. 88-90)

* Yves DuPont, pengarang buku “Catholic Prophecy” dan berbagai karya nubuatan lainnya. Pada tahun 1970 dia menulis:
"Beberapa nubuat tampaknya membenarkan kesimpulan bahwa Gereja Katolik yang benar akan hilang sepenuhnya untuk sementara waktu sebagai sebuah organisasi; tetapi meskipun tidak terorganisir, ia akan tetap bertahan pada beberapa orang klerus yang setia dan umat awam, yang akan pergi bersembunyi di bawah tanah."

KESIMPULAN
Kutipan-kutipan diatas hanyalah beberapa saja dari sekian banyak nubuatan tentang datangnya kemurtadan besar itu, sebuah kejatuhan yang masiv dari Gereja Katolik. Dan kita tahu saat ini bahwa peristiwa itu bukan saja mungkin, tetapi sudah tak terelakkan lagi.

Bagi mereka yang berkata bahwa Gereja Katolik adalah Gereja Katolik Roma, dan bahwa katolisitas adalah tak terpisahkan dari Roma, maka saya mengajak mereka untuk membaca tulisan Paus Pius XII pada tahun 1949:

“Jika sampai hari itu tiba, kami katakan bahwa ini adalah sebuah hipotesa, ketika realitas fisik dari Roma menjadi runtuh; jika sampai Basilika Vatikan, yang menjadi simbol dari Gereja Katolik yang satu, tak terkalahkan dan jaya, mengubur dibawahnya puing-puing harta yang bersejarah serta makam-makam kudus yang diabadikannya, namun meski begitu, oleh kenyataan itu, Gereja tidak akan bisa digulingkan atau dilemahkan; janji Kristus kepada Petrus akan selalu benar, kepausan akan tetap tak berubah, termasuk Gereja yang satu dan tak bisa dihancurkan, yang didasarkan kepada Petrus yang hidup saat itu.”

Begitulah, Roma yang abadi dalam arti Kristiani dan supernatural, adalah lebih unggul daripada Roma sejarah. Kebenaran-kebenarannya yang supernatural dan kekal adalah lebih unggul dan tidak tergantung kepada Kota dalam arti sejarah.

Seperti yang dinubuatkan, mereka yang memiliki Iman Katolik di saat-saat itu (sekarang ini) akan terdesak untuk berlari ke bawah tanah, tanpa diketahui, dan masih dihinakan oleh dunia ini, tetapi mereka melaksanakan dan mempertahankan Tradisi katolisitas yang murni – mereka itulah Sisa Gereja. Pada zaman Gereja awali, mereka harus berlari ke dalam katakombe-katakombe, sementara saat ini kita memiliki katakombe-katakombe maya, yaitu tempat-tempat yang aman yang dirancang oleh Allah sendiri. Sisa Gereja akan tetap berada di tempat-tempat ini hingga saatnya Allah, dalam kerahimanNya, sekali lagi membuat GerejaNya bangkit, dari kubur, melalui pengantaraan Hati Maria Yang Tak Bernoda. Hal inipun telah dinubuatkan:
Our Lady of Good Success
“Ketika aku, dengan cara yang menakjubkan, akan menggulingkan setan yang congkak dan terkutuk itu, menginjaknya dibawah kakiku, dan mengikatnya di dalam lembah neraka. Begitulah akhirnya Gereja dan Negara akan terbebas dari tirani kejam itu…. Dan kemudian dalam keadaan sukacita dan menang, seperti anak kecil yang lembut, Gereja akan lahir kembali… “

Our Lady of La Salette
“Akhirnya air dan api akan membersihkan bumi dan hasil karya kesombongan manusia akan dihancurkan dan semuanya akan diperbaharui. Dan semua orang akan melayani Allah dan memuliakan Dia.”

“Raja-raja baru (Sisa Gereja, umat yang tetap setia) akan berada di sebelah kanan dari Gereja yang akan tumbuh semakin kuat, dan yang akan bersikap rendah hati, saleh, sederhana, bersemangat, dan menjadi para pengikut kebajikan.”.

 “Dimana-mana Injil akan diwartakan dan orang-orang akan mengalami kemajuan pesat di dalam Iman. Akan terdapat persatuan diantara para pekerja Yesus Kristus, dan orang-orang akan hidup di dalam rasa takut akan Allah.”

“Yesus Kristus akan dilayani, disembah dan dimuliakan. Dimana-mana rasa kasih kepada sesama akan berkembang.”

Our Lady of Fatima
“Pada akhirnya, Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang.”

Note:

1.  A Prelate is an ecclesiastic “having jurisdiction by right of his office. The principle prelates are the bishops…” (Catholic Dictionary – Attwater). Thus a prelate also includes the pope, who by definition is “the Bishop of Rome.”

No comments:

Post a Comment