Tuesday, August 23, 2016

PERINGATAN DI SELURUH DUNIA (Bgn 1)

PERINGATAN DI SELURUH DUNIA: SEBUAH TINDAKAN YANG BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA SEPANJANG SEJARAH (BAGIAN 1)


by TED FLYNN | AUGUST 11, 2016

Umat yang mengikuti apa yang dikatakan oleh Bunda Terberkati di Garabandal, serta pesan-pesan dari tempat-tempat penampakan lainnya, kini sedang menantikan terjadinya beberapa peristiwa, dengan sukacita, yang kita percayai akan merubah sejarah umat manusia. Ada jutaan orang yang telah membaca pesan-pesan itu serta apa yang telah dinubuatkan dan kemudian digenapi. Peristiwa-peristiwa itu akan sulit diterima oleh sementara orang, namun bagi umat beriman yang hidupnya selalu dalam keadaan rahmat, rajin menerima Sakramen-sakramen secara layak, maka peristiwa-peristiwa itu bisa mereka terima secara lebih mudah. Adalah wajar untuk mereka-reka berbagai skenario yang mungkin terjadi, namun ketika peristiwa-peristiwa itu dibuka seperti yang telah dikatakan oleh Surga, maka hal itu akan sesuai dengan nubuatan yang ada. Allah adalah Allah yang memerintah, dan Dia telah berbicara kepada kita selama ini dengan lemah lembut, dengan dosis yang kecil-kecil dalam waktu yang panjang, agar kita bisa menyelami sungguh apa yang disampaikanNya itu.

Ketika dulu Yesus berjalan di atas air laut Galilea, di tengah badai besar, ucapanNya kepada para rasulnya yang muda-muda saat itu: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" ” (Matt. 14:27). Mengawali masa kepausannya St.Yohanes Paulus II, sering berkata kepada kaum muda, “Tak ada yang perlu ditakutkan,” atau ‘Jangan takut.”

Dimulai di Garabandal
Kisahnya dimulai pada 18 Juni 1961 malam, ketika Malaikat Agung St.Michael menampakkan diri kepada empat gadis muda di sebuah desa terpencil yang bernama Garabandal, Spanyol utara. Dalam 12 hari berikutnya Malaikat Agung itu hanya menampakkan diri saja, sebanyak delapan kali. Pada 1 Juli 1961 Malaikat Agung itu mulai berbicara dan mengatakan bahwa pada hari berikutnya Perawan Maria Terberkati akan menampakkan diri kepada mereka sebagai Bunda Gunung Karmel. Saat itu San Sebastian de Garabandal adalah sebuah desa kecil yang berpenduduk sekitar 300 orang saja, dan termasuk pada diosis Santander, Spanyol. Desa itu, dengan ukuran apapun saat itu, adalah sebuah desa yang sederhana, tidak tergolong maju, bahkan primitiv. Disitu ada sekitar 70 buah rumah dari batu, tak ada aliran listrik, alat pemanas hanya berasal dari tungku api di rumah-rumah, dan tidak ada kendaraan bermotor mau melintasi desa itu. Sekitar seperempat mil ke arah utara dari gereja lokal yang kecil disitu, ada sembilan pohon pinus yang terletak agak di atas dari desa itu, dimana Bunda Terberkati sering menampakkan diri. Selama empat tahun berikutnya Bunda Terberkati telah menampakkan diri sebanyak lebih dari 2000 kali dan sering disertai dengan fenomena-fenomena yang ajaib.

Para visiuner disitu masing-masing adalah Conchita Gonzales (12 tahun), Jacinta Gonzales (12 tahun), Mari Cruz Gonzales (11 tahun), (mereka tidaklah bersaudara), dan Mari Loli Mazon (12tahun).

Penampakan-penampakan disitu diawali dengan tiga kali panggilan di dalam batin anak-anak itu, yang dirasakan oleh anak-anak itu sebagai sesuatu yang membahagiakan, dimana masing-masing gadis itu merasa dirinya semakin kuat saja. Setelah panggilan ke tiga, para gadis itu akan berlarian (dari berbagai tempat di desa itu) dan datang menuju ke tempat yang telah ditentukan oleh Bunda Maria, pada saat yang bersamaan, dan segera saja mereka berlutut dan masuk ke dalam keadaan ekstase. Disitu sering terjadi berbagai fenomena aneh yang tidak sesuai dengan hukum alam.

Bunda Maria menyampaikan pesan pertama bagi dunia. Dia mengatakan kepada para gadis itu untuk menyampaikan pesan itu secara terbuka pada 18 Oktober 1961. Pada hari itu anak-anak itu menyampaikan pesan Bunda Maria:“Banyak kurban harus dilakukan, banyak pertobatan harus dilakukan. Kita harus sering mengunjungi Sakramen Terberkati… tetapi lebih dari semuanya: kita harus bersifat sangat baik… jika kita tidak melakukan hal ini maka hukuman menantikan kita… piala telah menjadi penuh, dan jika kita tidak berubah maka kita akan dihukum.” Pesan-pesan yang diberikan kepada para gadis itu berpusat pada pertobatan dan perbaikan kehidupan. Bunda Maria selalu menekankan pentingnya zaman kita ini dan apa yang akan terjadi, jika manusia tidak bertobat. Apa yang membuat Garabandal bersifat unik daripada tempat-tempat penampakan lainnya dalam sejarah adalah bahwa para visiuner disitu berbicara tentang dua buah peristiwa yang akan teradi: Peringatan dan Keajaiban Besar.

Pada 1 Januari 1965 Bunda Terberkati berkata kepada Conchita Gonzalez bahwa Malaikat Agung St.Michael akan menampakkan diri kepadanya pada 18 Juni untuk menyampaikan pesan terakhir dalam nama Maria, bagi seluruh dunia, karena pesan-pesannya selama ini tidak diikuti. Lalu benarlah Malaikat Agung St.Michael menyampaikan pesan terakhir itu dengan berkata:

Karena pesanku pada 18 Oktober lalu (1961) tidak diindahkan, dan juga tidak disampaikan kepada dunia, maka aku berkata kepadamu bahwa ini adalah pesan yang terakhir. Sebelumnya piala itu sudah penuh, namun kini piala itu telah meluber. Banyak kardinal, banyak uskup, dan banyak imam berada di jalan kemusnahan dengan membawa serta banyak sekali jiwa bersama mereka. Semakin sedikit saja orang yang menyadari pentingnya Ekaristi. Kita harus menghindari murka Allah kepada kita dengan melalui perbuatan baik.

Jika kamu memohon ampun dengan jiwa yang tulus, maka Dia akan mengampuni kamu. Adalah aku, Ibumu, dengan melalui pengantaraan Malaikat Agung St.Michael, yang berkata agar kamu bertobat, bahwa kamu sudah berada pada saat peringatan-peringatan terakhir dan bahwa aku sangat mengasihi kamu dan aku tidak ingin kamu dihukum. Mintalah kepada kami dengan tulus, maka kami akan memberikannya kepadamu. Kamu harus lebih banyak berkurban. Renungkanlah Penderitaan Yesus.

Bunda Maria nampak memakai skapulir coklat, yang menunjukkan agar kita juga memakainya. Bunda Maria juga mengajari anak-anak gadis itu bagaimana berdoa rosario. Bunda Maria sangat menekankan pentingnya Ekaristi serta profesi imamat. Penampakan terakhir kepada Conchita terjadi pada 13 Nopember 1965 di pohon-pohon pinus.

Angka 18 sangat berarti di Garabandal karena beberapa pesan disampaikan pada tanggal itu. Di dalam adat Yahudi angka 18 berarti ‘kehidupan’ dan pada masa mendatang umat Yahudi tak akan bisa menolak apa yang terjadi di Garabandal.

Kisahnya
Garabandal adalah perpanjangan rencana Surgawi bagi keselamatan umat manusia – untuk mempersiapkan dunia melalui pesan-pesan yang diberikan pada 1961. Sebelumnya, telah banyak diharapkan agar Paus St.Yohanes Paulus II mau mengungkapkan Rahasia Ketiga Fatima pada tahun 1960, namun kenyataannya tidak, hingga hal ini mengecewakan banyak sekali umat beriman. Apakah ini sebuah kebetulan bahwa setahun kemudian Bunda Terberkati datang ke Garabandal dan memberikan pesan-pesan yang berbicara tentang Ekaristi dan profesi imamat, dan ini adalah saat yang sama ketika diadakannya Konsili Vatikan II, dimana banyak sekali orang di dalam Gereja yang melemahkan tradisi-tradisi Gereja.

Bagi banyak orang, kebenaran mengenai Rahasia Ketiga Fatima adalah sulit dimengerti seperti halnya lokasi dari Tabut Perjanjian. Banyak orang percaya bahwa Gereja belum menyampaikan secara resmi Rahasia itu secara menyeluruh. Kita tahu bahwa sebagian dari pesan itu berbicara mengenai seorang Paus berpakaian putih yang dibunuh. Namun hal itu belum juga terjadi. Hingga kini terus terjadi pembicaraan mengenai Rahasia Ketiga itu yang semakin menarik saja dengan berlalunya waktu ditambah dengan terjadinya berbagai realita yang mengkhawatirkan dan menyedihkan di dalam Gereja Katolik saat ini. Ini adalah sebuah kisah yang belum berhenti dan terus berkembang, sementara PF mengkonsekrasikan dunia di Roma, pada tanggal 13 Oktober 2013 tanpa menyebut Rusia sama sekali.

Rusia telah menjadi titik pusat dari permintaan Bunda Maria untuk dikonsekrasikan (permintaan ini disampaikan Bunda Maria di Fatima 1917). Setiap orang memiliki pendapatnya sendiri, dan masing-masing orang memegang fakta tertentu mengenai keadaan yang terjadi. Bunda Terberkati berkata di dalam Gerakan Imam Maria, bahwa sekarang ini adalah ‘waktuku’, waktu milik Bunda Maria, karena tidak adanya kerja sama dari umat Allah untuk menggenapi rencana damainya. Ada kekuatan-kekuatan besar di dalam Gereja yang menghalangi disampaikannya secara penuh Rahasia Ketiga Fatima. Manuver-manuver politik terus bergejolak kuat di dalam Vatikan yang mempengaruhi berbagai isu di dalam Gereja selama beberapa ratus tahun belakangan ini. Mengapa? Karena kita telah diberitahu bahwa Rahasia Ketiga itu berhubungan dengan komunisme, penghancuran Gereja dari dalam, kemurtadan besar di dalam Gereja, bencana-bencana yang semakin meluas seperti misalnya ‘turunnya api dari langit’, jutaan umat manusia menjadi musnah, dan setan yang mencapai puncak Gereja.

Terdapat penolakan yang luas jika Rahasia Ketiga itu dibuka karena alasan-alasan yang tertentu.  Cardinal Ratzinger (Pope Benedict XVI Emeritus) ketika menjadi kepala dari the Congregation for the Prefect of the Faith (CDF) dimana dia telah membaca Rahasia itu, dia berkata bahwa pesan-pesan yang telah diakui oleh Gereja yang diberikan di Akita, Jepang, pada intinya adalah sama dengan Rahasia Ketiga. Tak ada pesan sebelumnya dalam sejarah Gereja Katolik Roma dan Apostolik, yang bersifat apokaliptik seperti di Akita. Pope Benedict XVI ketika berbicara di Fatima pada 13 Mei 2010 menyampaikan sesuatu yang cukup menarik: “Semoga masa tujuh tahun yang memisahkan kita dari saat peringatan 100 tahun penampakan disini akan mempercepat penggenapan dari nubuatan tentang Kemenangan Hati Tak Bernoda dari Maria, bagi kemuliaan Tritunggal Yang Mahakudus.” Hal ini berhubungan dengan peringatan 100 tahun Fatima pada 2017.

Pencerahan hati nurani
Paus Paulus VI (menjabat paus 1963-1978) mengatakan bahwa pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan sedang berlangsung di dunia ‘apokaliptik’ saat ini. Dia mengutip Injil Lukas yang berkata ‘ketika Anak Manusia kembali akankah Dia menemukan iman di atas bumi’, sambil dia menambahkan bahwa ‘asap setan telah masuk ke tempat kudus.’ Bunda Terberkati berkata di Fatima ‘Pada akhirnya nanti Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang…’ Kemenangan dari Hatinya Yang Tak Bernoda itu adalah kedatangan kembali dari Yesus di dalam kemuliaan. Jadi Bunda Maria tak pernah merujuk kepada dirinya sendiri, melalinkan selalu merujuk kepada Puteranya, Yesus. Seperti yang dikatakan oleh Bunda Maria di Cana ketika dia menyarankan kepada para pelayan disana: “Lakukanlah apa yang Dia katakan kepadamu.” (John 2:5). Tritunggal Kudus telah menunjuk Bunda Maria bagi tugas istimewa ini di saat yang bersejarah ini. Bunda Maria berkata :”Tempat Perlindungan itu adalah Hatiku Yang Tak Bernoda.” Mencari tempat yang aman dimana saja tak akan ada gunanya. Dan Bunda Maria tak pernah merebut kekuasaan itu dari Puteranya, sedikitpun juga. Bahkan Bunda Maria menuntun umat manusia untuk memuliakan dan mengasihi Hati Kudus Yesus. Kita semua dipanggil untuk menjadi mitra-penebus bersamanya di dalam rencana keselamatan Kristus bagi umat manusia. Bejana mana lagi yang lebih baik daripada Bunda Kristus yang telah datang ke dunia tanpa noda dosa. Peranannya adalah membawa kita kepada Puteranya, Yesus, dan membawa Yesus kepada kita. 

Pesan-pesan di Garabandal serta di tempat-tempat penampakan lainnya selalu bersifat sederhana dan menuntun. Pesan-pesannya selalu disampaikan dalam bahasa yang paling sederhana mengenai prinsip-prinsip iman yang esensiil. Pesan-pesannya selalu mudah dimengerti dan berbicara tentang kebenaran, kebaikan dan keindahan – bukan berisi filsafat muluk-muluk yang hanya  bisa dimengerti oleh sedikit orang saja, tetapi selalu mengenai pengalaman hidup yang terus berubah. Jika pesan-pesan itu diterima dan dicerna, maka akan terjadi sebuah perubahan di dalam jiwa. St.Pater Pio, Paus St.Yohanes Paulus II, Paus Paulus VI, Bunda Teresa Terberkati, Pastor Stefano Gobbi, dan banyak lagi visiuner dan umat awam zaman ini yang mempercayai apa yang terjadi di Garabandal dan mereka mengakuinya secara terbuka.

Peringatan – kita semua menyaksikan keadaan dari jiwa kita
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. (Mat 18:3-4).

PERINGATAN itu adalah berupa sebuah peristiwa dimana kita akan menyaksikan keadaan dari jiwa kita seperti yang akan dihakimi oleh Allah pada saat kematian kita. Saat itu tak ada tempat bagi kita untuk bersembunyi dari kebenaran dan realita Ilahiah yang dinyatakan kepada kita. Saat itu akan menjadi sebuah garis pembatas dalam seluruh sejarah. Kebohongan setan akan diungkapkan apa adanya serta segala penipuan yang dilakukannya. Cengkeramannya atas dunia akan dilonggarkan. Setelah peristiwa ini masih juga ada dosa di dunia namun sebuah garis pembatas akan ditarik, dimana rasa takut akan setan tidak ada disana. Kehendak Bebas Manusia tetap ada, namun netralitas manusia telah lenyap. Orang akan berpihak kepada Allah atau tidak. Itu saja.

Seperti halnya umat Yahudi dulu berkelana di padang gurun selama 40 tahun setelah mereka meninggalkan perbudakan di Mesir selama 400 tahun. Namun dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka lupa apa yang dilakukan Allah bagi mereka. Apa yang semula diduga perjalanan selama sebelas hari ternyata menjadi 40 tahun karena ketidak-taatan mereka. Segera setelah mereka meninggalkan negeri Mesir, umat Yahudi membuat patung anak lembu emas di padang gurun. Sementara itu manna dan burung-burung puyuh berjatuhan dari langit untuk memberi makan orang-orang yang bermigrasi itu yang berjalan menuju tanah terjanji tetapi mereka tetap saja melakukan persembahan ritual berhala.

Hal yang sama juga terjadi saat ini. Beberapa orang segera melupakan rahmat yang diberikan kepada mereka pada saat ‘Pencerahan hati nurani’ (Peringatan) itu dan mereka kembali kepada kebiasaan hidup yang lama karena mereka memang tidak dididik dalam hal iman. Karena alasan inilah maka pendidikan iman sangat penting sekali sementara saat ini masih ada waktu yang relativ tenang dibandingkan dengan gejolak kekacauan mendatang. “Iman itu datang dengan cara mendengarkan, mendengarkan Sabda Allah,” dan seperti yang dikatakan oleh pemazmur : “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Mzm 119:11. Jika kita menjalankan ajaran Kitab Suci saat ini, kita akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengerti saat ini tentang rencana Allah bagi masa depan dunia. Allah berkomunikasi dengan umatNya dalam bahasaNya sendiri.

Yang pertama dari dua peristiwa mendunia itu adalah berupa Peringatan dari Allah. Conchita menulis dalam sebuah surat tanggal 1 Januari 1965, “Bunda Maria berkata bahwa sebuah Peringatan akan diberikan kepada seluruh dunia sebelum saat Keajaiban itu, agar dunia bisa memperbaiki dirinya. Hal itu (Peringatan) berasal langsung dari Allah dan bisa dirasakan di seluruh dunia. Orang-orang lupa bahwa Peringatan itu akan terlihat dan dirasakan. Maka ada anggapan bahwa ada suatu peristiwa kosmik atau Surgawi di langit yang bisa terlihat di seluruh dunia.” Terjadi spekulasi besar mengenai hal ini yang terjadi setelah Peringatan itu. Conchita mengatakan bahwa hal itu “seperti dua buah benda angkasa yang saling bertabrakan.”

Conchina menulis pada 2 Juni 1965, “Peringatan itu seperti sebuah pemurnian, adalah sesuatu yang menakutkan bagi orang yang baik maupun jahat. Bagi orang yang baik, mereka akan semakin mendekati Allah, dan mereka memperingatkan orang yang jahat bahwa saat akhir zaman sudah tiba. Ini adalah peringatan-peringatan terakhir.” Conchita menjelaskan bahwa “Peringatan itu merupakan sebuah pemurnian untuk mempersiapkan kita bagi datangnya Keajaiban itu. Setiap orang di dunia akan merasakan sebuah pengalaman batin tentang bagaimana keadaan diri mereka di hadapan Penghakiman Allah. Umat beriman maupun tidak beriman akan sama-sama merasakan Peringatan itu.” Conchita berkata “Mereka yang berada dalam keadaan rahmat akan mengalami akibat yang tidak terlalu menyakitkan.” Mari Loli yang meninggal pada tahun 2009 adalah satu-satunya yang mengetahui tahun dari Peringatan itu, namun dia tidak tahu tanggal dari Keajaiban Besar itu. Mari Loli berkata, “Kita akan menyaksikannya dan merasakannya di dalam diri kita sendiri, dan hal itu jelas sekali berasal dari Allah.”

Allah di dalam kasih dan kerahimanNya yang tak terhingga besarnya terhadap umat manusia, terus menerus memberi setiap kesempatan kepada umatNya untuk memperbaiki dirinya. Banyak sekali bukti dari sumber-sumber di dalam Gereja saat ini menunjukkan bahwa hari penghitungan itu sudah dekat sekali dengan kita. Seperti halnya nabi Amos, Yehezkiel, Jeremiah, Yunus, dan Yesaya, memperingatkan orang-orang zaman itu tentang datangnya penghakiman Allah, maka sekarang ini kitapun diperingatkan oleh para nabi. Penampakan-penampakan Bunda Maria yang semakin sering terjadi menunjukkan betapa urgen dan pentingnya saat-saat kita sekarang. Peringatan itu akan menjadi sebuah peristiwa yang tak terkira besarnya di dalam sejarah dunia dan Gereja. Di dalam Kitab Suci telah disebutkan adanya hal-hal yang ajaib seperti misalnya hari-hari kegelapan hingga beberapa kali, tetapi tidak disebutkan Peringatan dan Keajaiban Besar itu.

Peringatan itu akan memungkinkan setiap pria, wanita dan anak-anak, untuk bisa melihat keadaan jiwa mereka melalui pencerahan hati nurani mereka, seperti yang dilihat oleh Allah di dalam Kebenaran Ilahi. Kobaran api dari kebenaran IIahi ini akan memungkinkan umat Allah ‘melihat’ kehidupan mereka dalam wujud ‘penghakiman mini.’ Hal ini merupakan salah satu dari kerahiman Allah yang memberi kita kesempatan untuk bertobat dan mengarahkan perjalanan hidup kita ke jalan yang benar. Jika orang tidak tergerak oleh peristiwa ini, serta tidak tahu apa dampaknya bagi dunia ini, maka memang sudah ada ketidak-pekaan di dalam roh atau ketidak-pedulian secara menyeluruh akan makna dari peristiwa ini serta dampaknya bagi dunia ini.


No comments:

Post a Comment