Thursday, August 25, 2016

PERINGATAN DI SELURUH DUNIA (Bgn 2)

PERINGATAN DI SELURUH DUNIA: SEBUAH TINDAKAN YANG BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA SEPANJANG SEJARAH (BAGIAN 2)
by TED FLYNN | AUGUST 18, 2016

Peristiwa Peringatan itu adalah merupakan Petekosta Kedua.
Pesan nomor 383 dari Gerakan Imam Maria, berjudul ‘Roh Kudus akan datang’. Disini Bunda Terberkati berkata tentang sesuatu yang benar-benar mendebarkan dalam kaitannya dengan peristiwa Peringatan itu nanti. Dia mengatakan bahwa Peringatan itu adalah sebagai Pentekosta Kedua. Pesan itu disampaikan pada saat Pentekosta, 22 Mei 1988.

Ini adalah hari yang mengingatkan turunnya Roh Kudus kepada para rasul, yang berkumpul dan berdoa bersama aku di dalam Senakel di Yerusalem. Pada hari Pentekosta dari tahun Maria ini, tahun yang dipersembahkan kepadaku, aku memanggil kamu untuk menyatukan doa-doamu kepada doa-doa dari Ibu Surgawimu, untuk mendapatkan karunia besar Pentekosta Kedua. Saat bagi Pentekosta Kedua (Peringatan) itu telah tiba. Roh Kudus akan datang, sebagai embun rahmat dan api Surgawi yang akan membaharui seluruh bumi. Melalui tindakan kasihNya yang tak tertahankan Gereja akan membuka dirinya untuk hidup di dalam era baru dari kesuciannya yang terbesar dan akan menyinarkan terang dengan sebuah cahaya yang sangat kuat yang akan menarik kepada dirinya seluruh bangsa di bumi. Roh Kudus akan datang, agar Kehendak Bapa dilaksanakan dan alam ciptaan ini sekali lagi akan memancarkan kemuliaanNya yang besar. Roh Kudus akan datang, untuk menegakkan pemerintahan yang mulia dari Kristus, dan ia akan merupakan sebuah pemerintahan rahmat, kesucian, kasih, keadilan dan damai. Dengan kasih ilahiNya Kristus akan membuka pintu hati manusia dan menyinari semua hati nurani. Setiap orang akan melihat dirinya sendiri di dalam kobaran api kebenaran ilahi. Ia akan seperti sebuah penghakiman mini. Dan kemudian Yesus Kristus akan membawa pemerintahanNya yang mulia di dunia.

Roh Kudus akan datang, dengan melalui kemenangan dari Hatiku Yang Tak Bernoda. Untuk itu aku memanggil kamu semua hari ini untuk masuk ke dalam senakel dari Hatiku. Kemudian kamu akan dipersiapkan untuk menerima karunia Roh Kudus yang akan merubahmu dan membuatmu menjadi sarana dengan apa Yesus akan menegakkan pemerintahanNya. 

Pesan ini memiliki kemiripan yang sangat besar dengan peristiwa Peringatan seperti yang disampaikan di Garabandal, Spanyol. Gerakan Imam Maria menunjukkan dengan bahasa yang jelas tentang rencana besar dari Surga untuk merubah dunia ini. Kata-kata saja tak mampu menggambarkan pentingnya peristiwa ini. Para rasul menjadi orang-orang yang penakut setelah penyaliban Yesus dan mereka takut akan nyawa mereka karena penganiayaan. Namun setelah Pentekosta, mereka meninggalkan ruangan senakel dan pergi ke jalan-jalan seperti singa mengaum yang mewartakan iman. Para rasul itu telah dirasuki oleh Roh Kudus dengan cara yang supernatural. Hal ini adalah sebuah peristiwa yang mirip dengan Petekosta Kedua nanti, di saat Peringatan nanti. Kita akan melihat diri kita sendiri, di dalam ‘kobaran api kebenaran ilahi,’ dalam sebuah penghakiman mini yang menerangi seluruh hati nurani kita.

Bunda Terberkati adalah Ibu dan Ratu Semesta Alam. Saat ini dia memiliki peranan yang semakin penting dan dia berbicara kepada GIM (Gerakan Imam Maria) serta umat beriman di dalam saatnya (saat sekarang ini adalah saat milik Bunda Terberkati) dan Hatinya. Dia memberikan berbagai perintah yang khusus bahwa keselamatan masa depan umat manusia berada di dalam Hatinya Yang Tak Bernoda dibawah tuntunan dari Tritunggal Yang Mahakudus. Ketika Pentekosta Kedua (Peringatan) itu terjadi, umat beriman akan bertindak dengan bantuan karunia-karunia preternatural (ajaib) seperti yang dilakukan oleh para rasul pada saat setelah Pentekosta dulu. Seperti halnya umat Yahudi memercikkan darah pada pada daun-daun pintu di Mesir, agar malaikat kematian melewatkan mereka, maka Bunda Terberkati saat ini berkata kepada kita bahwa tempat perlindungan dan keamanan kita berada di dalam Hatinya Yang Tak Bernoda. Karena alasan inilah maka semua orang didorong untuk berdoa di dalam senakel dan di dalam keluarga mereka.

Peringatan – menurut Conchita
Conchita berkata kepada kita bahwa Peringatan itu adalah “seperti dua buah benda angkasa atau bintang yang saling bertabrakan yang menimbulkan suara keras dan cahaya yang terang, tetapi ia tidak sampai jatuh (ke bumi).” Kita semua akan segera menyaksikan hal itu. Hal itu akan sangat menakutkan kita karena saat itu kita akan menyaksikan jiwa kita sendiri serta segala kesalahan yang kita lakukan. Saat itu kita akan melihat hati nurani kita, segala kesalahan yang kita lakukan, serta segala kebaikan yang tidak kita lakukan. Saat itu akan terasa kita berada dalam keadaan yang amat menyedihkan, namun kita tidak mati karena pengaruh dari tabrakan benda langit itu, tetapi mungkin saja kita mati karena rasa takut yang sangat atau terkejut karena melihat keadaan diri kita sendiri. Peringatan itu merupakan sebuah pemurnian untuk mempersiapkan kita bagi Keajaiban yang akan terjadi kemudian. Conchita mengatakan bahwa Peringatan itu adalah sejenis bencana yang dahsyat. Hal itu akan membuat kita berpikir tentang kematian, dimana kita akan lebih memilih untuk mati daripada harus mengalami peristiwa Peringatan itu.

Conchita juga menyampaikan kepada kita bahwa hal itu akan sangat menakutkan, seribu kali lebih buruk daripada gempa bumi. Hal itu akan seperti api. Ia tidak membakar daging kita, tetapi kita merasakan panasnya secara fisik dan di dalam batin kita. Conchita berkata bahwa jika dia tidak tahu bagaimana Peringatan itu, maka dia akan mengatakan bahwa Peringatan itu lebih buruk daripada Pemurnian. Nampaknya Conchita mengatakan bahwa Peringatan itu bertepatan dengan terjadinya sebuah fenomena di langit dimana ‘ada dua buah benda angkasa atau bintang yang saling bertabrakan...’ Dalam sebuah wawancara, Conchita mengatakan bahwa lamanya Peringatan itu adalah sekitar lima menit. Dalam wawancara pada Oktober 1968, menjawab pertanyaan mengenai Peringatan, Conchita berkata ‘Peringatan itu adalah sesuatu yang bersifat supernatural, dan ia tidak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Ia bisa dilihat dan dirasakan.” Menurut Conchita, “Peringatan itu adalah sebuah pemurnian, sebuah persiapan bagi Keajaiban yang akan terjadi nanti, dan setiap orang akan bisa melihatnya. Peristiwa itu akan membuat setiap orang sadar akan kesalahannya.

Pastor Joseph Pelletier, seorang ahli mengenai Maria yang cukup terkenal, bertanya kepada Conchita mengenai Peringatan Garabandal. Jawaban Conchita pada 19 Juni 1965 adalah sebegai berikut:

Di dalam tulisan ini ada peringatan yang diberikan oleh Perawan Terberkati kepadaku ketika aku berada sendirian di pohon-pohon pinus pada 1 Januari tahun ini, 1965. Peringatan yang akan diberikan oleh Perawan Terberkati kepada kita adalah seperti sebuah pemurnian. Tujuannya adalah untuk menarik orang-orang yang berkehendak baik kepada Allah serta memperingatkan orang-orang yang lainnya. Aku tak bisa menyampaikan bagaimana Peringatan itu. Perawan Terberkati tidak menyuruhku untuk mengumumkan hal itu. Tidak ada lagi. Allah menghendaki agar melalui Peringatan itu kita akan memperbaiki kehidupan kita dan tidak berdosa lagi melawan Dia.

Atas pertanyaan dari Pastor Laffineur, seorang anggota GIM, apakah Peringatan itu bisa menimbulkan kematian, Conchita menjawab secara tertulis: ”Jika kita mati saat itu, hal itu bukan karena Peringatan itu sendiri, tetapi karena kejutan emosi yang tinggi yang akan kita alami ketika menyaksikan dan merasakan Peringatan itu.”

Pada 13 September 1965 Conchita menyampaikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan kepadanya:

T. Apakah Peringatan itu merupakan sesuatu yang kelihatan, atau sesuatu yang terjadi di dalam batin, atau keduanya?
J. Peringatan itu adalah sesuatu yang langsung berasal dari Allah. Ia akan terlihat oleh semua orang di dunia, dimanapun orang berada saat itu.

T. Apakah Peringatan itu mengungkapkan dosa-dosa pribadi masing-masing orang di dunia, dari semua kepercayaan, termasuk orang atheis?
J. Ya. Peringatan itu akan seperti pengungkapan dosa-dosa kita, dan ia akan terlihat dan dirasakan secara sama oleh orang-orang beriman maupun tidak beriman, dan oleh orang-orang dari semua agama.

Pada 22 Oktober 1965, Conchita memberikan jawaban atas pertanyaan seorang wanita Spanyol, apakah Peringatan itu berupa sebuah komet yang mendekati bumi? Conchita menjawab: “Aku tidak tahu komet itu apa. Jika itu adalah sesuatu yang tergantung pada keinginan manusia, maka aku menjawab – tidak, itu adalah sesuatu yang akan dilakukan oleh Allah, hal itu sangat mungkin.” Ketika wanita itu memperlihatkan rasa takutnya dan meminta agar Conchita mendoakan dia, maka Conchta menjawab: “Oh ya, Peringatan itu akan sangat menakutkan, seribu kali lebih buruk daripada gempa bumi.” Mengenai sifat dari Peringatan itu Conchita berkata: “Ia akan seperti api. Ia tidak membakar daging kita, tetapi kita merasakannya secara fisik dan di dalam batin kita.” Dia menambahkan: “Kita akan berbicara masalah ini nanti.

Segala bangsa dan semua orang akan merasakannya dengan cara yang sama. Tidak seorangpun yang akan lolos darinya. Bahkan orang-orang yang tidak beriman akan mengalami rasa takut akan Allah. Meskipun kamu bersembunyi di kamarmu dan menutup matamu, kamu tidak akan lolos darinya. Kamu akan merasakan dan melihat hal yang sama.” Dia berkata lagi: “Ya, benar. Bunda Terberkati memberikan kepadaku nama dari fenomena itu. Hal itu dimulai dengan huruf ‘A’ namun dia tidak menyuruhku untuk mengatakan kepada siapapun.”

Sementara wanita itu memperlihatkan rasa takutnya, Conchita menambahkan: “Oh ya, setelah Peringatan itu, kamu akan mengasihi Allah yang baik dengan sangat besar.” Terhadap pertanyaan “Bagaimana dengan Keajaiban itu?”, dia berkata: “Keajaiban itu tidak akan ditunda kejadiannya.” Conchita berkata: “Meskipun membutuhkan waktu untuk terjadi, tetapi hal itu tidak terlalu lama. Waktu Allah adalah selalu yang paling benar.“ Sebuah catatan penting perlu ditambahkan. Ketika Conchita menjelaskan bahwa Peringatan itu ‘seperti sebuah api’ yang dia maksudkan adalah menyerupai api, tetapi bukan api itu sendiri

Peringatan – menurut Loli
Mary Loli berkata: “Ketika Peringatan itu terjadi, semuanya akan hening total (stand still), termasuk pesawat terbang yang ada di angkasa, mereka berhenti untuk sesaat. Saat itu segala sesuatunya berhenti, dan Peringatan itu terjadi. Peringatan itu akan berlangsung selama beberapa menit. Adalah penting agar kita mempersiapkan diri karena hal itu adalah sesuatu yang mengerikan. Peristiwa itu akan membuat kita merasakan segala kesalahan yang telah kita lakukan. Setiap orang akan merasakannya dimanapun dia berada saat itu, apapun keadaan mereka atau apapun pengetahuan mereka akan Allah. Itu adalah penegalaman batin setiap orang. Hal itu akan terasa seolah dunia ini dalam keadaan keheningan total, setiap orang akan larut di dalam pengalamannya masing-masing. Hal itu akan berupa sebuah perasaan kesedihan batin dan rasa nyeri yang sangat karena telah menentang Allah. Dan Allah akan menolong kita melihat secara jelas segala penentangan kita terhadap Dia dan segala kejahatan yang kita lakukan.”

Peringatan – menurut Jacinta
Jacinta Gonzalez berkata, “Peringatan itu adalah sesuatu yang mula-mula terlihat di udara, di mana saja di dunia, dan segera saja hal itu menyebar ke bagian dalam jiwa kita, batin kita. Ia akan berlangsung sebentar saja, tetapi hal itu akan terasa sangat lama karena pengaruhnya yang besar atas diri kita. Hal itu adalah demi kebaikan jiwa kita sendiri, agar kita melihat hati nurani kita… kebaikan yang tidak kita lakukan, serta keburukan yang kita lakukan. Kemudian kita akan merasakan kasih yang sangat besar kepada Orang Tua Surgawi kita, dan meminta pengampunan atas segala kesalahan kita. Peringatan itu adalah bagi setiap orang karena Allah menghendaki keselamatan kita semua. Peringatan itu bertujuan untuk menarik kita mendekati Allah dan meningkatkan iman kita. Karena itu kita masing-masing harus mempersiapkan diri bagi peristiwa itu, tetapi bukan menantikannya dengan rasa takut. Allah tidak mengirimkan sesuatu untuk menakuti kita, tetapi hal itu demi keadilan dan kasih. Dia melakukan hal itu demi kebaikan semua anak-anakNya agar kita menikmati kebahagiaan kekal, bukannya menjadi musnah.” Peringatan itu akan bertepatan dengan terjadinya sebuah fenomena di langit.

Penentu permainan
Tepat pada saat ketika semuanya nampaknya telah musnah, Surga akan campur tangan. Peringatan atau Pencerahan hati nurani itu adalah sebuah peristiwa yang diberikan secara detil pada penampakan-penampakan di Garabandal, Spanyol, 1961-1965, lebih daripada di tempat-tempat lain di dunia. Banyak orang yang telah mengalami fenomena itu telah hidup kembali dan menceritakan bahwa dirinya telah melihat Surga, neraka dan Api Penyucian. Ada berbagai tingkatan dosa, dan semakin jauh seseorang dari pengakuan dosa serta kehidupan yang berpusat kepada Kristus, semakin sulit baginya untuk mendengar suara Allah dan menerima rahmat.

Kita akan berdiri telanjang di hadapan Allah dan kita akan menyaksikan kehidupan kita seperti sebuah film dalam gerak lambat, dan kita tak bisa membantah di hadapan Allah. Kita berada di hadapan kehadiran Terang Ilahi, dan kita tak bisa apa-apa. Dosa yang berat akan nampak berjalan lambat, sehingga kita bisa melihat akibat-akibat dari dosa itu. Dosa-dosa kelalaian dan dosa yang kita lakukan tak bisa kita tolak dengan berbagai macam alasan, karena saat itu kita tahu segala kesalahan kita. Saat itu kita berada di hadapan Terang Ilahi dan kebenaran, dan kita tak memiliki alasan apapun untuk mengelak.

Transisi peradaban akan terjadi

Terdapat sebuah benang merah antara pesan-pesan Bunda Maria di LaSalette Perancis (1846), Fatima, Portugal (1917), Akita, Jepang, (1973), Amsterdam (1940an dan 1950an), Medjugorje, Bosnia (1981-saat ini), Kibeho, Rwanda (1981-1989), dan Garabandal, Spanyol (1961-1965). Semuanya saling menegaskan dan menguatkan satu sama lain, dengan tema yang sama mengenai pentingnya doa rosario, Ekaristi, Misa Kudus, Sakramen-sakramen, dan kehidupan sehari-hari di dalam persekutuan dengan Allah. Banyak orang yang mengikuti pesan-pesan ini melakukan kesalahan dengan mengira bahwa apa yang disampaikan pada satu penampakan akan menaungi dan meliputi penampakan lainnya. Hal ini tidak selalu begitu dan sering bisa menimbulkan kebingungan. Setiap penampakan memiliki pesan yang khas dan terpisah, dan berlaku bagi penampakan di tempat itu. Peristiwa-peristiwa yang disampaikan di Garabandal memperlihatkan kesetiaan Allah kepada manusia. Apa yang akan terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama di depan, akan mengguncangkan fondasi-fondasi dunia ini. Ia akan membawa semua orang di dunia ke sebuah tempat yang belum pernah kita alami secara fisik, spirituil dan emosi. Kemerosotan di dalam cara-cara lama kini semakin menjurus kepada kehancuran, dan hal ini memungkinkan dimulainya sebuah Era Baru.  

No comments:

Post a Comment