Monday, October 5, 2015

Uskup-uskup Swiss membenarkan adanya ‘kelompok mafia’...

Uskup-uskup Swiss membenarkan adanya ‘kelompok mafia’ dari Kardinal Danneels untuk menentang Paus Benediktus XVI

by Remnant Clergy

September 29, 2015 (LifeSiteNews) - Sementara meluruskan laporan media massa setempat, para uskup Swiss hari ini membenarkan adanya apa yang disebut "mafia" uskup-uskup yang ditujukan untuk melawan pengaruh Kardinal Ratzinger selama kepausan Yohanes Paulus II.

Konfirmasi ini muncul ditengah diskusi yang intens di Swiss tentang pertanyaan dari kelompok kardinal yang saat ini disebut sebagai "St. Gallen Group" dimana tentang kelompok ini Kardinal Godfried Danneels baru-baru ini telah membuat pernyataan yang cukup mengganggu, bahkan memalukan, bagi kelompok itu.

Pagi ini, stasiun radio lokal ‘FM1 Today’ di Sankt Gallen, Switerland, melaporkan adanya pertemuan rahasia dari kelompok "St. Gallen Group" yang konon telah berusaha membuat Paus Benediktus XVI mengundurkan diri dan mengusahakan dan mendukung Kardinal Jorge Bergoglio yang kemudian terpilih untuk menduduki jabatan Kepausan. Sebagai sumber dari laporan mereka, stasiun radio itu mengutip sebuah biografi baru tentang Uskup Danneels, serta pernyataan publik yang jelas yang dibuat oleh kardinal (Godfried Danneels) sendiri. Menyimpulkan laporan mereka tentang konspirasi ini, stasiun radio itu mengatakan:

Karim Schelkens, sejarawan dan penulis biografi, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pemilihan Bergoglio tanpa diragukan lagi telah dipersiapkan di St. Gallen di tengah-tengah "mafia" itu dan juga bahwa Ratzinger mengundurkan diri karena mereka (mafia) itu juga.

Karena beberapa alasan, hanya beberapa jam kemudian, stasiun radio yang sama telah ‘melunakkan’ pernyataannya. Kemudian laporan kedua, yang berjudul "Memang ada pertemuan, tetapi bukan pertemuan rahasia," dimana radio itu mengatakan: "Adalah salah jika menempatkan lingkaran kardinal-kardinal dari kelompok St. Gallen terkait dengan pengunduran diri Paus Benediktus, karena pertemuan-pertemuan mereka tidak terjadi lagi setelah tahun 2006. "

Situs resmi dari Konferensi Uskup-uskup Swiss, kath.ch, kemudian menerbitkan artikel mereka sendiri tentang hal ini, dengan menunjukkan fakta bahwa Keuskupan St. Gallen, dimana uskupnya adalah presiden dari Konferensi Uskup-uskup setempat, kini membuat pernyataan publik yang menyangkal klaim dari stasiun radio itu.

Pada situs Keuskupan St. Gallen, sebuah ringkasan pernyataan mengutip laporan-laporan dari radio yang berbeda dan kemudian mengacu pada pernyataannya sendiri. Pernyataan ini terutama didasarkan pada kesaksian mantan uskup St. Gallen, Uskup Ivo Fürer. Pernyataan itu mengatakan:

Kelompok ini [St. Gallen Grup] bertemu secara teratur di St Gallen sebagai bentuk persahabatan saja. Sedangkan laporan lainnya hanyalah spekulasi saja, dimana ia akan menjadi jelas dalam kalimat-kalimat berikut: [...]

Uskup Ivo Fürer, mantan uskup St. Gallen, menjelaskan situasinya sebagai berikut:

Sebuah kelompok pribadi biasa bertemu secara teratur dari tahun 1996 sampai 2006. Pertemuan itu dihadiri oleh almarhum Kardinal Carlo Maria Martini dan kemudian-uskup St. Gallen, Ivo Fürer yang memprakarsai pertemuan ini. Baik Kardinal Carlo Maria Martini maupun Uskup Ivo Fürer saat itu adalah anggota Dewan Konferensi Uskup Eropa '(CCEE), tetapi anggota-anggota dari lingkaran para sahabat itu pertama kali bertemu melalui CCEE. Beberapa uskup dan kardinal yang saling bersahabat itu menginginkan sharing yang berkelanjutan di antara mereka. Tentu saja mereka juga berbicara tentang situasi di dalam Gereja di pertemuan tahunan mereka di St Gallen. Mereka juga berbicara - ketika kesehatan Paus Yohanes Paulus II terus menurun – tentang kualifikasi seorang paus baru nanti.

Selama pemilihan Joseph Ratzinger (Paus Benediktus XVI / 2005/115 Cardinals), para kardinal yang secara teratur bertemu di St. Gallen melakukan diskusi selama pra-konklaf. Menurut beberapa laporan, Kardinal Bergoglio telah menerima dukungan dari sejumlah besar uskup [didalam konklaf].

Pemilihan Paus Francis pada 2013 (115 Cardinals) berhubungan dengan tujuan dari kelompok St. Gallen itu – begitulah yang dikatakan dalam biografi Kardinal Danneels. Hal ini dibenarkan oleh Uskup Ivo Fürer yang tidak pernah menyembunyikan kegembiraannya tentang pemilihan seorang Argentina sebagai Paus.

Tetapi adalah salah jika menarik sebuah garis penghubung antara kelompok St. Gallen dengan pengunduran diri Paus Benediktus, karena pertemuan mereka tidak terjadi lagi setelah tahun 2006; pengunduran diri Paus Benediktus terjadi pada tahun 2013.


Laporan resmi dari Keuskupan St. Gallen telah mengakui bahwa "St. Gallen Group" memang ada. Uskup Fürer juga mengakui persetujuannya atas pemilihan Kardinal Bergoglio tetapi dia menegaskan bahwa pertemuan mereka (St. Gallen Group) sudah berhenti pada tahun 2006. Ivo Fürer adalah Uskup St. Gallen dari tahun 1995 sampai 2005. Dia adalah Presiden dari kelompok itu pada tahun 1995-2009, dan dia terlibat dalam pengumpulan dana Prapaskah bagi Gereja Katolik Swiss yang telah mengundang kritikan tajam dari seluruh dunia karena memberikan dana kepada para aktivis LGBT, serta mendanai Swiss Institute for Pastoral Sosiologi, dimana pemimpinnya, Dr. Arnd Bunker, adalah pendukung dan penganjur yang aktif dari berbagai kegiatan homoseksual.

No comments:

Post a Comment